Rabu, 09 Agustus 2017

Jangan menyebut 'nama' TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan...



7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan,sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.(Keluaran 20: 7).

5 Then the Lord came down in the cloud and stood there with him and proclaimed his name, the Lord. 6 And he passed in front of Moses, proclaiming, “The Lord, the Lord, the compassionate and gracious God, slow to anger, abounding in love and faithfulness, 7 maintaining love to thousands, and forgiving wickedness, rebellion and sin. Yet he does not leave the guilty unpunished; he punishes the children and their children for the sin of the parents to the third and fourth generation" (Exodus 34: 5, 6, 7).


    "Nàma" Tuhan adalah karya Tuhan. KaryaNya berasal dari sifat-sifat RohNya yang tidak berubah. Exodus 34: 5, 6, & 7 adalah ulasan Roh' Tuhan sendiri mengenai "nàma" Nya atau karyaNya! Ada satu dosa yang seringkali diabaikan oleh orang-orang percaya, iaitu "menyebut namaNya dengan sembarangan." Dosa ini tercakup di dalam kasus pelanggaran Hukum Kasih yang pertama: "...kasihilah Tuhan mu dengan sepenuh hati." Bagaimanakah agaknya sebutan kita tentang "namaNya"? 

    Apakah percaya, paradigma rohani, ulasan atau 'sebutan' kita perihal "karya" ('nama') Tuhan itu sembarangan, betul atau salah? Perkataan 'sebutan' itu bukanlah merujuk kepada bunyi 'suku-kata,'  tetapi merujuk kepada 'sebutan' menurut roh Pengertian! Justeru itu, apakah 'sebutan' ('ulasan') kita mengenai 'nama' ('karya') Tuhan itu sempurna atau dikenan oleh Roh Tuhan? Perkataan 'Sebutan' yang ditafsir sama erti dengan perkataan 'ulasan' adalah berdasarkan tafsiran 'roh pengertian,' dan bukan berdasarkan pengertian praktik kultus (occultic practice). 

    Semua 'nama' Tuhan yang diutus menurut Ordo Melchizedec adalah berkongsi 'satu' nama, iaitu "...namaNya ialah Firman Allah." Mereka juga berkongsi satu Nàma yang diberitakan oleh Roh' Tuhan sendiri kepada nabi Moshe dalam Keluaran 34: 5, 6, dan 7.  Firman ialah 'karya' yang dikongsi bersama samada oleh semua "Covenanted names of God," atau oleh semua "Immutable names of God" yang disingkapkan menurut roh nubuat di bawah ketentuan-ketentuan Ilahi yang disebut Ordo Melkisedek! Firman Allah berbicara kepada orang-orang percaya melalui dream dreams, visions dan juga Voice. Covenanted names of God adalah nàma Tuhan yang dikaitkan dengan pengujudan sesuatu Perjanjian, seperti Raja Yahweh dengan Perjanjian Sinai Dan Raja Damai (Raja Yeshua) dengan Perjanjian Baru.

    Kebenarannya, hanya Yeshua sahaja yang menyebut 'nama' Tuhan dengan sempurna sepenuhnya! Yeshua diutus oleh Nàma Bapa untuk melaksanakan kehendak 'nama' Bapa di bumi' yang boleh dilihat oleh Mata kasar manusia. "Nama" Bapa jelas diberitakan oleh Tuhan dalam Kitab suci Keluaran 34: 5,6, dan 7. Maka Yeshua diutus kerana Kasih dan Mercy Bapa. Yeshua adalah satu-satunya manusia yang hidup di dunia yang "namaNya" atau "karyaNya" adalah seratus-peratus pernyataan 'nama' Bapa (Kel. 34: 5, 6, dan 7). Yahweh dipanggil oleh Ibrani sebagai Allah Bapa mereka. Karya atau 'nama' manusia jelas dinubuatkan dengan frasa "makan minum, kahwin dan mengahwinkan, membuat batu-bata, mendirikan kota' (nation building/kingdom building'), mendirikan 'menara' Dan 'membeli atau menjual. Manusia bersatu kerana 'karya-karya' manusia, dan ia berpusat pada 'menara' yang didirikan. 

    Justeru, bagaimanakah sebutan kita perihal nama Tuhan? Pertama-tama, sebutan orang percaya hendaklah bebas dari ragu-ragu, sakit hati, berkecil hati atau kecewa terhadap Tuhan. Jika 'sebutan' nàma Tuhan itu berpenyakit seperti kasus yang dimaksudkan di atas, maka seruan kita kepada Bapa adalah tidak Sempurna. Percaya yang berpenyakit mengakibatkan Allah Bapa tidak berkenan kepada Doa Kita. Percaya yang berpenyakit menyebabkan Doa "Bapa Kami" menemui kegagalan. 

    Kegagalan Doa Bapa Kami mengakibatkan: "...tidak ada satupun perbuatanmu sempurna" seperti teguran Roh' Hakim ke atas jemaat Sardis.  Sebutan "nàma" Tuhan juga melibatkan akal budi yang diperbaharui (correct spiritual precepts), supaya 'sebutan' nàma Tuhan tidak dipertikaikan oleh kapasiti intelek. Kita akan bertanya apakah "sebutan" menurut pandangan peribadi kita perihal 'nama' ('karya') Tuhan adalah bercampur dengan filsuf manusia seperti ulasan ('sebutan') Bildad, Zophar, dan Eliphaz (kitab Ayub)? Atau apakah "sebutan" kita tentang "Firman Allah" tidak dimurkai oleh Tuhan seperti "sebutan" Elihu dan Ayub? 

    Adakah sebutan kita  mengenai "karya" Tuhan, sarat dengan keraguan, atau dominannya dari rumusan kapasiti intelek (intellectual digests) belaka? Atau apakah kita seringkali "offended by the Lord," seperti Nabi Jonah? Apakah kita pernah menuduh bahawa "karya" ('nama' bermaksud "karya") Tuhan itu tiada guna dan hanya menganggu kehidupan daging,? Apakah kita mengingini pertolongan 'nama' Tuhan, namun berakhir dengan kekecewaan kerana Tuhan seolah-olah tidak menunaikan keinginan-keinginan peribadi kita? Apakah kita tidak mengalami sukacita, apabila daging tidak mengecapi kemakmuran, tiada kesihatan atau tiada kemusnahan menimpa ke atas musuh-musuh kita?

    Jika kita mengalami salah satu pergumulan rohani seperti kasus-kasus tersebut di atas, maka kita sebenarnya berada dalam 'godaan' untuk menyebut "namaNya" ('karyaNya') dengan  salah!  Sebutan yang jitu dan benar adalah susah untuk kita sempurnakan, namun dengan anugerah roh hikmat, roh pengetahuan dan roh pengertian, setiap orang percaya akan semakin dimurnikan dalam hal "sebutan" nama Tuhan. Oleh kerana Roh Tuhan berfirman: "... namaNya ialah Firman Allah" (Wahyu 19: 13), maka menyebut 'nama' Tuhan dengan benar samalah artinya 'mengulas Firman Tuhan dengan benar.' Jika kita 'sebut' Firman Allah dengan salah, maka itu berarti bahawa kita telah menyebut 'namaNya' dengan salah! 'Sebutan' atau bahasa mudahnya dipanggil 'ulasan' atau 'tafsiran' yang salah adalah dosa!

    Semua orang percaya menyebut 'namaNya' dengan kepincangan-kepincangan peribadi. Namun, oleh kerana namaNya ialah "Setia Mengampuni," maka semua sebutan yang salah dan pincang diampuni oleh Tuhan, apabila diakui di depan Tuhan.

    Segala firman Ilahi tidak dapat dipisahkan dengan peribadi Roh Tuhan, maka Firman itu sesungguhnya Penuh Berkuasa, Benar, Suci dan Tanpa bercacat celah (sempurna). "Semua perkataan-perkataan Ku adalah Roh dan hidup," kata Yeshua. Firman menjelma dibaluti manusia: Anak Manusia. Mengakui sifat-sifat Tuhan (Firman) dengan jujur adalah landasan yang baik untuk mampu "menyebut" nama-nama Tuhan dengan benar. Jikalau, kita tidak mengetahui sifat-sifat Firman, maka sukarlah bagi kita untuk menyebut nama Tuhan dengan jitu dan benar. Pandangan/ulasan peribadi perihal 'nama-nama' Tuhan melalui rumusan kapasiti intelek adalah "sebutan" yang sembarangan! Jikalau kita menuduh bahawa Bapa Segala Roh berbuat kejahatan dan karyaNya sukar diterima dan mengelirukan, maka itu adalah "sebutan" nama Tuhan yang salah: dosa!!

3 This is eternal life, that they may know You, the only true God, and Jesus Christ whom You have sent. 4 I glorified You on the earth, having accomplished the work which You have given Me to do. 5 Now, Father,glorify Me together with Yourself, with the glory which I had with You before the world was. 6 “I have manifested Your name to the men whom You gave Me out of the world; they were Yours and You gave them to Me, and they have kept Your word. 

7 Now they have come to know that everything You have given Me is from You; 8 for the words which You gave Me I have given to them; and they received them and truly understood that I came forth from You, and they believed that You sent Me. 9 I ask on their behalf; I do not ask on behalf of the world, but of those whom You have given Me; for they are Yours; 10 and all things that are Mine are Yours, and Yours are Mine; and I have been glorified in them  11 I am no longer in the world; and yet they themselves are in the world, and I come to You. Holy Father, keep them in Your name, the name which You have given Me, that they may be one even as We are (John 17: 3 - 11, NASB).

Jumat, 28 Juli 2017

"Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku"





"For your name’s sake, O Lord, pardon my guilt, for it is great" (New Revised Standard Version Catholic Edition, Psalm 25: 11)

"Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu." (Alkitab Terjemahan Baru, Maz. 25:11)


Kunci untuk Menyelesaikan Dosa-Dosa pada Masa Penghakiman

    Oleh karena "nama" TUHAN—yaitu "slow to anger" (panjang sabar), "merciful", "abounding in love" (berlimpah kasih setia), kudus, dan "setia mengampuni"—maka sudah pasti Raja Daud telah menerima pengampunan atas dosa-dosanya.

    Perkataan "nama" TUHAN dalam bahasa roh nubuat adalah merujuk kepada “karya” Roh Tuhan. "Nama" TUHAN sudah tentu tidak berdusta, sebab nama itu mengalir dari sifat-sifat Ilahi yang tidak berubah (immutable). Tujuan orang percaya menyelesaikan dosa-dosa melalui anugerah "nama" TUHAN adalah agar mereka dapat diterima oleh Allah dan selanjutnya dapat mengecap ibadah rohani, yaitu karunia Spirit of prayer (Roh Doa). Yesus berkata dalam Matius 5:48:

"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna" ("be perfect therefore, as My Father in heaven is perfect").

   The Spirit of prayer adalah urusan yang menuntut keadaan roh seseorang yang sempurna (perfect) atau kudus untuk memasuki "kamar" (Mat.6:6)! Jadi, menyelesaikan dosa-dosa bukanlah agar kita berusaha menjadi sinless (tanpa dosa), sebab berusaha menjadi sinless adalah suatu kebodohan bagi fitrah daging, bahkan merupakan hal yang mustahil bagi orang percaya. Oleh karena itu, penyelesaian dosa-dosa sangat praktis untuk urusan the Spirit of prayer; roh doa menjadikan orang percaya sebagai pelaku Firman Tuhan yang berkemenangan menurut pesan nubuat dalam Doa Bapa Kami.

    Apabila Hakim datang untuk misi menyempurnakan penghakiman dan penghukuman, hanya mereka yang dianugerahi roh "takut akan Tuhan," roh pengertian, dan roh hikmat yang akan dapat memasuki hadirat Hakim. Mereka yang takut akan Tuhan Sahaja yang memeiliki keyakinan untuk mendapat berkat pengampunan dosa dari "nama" TUHAN yang immutable!


                                   
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu,sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada (I am)" (Yoh. 8: 58).


    


Menyelesaikan Dosa-Dosa pada Zaman Perjanjian

    Pendamaian bukanlah masalah besar karena Covenanted names of God, yaitu "Domba Allah" atau "Raja Damai" (Kristus), senantiasa duduk di sebelah kanan Bapa sebagai penjamin dan pengantara bagi setiap pengakuan dosa orang-orang percaya. Hukum Taurat mengajar bahwa setiap dosa umat Allah harus diselesaikan dengan mempersembahkan sin offering (burnt offering). 

    Yesus datang untuk menggenapi Hukum Taurat, nubuat para nabi, dan juga pesan lirik Mazmur (Lukas 24:44). Dia diutus sebagai "Domba Allah." Upacara penyelesaian dosa-dosa manusia telah "Sudah Selesai" dalam kematian Yesus di atas kayu salib. Imam Agung Melkisedek, yaitu Yesus Kristus, telah "selesai" mengupacarakan persembahan Korban Domba Allah di bumi. Persembahan (doa ritus Melkisedek di bumi) itu sangat ajaib dan tanpa cacat cela!

    "Sengat maut, yaitu dosa" telah selesai ditelan oleh kuasa pentahiran dosa dari pribadi Domba Allah yang "Sudah Selesai" ("It's finished") dipersembahkan dalam kematian "Domba Allah." Kematian Kristus adalah Pengupacaraan Altar di bumi untuk "menghapuskan dosa-dosa dunia." Maka, memandang Salib Yesus membawa setiap orang percaya kepada "nama" TUHAN (Lihat Keluaran 34:5-6).

    Upacara Altar Yesus di bumi itu bukanlah diupacarakan menurut hukum-hukum pengupacaraan Ordo Imam Harun, melainkan persembahan Altar Domba Allah itu dipersembahkan oleh Kristus menurut pengupacaraan Ordo Imam Agung Melkisedek (Lukas 24:44). Hal itu diupacarakan oleh Roh Tuhan! Oleh sebab itu, manusia tidak dapat melihat kematian Yesus sebagai penggenapan upacara Altar Melkisedek di bumi, kecuali jika ia dianugerahi "Firman yang tersingkap." Upacara Paskah yang diupacarakan oleh Roh Tuhan menggenapi Lukas 24:44.

    Sejak saat itu, berkat kuasa pengampunan oleh Roh Tujuh Lapis Karunia—yaitu hasil pengupacaraan Melkisedek—telah mengalir tanpa henti di sepanjang zaman Perjanjian Pendamaian. Pendamaian diungkapkan dengan frasa nubuat: "pergantian siang dan malam" atau "siang dan malam tidak berhenti-henti" (Kejadian 8:22). Kita tahu bahwa frasa "siang dan malam tidak berhenti-henti" itu akan berakhir dengan frasa "tidak ada malam dan tidak ada siang," yaitu dalam nubuat Nabi Zakharia (Zakharia 14:5-7).  

    Pintu Roh Tuhan senantiasa terbuka, namun tidak ada hal yang impure (cemar/tidak tahir) yang dapat memasukinya. Pintu Raja Damai akan tertutup karena Sang Hakim akan turun untuk menghakimi dan menghukum semua orang yang berdosa. Oleh karena itu, pintu Sang Hakimlah yang akan dibuka menggantikan Pintu Raja Damai. 

    Siapakah yang dianugerahi karunia roh pengertian dan roh hikmat untuk memasuki "Pintu" hadirat Sang Hakim? Hanya mereka yang dianugerahi hikmat, seperti perumpamaan "lima gadis yang bijaksana," yang dapat memasuki Spirit of prayer (Matius 6:6). Hanya mereka yang telah dilatih dan dididik oleh Roh Tuhan mengenai urusan "masuk ke dalam kamar yang tersembunyi" yang dapat mengecap berkat pengampunan dosa-dosa, meskipun Perjanjian Pendamaian sudah sampai ke penghujungnya!

    Pada masa Judgment, kuasa dan "Pintu" nama Domba Allah tidak lagi menjamin "pendamaian"! Perjanjian Pendamaian sudah berakhir! Pada periode masa penghakiman, nama Ilahi di sepanjang Perjanjian Damai akan menghentikan operasinya. Sebagai contoh, "nama" Domba Allah yang menghapus dosa dunia akan berhenti beroperasi kepada gereja: gereja tidak dapat menuai jiwa-jiwa karena para malaikat yang menjadi penuai. 

    Walaupun demikian, "nama" Allah seperti yang diberitakan dalam Keluaran 34:5-7 tidak akan berubah. Rincian sifat-sifat nama TUHAN seperti "penuh belas kasihan," pengampun, dan penuh kasih akan terus berlanjut seperti pada masa sebelumnya. Sifat-sifat Allah tidak akan berubah (immutable), akan tetapi Perjanjian Pendamaian yang akan berakhir!

    Namun, hanya mereka yang telah dianugerahi roh hikmat dan roh pengertian yang dapat memasuki "pintu" hadirat Sang Hakim! Itulah alasannya mengapa tertulis dalam Kitab Wahyu, Roh Kudus menasihati: "...peganglah apa yang ada padamu..." (That is the reason, why it was written in the book of Revelation, the Spirit exhorted: "...hold what was given unto you..."). Apakah maksud frasa "what was given unto you"? Kita akan memegang apa yang diberikan kepada kita, dan frasa itu merujuk kepada "Harta Sion" (Yesaya 11 dan Yesaya 33:6).  

    Mereka yang belum memegang "Harta Sion," baiklah mereka memohon "Harta Sion" itu selagi "siang dan malam" masih berganti! Harta Sion itu ialah (Roh) Hikmat, (Roh) Pengetahuan, (Roh) Pengertian, dan (Roh) "Takut akan TUHAN." Mereka yang menerima Karunia Roh "Takut akan TUHAN" akan dapat mengaku dosa seperti lirik Daud dalam Mazmur 25:11: "Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku..." Karunia "Takut akan TUHAN" adalah kunci besar kepada "nama" TUHAN, baik Covenanted names of God maupun Immutable names of God (rujuk Keluaran 34:6-7). TUHAN bergaul karib dengan orang yang dianugerahi karunia "Takut akan TUHAN" (Mazmur 25:14).

    Raja Daud adalah penyembah Roh Tujuh Lapis Karunia Allah: The Spirit of the Menorah. Daud memasuki hadirat Roh Tuhan dan mengecap kebaikan-kebaikan (blessings, termasuk apa yang kita pahami sebagai "Ucapan Bahagia" / beatitudes) dari Roh Tujuh Lapis Karunia. Daud bernyanyi dalam Mazmur 27:4: "Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya." Keinginan rohani seperti lirik Daud tersebut tidak akan ada di antara manusia yang "luka" dan yang "belum dilahirkan kembali." 

    Pusat kesadaran manusia yang "luka" didominasi oleh otak. Keinginan seperti dalam Mazmur 27:4 hanya ada bagi mereka yang telah dibimbing oleh Roh Kudus agar realitas "ranting pada Pohon Kehidupan" menjadi kenyataan: manusia rohani (spiritual man).  

    Ibadah "agama" yang lahir dari ajaran Ordo Melkisedek dapat dikatakan bermula secara tulen dari bani Israel. Ibadah ini bersifat Teokrasi dan diperintah oleh the Kingdom of priests. Ibadah agama bagi satu bangsa dan negara diupacarakan oleh kaum Imam, yang berpusat di Tabernakel, Yerusalem. Dalam kehidupan Raja Daud, kita melihat Daud sebagai seorang nabi, raja, dan seperti "imamat yang rajani" yang menyembah Roh Tuhan. 

    Ibadah agama lebih menjurus kepada kuasa-kuasa pengupacaraan Imamat yang pernah memerintah Teokrasi Tanah Suci pada zaman Hakim-hakim, tetapi kelak Israel menolak teokrasi "Hakim-hakim" karena mereka memilih sistem monarki Ibrani seperti bangsa-bangsa lain.

    Meskipun "kerajaan imamat" telah ditolak, namun Imamat masih berkuasa sebagai pengupacara tata ibadah "agama" bagi umat Tuhan sehinggalah nubuat kehancuran pusat ibadah (Tabernakel) digenapi pada masa kemusnahan Bait Allah oleh Jenderal Titus. Maka, agama Perjanjian Lama itu telah berhenti karena mereka semakin terserak ke seluruh penjuru bumi. 

    Ibadah agama melibatkan kepatuhan kepada banyak hukum yang dikuatkuasakan oleh imam-imam atau pemerintah. Agama dilihat "hidup" dan berfungsi di hadapan Allah hanya apabila umat Allah tetap setia memegang Perjanjian, dan selagi "Pintu" "nama" TUHAN (the Covenanted name of God) belum tertutup! Selagi suatu Perjanjian dipegang, maka Covenanted names of God tidak akan berhenti beroperasi. 

    Bahtera Nuh menerima setiap binatang yang datang kepadanya selagi "pintu" bahtera masih terbuka. Pintu Covenanted names of God, seperti Raja Damai, akan senantiasa menganugerahkan pendamaian antara Allah Bapa dan manusia di bumi (orang percaya) selagi pintu "nama" Raja Damai belum ditutup oleh tangan Allah!

    "Akar" agama bagi hampir semua agama Kristen tidak dapat dipisahkan dari "tafsiran bayangan" (typology) praktik agama yang berpusat di Bait Allah pada zaman Teokrasi—yaitu kerajaan Imamat Israel yang pernah bertahan hampir 400 tahun. Jika periode kerajaan Imamat (Theocracy YHVH) itu dihitung dari saat Allah mengeluarkan dekret pengangkatan the Kingdom of priests and holy nation bagi bangsa Israel, maka theocracy YHVH telah bertahan selama kurang lebih 391 tahun (Simin 42-43). Menurut kronologi Simin, sistem monarki pula bertahan selama kurang lebih 511 tahun (42-43).

    Oleh karena kebanyakan agama Kristen Perjanjian Baru diilhamkan oleh akar agama monoteisme Perjanjian Lama yang berpusat di Tabernakel, maka keberadaan agama Kristen tidak dapat dipisahkan dari nation-building atau kingdom-building. Sebab itulah kita melihat zaman keberadaan "Gereja Kekaisaran" dan "Gereja Negara." Kita juga melihat pengaruh zaman feodalisme di mana kaum Imamat diangkat oleh monarki feodal sebagai golongan bangsawan (noblemen). 

    Namun, semua itu menjelaskan bahwa agama memang tidak dapat dipisahkan dari agenda nation-building. Gereja sering kali terseret oleh politik ke dalam agenda politik, sehingga kehilangan "kebebasan" untuk menabur benih; bahkan sering kali tertakluk pada kegagalan agama yang bersifat institusional, sehingga kehilangan "minyak dan anggur."

    Agama-agama Kristen dapat berfungsi sebagai platform untuk harvesting jiwa-jiwa manusia di dunia karena pintu-pintu Covenanted names of God. Di dalam Perjanjian Baru, contoh Covenanted names of God ialah Anak Manusia, Domba Allah, dan Raja Damai. Pintu Pendamaian akan tertutup atau diberitakan oleh "Langit" bahwa "Matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak memancarkan cahayanya dan bintang-bintang akan berjatuhan" (Matius 24:29). Matius 24:29 adalah pemberitaan "langit" bahwa Pintu Pendamaian akan ditutup. Namun, Pintu akan benar-benar tertutup hanya apabila Sang Hakim turun dan kelihatan seperti awan-awan yang bergulung seperti gulungan Kitab.

    Penyembahan "roh" tidak dibatasi oleh ritus-ritus yang dikuasai oleh kaum Imamat. Praktik agama tertumpu pada upacara-upacara agama yang dikuasai sepenuhnya oleh imam-imam. Ketika agama gagal, hanya nabi-nabi (true branches) yang masih dapat beribadah dalam "penyembahan roh" kepada Roh Tuhan ("memasuki hadirat Roh Kudus"), seperti yang terjadi pada umat TUHAN di Tanah Suci dalam Perjanjian Lama. 

    Hanya nabi-nabi yang beribadah kepada Roh Tuhan karena ibadah Roh tidak terbatas pada upacara atau ritus Tabernakel yang berpusat di Yerusalem. Kegagalan agama bagi bani Ibrani menurut Perjanjian Sinai secara jelas dinubuatkan dalam "pesan perceraian" TUHAN dengan "istri-Nya" (Israel) dalam 2 Raja-raja 23:27. Pesan YHVH dalam nubuat 2 Raja-raja 23:27, Kitab Maleakhi, Yesaya, dan nubuat nabi-nabi lain menjelaskan kegagalan praktik agama the kingdom of priests and the holy nation.

    Kita tidak berfokus pada kegagalan agama tersebut karena Imam Agung Melkisedek dalam pribadi Kristus telah "Sudah Selesai" mengupacarakan Jalan Kudus yang sempurna bagi semua orang yang percaya untuk menerima aliran Roh Kudus yang Immanuel di bumi! Yang menarik adalah pengetahuan dan pengertian yang disampaikan oleh para nabi mengenai ibadah roh secara individu, yaitu penyembahan di dalam hadirat Roh Kudus: "imamat yang rajani." Yesus bersabda: "Allah itu Roh... barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Di "dalam" Roh bermaksud di dalam hadirat Roh Kudus yang tidak terbatas pada upacara ritus oleh para imam.

    Kelak, Yesus menggariskan ajaran ibadah roh yang dapat dipraktikkan secara individu tanpa penguasaan para imam, sebagaimana nubuat-Nya dalam doa "Bapa Kami" (Matius 6:9-13). Doa "Bapa Kami" adalah panduan dan nubuat untuk menjadi the doers of the Word of God. Maka, kita melihat bahwa agama berasal dari kingdom of priests, sedangkan ibadah rohani yang sejati berasal dari ajaran doa "Bapa Kami" yang dimungkinkan oleh kekuatan hadirat Roh Tujuh Lapis Karunia.

    Agama memiliki Creed (Pengakuan Iman/Syahadat). Ketika ada Creed, muncullah manipulasi apologetika yang menyatakan bahwa jika seseorang tidak mengikut Creed, maka ia telah sesat! Creed diciptakan sebagai pernyataan ringkas kepercayaan agama untuk mencegah perbedaan tafsiran rasional di antara orang-orang percaya. Hal itu berfungsi sebagai identitas (identification) suatu agama! Namun agama dikuasai oleh kaum imamat, dan umat awam diseru untuk taat mematuhi semua peraturan agama. Praktik beragama terbatas bagi penduduk bumi (earthlings). Sorga tidak memiliki agama, meskipun ada hukum roh yang sempurna.

    Yesus telah menubuatkan panduan ibadah roh, yaitu doa Bapa Kami. Kandungan pesan nubuat dalam doa Bapa Kami adalah panduan untuk menjadi pelaku Firman Allah (the doers of the Word of God). Untuk mencegah perpecahan kesatuan agama di antara pengikut-pengikut Yesus (the followers of the Way), agama membuat Creed atau Syahadat. Penyembahan Roh menuntut "kunci" untuk memasuki hadirat Roh Tuhan, sedangkan agama konsisten dengan kepatuhan pada ritus-ritus yang diupacarakan oleh imam. Maka, agama dikenal karena Syahadat dan ritusnya. Namun, dalam kasus penganutan agama secara ekstrem, Creed digunakan sebagai apologetika untuk menghakimi dan mengklaim bahwa orang yang melanggarnya akan masuk neraka.

    Jadi, Yesus pada dasarnya tidak mengajar agama, melainkan mengajar Ibadah Roh melalui doa Bapa Kami, sebagaimana yang dinubuatkan oleh mulut TUHAN dalam Perjanjian Lama. Dia dituduh melanggar agama Nabi Musa. Mahkamah agamalah yang menjatuhkan hukuman mati ke atas Yesus karena Dia dianggap sebagai "bidaah" dan bahkan menista Allah karena mengaku diri-Nya sebagai Allah. Tetapi, dengan keajaiban hikmat-Nya sebagai Juruselamat dan "nama-Nya" sebagai Domba Allah, Dia telah mengupacarakan kematian-Nya sebagai Upacara Altar Melkisedek di bumi! Upacara itu "Sudah Selesai" diupacarakan oleh Yesus sendiri menurut Ordo Melkisedek. "Sudah Selesai" berarti bahwa sengat dosa, yaitu maut, telah ditelan oleh Kuasa Pengupacaraan Altar Kristus di bumi.

    "Sudah Selesai" doa Melkisedek di bumi—yaitu Upacara Altar—berarti "Berkat" Raja Damai dan Pembaptis Api telah mulai mengalirkan atau mencurahkan Roh Kudus (Roh Tujuh Lapis Karunia) kepada seluruh bangsa di sepanjang zaman Pendamaian, sejak Hari Pentakosta.  

    Sejak zaman Habel, "nama TUHAN" yang diutus dan dinyatakan kepada manusia menurut Ordo Melkisedek telah menyingkapkan ajaran kepada umat Allah di bumi bahwa dosa-dosa manusia diselesaikan "dengan menuruti Firman Allah." "Nama" Kristus ialah Firman Allah: "...dan nama-Nya ialah: 'Firman Allah'." (Wahyu 19:13). Oleh karena itu, frasa "menuruti Firman" juga bernubuat mengenai sikap "percaya" dan mengikut Yesus: the followers of the Way. 

    Daud bernyanyi bahwa Jalan Kudus dapat dikecap dengan menuruti Firman! Dan Firman Allah menyatakan bahwa dosa diselesaikan dengan doa (upacara) jalan altar: Jalan Penebusan. Yesus adalah "Jalan" Altar yang menggenapi semua ajaran Melkisedek mengenai altar Perjanjian Lama (Yesaya 53; Lukas 24:44). Dia bernubuat: "Akulah jalan..." 

    Aliran Kehidupan atau Berkat Tuhan telah mengalir 24 jam sehari, segera setelah Dia berfirman "Sudah Selesai." Berkat yang mengalir memberikan kekayaan dan tidak menambah kesusahan dalam kehidupan jasmani ("The blessing of the Lord brings wealth, without painful toil for it" / "The blessing of the Lord brings forth wealth, he adds no sorrow to it"). Berkat itu mencakup semua beatitudes oleh ketujuh karunia Roh Kudus yang utama atau "kunci-kunci" Roh Tuhan.

    Semua karunia Tuhan, termasuk berkat-berkat yang disampaikan dalam "Ucapan Bahagia" (Matius 5), telah mengalir kepada seluruh bangsa di bumi sejak upacara Altar Melkisedek "sudah selesai" diupacarakan. "Ucapan Bahagia" bukanlah resources manusia, melainkan seluruh beatitudes adalah resources Roh Tuhan! Sebab itulah kita mengaku di hadapan Tuhan: "...apart from You (Christ), we are nothing"! Kita tidak memiliki sumber daya untuk menjadikan roh kita pure heart! Namun, roh yang "setia mengampuni" (forgiving spirit) itu mengalir 24 jam sehari berkat pengupacaraan Altar Melkisedek yang "Sudah Selesai" diupacarakan. Pembaptis Api mulai mencurahkan "lidah api" (Melchizedek Blessing) kepada seluruh bangsa bermula pada Hari Pentakosta, dan hingga sekarang masih terus mengalir ke bumi.

    Kita tahu bahwa ibadah roh hanya dimungkinkan oleh hadirat Immanuel Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memungkinkan realitas Immanuel karena Anak Manusia, Yesus, hanya berjalan bersama manusia selama 33 tahun di bumi. Walaupun demikian, Roh-Nya adalah Immanuel bersama dengan manusia hingga saat ini! Roh Bapa, Roh Yesus, dan Roh Kudus adalah "satu."

    Jika berkat pengupacaraan Altar Melkisedek di bumi mengalir tanpa henti hingga kini, bagaimanakah orang percaya dapat memasuki hadirat-Nya? Apakah "Kunci" untuk memasuki hadirat-Nya? Matius 5:8 menyingkapkan bahwa pure heart (suci hatinya) adalah prasyarat untuk memasuki Hadirat Roh atau dalam frasa nubuat "melihat Wajah Allah"!

    Kita akan belajar dari pemberitaan dan kesaksian para nabi mengenai pengertian dan pengetahuan untuk bergaul karib dengan Roh Tujuh Lapis Karunia. Raja Daud bernyanyi dalam Mazmur 25:14: "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." 

    Nabi Yusuf tidak mengalami kesulitan untuk beribadah kepada Roh Tuhan di mana pun ia berada. Meskipun ia dijual oleh kakak-kakaknya kepada pedagang Ishmaelites yang kemudian menjualnya kepada Potifar di Mesir, dan seterusnya dianiaya oleh istri Potifar hingga dipenjarakan di dalam penjara bawah tanah, Yusuf ternyata dapat mengecap "roh doa," yaitu dream dreams, visions, dan Voice. 

    Dicatat dalam kisah Yusuf dalam Kitab Kejadian bahwa "TUHAN menyertai Yusuf..." sebanyak tiga kali. Justeru, keberhasilan Yusuf adalah "penyertaan Tuhan". Hal itu berarti TUHAN bergaul karib dengan Yusuf (Kejadian 39:2, 3, 21, 23; Kisah Para Rasul 7:9). Yusuf diberikan "kunci" untuk memasuki hadirat Roh Kudus. "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka" (Mazmur 25:14); Yesus adalah Immanuel bagi semua orang percaya!

    Nabi Daniel tetap dapat beribadah kepada Roh Tuhan meskipun agama Ibrani dilarang untuk dipraktikkan di dalam Kekaisaran Babel. Nabi Daniel tidak mengalami masalah untuk menyembah dan beribadah kepada Roh Tuhan, walaupun "agamanya" dilarang (outlawed) di Babel. Nabi Daniel tidak mengalami masalah untuk memiliki the Spirit of Prayer karena ia adalah penerima anugerah Kasih Karunia. Dan sudah pasti, Allah telah menganugerahinya "Kunci" Roh Tuhan, yaitu Karunia "Takut akan TUHAN."

    Kelak, dalam Perjanjian Baru, Yesus menyatakan karya Roh Kudus yang menerangkan prasyarat memasuki Hadirat atau melihat Wajah Allah, yaitu pure heart. Roh yang suci tidak dimungkinkan oleh usaha-usaha intelektual atau daging manusia, melainkan oleh anugerah karya Tujuh Lapis Roh yang mengalir tanpa henti akibat kuasa Ilahi dalam Pengupacaraan Altar Melkisedek di bumi. Yesus menubuatkan bahwa semua dosa "Sudah Selesai." Masalahnya hanyalah bagaimana tap into atau mengakses kuasa pengampunan Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia. Dapatkan Roh Hikmat dan Roh Pengertian, serta bersukacitalah dalam Roh Tuhan! Peganglah "Kunci," agar Roh Tuhan bergaul karib dengan roh seseorang (Mazmur 25:14; Yesaya 33:6; Ayub 28:28; Amsal 9:10).

    Bagaimanakah cara memegang "kunci" itu, karena kunci itu sebenarnya senantiasa melekat pada Roh Tuhan? Memohonlah karunia "takut akan TUHAN" setiap kali kita berdoa! Karunia itu datang dan pergi mengikuti Pribadi Roh Kudus. Percaya kepada "nama" TUHAN (nama Bapa dalam Keluaran 34:5-7 dan juga nama Kristus) yang dianugerahkan kepada kita haruslah telah sembuh dari segala penyakit ketidakpercayaan, seperti ragu-ragu, berkecil hati, serta sembuh dari dosa akibat menyebut "nama" TUHAN secara salah.

    Dalam ibadah roh Raja Daud yang intim dengan Roh Tuhan—sebagaimana yang disampaikan dalam lirik-lirik Mazmur—kita melihat bahwa meskipun Daud melakukan banyak pelanggaran hukum/ajaran agama, seperti memasuki Tabernakel yang jelas hanya Imam Besar saja yang dibenarkan masuk; bahkan ia juga mempraktikkan poligami dengan beristrikan 8 istri dan banyak gundik; ia juga pernah berbuat dosa besar dengan merencanakan pembunuhan terhadap prajuritnya, Urias, agar dapat mengambil istrinya, Batsyeba, sebagai istri raja.

    Jika demikian, mengapa Allah tidak menolak Daud dari takhta kerajaan sebagaimana Allah menolak Raja Saul? Jawabannya sederhana: Allah telah menganugerahkan karunia "Takut akan TUHAN" kepada Daud sejak kecil, sehingga Daud dinubuatkan oleh Allah sebagai orang "yang berkenan di hati-Ku." Dalam bahasa yang mudah, Allah menganugerahkan "kunci"—yaitu karunia "Takut akan TUHAN"—kepada Daud agar Allah bergaul karib dengannya. Anugerah karunia fear of the Lord adalah "Kunci" untuk memasuki hadirat Roh Tujuh Lapis Karunia. Pribadi Roh Kudus itu juga disebut sebagai "Hikmat," sebagaimana dalam pemberitaan para nabi dan para bapa leluhur (patriarchs).

    Sebagai penyembah Roh Tuhan, seorang percaya akan mengikuti Jalan Roh, Pintu Roh, dan Kunci Roh. Semua penyembah Roh Tuhan, yaitu nabi-nabi baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tunduk pada tiga (3) elemen utama dalam penyembahan Roh atau ibadah roh: Jalan, Pintu, dan Kunci! Kita dapat melihat bagaimana penyembah Roh meneruskan ibadahnya atau Spirit of Prayer dalam kegelapan:


"Who among you fears the Lord and obeys the voice of his servant, who walks in darkness and has no light, yet trusts in the name of the Lord and relies upon his God?" (New Revised Standard Version Catholic Edition, Isaiah 50:10) 

 

Rahasia Perutusan "Nama" Tuhan menurut Bahasa "Roh Nubuat"

 

    Roh nubuat ialah "melihat" semua "nama" Tuhan yang dianugerahkan kepada umat manusia, baik Immutable names of God maupun Covenanted names of God. Keduanya mengerjakan Firman Allah yang sama. Oleh sebab itu, Roh nubuat adalah Roh Tujuh Karunia Tuhan, dan semua "nama" Tuhan berkarya menurut Ordo yang satu, yaitu Ordo Melkisedek.

Jika Nabi Daniel diambil sebagai contoh orang percaya yang berjalan dalam kegelapan, maka "nama" TUHAN yang diseru oleh Nabi Daniel adalah Mercy (Belas Kasihan). Daud adalah contoh orang percaya yang termasuk dalam Perjanjian Tanah Perjanjian, maka ia menyeru kedua-dua aliran "nama" Roh Tuhan:

 

Covenanted names of God (Perjanjian Abraham, Perjanjian Sinai, Perjanjian Daud, Perjanjian Domba Allah [Paskah Yesus]).

 

Immutable names of God (yang tidak terikat pada Perjanjian).  

Bapa leluhur Ayub (Patriarch Job) tidak diketahui secara jelas Perjanjian mana yang dimasukinya, namun Ayub menganut ibadah "jalan altar." Sementara itu, Nabi Daniel berada dalam masa hukuman di Babel karena ia diangkut dalam pembuangan ke Babel. Mereka (sepuluh suku Israel di utara dan Yehuda) telah meninggalkan Perjanjian, sehingga berada di luar Perjanjian. Pesan para nabi adalah mengenai "Hikmat" yang berkarya sebagai Hakim atas semua bangsa, yang menyatakan karya kebaikan TUHAN pada Masa Judgment. Mengerti "nama" TUHAN berarti mengenal Roh Tuhan; mengenal Allah adalah hasil karya "roh pengertian."  

Dalam roh nubuat, "nama" TUHAN terbagi menjadi tiga aliran perutusan Surgawi, yaitu:

    "Nama" TUHAN yang terikat pada ikatan Perjanjian (Covenanted names of God), dan dijamin oleh Upacara Paskah Tuhan. Contoh: "Aku adalah Aku" (YHVH) sebagai Raja Israel di Tanah Perjanjian; Yesus Kristus, Raja Kebenaran, Domba Allah; Raja Damai. "Nama" TUHAN dalam ikatan Perjanjian bertujuan untuk karya Roh Tuhan dalam "menabur dan menuai" (lihat Kejadian 8:22).

"Nama TUHAN" yang Immutable (tidak berubah), karena dari sifat-sifat Ilahi terpancarlah karya-karya Roh Tuhan yang senantiasa berkarya bagi seluruh generasi umat manusia di bumi, dan juga berkarya untuk menggenapi semua perjanjian. Nama Ilahi yang immutable berkarya memberkati manusia dan mengalir melintasi semua perjanjian yang diadakan Allah di bumi. Nabi Musa menerima pemberitaan "nama" TUHAN yang immutable dalam Keluaran 34:5-7. Orang yang dianugerahi karunia "takut akan TUHAN" diajar oleh Roh Kudus sebagai permulaan Hikmat. "Nama TUHAN" yang Immutable (melintasi semua perjanjian) menurut roh pengertian adalah seperti: Panjang Sabar (slow to anger), Penyayang (abounding in love), Pengasih (rich in mercy), Setia, Adil, Benar, Tidak Bercacat Cela (flawless), Mahakuasa, Kudus, Pencipta Langit dan Bumi. Semua nama TUHAN yang Immutable itu merujuk kepada the ancient gates. Nama TUHAN yang diutus berasal dari Sifat-sifat Ilahi yang Immutable, mengalir dari sifat-sifat Roh Ilahi.

    Roh pengertian mengajar kita bahwa dari "nama" TUHAN, kita menerima pancaran anugerah-anugerah kehidupan, baik ketika kita masih dibalut bejana tanah liat maupun setelah kematian. Oleh sebab itu, "percaya" dan "menuruti nama" TUHAN (becoming followers) adalah prasyarat untuk menerima anugerah-anugerah kehidupan. Dosa secara sederhana adalah "tidak percaya" kepada "nama" TUHAN:

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;" (Yohanes 1:12).

    Meskipun setiap nama TUHAN dalam Alkitab menerangkan "misi" tertentu mengikut suatu Covenant, namun semuanya adalah Roh Ilahi yang sama dan satu. Setiap "nama Raja Ilahi" terikat pada Perjanjian tertentu yang saling berkaitan dan bersambung. Semuanya berbagi "Firman Allah" yang seratus persen sama, walaupun setiap "nama" Ilahi diutus dengan misi tertentu: "...dan nama-Nya ialah: 'Firman Allah'." (Wahyu 19:13; Lukas 24:44). 

    Pembagian "Firman Allah" yang sama bagi semua "nama" TUHAN yang berasal dari Ordo Melkisedek menjelaskan apa itu "roh nubuat." Maka, menerima Kehidupan kekal dimulai dengan anugerah "percaya" kepada "nama" TUHAN. Apakah Domba Allah dan Yesus Kristus, Raja Damai, adalah "nama" TUHAN?

    Wahyu 19:13 bersaksi: "...dan nama-Nya ialah: 'Firman Allah'." Namun, terlepas dari apa pun rumusan intelektual, "percaya" adalah anugerah operasi karya Roh Tujuh Lapis Karunia (Firman).  

     Covenanted names of God dari perutusan Surga dimulai dengan Upacara Imam Melkisedek, baik di bumi maupun di Surga. Hal ini menjawab mengapa Abram perlu bertemu Imam Allah, Melkisedek, di pegunungan Seir—karena "nama TUHAN" yang diutus dari Surga hanya beroperasi apabila Melkisedek mengupacarakannya. "Nama" TUHAN bagi Abram hanya akan beroperasi kepada pewaris janji apabila Upacara Melkisedek "sudah selesai." Sebab itulah Abram dicatat bertemu dengan Raja Kebenaran Ordo Melkisedek dari Salem! Imam Agung Ordo Melkisedek perlu "mengupacarakan" terlebih dahulu setiap kali Surga membuat perutusan "nama" TUHAN, supaya "berkat" nama TUHAN yang dinyatakan dapat mengalirkan kuasa.

    Yesus sebagai Imam Agung Melkisedek perlu mengupacarakan Altar terlebih dahulu di bumi—yaitu kematian-Nya sebagai Domba Allah di kayu salib—barulah operasi "menghapus dosa-dosa dunia" dimulai (beroperasi/mengalirkan kuasa) ketika upacara Melkisedek "Sudah Selesai."

    Demikian juga "nama" Sang Hakim, Tujuh Tanduk, Tujuh Mata, dan Tujuh Roh. Imam Agung Melkisedek perlu mengupacarakan suatu upacara Surgawi selama setengah jam dalam keadaan sunyi sepi, barulah "nama" Hakim Yesus mulai beroperasi mengalir ke bumi! Sebab itu, Kitab Wahyu menubuatkan bahwa setelah "upacara setengah jam" di Surga selesai, nyatalah agenda Sang Hakim di bumi yang dinubuatkan sebagai berdentumnya "guruh" ("guruh" adalah suara Sang Hakim, sebagaimana suara yang menyertai angin puting beliung dalam Ayub 38:1 dan Nahum 1:3), halilintar, dan gempa bumi.

 

Upacara Melkisedek di Surga

    Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.   Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. (Wahyu 8:1-5). 

    Upacara Melkisedek adalah salah satu rahasia prasyarat dalam perutusan nama TUHAN, dan merupakan syarat untuk memulai operasi "nama" TUHAN atas umat manusia di bumi! Wahyu 8:5b adalah penggenapan nubuat Matius 24:27: "For as lightning that comes from the east is visible even in the west, so will be the coming of the Son of Man." Nubuat "seperti halilintar" akan mulai terlihat penggenapannya dalam penglihatan roh atau mimpi-mimpi (dream dreams) pada Wahyu 8:5b. Hal itu mulai memperlihatkan manifestasi Penghakiman dan Penghukuman di bumi hanya setelah Upacara Melkisedek—yaitu ketika kuasa Bapa sebagai Hakim diserahkan kepada Anak untuk Penghakiman dan Penghukuman dalam Wahyu 8:1-4.

    Nabi Daniel yang diangkut dalam pembuangan (hukuman) ke Babel memiliki hikmat untuk berdoa secara tepat dan benar. Daniel tidak menyeru "nama" Raja Yahweh, karena YHVH secara jelas telah berfirman bahwa Ia berhenti berkarya di Tanah Suci sebagai Raja bagi Israel, sebagaimana dalam nubuat 2 Raja-raja 23:27.

    Daniel menyeru "nama" TUHAN yang Immutable, yaitu Mercy (Belas Kasihan). Mercy adalah Nama TUHAN yang Immutable (tidak berubah) dan tidak terikat pada perjanjian. Itulah yang dimaksudkan oleh Nabi Yesaya mengenai name of the Lord dalam Yesaya 50:10. Pengertian dan Hikmat adalah anugerah Allah yang membantu urusan doa yang berkenan kepada-Nya.

    "Nama" atau "karya" TUHAN yang diseru oleh Nabi Daniel adalah Mercy. Nama itu Immutable sebab Mercy sebenarnya adalah sifat Roh Ilahi. Dari sifat-sifat Allah terpancarlah nama TUHAN yang evergreen (kekal). "Nama TUHAN" yang Immutable (melintasi semua perjanjian) menurut roh pengertian adalah seperti: Panjang Sabar, Penyayang, Pengasih, Setia, Adil, Benar, Tidak Bercacat Cela (Flawless), Mahakuasa, Kudus, Pencipta Langit dan Bumi. Semua nama TUHAN yang Immutable merujuk kepada the ancient gates. Nama TUHAN yang diutus berasal (origin) dari Sifat-sifat Ilahi yang Immutable.

 

9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad (ancient gates), supaya masuk Raja Kemuliaan! 10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" (Mazmur 24:9-10) 







Work Cited 

Alkitab Terjemahan Baru. Yayasan Lembaga SABDA, sabda.org. Diakses 28 July 2015.

Simin, Joannes. "The Interpolated Chronologies in the Old Covenant based on Prophecies,” 31 Oct. 2014, Intellectual Property Official Notification, MyIPO, Malaysia. Manuskrip tidak diterbitkan. 

The Bible. New Revised Standard Version Catholic Edition, National Council of Churches, 1989. Bible Gateway, biblegateway.com. Accessed 28 July 2015.






Senin, 20 Februari 2017

Apa akan terjadi kepada "karya" manusia ("nama" manusia~iaitu 'moneter') sebelum tahun 2067 CE?



"Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya; dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka." (Alkitab Terjemahan Baru, Wahyu 9:6)

 


    Dalam "bahasa Roh" Ilahi, "nama" Tuhan bermakna "karya" Tuhan.  Karya Roh Tuhan dijelaskan oleh seluruh firman yang dianugerahkan kepada umat-Nya sejak zaman Adam. Karya tersebut berasal dari akal budi Tuhan yang Hidup dan kekal abadi, yang disebut menurut Tatanan (Ordo) Melkisedek. Tatanan Melkisedek itu kelak dipahami dan dinyatakan dalam pribadi Mesias--Yesus Kristus!

    Secara singkat, Anak Manusia, Yeshua Kristus, adalah karya Roh Tuhan menurut Tatanan Melkisedek! Sebab itu, Kristus juga dilihat dan dikenal sebagai Firman yang telah menjadi manusia  untuk menyempurnakan misi "Anak Domba Allah" (Upacara Ritus Mezbah Surgawi di Bumi).

    Karya Kristus sepenuhnya seturut dengan Firman Allah karena Roh-Nya adalah Roh dengan tujuh lapis karunia (Yesaya 11). Firman itu kudus, benar, tanpa cacat cela (sempurna), dan penuh kuasa. Sifat-sifat Firman demikian adanya karena Firman itu "hidup dan kekal abadi". Kuasanya diberlakukan oleh para malaikat surga dan penghuni surgawi. 

    Umat Tuhan di bumi diperintahkan untuk menuruti dan melaksanakan isi pesan firman Allah tersebut sebagaimana tercantum dalam Doa Bapa Kami; “jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”  Orang yang melakukan Doa Bapa Kami disebut sebagai pelaku-pelaku Firman (the doers of the Word)!

    Firman adalah roh dan hidup. Oleh karena itu, "nama" Kristus juga adalah Firman Allah (Wahyu 19:13). Seluruh karya atau pekerjaan Kristus adalah Firman Allah, atau dalam Roh nubuatan berbunyi: "...dan nama-Nya ialah Firman Allah (the Word of God)" seperti tertulis dalam Wahyu 19:13. Seluruh hidup-Nya di bumi dan di sorga adalah bertujuan untuk menggenapi Firman Allah (Lukas 24: 44).

    Sekali imbas, petikan Wahyu 9:6 di atas mengingatkan kita pada film buatan Hollywood yang bertema zombie, yaitu manusia yang tidak mati karena berubah menjadi makhluk zombie. Namun, ayat Wahyu 9:6 sama sekali tidak ada kaitannya dengan fenomena zombie seperti yang disajikan oleh film fantasi atau fiksi ilmiah (sci-fi) Hollywood. 

    Secara ringkas, ayat 6 tersebut mengungkapkan realitas "perbudakan" yang akan melanda seluruh umat manusia pada saat-saat terakhir! Kata nubuat "maut" dalam ayat 6 di atas bermakna "karya" manusia yang menuju kepada kebinasaan (perishable).

    Apa saja yang dihasilkan oleh kapasitas intelek manusia di bumi adalah "maut" (death, yang berarti karya tangan yang fana), kecuali perbuatan atau ibadah "Bapa Kami" yang dilakukan secara sempurna—yaitu yang dilakukan dengan kekuatan Ilahi (lihat Doa Bapa Kami dalam Injil Matius 6). Perbuatan-perbuatan manusia yang sesuai dengan kehendak Tuhan dalam Doa Bapa Kami adalah perbuatan yang kekal abadi (non-perishable), apabila berkenan di mata Tuhan!

    Perjanjian uang dinubuatkan sebagai "maut", sebab uang bukanlah sumber kehidupan yang sejati; uang adalah karya manusia yang mewakili nilai untuk transaksi "membeli atau menjual". Uang bukanlah karya Ilahi dan tidak berada di dalam "nama" Tuhan. Namun, penduduk dunia tetap percaya dan mengadopsi "karya" (nama) yang disebut "uang" atau "moneter" demi kelangsungan hidup, karena semua orang terikat pada kesepakatan, kesepahaman, atau perjanjian-perjanjian duniawi, serta menerima peraturan uang sesuai dengan hukum-hukumnya.

    Mengapa uang—baik uang logam maupun uang kertas—menampilkan gambar penguasa atau raja? Karena "uang" adalah "karya" penguasa! Hal itu juga disampaikan oleh perkataan Roh nubuatan sebagai "nama binatang" atau "nama manusia". Dalam Kitab Kejadian 11:4, manusia di bumi berkata: "Marilah kita mencari nama..." Ini berarti: manusia di bumi mulai berkarya demi dirinya sendiri.

    Sumber kehidupan sejati yang menjanjikan kehidupan kekal abadi adalah nama-nama Tuhan, dan jaminan bagi "karya-karya" ("nama-nama") Tuhan adalah perjanjian—yaitu Perjanjian Paskah Tuhan.

    Namun, umat manusia sejagat telah berkata sejak Sistem Bretton Woods pada tahun 1944:1 "...marilah kita mencari 'nama'..." Karya utama atau "nama" seluruh manusia di bumi pada saat-saat terakhir adalah "peace andsecurity" (damai dan aman), serta karya “uang fiat"2 atau "moneter" untuk urusan jual-beli. "Peace and security" dan "sistem moneter" adalah karya-karya (nama-nama) utama manusia pada akhir zaman bangsa-bangsa. Sifatnya sementara dan memperbudak manusia; karena sifatnya yang memperbudak itulah ia dinubuatkan sebagai "maut" (the covenant of death).

    Pekerjaan-pekerjaan yang "kekal abadi" secara jelas dinyatakan oleh Firman, yaitu kehendak-kehendak Ilahi yang terkandung dalam Doa Bapa Kami. "Karya" manusia dalam kehidupan yang tanpa Tuhan dinubuatkan sebagai "maut", sedangkan "karya" Tuhan bersifat kekal abadi. Seluruh firman Tuhan adalah misi (karya) Roh Tuhan. Jelas sekali, "Nama" Tuhan ("karya" Tuhan) ialah Firman Allah: Kristus (Wahyu 19:13b).

    "Pada masa itu orang-orang akan mencari 'maut' (mencari uang)". Pada saat-saat terakhir, umat manusia sejagat akan 'mencari uang' demi kelangsungan hidup. Bahkan sebelum era berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (1945 M) muncul, uang telah lama dirancang oleh kuasa-kuasa besar dunia untuk menjadi ibarat 'darah dan nadi' bagi misi pembangunan negara (nation-building atau empire building) bagi setiap bangsa di dunia—sebagaimana pembuatan batu bata (brickmaking) pernah menjadi dasar bagi misi "peace and security" dan pembangunan kota (city-building) pada zaman purba, yaitu sebelum bermulanya era bangsa-bangsa (Kejadian 11).

    Pada masa-masa terakhir zaman perdamaian oleh 'Raja Damai', serta era permulaan penghakiman dan penghukuman oleh Hakim Agung, kekuatan ekonomi—yaitu keutuhan nilai uang—menjadi dasar bagi misi ('nama') membangun negara bagi setiap bangsa di dunia.

    Ilmu "...membuat batu bata dan membakarnya baik-baik..." adalah dasar pembangunan kota-kota yang sezaman dengan Kota Babel purba (Kejadian 11). Tinggal di dalam kota yang dibangun menyerupai benteng jauh lebih aman dibandingkan tinggal bebas di tanah lapang tanpa dikelilingi oleh tembok-tembok batu bata. Kerajaan monarki purba tidak dapat dipisahkan dari kota/benteng yang kokoh dan raja yang memerintah. Maka, kerajaan-kerajaan purba sangat bergantung pada pembangunan kota/benteng (city/fort building) sebagai sumber "peace and security" di bumi.

    Sementara itu, ungkapan "Marilah kita mencari nama..." adalah frasa nubuatan yang menyatakan karya (handiwork) kehidupan manusia yang kelak diperbudak oleh 'nama' yang mereka cari tersebut. Ketika manusia mencari 'nama' manusia, itu berarti umat manusia berkarya di bumi tanpa mencari 'nama' Tuhan; mereka bukanlah pelaku-pelaku Firman Tuhan. Padahal jelas bahwa nama-nama Tuhan memerdekakan umat manusia dari perbudakan dosa, dan mencari nama Tuhan menuntun manusia kepada Sumber Kehidupan yang sejati; nama Tuhan menjanjikan keselamatan rohaniah dan kehidupan kekal abadi.

    Manusia yang pusat kesadarannya didominasi oleh akal budi cenderung 'berkarya' atau "mencari nama" manusia demi kehidupan daging! Namun, tanpa nama Tuhan, karya ("nama") manusia akan berakhir dalam kesia-siaan.  Kejadian 11 memberikan kita pengertian bahwa membangun kota-kota (city-building) yang kokoh merupakan sumber "peace and security" bagi umat manusia pada zaman Babel purba untuk bertahan hidup di bumi. Keutuhan kota (kingdom-building) yang dibangun sangat bergantung pada teknologi pembuatan batu bata (brickmaking). Akhir zaman telah dinubuatkan sejak awal mula (Yesaya 46:10).

    Namun pada akhir zaman, karya politik dan karya ekonomi (karya uang) yang kokoh menjadi dasar "peace and security" bagi setiap bangsa dan negara (nation-building). Karya nation-building pada masa-masa terakhir menuntut ilmu perhitungan dalam seluruh matematika ekonomi, yaitu dalam prinsip modern penawaran dan permintaan (supply and demand).

    Tuhan adalah Pencipta langit danbumi; oleh karena itu, nama-nama Tuhan adalah dasar dan sumber "keselamatan dan damai sejahtera" yang sejati. Kuasa Roh Tuhan adalah "Sumber Kehidupan", dan nama-nama-Nya yang memelihara bumi, manusia, serta seluruh makhluk hidup dan segala isinya. "Nama" Tuhan ("karya" Tuhan) adalah damai sejahtera manusia yang sejati!

    Nama-nama Roh Tuhanlah yang memelihara seluruh keseimbangan alam semesta, sedangkan 'karya uang' sama sekali tidak memiliki kuasa untuk memelihara, juga tidak memiliki kuasa gaib untuk menyembuhkan alam semesta dan bumi. Bahkan, "cinta akan uang" telah mengakibatkan pertumpahan darah manusia dan mendatangkan kerusakan pada bumi secara terus-menerus.

"...tetapi mereka tidak akan menemukannya; dan mereka akan ingin mati." Mengapa?


    Hal itu terjadi karena krisis ekonomi yang sangat dahsyat pada era apokaliptik 'api'! Ketika nilai upah menjadi negatif akibat utang negara-negara yang tersesat jauh dari perhitungan ekonomi yang sehat dan diizinkan, itu bermakna sama dengan "tidak menemukannya...". Akan ada masanya seluruh ilmu matematika dalam ekonomi mengalami kegagalan.

    Pada saat perhitungan tidak lagi berfungsi, 'karya uang' yang dicari oleh manusia seolah-olah akan 'terbang dan lari'. Berbagai usaha dan kerja keras yang dilakukan dengan bertungkus-lumus hanya akan berakhir dengan "tidak menemukannya", karena nilai upah akan terus menjadi negatif. Taraf hidup akan merosot tajam! Daya beli yang amat rendah secara berkepanjangan atau pendapatan negatif secara menyeluruh di seluruh dunia adalah kejatuhan ekonomi (economic collapses) yang mengakibatkan mereka yang namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan menjadi "ingin mati".


                                   

"Karya uang" modern atau sistem moneter yang mengikuti prinsip penawaran dan permintaan (supply and demand) memperlihatkan berbagai masalah perhitungan. Hal ini terjadi karena sistem tersebut rentan terhadap gejolak (volatilitas) serta manipulasi manusiawi, atau dalam bahasa Roh nubuatan disebut "maut lari dari mereka".  Judul utama surat kabar di atas, "Billions Lost...", menjelaskan salah satu faktor bagaimana frasa "maut lari dari mereka" dapat dipahami! "Maut" bermakna 'karya uang yang tidak kekal abadi'.  Setiap perjanjian "karya uang" diumpamakan seperti satu masa hidup belalang. "Belalang pindah" (atau belalang juta) di dalam Alkitab memang merujuk pada malapetaka yang dapat menghancurkan seluruh hasil kemakmuran hidup. "Maut" sebagai karya manusia dapat mengakibatkan 'sengatan kalajengking', yang kemudian melahirkan kemerosotan serta perbudakan hidup.


Sumber Imej: NHD: The Great Depression. 2 March 2017. <http://nhdgreatdepressionturningpoint.weebly.com>



    Dan "maut lari dari mereka" karena seluruh upah atau pendapatan akan menjadi kesia-siaan (negatif).  Keadaan global seperti ini akan mengarah pada penggenapan nubuatan dalam Wahyu 9, yaitu keterlibatan "200 juta tentara" dalam perang dunia.  

Penulis tidak memiliki niat untuk membenci atau menjadikan diri sebagai pihak yang anti terhadap "karya" manusia mengenai sistem moneter. Ulasan di atas hanyalah sebuah kesaksian tentang takdir yang akan menimpa manusia beserta karyanya apabila murka sangkakala yang kelima (the 5th trumpet) dicurahkan ke atas bumi.

   Meskipun kita menyaksikan tanda-tanda akhir zaman bangsa-bangsa, kita tidak bertindak seolah-olah anti terhadap "karya" manusia di bumi. Karya manusia merupakan kebutuhan bagi kehidupan jasmani di bumi, sekalipun karya tersebut dirajut dengan berbagai ketidakadilan dan konspirasi! Semua penguasa (yang juga disebut sebagai raja-raja di bumi atau yang menyerupai raja) dari setiap bangsa dan negara terikat pada hukum-hukum mengenai perjanjian "nama" manusia.

    Nubuatan para nabi menyingkapkan masa depan, dan kita melihat bahwa karya Tuhan ("nama-nama" Tuhan) sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan karya-karya manusia ("nama-nama" manusia)—yakni antara yang fana (perishable) dan yang kekal (imperishable). Manusia berkata: "Marilah kita mencari 'nama'..." Namun, "nama" yang mereka cari justru telah membuat bangsa-bangsa menjadi marah.

    Akan tetapi, kita tahu: "Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar." (Mazmur 29:3). Mazmur 29:1-8 merupakan pengantar (intro) bagi nubuatan "suara" Sang Hakim, yang murka-Nya berjalan seperti pusaran puting beliung (Nahum 1). Suara Hakim Yahweh boleh dirujuk dengan ekspresi puitis dalam Mazmur 29: Sabda.org).

    Meskipun suara "nama-nama" Tuhan seolah-olah memiliki 'abjad bahasa Roh' (abjad yang menjelaskan aliran Roh nubuatan: the flow of the Spirit of prophecy), setiap "nama" Tuhan memiliki pemberitaan 'langit' dan 'bumi' yang dapat dibedakan. Oleh karena itu, nama "Raja Damai" diberitakan oleh langit dan bumi dengan rincian penyampaian yang berbeda dari pemberitaan nama "Sang Hakim".

    Meskipun demikian, pemberitaan tersebut secara konsisten mengalir menurut aliran Roh nubuatan, yaitu mengalir pada 'abjad Roh': langit dan bumi. Yeshua berkata: "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku," dan Ia juga berkata: "...Akulah gembala yang baik..."





Referensi

Alkitab Terjemahan Baru. (2015). Yayasan Lembaga SABDA, sabda.org. Diakses pada 20 Sept. 2015.



Nota Kaki 

1 “Sistem Bretton Woods”. Kamus Ekonomi, Cet. 1 (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1993), hlm. 243

2 “Wang fiat”. Kamus Ekonomi, Cet. 1 (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1993), hlm. 272-273






Kamis, 05 Januari 2017

Roh Tuhan yang saya kenali adalah menurut Ordo Melkisedek: Sevenfold gifts of the Divine Spirit


Roh Tuhan yang saya kenali adalah Roh 'nama-nama' Kristus yang ‘satu-Roh' dengan 'nama-nama' Bapa, dan 'nama-nama' Roh Kudus dan ketiga-tiga 'nama-nama' mereka dinyatakan (revealed) kepada umat manusia menurut Ordo Melkisedek. Roh Tuhan yang Maha Sempurna adalah Tuhan Pencipta dan empunya bagi semua ciptaan di alam semesta ini, sama ada yang kelihatan mahupun yang tidak kelihatan. Segala ciptaan sama ada yang hidup ataupun yang tidak hidup adalah tertakluk kepada ketentuan-ketentuan yang dipanggil Ordo Melkisedek.  Roh Tuhan yang Maha-sempurna mengetahui segala sesuatu perihal ciptaanNya sendiri sebelumpun semuanya dicipta.  Segala pengakhiran adalah diketahuiNya sebagaimana Ia mengetahui segala permulaannya. Kesempurnaan Roh-Tuhan menjelaskan bahawa segala sesuatu yang Ia cipta sudah tentu menuruti ketentuan-ketentuan Ilahi (Laws atau Order). Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose menjelaskan perihal 'ketentuan-ketentuan Ilahi' di dalam penciptaan 'langit dan bumi,' dan 'ketentuan-ketentuan' Ilahi itu disebut "Ordo Melkisedek," iaitu 'the Word of God,' dan roh nubuat  nyatakan sebagai 'Kristus, Anak Tuhan yang Mahatinggi' :



13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

14 Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia (Kolose 1: 13-17).


Umat manusia bila 'berkarya' di Bumi, mereka akan menggunakan kapasiti intelek secara dominan. Justeru itu, manusia berusaha mewujudkan dan mencipta 'art or science of archiving' untuk menyimpan karya-karya manusia di bumi. Manusia juga menyimpan 'rekod semasa' perihal kerja-kerja tangan manusia di Bumi dengan pelbagai cara merekod termasuk 'sistem' fail yang diterima-pakai pada zaman moden ini. Bagaimana pula cara Tuhan, Pencipta Semesta Alam, mengurus rekod-rekod Penciptaan ? ; Ia mungkin satu soalan yang 'gila dan kelakar,' tetapi bagi golongan 'spiritualist;' kalau 'boleh' soalan itu perlu dijawab dengan 'jitu dan benar." Rekod Ilahi itu hidup dan kekal abadi! Segala firman Ilahi Tidak dapat dipisahkan dengan peribadi Roh Tuhan, maka Firman itu penuh berkuasa, benar, suci dan tanpa bercacat celah (sempurna). "Semua perkataan-perkataan Ku adalah ROH dan hidup," kata Yeshua. Firman menjelma dibaluti manusia: Anak Manusia. Segala pekerjaannya adalah menurut 'rekod Allah Bapa yang hidup;' rekod (Firman Allah) itu 'hidup' dan tersimpan dalam peribadi Kristus. Di zaman patriarch, ketentuan-ketentuan Ilahi yang hidup (the Word of God) adalah dikenali sebagai firman menurut Ordo Melkisedek. Abram pernah bertemu dengan Raja Kebenaran dari Salem. Raja itu adalah menurut Ordo Melkisedek. Ia wujud menurut kehendak-kehendak Bapa Sorga atau menurut Ordo Melkisedek.     
   Semua ketentuan-ketentuan (firman) Ciptaan Tuhan yang menurut 'rekod Ilahi' Melkisedek adalah roh dan hidup, dan kekal abadi, maka ini menjawap kenapa Roh Kudus berkomunikasi melalui Dream dreams, visions dan prophetic Voice (Joel 2: 28). Ini juga menjawap kenapa Yeshua berkata bahawa Ia datang bukan untuk membatalkan Taurat. Taurat, nubuat-nubuat dan Lirik Ilahi dalam Mazmur berasal dari Roh Allah, maka rekod asalnya tersimpan secara 'roh' dan 'hidup kekal abadi'  pada Roh Allah. Catatan bertulis oleh tangan manusia adalah usaha manusia untuk 'merekod' firman Allah, namun sukarlah dimengertikan oleh kapasiti intelek, jika sekiranya 'roh pengertian' tidak turun ke atas sumbu roh seseorang. Ia ('rekod Allah yang hidup ') tidaklah dibatalkan kerana bagaimana mungkin Kristus membatalkan diriNya sendiri? Rekod manusia jelas sekali tidaklah kekal abadi, dan ia boleh saja dibatalkan atau musnah pada bila-bila masa sahaja. Semua 'rekod Allah' itu tidak terbatal dan tidak pula tertakluk kepada kemusnahan kerana ia tersimpan secara 'roh' dalam Roh Kristus (atau Melkisedek). Rekod Allah yang hidup harus dikerjakan oleh Tuhan supaya 'karya' Ilahi siap dikerjakan oleh Roh Tuhan. Tiada satupun firman Allah dibatalkan kerana ia adalah 'roh' dan 'hidup.' Akan tetapi, Roh Tuhan mengerjakan semua firman sehinggalah maksudnya digenapi. Langit dan Bumi akan berlalu tetapi tiada satupun firman akan dibatalkan. 


    Tuhan menyimpan segala-gala rahasia CiptaanNya dengan cara yang jauh berbeda sekali dari apa yang dapat difikirkan oleh intelek manusia. Tuhan itu adalah Roh. Dia adalah Pencipta 'langit dan bumi.' Segala-gala maklumat 'roh' ataupun rahasia-rahasia Penciptaan disimpan dalam 'satu' lagi 'peribadi Ilahi' dalam diriNya sendiri yang Esa, ia dinubuatkan sebagai peribadi 'Kristus' ataupun 'Firman.' Pada mulanya Roh Allah yang Esa melayang-layang dalam gelap-gulita, dan kemudian baharulah ia mula bermula dengan... :"Pada mula nya Firman (Roh Kristus) ...." Ciptaan dimulai dengan pengwujudan "Firman" (alpha dan Omega), ataupun 'peribadi Roh Ilahi' dalam 'peribadi Roh Ilahi' yang Esa. Santo Yohanes bersaksi: "Pada mulanya adalah Firman (Roh Kristus), dan Firman (Roh Kristus) itu ada bersama-sama dengan Tuhan (Bapa), dan Firman (Roh Kristus) itu Tuhan." (Yohanes 1: 1). Di dalam 'Firman,' Alpha & Omega, tersimpanlah semua rahasia-rahasia Penciptaan. Maka, itulah yang dimaksudkan oleh kata-kata Santo Paulus, "terlebih dahulu dari segala sesuatu"   dalam petikan surat Rasul di dalam Kolose 1: 16-17. Firmanlah yang terlebih dahulu wujud sebagai ketentuan-ketentuan (Ordo) semua kewujudan di alam semesta ini dalam peribadi 'Melchizedec'. Maka, YHVH, Raja Kebenaran, Raja Damai, Domba Tuhan, Raja segala raja, Emmanuel, ROH Kebenaran, Hakim penuh keadilan Dan 'nama-nama' Tuhan dalam Alkitab adalah tertakluk kepada Ordo Melkisedek. Justeru kerana Ordo inilah sifat-sifat Ilahi yang menyelamatkan manusia berdosa ('wounded') telah turun ke Bumi secara consistent (tidak berubah) menganugerahkan 'jalan' Penebusan atau Jalan altar. Seluruh Perjanjian Lama menggajarkan bahawasanya 'jalan' altar adalah 'jalan' untuk menyelesaikan dosa-dosa Ibrani; ...cuma pengupacaranya adalah manusia (Imamat) dan korbannya adalah binatang menurut Taurat. Dalam Perjanjian Baru, anugerah 'Jalan' telah datang dianugerahkan kepada semua bangsa-bangsa di dunia apabila Pengupacara Altar itu iaitu Imam Melkisedek, dan Korban itu adalah diriNya sendiri, iaitu 'Firman menjadi manusia,' Domba Tuhan. 

    Penyimpanan 'maklumat-roh' perihal ciptaan-ciptaan, rahasia atau misteri Ciptaan Tuhan ada 'tersimpan' di dalam peribadi, Alpha dan Omega, Roh Kristus sebagai Anak Sulung. Rahasia-rahasia Ciptaan ada di dalam 'peribadi Kristus,' dan disimpan menurut Ordo Melkisedek. Maka, Ordo Melkisedek juga adalah merujuk kepada peribadi Ilahi, iaitu 'Firman,' Kristus. Justeru itu, mengenali Kristus sudah tentu samalah artinya 'mengetahui' "Rahasia" Allah Bapa! Itulah sebabnya kenapa nubuat dalam Kejadian 1: 26 disampaikan bahawasanya peribadi Roh Tuhan yang Esa itu, 'seolah-olah' mempunyai 'beberapa peribadi Ilahi,' kerana 'ke-Esaan' Roh-Tuhan diungkapkan dalam 'kata-nama Jamak' (plural) yang berbunyi "Kita." Dalam Kejadian Bab 1 ayat 26 dicatatkan bahawa: 'Berfirmanlah Allah, "Baiklah 'Kita' menjadikan manusia..." Ordo itu menjamin bahawasanya segala sesuatu yang diciptakanNya adalah senantiasa dalam takluk Kedaulatan Kuasa Ilahi. Tuhan itu Roh! Maka, segala 'Firman' yang menyatakan hukum-hukum ciptaan adalah dinyatakan kepada umat manusia sebagai Order of Melchizedec.  Semua firman Tuhan yang dianugerahkan kepada manusia tidaklah diberikan sembarangan melainkan ianya konsisten 'suci' (holy), 'tidak bercacat celah' (flawless), 'benar' (righteous), 'penuh dengan kuasa' Roh Ilahi, dan ia disampaikan dalam 'roh nubuat' (the Spirit of prophecy). Apakah itu roh nubuat? Dalam Wahyu 19:10 b  Santo Yohanes bersaksi bahawa “...kesaksian ‘Yeshua’ adalah roh nubuat.”

Semua firman Tuhan di dalam Alkitab adalah disampaikan oleh mulut-mulut Tuhan (para nabi) di dalam ‘roh nubuat.’ Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 mengatakan bahawa: “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama Allah dan Firman itu adalah Allah..,” dan kemudian dalam ayat 14 “Firman itu telah menjadi manusia,...” Roh Tuhan merencanakan agar 'Seed' dari Roh Kudus akan menjadi manusia sebagai mengenapi nubuat "Tunas Kebenaran" dari keturunan Daud di dalam rahim Santa Maria. Justeru itu, Roh Kristus yang ada bersama Bapa dari permulaan 'Creation' telah dilahirkan menjadi manusia dan dipanggil "Firman itu telah menjadi manusia..." Kata-nama Yeshua sebagai "Anak Manusia" kerana ia dibaluti daging dari ovum Santa Maria, maka 'seed' (ovum) daging Yeshua adalah berasal dari tunas Daud; frasa 'nama' "Anak Manusia" itu juga menubuatkan karyaNya sebagai kambing Azazel di atas Kayu salib. Akan tetapi asal 'Seed' roh ‘Yeshua Kristus’ adalah dari Roh Kudus. Maka ia disebut dengan frasa-nama 'roh-nubuat' sebagai "Anak Tuhan yang Maha tinggi."

Kerana Yeshua adalah seratus peratus manusia, maka ia disebut dalam frasa nubuat sebagai “Anak Manusia,”yang melayani Bapa dalam takluk pelayanan para nabi (in the ministry of the Prophet).  Oleh kerana rohNya adalah berasal dari Roh Kudus, maka ia juga dinubuatkan untuk dinamai, "Yeshua, Anak Tuhan Yang Maha Tinggi.”  Rencana Ilahi yang mentakdirkan “Firman telah menjadi manusia” adalah dijelaskan sendiri oleh mulut Yeshua dalam Injil Lukas 24: 44: Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Moshe, kitab Nabi-Nabi dan kitab Mazmur.” 

     Yeshua  dipanggil "Anak Manusia" sebagaimana Nabi Ezekiel yang juga diberi nama  sebagai 'anak manusia' jelas menyatakan takdir mereka sebagai 'kambing Azazel.' Frasa-nama menurut 'roh nubuat' itu menjelaskan bahawasanya Yeshua datang sebagai "Firman menjadi manusia," dan melayani Roh Allah Bapa dalam 'pelayanan nabi' (ministry of the Prophet) dan juga mengenapi roh nubuat perihal kambing Azazel (kambing hitam). PelayananNya sebagai nabi bermula dari saat pembaptisanNya di sungai Yordan. Namun, Yeshua juga datang untuk mempersembahkan diriNya sebagai Domba Tuhan sorgawi yang menghapuskan dosa-dosa dunia; ia juga menggenapi rangkai-kata 'Roh nubuat ' dalam doa Bapa Kami"... jadilah kehendakMu di bumi seperti di Sorga (Altar)." Yeshua adalah satu-satunya 'manusia' yang sepenuhnya dapat menyempurnakan 'Bapa Kami;' kegagalan kita untuk menyempurnakan 'tanggungjawab rohani' dalam mesej nubuat dalam doa Bapa Kami menjelaskan betapa kita hanya berharap dan bersandarkan kepada Sifat Ilahi, iaitu anugerah ketaatan pengampunanNya. Dan apabila Dia naik ke Sorga, maka Ia telah dimuliakan oleh Bapa dan melayani sebagai Imam Agung Melkisedek iaitu, "duduk di sebelah Kanan Bapa (Raja Damai/Pengantara)." Jadi, Yeshua yang kita kenali sebagai "Raja Damai" telah menggenapi/mengerjakan ketiga-tiga pelayanan Ilahi yang dimaksud. 

    Segala mukzijat yang dilaksanakan oleh Yesus bukanlah membuktikan keIlahian Yeshua, walaupun Ia membuat mukzijat dengan kuasa 'nama-nama' Ilahi. Yeshua yang disebut 'Anak Manusia, telah melayani dalam pelayanan nabi' selama hampir 3 tahun, dan akhirnya, Ia mempersembahkan diriNya sebagai Domba Paskah! Jika demikian, apakah bukti keilahianNya? KeIlahian (Divinity) Yeshua adalah hanya dapat dilihat apabila seseorang menerima anugerah 'roh-tujuh-lapis Karunia' supaya ia melihat "Firman menjadi manusia." Maka, barangsiapa yang tidak melihat dan tidak percaya "Firman menjadi manusia," maka mereka sudah tentu memerlukan 'kelahiran kembali' oleh kuasa kehendak Karunia Roh Tujuh lapis. Dan, jikalau nama mereka tidak tertulis dalam Buku Kehidupan, maka sudah tentu mereka boleh saja tergolong sebagai manusia yang dikuasai oleh roh AntiKristus! "Firman menjadi manusia" adalah bukti divinity Yeshua. Ia dilihat oleh mata roh, dan dengan 'anugerah' 'lidah -api' maka kita akan dapat melihat 'Firman' yang tersingkap.

Yeshua berkata: “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah ROH dan HIDUP.” Yohanes 6: 63 b. Namun, kita yang hidup dengan pusat kesedaran pada otak sudah pasti tidaklah ghairah dengan 'nama-nama' ‘roh Tuhan’ atau ‘Firman.’ ‘Precepts’ rohani menyatakan bahawa ada tiga sumber yang menawarkan kehidupan kepada manusia yang ‘luka’ di bumi.  Sumber Kehidupan yang benar dan sejati adalah ‘nama-nama’ Tuhan. Manusia yang ‘luka’ pula mengatakan bahawa kehidupan adalah ‘nama-nama’ manusia ('karya-karya manusia'), dan juga ‘nama-nama 'binatang’ ('karya/handiwork' pemerintah atau kerajaan). ‘Nama-nama’ roh-roh yang ada di bumi juga turut menawarkan kepada kita sebagai sumber-sumber yang dapat membantu 'daging' untuk melihat arti atau 'alasan-alasan' untuk hidup selama tempoh-hayat daging kita di bumi ini. Karunia 'Roh Pengertian' ‘roh nubuat’ menjelaskan perkataan nubuat ‘nama’ adalah bermaksud ‘karya’ ('handiwork').

Wahyu 19: 10 b berbunyi “kerana kesaksian Yeshua adalah ‘roh nubuat.’ Wahyu 19: 13 juga memberikan penjelasan menurut ‘roh pengertian’ mengenai dengan Yeshua bahawa “...namaNya ialah: “Firman Allah.” Justeru itu, kata-nama ‘Yeshua’ mengikut Roh nubuat adalah juga disebut 'the Word of God,' kerana ‘karya’ Yeshua adalah sepenuhnya Firman Allah. Kita langsung tidak tahu apakah ‘karya’ atau pekerjaan-pekerjaan Roh Tuhan sebagai Pencipta, jika sekiranya tidak ada “the Word of God” (Firman Allah) dianugerahkan kepada umat Tuhan. Malah, kita tidak tahu apakah Tuhan itu wujud atau tidak, jika sekiranya tiada Firman Allah dianugerahkan kepada umat manusia.  Kita percaya Roh Tuhan itu wujud, kerana kita dianugerahkan dengan “Firman Allah” ataupun Yeshua. Maka, Yeshua adalah 'anugerah kasih' karunia Tuhan kepada umat manusia. 

Semua firman Allah yang dianugerahkan kepada manusia sejak zaman Adam yang telah dinubuatkan kembali oleh Nabi Moshe dalam Pentateuch adalah ‘roh nubuat.’   Roh nubuat itu merujuk kepada roh Kristus Yeshua kerana roh Kristus adalah Roh Kudus.  Dan Roh Kristus, Roh Kudus dan Allah Bapa adalah ‘satu’ Roh Tuhan.  Umat Tuhan, Ibrani, dalam Perjanjian Lama adalah penyembah-penyembah 'nama' Tuhan YHVH. Roh Tuhan YHVH adalah diutus oleh Bapa sebagai 'Raja segala raja dan Tuan segala tuan' kepada umat Israel.  Meskipun, umat Israel menyeru 'nama' YHVH sebagai Bapa mereka dalam tulisan nabi-nabi, namun sebenarnya roh Tuhan YHVH adalah ‘satu’ dengan roh Kristus Yeshua. Roh kedua-dua ‘nama’ peribadi Tuhan itu adalah Roh Ilahi yang ‘sama.’ Taurat, Kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur berbicara perihal Yeshua, Jurupenebus, Raja Damai sebagaimana pengakuan Yeshua dalam Lukas 24: 44. 

Roh Ilahi YHVH iaitu 'Tuhan bani Israel' bernubuat melalui ‘mulut-mulutNya’ mengenai peribadi diriNya sendiri dalam Perjanjian Baru kelak, iaitu ‘nama’ Yang diUrapi. Malah ‘nama’ YHVH dan ‘nama’ Kristus Yeshua menubuatkan tentang kedatangan ‘nama’ 'Nama' Tuhan sebagai Hakim yang akan datang ke bumi akan menghakimi dan menghukum bangsa-bangsa. ‘Nama’ YHVH dan ‘nama’ Kristus Yehshua sememangnya adalah ‘roh’ Ilahi yang sama.  Sebelum Roh Tuhan mencipta segala sesuatu, iaitu 'langit dan bumi,' Roh Tuhan yang Maha Sempurna itu telah menetapkan bahawa setiap 'karya' Roh Tuhan akan diberitakan oleh pemberitaan 'langit' dengan ‘pengutusan’ ‘nama’ Ilahi. Salah satu rahasia Allah yang diketahui ramai oleh umatNya ialah bahawasanya Roh Tuhan 'berkarya' dengan mengutus ‘nama-nama’ Tuhan (divine names) ke bumi. Ini menjawab soalan kenapa Roh Tuhan banyak ‘nama-nama’ Tuhan.

“Langit (skies) menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala (heavens) memberitakan ‘pekerjaan tanganNya’.” (Mazmur 19: 1). Perkataan nubuat ‘pekerjaan’ adalah merujuk kepada kata nubuat ‘nama’ Ilahi. TanganNya adalah merujuk kepada Kristus. Maka, jika kita mengerti kata nubuat "nama," maka Mazmur 19:1 juga akan berbunyi “...dan cakrawala (heavens) memberitakan ‘nama’ Kristus.”  Lirik nubuat seperti Mazmur 19: 1 ini memang benar Kerana pada ketika lahirnya ‘nama’ Raja Kebenaran di bumi oleh Santa Maria, ‘langit’ dan ‘cakrawala’ sesunguhnya menceritakan kemuliaanNya sebagaimana yang dilihat oleh para gembala kambing, dan tiga orang majus dari timur pula melihat ‘bintang’ bani Yakob. ‘Bintang Bethlehem’ itu memberitakan perihal ‘nama’ Kristus sebagai Raja Kebenaran’ kepada ketiga-tiga orang majus dari timur itu.  “Langit” dan “cakrawala” juga menyingkapkan secara konsisten perihal ‘nama’ Hakim Kristus sebagaimana dalam petikan Matius 24: 29; Wahyu 6: 12-14; Zechariah 14: 6-7; Kejadian 8: 21-22; Kisah Para Rasul 2: 19-20 atau Yoel 2: 30-31.

Semua ‘nama-nama’ Tuhan dalam Alkitab yang dinyatakan kepada umat Tuhan di bumi adalah berasal dari ‘perutusan’ dan ‘pengutusan’ dari Roh Tuhan ‘Satu.’ Semua ‘nama-nama’ Tuhan yang diutus ke bumi itu adalah bertujuan untuk penyelamatan manusia yang ‘luka.’ Mereka, meskipun, dilihat mempunyai ‘nama-nama’ yang dikhususkan untuk zaman-zaman tertentu, namun ‘nama-nama’ mereka secara konsisten disatukan dalam satu ‘nama’ yang dipanggil “the Word of God.” Semua ‘nama-nama’ yang diutus itu adalah menurut Ordo Melkisedek.  Semua ‘nama-nama’ mereka adalah Roh Kristus. Kristus adalah rahasia Allah. Ordo Melkisedek adalah ‘ketentuan-ketentuan’ Kristus. Kristus adalah yang kelihatan di bumi; Yeshua berkata: “ Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat.” (Yohanes 5: 37).  “Aku dan Bapa adalah ‘satu’ (satu Roh)” (Yohanes 10: 30). Kristus adalah Roh Tujuh Lapis karunia (Yesaya 11).  Mengenali Kristus adalah ‘harta’ Sion. Dan mengenali Bapa yang Maha Kudus dan Dia (Kristus) yang diutus Bapa adalah kehidupan kekal.

Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Lukas 18: 18).  Soalan pemimpin itu sebenarnya soalan yang sering berligar-ligar dalam minda kita semua.  Yeshua, kelak, memberitahu kepada pemimpin itu bahawa seseorang perlu "lahir kembali" untuk melihat Kerajaan Allah; 'melihat' bermaksud 'mengenali Roh Tuhan.' Dan "lahir kembali" adalah anugerah dan pekerjaan Kasih Karunia. Kasih Karunia itu dianugerahkan oleh "karya" Bapa yang mengutus "Anak Tuhan Yang Maha Tinggi." Justeru, barangsiapa yang percaya "nama" Bapa dan "nama" yang diberikan kepada Kristus, maka mereka akan menjadi 'anak-anak Tuhan.' Yeshua sebenarnya telah menjawab soalan perihal 'kehidupan kekal'  dengan pelbagai perumpamaan: “Akulah Jalan; Akulah Kebenaran; Akulah Kehidupan; Akulah Kebangkitan; Akulah Pintu; Aku Gembala yang baik; Akulah yang memegang segala kunci maut dan Kehidupan, Akulah Manna dari Sorga ...”…dan banyak lagi pengakuan Yeshua tentang diriNya dalam Kitab Suci. Semua pengakuan Ilahi Yeshua yang tercatat dalam Injil perihal diriNya, sebenarnya, bertujuan supaya apabila Roh Kebenaran yang dijanjikan itu datang kelak, maka mereka akan percaya kepada segala 'karya' Bapa, iaitu "the Word of God"  (Kristus, Order of Melchizedec).

     Namun reaksi kita semua bolehlah dirumuskan dalam ucapan Yeshua dalam Yohanes 10: 25 “ Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam ‘nama’ BapaKu, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” Benarkah Yeshua telah berkata-kata kepada kita secara peribadi ataupun kita hanyalah sekadar mendengar dari cakap-cakap orang sahaja ataupun sekadar ‘membaca’ Alkitab sahaja ? Hakikatnya, saya tiadalah mendengar Yeshua (Roh tujuh Lapis Karunia) berbicara kepada saya secara peribadi! Sehinggalah, Ia menyingkapkan Firman yang tertulis dalam Alkitab melalui "Dream dreams, visions and prophetic Voice."

Membaca Firman dalam Alkitab hanyalah sekadar kapasiti intelek sahaja. Saya melihat bahawa ‘membaca’ bukanlah arti-kata ‘percaya’ walaupun minda kita masih dapat ‘mengiakan’ beberapa perkara perihal ‘nama-nama’ Kristus. Raja daud bernyanyi lirik lagu dalam Mazmur 119: 130: “Bila tersingkap, firman-firman Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.” Sebelum tersingkap firman-firman Nya hanyalah berlegar di dalam kapasiti intelek. Akan tetapi, apabila ia tersingkap, firman-firman itu mula dilihat sebagai ‘karya’ Roh Tujuh Lapis Karunia, dan mulalah kita mengerti bahawa ‘Firman’ itu adalah Roh Tujuh Lapis Karunia ataupun Roh Kristus! Apabila ia tersingkap, baharulah kita benar-benar menerima ‘biji sesawi dari Sorga’ yang boleh melontarkan gunung ke dalam laut.  Firman-firman Tuhan dalam pembacaan hanya akan tersingkap apabila kita berada dalam kamar, iaitu “spirit of prayer.”  Memasuki “Spiritof Prayer” menuntut kita 100 % percaya kepada “Way,” “Gate” dan “Keys”, iaitu Roh Kristus (Roh Tujuh Lapis Karunia). Ketika kita masih bayi, kita minum susu, dan 'agama' mengajar kita untuk menjadi manusia yang bermoral dan 'baik.' Apabila kita dewasa, kita akan makan 'daging;' Roh Kebenaran akan mengajar kita untuk melihat melalui sumbu roh kita sendiri tentang Roh Kristus dalam pengajaran 'spirit of prayer: Way, Gate dan Keys.  Justeru itu, kita akan mengingini untuk "... mengenali Dia dengan lebih dalam lagi," seperti Paulus dalam Filipi 1:21.

Manusia ‘luka’ yang dibaluti daging memerlukan Jalan untuk menyelesaikan dosa-dosa, ataupun ‘pakaian kebenaran’ (garment of righteousness)  dan juga ‘tudungan Mercy.”  Hadirat atau ‘Wajah Emannuel” diseru agar ia turun ke atas ‘sumbu’ roh kita.  Pintu Roh Tuhan senatiasa terbuka, namun tidak  ada yang “impure” yang akan dapat menembusi pintu tersebut! Dalam Wahyu 21 : 25-27 menjelaskan bahawa “...pintu-pintu gerbangNya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak ada lagi di sana.”  “...Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis (impure), atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam Kitab Anak Domba itu.” Ia menjelaskan perihal Roh Tuhan Yang Maha Kudus di Sorga, namun ia juga menyingkapkan kepada kita betapa ‘roh’ kita yang masih dibaluti daging ini langsung tidak ‘sepadan’ untuk berurusan dengan Roh Tuhan Yang Maha Kudus. Namun, Daud bernyanyi “...Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut (dianugerahkan karunia “takut akan Tuhan”) akan Dia, dan perjanjianNya (rahasia) diberitahukanNya kepada mereka” (Mazmur 25: 14).

“Takut akan Tuhan” adalah salah satu dari operasi asas Roh Tujuh Lapis Karunia --Roh Yeshua (Yesaya 11).  Kesemua nabi-nabi mengenali Roh Tuhan menurut pengajaran Ordo Melkisedek, iaitu Roh Tujuh Lapis Karunia itu. Taurat berbicara tentang karunia Roh Tujuh Lapis itu sebagaimana yang kita lihat pada ‘Menorah’ dalam Tabernakel.  Di Sorga, Menorah itu adalah Roh Kristus, sedangkan apinya adalah Allah Bapa; kedua-duaNya adalah Roh yang “Satu”—dilihat seperti  satu Matahari sebagaimana yang dijelaskan oleh penglihatan santo Yohanes dalam Kitab Wahyu.  Bapa telah mengutus Kaki Dian Sorgawi itu supaya turun ke bumi sebagaimana yang dibicarakan oleh ‘Menorah’ emas yang di dalam Tabernakel.  Roh YHVH yang berbicara kepada nabi Moshe dalam Keluaran 34: 5-6 adalah ‘operasi’ anugerah salah satu dari tujuh Lapis Karunia Roh Tuhan iaitu ‘roh pengertian’ yang dianugerahkan kepada Nabi Moshe; namun firman yang disampaikan oleh ‘roh pengertian’ itu adalah sekadar ‘intro’ perihal karunia ‘roh pengertian’ dari Tuhan.  

Zaman-zaman sebelum Taurat diturunkan kepada nabi Moshe, para patriarchs juga turut bersaksi bahawa mereka berurusan dengan Roh Tuhan yang sama iaitu Roh Tujuh Lapis Karunia.  Patriarch Ayub bersaksi tentang operasi Roh Tujuh Lapis Karunia ini dalam Ayub 28: 28: “...tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya “takut akan Tuhan,” itulah hikmat dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” Partriarch Ayub sebenarnya bersaksi tentang anugerah karunia “takut akan Tuhan” sebagai prasyarat mengenali “Hikmat,” iaitu peribadi Roh Tuhan yang diutus menurut Ordo Melkisedek. Semua ‘nama-nama’ Roh Tuhan yang diketahui umat Tuhan dalam Alkitab termasuk roh Yehsua Kristus (Yesaya 11) adalah Roh Tujuh lapis Karunia kerana ‘nama-nama’ mereka itu turun ke bumi menurut ketentuan-ketentuan Melkisedek (Ordo Melkisedek).

Apakah itu Karunia Roh Kudus "Takut Akan Tuhan”?

Nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya dalam Yesaya 11 menjelaskan operasi Roh yang menyertai Juruselamat, dan dalam ayat ke-3 berbunyi "...Ya, kesenanganNya ('Nya'-Yesus) ialah "takut akan Tuhan..."(Yesaya 11: 3).  3 His 'delight' [spirit] shall be in the fear of the Lord. (Isaiah 11: 1-3)

Pengertian secara ringkas:

"Takut akan Tuhan" adalah karunia Roh Tuhan, dan ia adalah "suci," "Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil semuanya,"(Mazmur 19: 10); maka, ia bukanlah produk usaha intelek-otak, ataupun boleh direka-cipta, melainkan sejatinya (pure), anugerah Roh Tuhan; ia bersama-sama dengan peribadi Roh Tujuh Lapis itu.  Ia bukanlah juga perihal reaksi emosi yang ada kaitan dengan ketakutan. Karunia itu beroperasi bagi tujuan penyelamatan umat manusia  yang terpisah, supaya mereka kembali mempunyai kesedaran dan ketergantungan (dependency) pada Pencipta, dan bukannya 'independent' dari Tuhan.  Kenapa Yesus (Adam yang ke-dua) perlukan "takut akan Tuhan?"  Firman yang dibaluti 'daging' memerlukannya kerana semata-mata untuk kemenangan  penebusan bagi umat manusia yang "luka." Jika tidak ada tujuh karunia-karunia yang beroperasi pada Roh Yeshua (Yesya 11), maka dia mungkin akan menemui kegagalan seperti Adam yang pertama.  Adam yang pertama tidaklah mempunyai karunia-karunia Ketujuh Lapis Roh itu, meskipun Roh Tujuh Lapis itu ternyata boleh saja turun dan hinggap pada 'sumbu' rohnya (Adam) pada bila-bila masa ketika mereka masih di Eden.  Maka, karunia Roh Ilahi yang dinubuatkan sebagai "Roh takut akan Tuhan" itu akan beroperasi untuk  mengembalikan kesedaran "ketergantungan" semua orang percaya, yang tertulis namanya dalam buku Kehidupan, kepada Sang Pencipta. Karunia itu beroperasi supaya manusia "luka" akan dapat ‘belajar-tunduk’ kepada ‘kehendak-kehendak’ Roh Bapa Sang Pencipta: "dependency."

Hikmat Raja Sulaiman & penjelasannya berhubung dengan "takut akan Tuhan."

"1 Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan 'menyimpan' perintahku di dalam hatimu, 2 sehingga telingamu 'memperhatikan' hikmat, dan engkau 'mencenderungkan' hatimu kepada kepandaian, 3 ya, jikalau engkau 'berseru' kepada pengertian, dan 'menujukan' suaramu kepada kepandaian, 4 jikalau engkau 'mencarinya' seperti 'mencari' perak, dan 'mengejarnya' seperti mengejar harta terpendam, 5 maka engkau akan 'memperoleh' pengertian tentang "takut akan Tuhan" dan mendapat pengenalan akan Allah." (Amsal 2:1-5).

Manusia-Ilahi (Yesus) & Adam (asal-usul manusia)

Manusia sejati yang mempunyai "takut akan Tuhan" ialah Yesus Kristus; Dia bergantung penuh pada kehendak Roh Bapa dalam melaksanakan misi "Domba Tuhan yang menghapus dosa-dosa dunia." Pengertian dan pengenalan Yesus akan Allah Bapa adalah penuh dan sempurna, supaya dia dengan mudah dapat melaksanakan kehendak Bapa, maka rohnya beroperasi kepenuhan ketujuh karunia itu termasuk karunia "takut akan Tuhan." Yesus,Anak Manusia, ada daging (otak manusiawi), tetapi Ia hidup, mendengar dan melakukan kehendak Roh Allah Bapa, seratus peratus; YHVH memberikan mesej kepada Yesaya "... ya, kesenanganNya (Kristus) ialah 'takut akan Tuhan'..." (Yesaya 11: 3).  Maka ia kepenuhan "takut akan Tuhan:" total dependency. Dia (Yesus) adalah manusia rohani sejati yang pusat Kesedarannya (consciousness) adalah 'roh' ; justeru itu, kesedaran (consciousness) manusia 'luka' pula adalah otak (daging). 

Pusat kesedaran Adam sebelum ia jatuh dalam dosa adalah berpusat pada rohnya; manusia rohani.  Maka, ia dengan mudah, dapat berkomunikasi dengan Roh Tuhan yang Mahasuci. Setelah berdosa, pusat kesedarannya telah berubah dari 'roh' kepada 'otak,' yang mempunyai 5 pintu deria.  Ini menjelaskan kenapa Tuhan sengaja berbuat bunyi seolah-olah Tuhan sedang berjalan di taman Eden iaitu setelah Adam dan Eve memutuskan untuk hidup 'independen' dengan melanggar hukum Eden; mereka memakan buah pohon pengetahuan (pohon otak). Mereka sepatutnya hanya memakan buah pohon kehidupan (pohon Roh), jika mereka ingin terus dalam keadaan berdamai dengan Roh Tuhan.
___________________
Ketujuh Karunia Roh Ilahi Kristus berkerja ke atas roh manusia, agar roh manusia yang tidak suci (berdosa/"luka") dapat "berdamai" semula melalui "jalan," dan menerima kembali anugerah kehidupan yang penuh.
___________________

Roh Adam yang berdosa (terpisah) tidak lagi dapat "sedar" akan hadirat Roh Suci Tuhan; justeru, Tuhan sengaja buat bunyi seolah-olah Ia sedang berjalan sambil memanggil-manggil nama Adam. Sejak itu, setiap orang yang dipanggil namanya diberikan oleh Tuhan "Jalan" untuk kembali kepada "kesedaran," agar manusia mengenali kembali, realiti kewujudan Tuhan.  Operasi Roh Tuhan yang khusus mengembalikan kesedaran ketergantungan "dependency" kepada Tuhan, Sumber Hidup, sebagaimana bergantungnya kehidupan daging pada duit adalah dilaksanakan oleh karunia Roh Tuhan yang diwahyukan, sebagai  "takut akan Tuhan;" ia mendorong manusia  "luka" kepada "jalan" Tuhan. Yesus memperlihatkan kesempurnaan ketergantunganNya pada Allah Bapa dalam mengerjakan kehendak Bapa, dan ini disebabkan oleh operasi "takut akan Tuhan."  Ada banyak jalan-jalan kehidupan roh (agama) di dunia ini, namun Daud bersaksi melalui nyanyian "Siapakah orang yang "takut akan Tuhan" [diberikan karunia] ? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya (Mzm 25:12).  YHVH memberikan 'jalan' perdamaian menurut Taurat. Yesus datang menyempurnakan pekerjaan Roh dalam Taurat.  Kristus bersabda "Akulah Jalan..."

      Yesus telah dicobai Iblis selepas puasanya selama 40 hari-40 malam.  Dan jika Yesus kalah kepada tipu-muslihat dan bujukan Syaitan, dan tunduk kepada kesedaran otak, maka sudah tentulah Ia akan kahwin, berkerja, bisness, berperang atau jadi raja dunia. Justeru, dagingNya tunduk kepada Roh (otak manusiawinya, tidak 'terpisah' dari kesedaran Roh). Otaknya menerima mesej Bapa dari Rohnya, dan senantiasa sedar akan alam roh. Kekuatan Roh Yesus adalah Ilahi, kerana rohNya Ilahi dari alpha dan omega. Pusat Kesedarannya adalah Roh, dan otakNya senantiasa dapat berkomunikasi dengan Roh dan alam roh; Yesus adalah manusia rohani yang sejati. 

Roh Tujuh Karunia adalah Kristus: Messiah

     Yesaya menjelaskan Roh yang ada pada Yesus menurut nubuatan dalam kitab Yesaya 11: 2-4, dengan menyenaraikan ketujuh karunia Roh Kudus.  Hakikatnya, karunia Roh Kudus adalah infiniti , namun Tuhan menjelaskannya berdasarkan kepada nubuatan bahawa Kristus, tujuh karunia roh tetapi satu. Dan pernyataan itu adalah suatu "consistency," Roh nubuatan.  Ia ("takut akan Tuhan") adalah salah satu daripada ketujuh "asas" Karunia Roh yang dianugerahkan kepada manusia luka agar ia dilahirkan kembali dan bertumbuh-mengerti bagaimana Karunia-karunia Roh Kristus itu berkerja/beroperasi dalam menggenapi Firman. Ketujuh karunia Roh itu  beroperasi 'menerangi' mereka yang berjalan dalam perjalanan iman.
Manusia beriman & praktikalnya berhubung karunia "takut akan Tuhan:"
Tetapi, oleh kerana Yesus itu Tuhan, maka adalah lebih praktikal bagi kita untuk belajar dan menyelami intipati "takut akan Tuhan" dari perspektif rohani seseorang percaya iaitu manusia "luka" yang normal, senantiasa-berdosa seperti Raja Daud. Sewaktu hayat Raja Daud, ia mempunyai 8 isteri, dan sudah tentu, sebagai raja, ia mampu untuk pada bila-bila masa, dapat menambahi bilangan gundiknya (harem), namun Daud bersaksi bahawa "Siapakah orang yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya." (Mzm 25:12); Raja Daud menjelaskan bahawa "Tuhan bergaul KARIB dengan 'orang yang takut akan Dia,' dan (Secret) perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."(Mazmur 25:14); Dia juga bernyanyi bahawa "Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya." (Mzm 111:10). 
Dalam transaksi dengan Roh Tuhan, urusan menghakimi dengan benar adalah bermaksud mendengar suara Roh Tuhan terlebih dahulu, sebelum mengambil penilaian tentang  sesuatu perkara rohaniah.   Jika, dilihat dari moralitinya menurut penghakiman otak manusia yang cenderung menghakimi, Raja Daud bukanlah se-idealnya-sempurna sebagai 'orang benar' dan juga sebagai "mulut" Tuhan, namun ia diberikan "anugerah Firman." . Daud yang dipilih Tuhan amat responsif kepada anugerah "takut akan Tuhan."  Yesus memetik bahawa Lirik-Lirik Mazmur adalah Firman yang harus Ia genapi (Lukas 24: 44); kebanyakan Lirik-lirik lagu-lagu nyanyian dalam Kitab nyanyian itu adalah Lirik-Lirik  (Firman) Roh Tuhan bercampur dengan lirik-lirik karangan nabi-nabi termasuk hasil karya Raja Daud. 
Anugerah "Firman" memungkinkan segalanya tidak mustahil bagi Raja Daud, dan tahktanya terus diteguhkan oleh Firman. Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.  Firman itu bersuara "Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia." (Mzm 89:20-22).

Daud memberitahu dalam lirik nyanyiannya bahawa "Firman-Mu (Roh) itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105). Daud mempunyai suatu hubungan intim "Roh & roh" ("Deep calls deep") dengan Roh Pencipta, YHVH.  Maka, ia bersaksi bahawa mereka yang diurapi adalah:  "Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai! (Mzm 107:19-22).

Daud telah mempastikan supaya pewaris tahktanya menimba pengalaman hikmat, pengertian dan pengetahuannya dalam "takut akan" Tuhan. Namun anaknya, Raja Sulaiman, turut mewarisi praktik poligami ayahnya malah berlipat Kali gandalah nafsunya berbanding ayahnya; tercatat bahawa Sulaiman mempunyai 700 isteri dan 300 harem (1Raj. 11: 3).  Walaupun demikian Sulaiman turut bersaksi seperti ayahnya, Daud, bahawa "Takut akan Tuhan" adalah  permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."(Amsal 1:7).

Sulaiman mengumpamakan karunia "takut akan Tuhan" sebagai suatu dorongan hidup yang kuat sebagaimana kita didorong dalam mencari "duit" atau mengejar harta kehidupan. "...jikalau engkau mencarinya (Hikmat/Word/Roh) seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,maka engkau akan memperoleh PENGERTIAN tentang "TAKUT AKAN TUHAN" dan mendapat PENGENALAN akan Allah.(Amsal 2:4-5). Namun, "dorongan kerana kesedaran/consciousness" roh itu hanyalah permulaan, dan haruslah berkesinambungan. Jikalau kita melihat bahawa mengenali Tuhan itu adalah "Sumber" kehidupan, dan "memperkayakan" kehidupan rohani, maka sudah tentu kita akan bermotivasi positif dalam "takut akan Tuhan."

Karunia "takut akan Tuhan" yang aktif berkerja dalam roh seseorang akan memampukan orang percaya itu dapat mengerti perumpamaan Yesus tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya, dan memungkinkan ia dapat berkata dari isi hatinya yang terdalam bahawa tanpa Kristus ia tidak dapat berbuat apa-apa berhubung dengan pekerjaan/kehendak Roh Tuhan atau "Firman."  "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di LUAR Aku, kamu TIDAK DAPAT berbuat apa-apa."(Yoh. 15:5).  Raja Daud yang dianugerahkan "takut akan Tuhan" berkata dalam Psalm 16:2, I say to the Lord, “Thou art my Lord; I have no good apart from thee.” Meskipun Daud beristeri lapan, namun karunia roh "takut akan Tuhan" setia berkerja-beroperasi untuk roh raja Daud. Justeru itu, roh Daud memang penurut, tetapi seperti kita, dagingnya (yang berpusat pada intelek-otak) memang lemah; daging (yang berpusat di otak) memang senantiasa berdosa.  Maka, Daud berpaut kepada kesetiaan Tuhan dan bukanlah sebaliknya. Kita mengejarnya umpama mencari duit, bukanlah kerana kita setia, tetapi roh kita didorong oleh anugerah karunia "takut akan Tuhan."

'Mulut Tuhan" di era selepas kemangkatan Raja Uzziah iaitu, Nabi Yesaya, bernubuat (revealed) bahawa  "takut akan Tuhan" adalah anugerah/karunia Roh Tuhan, kerana ia adalah salah satu daripada ketujuh lapis Roh Raja Damai yang dinubuatkan akan digenapi pada masa yang ditetapkan  di masa hadapan.  "2 Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan (roh)pengertian, roh nasihat dan (roh) keperkasaan, roh pengenalan dan (roh) "takut akan Tuhan;" 3 ya, kesenangannya  ialah "takut akan Tuhan" (Spirit of joy in the fear of the Lord). Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. 4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. " (Yesaya 11:2-4).

Selepas lebih 700 tahun dari tarikh nubuatan yang diberikan Tuhan kepada Yesaya, bila Raja Damai datang sebagai "Firman menjadi daging," Ia (Kristus) bersabda "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka MENGENAL Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan MENGENAL Yesus Kristus yang telah Engkau utus.(Yohanes 17:3);  Kristus adalah Hikmat. Kristus yang duduk di sebelah kanan Bapa diberitakan oleh Rasul Paulus kepada bangsa-bangsa asing (gentile nations), "2...supaya hati mereka (kamu) terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus,3 sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta HIKMAT dan pengetahuan."(Kolose 2:2-3). 

"Hikmat" itu adalah Kristus, dan Kristus itu adalah "Firman." Ketujuh Roh, ketujuh Karunia itu adalah Roh Kristus: Firman. Permulaan hikmat' adalah "takut akan Tuhan," dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.(Amsal 9:10)

___________________________
"... nama-Nya ialah: "Firman Allah."(Wahyu 19:13). (Kerjanya/misinya ialah Firman/Tuhan. In prophecy, "name" means divine handiworks/mission. Karya Tuhan berkerja/beroperasi dalam tujuh-lipat ganda (sevenfold & over). Justeru itu, Kristus, Roh Kudus dan Allah Bapa adalah tujuh lipat, dan Karya/kerja mereka baik dalam penciptaan, perdamaian, mahupun dalam penghakiman/penghukuman adalah dalam gandaan tujuh iaitu berdasarkan operasi  tujuh karunia asas Roh. Jesus Christ sebagai Hakim adalah Tuhan; tujuh mata, tujuh tanduk dan tujuh Roh.
----------------------------------------------
    Menurut Roh, "nama" yang dinyatakan (revealed by) oleh Syorgawi bermaksud 'pekerjaan Ilahi' (Divine Handiwork).   Jika tiada Firman yang dianugerahkan kepada manusia, maka tiadalah manusia yang mengetahui akan pekerjaan Roh Tuhan. Dan Firman menjadi dibaluti daging (Yoh. 1: 14). "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh 1:14)"
     Kenapa "Firman" harus menjadi manusia ? Kerana Allah Bapa berkerja menganugerahkan "Jalan" menurut Firman (Lukas 24: 44), supaya umat manusia yang namanya tertulis dalam buku kehidupan mendapat anugerah kehidupan kekal. Pekerjaan Roh Tuhan adalah mengutus "namaNya" dalam peribadi Kristus. "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu (Roh Tuhan) adalah kebenaran" (Yohannes 17:17). "Rohlah yang memberi hidup, Daging  [yang berpusat di otak] sama sekali tidak berguna ['tidak digunapakai untuk melakukan kerja Roh']. Maksudnya, daging haruslah ditaklukkan kepada Roh di dalam mengerjakan pekerjaan Roh. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah "roh" dan hidup.(Yohannes 6:63). "... nama-Nya ialah: Firman Allah"(Wahyu 19:13). 

"Tuhan itu Roh..." (Yoh.4: 24). Firman adalah Karya (handiworks) Roh Tuhan. Pekerjaan manusia pula, adalah daging yang berpusat pada 'otak.' Pada mulanya, manusia diciptakan dengan pusat kesedaran pada rohnya, kemudiannya apabila ia berdosa, ia telah membawa seluruh keturunannya kepada pusat kesedaran (consciousness) yang berpusat pada 'otak.' Terpisahnya kesedaran roh manusia  terhadap hadirat Roh Mahasuci Tuhan telah juga memperlihatkan manifestasi perubahan pusat kesedaran kehidupan. Meskipun, masyarakat dahulukala dikatakan dekat kepada 'kesedaran' alam roh, namun ia bukanlah kesedaran akan realiti Roh Tuhan.  Tiada "Jalan" untuk realiti Roh Tuhan melainkan Kristus. Namun, sesungguhnya banyaklah jalan bagi alam roh; di zaman Noah, hanya Noah sahaja yang 'berjalan' mengikuti 'jalan' Tuhan, dan yang se-angkatan dengannya adalah hidup menurut jalan-jalan mereka sendiri. Demikian juga hal-nya dengan kehidupan Henokh.  Selepas Henokh berumur 365 tahun, "...Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan" (Kej. 5:22). Henokh bergaul dengan Tuhan kerana Tuhan menganugerahkannya "jalan" iaitu  "Firman."

"Firman" adalah Roh kerana ia berasal dari Roh Tuhan. Setiap Firman yang keluar dari "mulut" Nya senantiasa mempunyai malaikat-malaikat suci  yang bersedia melaksanakan kehendak Tuhan menurut maksud 'suara' Firman itu. Mazmur Daud memberikan kita ilham dan pengertian "Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan Firman-Nya dengan mendengarkan suara Firman-Nya" (Mazmur 103:20). "...perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup" (Yohannes 6:63).  In every spoken Words of the Lord, there are always assigned-ministering angels in fulfilling/executing the Word!.

Bicara kata manusia adalah bukan roh kerana ia berasal dari otak manusia (daging), dan tiada roh yang melaksanakan bicara kata manusia kecuali kata jampi serapah. Justeru itu, Jampi serapih ahli sihir pun roh, tetapi ia bukanlah dari malaikat-malaikatNya.  Yohanes mula menulis Injil dengan pembukaan kata-kata "Pada mulanya adalah Firman (Roh), Firman itu ada bersama-sama Allah (Roh), dan Firman itu adalah Allah (Roh) (Yohanes 1:1).  Justeru itu, Ia akan hanya menjadi "pedang" Roh Kudus apabila Ia (Firman) dipakai oleh Roh Kudus.  Jika ia digunapakai oleh otak, maka Firman itu tidaklah ada kuasa untuk menjadi "pedang Roh," tetapi sekadar transaksi intelek. Orang percaya yang "sumbu rohnya" (spiritual heart) senantiasa diurapi oleh hadirat Roh Kudus akan mendengar bicara Roh terlebih dahulu berhubung dengan penggunaan Firman yang tertulis dalam Kitab. Jika otak yang pegang\pakai Firman, maka ia tidaklah menyembuhkan, tetapi sekadar "intellectual fascinations."

Roh Kudus adalah Roh Allah Bapa yang berkerja di tengah-tengah umatNya di bumi. Anak adalah Roh yang dibaluti daging kerana Roh tidak dapat menjadi Domba Tuhan tanpa daging. Maka, Roh pinjam daging manusia supaya Ia ada daging dan darah, untuk mengenapi penumpahan darah (penebusan umat manusia yang luka), dan supaya Firman menurut Lukas 24:44 dapat digenapi. Santa Maria dipilih  untuk "supply" daging, tetapi Roh Kudus menjadi Rohnya; namaNya ialah Yesus Kristus: Almasih/Messiah. Justeru itu, "Anak Manusia" merujuk kepada kemanusiaanNya, dan Anak Tuhan yang Mahatinggi merujuk kepada ketuhananNya-- RohNya. The "Shadow" of the Father on earth, empowering His people, is called the Holy Spirit. The Father is in Heaven. The Father, the Son and the Holy Spirit are One Spirit.

"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang"(Yohanes 16:14).

Mereka yang diberikan anugerah "takut akan Tuhan" akan mengenali Tuhan. Kesemua anugerah ada pada Kristus (Raja Damai). Maka, Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan hidup. Rasul Paulus yang dianugerahkan Tuhan dengan "takut akan Tuhan," kemudiannya  meluahkan keinginannya untuk mengenalinya dengan lebih dalam. Dia berkata "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (Filipi 1:21).  Ketika Yesus masih di bumi, Dia bersabda "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."(Yohannes 15:14).  Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."(Yoh 15: 17). Hakikat kehidupan yang dibaluti daging adalah memang sukar sekali untuk mengasihi, kerana roh menuruti namun daging (berpusat di otak) adalah lemah.

Doa Raja Daud berbunyi "Tuhan kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, Tuhan kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!" (Mazmur 29:11). Kekuatan datang hanya daripada urapan hadiratRoh Kudus yang dijanjikan mengenapi dan meneruskan realiti 'Emmanuel.'  "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2Tim 1:7).  Utusan Sorgawi juga memberikan kekuatan selain dari Roh Kudus seperti malaikat-malaikat." "Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya"(Lukas 22:43.

Nabi Daniel diberikan kekuatan oleh malaikat Tuhan.  "Ketika dikatakannya hal ini kepadaku, kutundukkan mukaku ke tanah dan aku terkelu.Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: "Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku.Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?"Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan,dan berkata: "Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!" Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: "Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan"(Daniel 10:15-19)."

Untuk apakah kekuatan itu? Supaya kita dapat berdoa "Bapa Kami." Kehendak-kehendak Roh Bapa seringkasnya dinyatakan di setiap baris "Firman" dalam doa Bapa Kami.  Doa Bapa Kami kelihatan ringkas, namun untuk melaksanakan setiap maksud yang ada dalam doa itu memerlukan kekuatan Roh Tuhan. Bukankah kita perlu kekuatan untuk dapat 'memuliakan' Tuhan? Bukankah kita perlu kekuatan Roh supaya kita dapat 'makan' Firman dengan sempurna ? Kita perlukan kekuatan supaya kita dapat 'mengampuni' orang yang bersalah terhadap kita. Kita memerlukan Kekuatan-Nya untuk meng-Amen-kan semua Kehendak-Nya.  Dan juga,  supaya orang yang dianugerahkan "takut akan Tuhan," akan dapat meneruskan perjalanan iman, biarpun 'seolah-olah' dia sedang berjalan dalam kegelapan. Gelap itu seringkasnya tiada suara Tuhan, sehingga doa semacam satu hala.  Bagi kebanyakan orang percaya, gelap boleh jadi ketiadaan tanda-tanda berkat dari Tuhan. Pendapat radikal pula, melihat "gelap" sebagai tiada Roh Kudus yang turun menganugerahkan HadiratNya, atau tiada cahaya bersinar di atas kepala.

Ayub bersaksi tentang hadirat Roh Terang dengan berkata, "...ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap;"(Ayb 29:3). Orang percaya yang seolah-olah tiada hadirat Roh Kudus, juga dikatakan berjalan dalam gelap, "Siapa di antaramu yang "takut akan Tuhan," (nota: dianugerahkan karunia yang mendorong kesedaran 'ketergantungan' kepada Tuhan') dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada 'nama' (misi/handiwork) Tuhan dan bersandar kepada Allahnya! (Yesaya 50:10). Misi Raja Damai menjadi 'daging' adalah sebagai "Domba Tuhan yang menghapus dosa-dosa dunia:" Bapa menganugerahkan Yesus sebagai 'Jalan' (Yoh. 14: 6) untuk mengenali Roh Tuhan. Dan orang-orang percaya dipanggil para "pengikut Jalan" (the followers of the 'W'ay). Yesus Kristus adalah "Jalan" untuk meminta "karunia takut akan Tuhan."

Yesus bersabda "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah, dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah aku... ...niscaya engkau telah meminta kepada-Nya, dan Ia telah memberikan kepadamu...". Karunia Roh datang dan pergi sebagaimana urapan Roh itu turun dan pergi. Oleh kerana Karunia itu adalah operasi  peribadi Roh Kudus, dan ia  bukannya tinggal secara "permanent" dalam roh manusia, maka, ia tertakluk kepada keadaan "bait" (roh) orang percaya itu. Ia berkerja setiap kali ia turun kepada sumbu roh manusia.  Maka, ia harus "dikejar" seperti mengejar 'duit,' dan karunia itu perlu dipohon dari Allah Bapa, sepanjang hayat kita dalam perjalanan iman. "Ketergantungan hidup pada Pencipta"  adalah "hasil" yang muncul dalam roh orang percaya kerana operasi karunia "takut akan Tuhan," supaya ia benar-benar menjadi ranting, dan Kristus adalah pokoknya: 'dependency juga sinonim dengan ungkapan frasa  "the fear of the Lord."  Justeru itu, independen atau kehidupan yang tidak bergantung pada Roh Tuhan juga boleh diungkapkan dengan frasa "tiada takut akan Tuhan." Namun, di atas segalanya kemenangan bukanlah kerana kesetiaan manusia, tetapi kesetiaan jantung Tuhan.

Kesimpulan

Maka, kesimpulan ringkas perihal takut akan Tuhan menurut lirik lagu Raja Daud "Carilah Tuhan (mencari kerana didorong oleh anugerah "takut akan Tuhan"), dan kekuatan-Nya (kekuatan dari Roh Tuhan), carilah 'wajah-Nya' (HadiratNya) selalu!"(Mazmur 105:4). Mencari Tuhan adalah 'bisness' yang suci. Tanpa pekerjaan Bapa yang dinyatakan oleh Kristus, maka sia-sialah pencarian itu. Mereka yang "lapar" akan Tuhan harus mengikuti 'Jalan,' melalui 'Pintu' dan menganuti  'Kunci' kepada hadirat Roh Kudus iaitu Kristus. (Yoh.14: 6; Yoh.10: 1-9; Mat.5: 8). 

Misi dan Operasi ketujuh karunia Roh Tuhanlah yang memimpin seseorang manusia "luka" sehingga ia percaya (100 % percaya) kepada "Firman." Kristus adalah kepenuhan hikmat Ilahi. Raja Sulaiman bersaksi bahawa "Permulaan [mengenali] 'hikmat' (Kristus) adalah "takut akan Tuhan," dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian (Amsal 9:10).  Roh manusia yang "luka" tidaklah pandai lapar akan Firman, jika tiada anugerah karunia "takut akan Tuhan" yang menerpa rohnya.  Maka, ini akan menjawab soalan asas; bagaimana mungkin manusia yang kesedarannya "berpusat pada otak" dapat mengatakan bahawa Firman (Roh Tuhan) itu adalah Sumber hidupnya?  

Raja Solomon membahagi dengan bersaksi "Permulaan Hikmat adalah takut akan Tuhan,' dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian."(Amsal 9:10).  "Takut akan Tuhan"  semacam mengejar harta terpendam kata Raja Sulaiman.  Yesaya bernubuat bahawa "takut akan Tuhan" adalah harta tubuh Kristus (profetik Sion). "Masa 'keamanan' ('peace age'~ Perjanjian Baru) akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan Tuhan, itulah harta benda Sion." (Yes 33:6). 

Manusia "luka" tidak mempunyai sumber-sumber berdasarkan kapasiti intelek yang memampukan nya untuk mengenali Roh Tuhan, melainkan hanya melalui anugerah Roh Tuhan (Firman)  yang berkerja/berkarya menurut operasi ketujuh karunia Roh Kudus ke atas roh manusia. "Takut akan Tuhan" menjadikan manusia yang luka, supaya akhirnya, akan mengerti maksud asal penciptaan manusia rohani (blueprint/design yang semula), iaitu sepatutnya tergantung penuh kepada Sang Pencipta, sebagaimana yang diperlihatkan oleh Yesus, ketika misinya dalam daging, yang bergantung secara total kepada kehendak-kehendak Allah Bapa.   

     'Ranting' tiada kehidupan jika ia tidak bergantung penuh kepada 'Pokok;' roh manusia hanya dapat diumpamakan sebagai ranting hanya apabila ada karunia "takut akan Tuhan" yang beroperasi dalam roh manusia; tidak hairanlah Raja Solomon mengumpamakannya seperti mencari duit (perak), atau seperti mengejar harta kerana kehidupan daging sesungguhnya 'tergantung' pada duit/harta.  Maka,  'dependency' itu hanya dapat dimungkinkan dalam kehidupan kerohanian seseorang apabila operasi Karunia itu dianugerahkan oleh Roh Kudus.  "Yes!... Apart from Christ, I can do nothing!" says a spiritual man. It is not the question concerning the resources of the intellectual capacities, but the resourceslessness of the spirit, when we enter into the business of prayer.  Selagi kita belum melihat 'kebaikan-kebaikan' Tuhan seperti senarai "ucapan Berbahagia" Yeshua dalam Matius 5, maka kita tidak akan dapat 'berjalan di atas air. ' Perjalanan Iman adalah urusan 'roh,' yang diumpamakan sebagai 'berjalan di atas air.' "Berbahagia" (Blessed) adalah anugerah dari atas---Sorga! Ia bukanlah usaha kepandaian intelek manusia. Ia diajarkan oleh ROH Kebenaran kepada roh anak-anak Tuhan (Yoh.1: 12). Semua ucapan 'Berbahagia' Yeshua dalam Matius 5 adalah anugerah 'kebaikan-kebaikan' ROH Tuhan untuk melengkapkan perjalanan Iman kita , supaya kita bertumbuh dalam hikmat, pengertian, takut akan Tuhan dan dalam kuasa Tuhan.  Anugerah 'beautitudes' adalah survival bagi setiap orang yang diberi kuasa menjadi anak Tuhan. Tanpa beautitudes (ucapan "Berbahagialah" Tuhan Yeshua), maka sukarlah kita meneruskan arti-kata "percaya." Malah, penderitaan kita di Bumi tidak akan memampukan kita untuk melihat erti perkataan-perkataan Yeshua yang berbunyi: "Di dunia ini kamu akan menderita, ...tetapi  Aku telah mengalahkan' dunia."  Raja Daud sebenarnya melakukan  kejahatan-kejahatan seperti merampas Bathsheba dari Uriah yang telah dirancang untuk menemui ajal di medan perang. Namun, anugerah "kebaikan-kebaikan Tuhan" memungkinkan Daud mengecapi 'kemurahan' Tuhan. Daud telah melihat semua kebaikan-kebaikan Tuhan sebagaimana yang dikecapi oleh Nabi Moshe yang dianugerahkan 'semua kebaikan-kebaikan' Tuhan (all goodness) dalam hadirat YHVH. Roh kita perlu belajar mesej 'roh nubuat' lirik nyanyian Daud dalam Mazmur 27: 4, supaya kita akan dapat bertahan ('survive') mengharungi era Judgment oleh Hakim yang akan datang. Dengan berharap kepada 'semua kebaikan-kebaikan' (all goodness~ beautitudes) Tuhan, kita akan meminta dengan 'iman' supaya kita dapat memasuki hadirat 'nama' Hakim.

    Melihat 'kebaikan-kebaikan' Roh Tuhan adalah anugerah Tuhan. Semua kebaikan-kebaikan Roh Tuhan yang menerpa kita akan menjadikan kita "blessed" atau "berbahagialah." "Mintalah maka Bapaku yang ada di Sorga akan menunaikan semua permintaan kamu di dalam 'nama' Kristus." Memohon anugerah untuk melihat segala 'kebaikan' (goodness) Tuhan adalah permintaan yang 100 ℅ di dalam 'nama' ('karya') Tuhan. Kapasiti intelek memang lemah untuk melihat segala kebaikan Tuhan, namun anugerah 'Berbahagia' ('beautitudes') adalah anugerah Ilahi yang memampukan kita untuk melihat segala kebaikan-kebaikan Tuhan; nabi Moshe dianugerahkan dengan segala kebaikan Yahuwah ketika Tuhan memperlihatkan kemuliaannya di atas gunung Sinai di dalam Keluaran 33. Dalam Keluaran 33, Nabi Moshe dikatakan dikenan Tuhan kerana anugerah 'Kasih Karunia', dan ia dapat bertahan dalam hadirat Yahuwah kerana tudungan tapak Tangan Yahweh. Tudungan itu adalah 'mercy' ROH Yahweh. Manakala, "kebaikan-kebaikan" (goodness) Tuhan merujuk kepada "beautitudes" yang di senarai oleh Yeshua dalam Matius 5. 

   Semua nabi-nabi Perjanjian Lama telah diajarkan oleh ROH Tuhan untuk melihat dan, justeru itu, mereka dapat mengerti "kebaikan-kebaikan" ROH Tuhan! Apabila intelek 'mati akal' atau sampai kepada tahap 'insensibleness' (tidak masuk akal') perihal bagaimana Tuhan yang Maha-sempurna dapat menerima kita, maka panjatkanlah doa kepada Tuhan, agar kita dianugerahkan dengan segala kebaikan-kebaikan Roh Tuhan. Kita dapat belajar dari Daud yang bernyanyi: "Satu hal telah ku minta kepada Tuhan...mengecapi segala 'kemurahan' ('kebaikan-kebaikan') Tuhan..." (Mazmur 27: 4). Demikianlah akal' Budi (precept) kita untuk meminta 'hal' yang di luar kemampuan Sumber manusia iaitu seperti Lirik Raja Daud dalam Mazmur 27: 4. Setiap hari kita buat dosa, namun kerana anugerah Tuhan, iaitu anugerah ucapan Kristus  yang berbunyi "Berbahagialah," maka kita masih juga dapat mengecapi 'pure heart' dalam memasuki hadirat Tuhan, the spirit of prayer (Matius 5: 8). 

Kita terfokus kepada intelek secara dominan sebagai titik-pusat kesedaran, dan justeru itu, kita seringkali digoda untuk mengenakan 'pakaian dari daun-daun pohon Ara yang dianyam, sebagaimana yang dibuat oleh Adam dan Hawa. Di dalam nama Kristus, anugerah pakaian yang sempurna senantiasa ada untuk menggantikan anyaman "daun pohon Ara." Dengan anugerah 'kebaikan-kebaikan' Tuhan, maka kita akan melihat dan mengerti apakah maksud 'poor in spirit' (miskin dalam roh). "Miskin dalam roh" adalah anugerah Tuhan yang menjadisebagai kita senantiasa 'sedar' bahawa kita tiada sumber untuk dapat berdiri di dalam hadirat ROH Tuhan! Sebelum menerima anugerah 'Berbahagia,' kita seringkali digoda oleh intelek untuk berfikir bahawa kita mempunyai 'sumber' untuk berurusan dengan ROH Tuhan, iaitu mengenakan pakaian dari "anyaman daun-daun pohon Ara!" Selepas menerima anugerah , kita akan berkata seperti Daud kepada Tuhan: "apart from You, I'm no good", ataupun seperti Firman Yeshua, " apart from you, I can do nothing!' Tanpa kebaikan -kebaikan Tuhan, dan biarpun berbekalkan segala sumber manusiawi, kita akan pasti menemui kegagalan untuk urusan memasuki hadirat ROH Tuhan! Tetapi, dengan anugerah Tuhan, kita dipermampukan untuk memasuki Kerajaan Sorga. Maka, itulah sebabnya semua ucapan "Berbahagia/beautitudes" Yeshua itu didahului dengan perkataan "Blessed." Blessed berarti anugerah dari Tuhan! Semua ucapan "blessed" dalam Matius 5 adalah anugerah "kebaikan-kebaikan " ROH Tuhan. Maka, Jika kamu dipermampukan untuk nengecapi apa sahaja yang diucapkan Yeshua dalam Matius 5, ketahuilah bahawa ia bukan usahamu, tetapi 'anugerah kebaikan-kebaikan' Tuhan! You are blessed!

 'Berjalan di atas air' mengungkapkan perjalanan yang mustahil bagi daging, namun ia adalah 'alur' yang normal bagi perjalanan Iman yang bergantung kepada kekuatan anugerah karunia roh-tujuh-lapis. Maka, roh manusia yang tidak ada ketergantungan (dependency) kepada Roh Tuhan bolehlah juga diungkapkan dengan frasa "tiada takut akan Tuhan." Tiada anugerah karunia takut akan Tuhan berarti tiada ungkapan 'ranting kepada Pohon Kehidupan yang sebenar' dalam kehidupan. Amen.




Glosari

Manusia "luka"~     Adam yang telah berdosa dan keturunannya terputus perdamaian dengan Roh Tuhan Yang Maha-suci.  Pusat kesedaran kehidupan daging adalah dominan terpaut pada kapasiti Intelek dan aktiviti sistem sarafnya;  justeru itu, ketergantungan kita adalah dominan kepada 'keinginan' daging.  Arti kehidupan dengan terpaut secara dominan pada kekuatan intelek.

Manusia yang tidak "luka"~         Adam yang masih suci rohnya iaitu sebelum ia 'jatuh'  kepada kuasa dosa.  Dan juga 'Adam kedua', namun rohNya adalah Ilahi, iaitu Yesus Kristus. Pusat kesedaranNya Yeshua (consciousness) adalah rohNya: kedua-duanya adalah manusia rohani sejati, tetapi Roh Yesus adalah Ilahi, sedangkan roh ''Adam pertama' adalah 'roh manusia yang suci' sebelum ia jatuh.  'Adam yang pertama' itu suci, tetapi tidaklah dianugerahkan dengan 'ketujuh karunia' kerana ia bukanlah Roh Ilahi:  ia cuma roh manusia yang suci. Roh 'manusia-Yesus' pula adalah kepenuhan 'ketujuh-karunia' kerana RohNya, dari alpha dan omega, adalah Ilahi.  Ketergantungan kehidupan pada Roh Tuhan adalah mesej memakan buah-buah dari 'pohon kehidupan'.  Maka, mereka yang dianugerahkan "takut akan Tuhan" dibimbing oleh Roh sehingga memiliki hubungan seperti  perumpamaan 'pohon anggur dan ranting-rantingnya:' suatu ketergantungan kehidupan (spiritual dependency).

Luka-luka ~              Oleh Bilur-bilurNya sebagai Domba Tuhan, Raja Daud bernyanyi lirik profetik " Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;" (Mazmur 147:3)

Sevenfold gifts of the Holy Spirit

(Verse 1) A shoot shall come out from the stump of Jesse, and a branch shall grow out of his roots.
(Verse 2) The Spirit of the Lord shall rest on him, the 'spirit' [~1st] of wisdom and [2nd~'spirit'] understanding, the 'spirit' [~3rd] of counsel and [4th~'spirit'] might, the 'spirit' [~5th] of knowledge and the [6th~'spirit'] fear of the Lord.
(Verse 3) His delight [7th~'spirit'] shall be in the fear of the Lord. (Isaiah 11: 1-3).