Sabtu, 30 April 2016

Tipologi Spiritual Covering dan Kemurahan Allah (Divine Mercy): Menghadapi Hadirat Hakim Akhir Zaman


Malam hari pencuri datang


43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat-saat yang tidak kamu duga."  (eKatolik, Matius 24.43-44)

Misteri nubuat Yesus tentang "hari dan saat"


    Ketika Tuhan Yeshua berkhotbah di Bukit Zaitun, Dia berkata, "tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri" (Matius 24. 36)

    Roh Kristus adalah Ilahi. Dia pasti tahu tentang hari kedatangan-Nya yang kedua, namun Ia masih tunduk kepada "sukacita takut akan Tuhan," yaitu sukacita yang penuh dalam melakukan kehendak Bapa. Oleh karena itu, rahasia tentang hari dan saat itu pun dirahasiakan seolah-olah hanya Bapa yang tahu.

    Yesus belum dimuliakan di hadapan Bapa di surga karena Ia belum menyempurnakan misi-Nya sebagai Domba Allah ketika Dia bernubuat tentang akhir zaman di lereng Bukit Zaitun. Menurut kesempurnaan karya Tuhan, "rahasia" kedatangan Kristus yang hanya diketahui Bapa adalah sempurna dan konsisten dengan segala pemberitaan nabi-nabi Tuhan sebelumnya. Maka, Yesus yang dibalut daging juga turut memberitakan bahwa hanya Bapa yang tahu "tentang hari dan saat itu."

Kenapa Yesus tidak memberitahu “hari dan saat”

    Menurut ‘Roh nubuat,’ nubuatan Yesus Kristus memang konsisten dengan semua pemberitaan Tuhan melalui mulut-Nya, yaitu nabi-nabi di zaman Perjanjian Lama. Lagipula, Yesus dikatakan melayani dalam pelayanan sebagai nabi selama tiga tahun, dan kemudian dalam kematian-Nya, Ia menyempurnakan 'Jalan' untuk menghapuskan dosa-dosa umat manusia sebagai “korban penebus" (Domba Allah), dan barulah Ia naik ke surga, serta dimuliakan duduk di sebelah kanan Bapa sebagai Imam Agung Sorgawi menurut Ordo Melkisedek. Maka, sempurnalah bagi Yeshua ketika Ia sedang berkhotbah di lereng Bukit Zaitun dahulu untuk secara singkat mengatakan bahwa hanya "Bapa yang tahu tentang hari dan saat." Dia hanya menyatakan suatu konsistensi pemberitaan Firman Tuhan, yaitu satu manifestasi kebenaran roh nubuat yang tidak bertentangan dengan pemberitaan mulut-mulut Tuhan yang terdahulu.

    Ketika Kristus naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Bapa dalam pelayanan-Nya yang selanjutnya sebagai Imam Agung Sorgawi Ordo Melkisedek, maka rahasia tentang "hari dan saat itu" memang secara sempurna dikatakan "hanya Bapa yang tahu." Kelak, Roh Kudus telah diutus oleh Bapa dalam nama Kristus. Karya Kristus disempurnakan sehingga Ia dimuliakan dan duduk di sebelah kanan Bapa. Roh Kudus telah datang dan dicurahkan kepada orang-orang percaya. Orang-orang percaya melihat bahwa selayaknyalah Yesus —ketika Ia dibalut daging manusia dan ketika Ia berbicara di lereng Bukit Zaitun—mengatakan bahwa tentang "hari dan saat itu," hanyalah Bapa yang tahu.

    Semua kehendak berasal dari Roh Allah Bapa. Kristus adalah karya tangan kanan Allah Bapa yang telah tunduk seratus persen ketika Ia datang ke bumi sebagai Anak Manusia untuk menyempurnakan misi "Domba Allah yang menghapuskan dosa-dosa dunia." Maka, ketika Yesus berada dalam daging, Tritunggal Mahakudus seolah-olah berbicara di antara mereka, "...kita jangan memberitahu mereka mengenai hari dan saat kedatangan Hakim, katakanlah hanya Allah Bapa saja yang tahu." Ini bukan berarti bahwa untuk selama-lamanya kita tidak akan diberitahu oleh Roh Tuhan. Akan tetapi, pada saat Yeshua masih terbalut daging dan berkhotbah di lereng Bukit Zaitun, keputusan Tuhan mengenai "hari dan saat itu" tidak diperbolehkan untuk dibocorkan oleh-Nya karena hal itu bertentangan dengan "Roh Nubuat."

    Roh nubuat sejak semula menyatakan bahwa "hanya Allah Bapa yang tahu." Oleh karena itu, pemberitaan tentang "hari Tuhan itu" haruslah konsisten. Walaupun Roh Yeshua adalah 100% Ilahi, tidaklah sesuai dengan Firman Allah jika Ia mengatakan "Aku tahu...," karena Ia tunduk pada konsistensi Firman Tuhan dan selaras dengan kesaksian Kristus, yaitu Roh Nubuat; sebab sesungguhnya nama Kristus adalah Firman Allah. Kesaksian Kristus tidak bertentangan dengan seluruh pemberitaan Firman karena Ia adalah Ilahi; nama-Nya adalah Firman Allah.

 

Roh nubuat: Kristus

    Roh nubuat berarti pengajaran dan pemberitaan Firman dari Roh Ilahi yang menunjuk dan berpegang pada kesaksian Kristus. Semua pengajaran tentang karya Roh Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci berada dalam pemberitaan Firman yang disebut roh nubuat: ia terfokus kepada Kristus. Tuhan "yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala  apa yang belum terlaksana" (Yesaya 46.10) adalah roh nubuat.

    Firman Ilahi dalam Kitab Kejadian bila tersingkap akan saling merujuk kepada  Firman Ilahi dalam Alkitab yang di sampaikan oleh nabi yang yang berbeda termasuk firman dalam kitab Wahyu. Ia saling merujuk baik dari awal hingga akhir maupun dari akhir menuju permulaan. Bukankah ada tertulis bahawa satu kali Allah berfirman, kita akan mendengar dua hal? Perkara pertama yang pendengar tanggapi adalah mesej menurut konteks pengertian Perjanjian Lama manakala hal kedua yang kita dengar ialah firman yang tersingkap mengikut pengertian dan hikmat Perjanjian Baru (Mazmur 62.12-13).

    Firman YHVH, Firman Kristus, Firman Roh Kudus, dan Firman Hakim yang akan kembali untuk kedua kalinya adalah milik mereka semua namun tetap Esa: Mereka semua adalah satu Roh dan seluruhnya adalah Roh Tujuh Lapis! Bahasa roh-Nya konsisten dan pemberitaan "tanda-tanda" khusus mengalir secara konsisten di surga, langit, dan bumi.


Suara Raja Damai versus suara Hakim

    Firman datang dari Roh Tuhan yang sama. Suara Roh Tuhan pun memiliki kesamaan dan konsistensi dalam pemberitaan Firman, sebagaimana yang telah didengar oleh umat Tuhan terdahulu melalui mulut Tuhan (para nabi-Nya). Namun, suara Domba Paskah Tuhan dan suara Hakim dapat dibedakan karena terdapat perbedaan yang berkaitan dengan identifikasi antara Domba Paskah Tuhan dan Hakim. Suara Hakim sama seperti YHVH dalam Perjanjian Lama. Dalam hal ini, Kristus yang kembali sebagai Hakim pastinya mempunyai suara yang 'sama' dengan suara YHVH dalam Perjanjian Lama.   Suara Hakim jelas seperti yang dinyanyikan oleh Daud dalam Mazmur 29.1-11 dan Ayub 37.1-6

    Suara Domba Paskah Tuhan hanya dikenal oleh orang percaya menurut takdir dan ketetapan Bapa: ia adalah suara dari nama Tuhan Kasih Setia dan suara the Great Mercy of YahwehSuara Domba Paskah atau suara Gembala yang baik adalah suara Kasih Setia dan Belas Kasihan: suara kasih Karunia! Ringkasnya, suara Raja Damai tidak menghukum, ia menerima semua orang berdosa di atas kayu Salib suci-Nya!  Yesus Kristus adalah suara yang mengalirkan berkat Perdamaian, berkat Penebusan dan berkat Penyembuhan luka-luka roh!


Perumpamaan

    Di dalam Matius 13 ayat ke-10, murid-murid Yesus bertanya kepada Yesus mengapa Ia berbicara kepada mereka dalam perumpamaan-perumpamaan. Yesus menjawab dalam ayat ke-11 bahwa "kepadamu diberikan karunia untuk mengetahui rahasia kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak." Karunia yang dimaksudkan Yesus Kristus adalah karunia ketujuh lapis Roh Kudus, yaitu Roh Kebenaran yang membimbing semua orang percaya kepada segala kebenaran, atau seluruh realitas karya Roh Tuhan.

    Nabi Yesaya telah bernubuat mengenai karunia-karunia Roh Kudus dalam Yesaya 11.1-3 dan Yesaya 33.6. Hal itu juga turut dinubuatkan oleh nabi-nabi lain dalam Perjanjian Lama, seperti dalam Yoel 2.28 yang dikutip oleh Rasul Petrus dalam Kisah Para Rasul 2.16-21. Lirik-lirik Tuhan dalam nyanyian Raja Daud menyingkapkan tentang satu karunia yang disebut "takut akan Tuhan" sebagai prasyarat bagi Roh Tuhan untuk bergaul karib dengan roh orang-orang percaya. Dari persekutuan itu, orang yang dianugerahi rasa "takut akan Tuhan" akan memperoleh rahasia-rahasia Perjanjian atau rahasia-rahasia Surga (Mazmur 25.14).

 

Karunia Yesaya 11.1-3 versus 1 Korintus 12. 1-11

    Jangan salah memahami karunia-karunia yang diceritakan oleh Paulus dalam surat 1 Korintus 12. 1-11; 28-31, yang oleh para teolog terkadang disebut sebagai karunia-karunia Korintus. Karunia-karunia yang tertulis dalam Yesaya 11.1-3 merupakan karunia wajib bagi setiap orang percaya, karena jika tidak memilikinya, mereka tidak akan mengenal Kristus. Karunia roh menorah itu adalah wajib kita kenali dengan mendalam kerana itulah karunia-karunia dalam bergaul karib dengan Roh Tuhan.

    Sementara itu, karunia-karunia yang disebutkan dalam surat Korintus bertujuan untuk melayani tubuh Kristus/gereja; pelayanan gereja.  Oleh karena itu, karunia-karunia dalam Yesaya 11.1-3 harus diterima dan dihidupi terlebih dahulu sebelum kita mengejar karunia-karunia yang ada dalam surat 1 Korintus 12.1-11.  Saya secara pribadi memanggil karunia-karunia dalam Yesaya 11.1-3 sebagai the Spirit of the menorah or the Sevenfold spirit of Christ.

    Dalam bahasa mudah, karunia-karunia yang dinubuatkan oleh YHVH melalui mulut-Nya, nabi Yesaya dalam Yesaya 11:1-3 adalah untuk bergaul karib dengan Roh Tuhan, manakala karunia karunia yang diuraikan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus adalah karunia-karunia untuk melayani gereja!


Kapankah "Hari dan Saat" Kristus Datang untuk Kedua Kalinya?

    Firman Tuhan melalui mulut nabi-Nya, Zakharia, berbunyi: "6 maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, 7 tetapi akan ada satu hari, hari itu diketahui oleh Tuhan-dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang." (Zakharia 14.6-7).

    ‘Hari Tuhan’ itu adalah ketika "siang dan malam yang tidak henti-henti" berubah menjadi "tidak ada pergantian siang dan malam." Karya Tuhan juga diberitakan melalui lirik-lirik yang disampaikan oleh "langit" dan "cakrawala" sebagaimana yang dinyanyikan oleh Daud dalam Mazmur 19.1-6. Kegagalan memahami pemberitaan lirik Tuhan tentang nubuatan "langit dan cakrawala" akan mengakibatkan kesulitan untuk mengetahui hari "unik" Tuhan tersebut. Bagaimana kita dapat mengetahui berhentinya pergantian "siang dan malam" jika kita tidak tahu cara membaca pemberitaan "langit dan cakrawala"? "Langit dan cakrawala" adalah lirik-lirik (Firman) dari Roh Tuhan. 

    Tuhan itu Roh. Ia bekerja siang dan malam tanpa henti. "Terpujilah Tuhan! hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah, Tuhanku, memberi keselamatan kita. 21 Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut." (Mazmur 68.20-21).

    Anak Manusia menabur benih pada siang hari, dimulai dari waktu pagi. Apabila waktu petang tiba, maka saat menuai pun datang; para penuaikan-Nya adalah malaikat-malaikat-Nya (Matius 13.18-44). Oleh karena itu, Roh Tuhan memiliki penjelasan rohani mengenai masa "pagi" dan "petang" bagi Karya Ilahi.

    Waktu pagi menurut pengertian harfiah manusia adalah posisi matahari yang terbit di ufuk timur. "Pagi" menurut karya Roh Tuhan dan bahasa Roh Tuhan berarti "Nama" baru-Nya dinyatakan (new divine names revealed unto mankind) untuk memulai operasi misi yang baru (lihat kedatangan Kristus yang kedua). Ataupun nama diberikan kepada seseorang Ketika fajar menyingsing seperti Yakub yang diberi nama Israel! Itu di waktu ‘pagi’ Yakub dapat perutusan nama baru—Israel!  Namun, "nama" baru itu tentu saja telah diberitakan sejak semula dan sejak zaman purbakala (Yesaya 46.10).

 

Bagaimana Membaca "Langit dan Cakrawala" Menurut Maksud Roh Tuhan?

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan ‘pekerjaan’ (handiwork) tangan-Nya; (Mzm 19.2)

 

Apa yang Perlu Dilakukan Selagi Terang atau Siang Hari Masih Ada?

    Apa yang Kukatakan kepadamu dalam ‘gelap,’ katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Matius 10. 27)

    Kata nubuat ‘gelap’ atau 'malam' adalah sebahagian daripada perjalanan iman seseorang percaya kepada 'nama' Tuhan. Tanpa 'malam' atau 'gelap', iman kita tidak akan mengalami pemurnian iman.  Betapa beratpun dan sesaknya 'kegelapan' itu, Yakobus menasihati kita semua, "saudara-saudaraku anggaplah sebagai suatu kebahagian, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahawa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan suatu apa pun. Tetapi apabila di antara kamu kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, (eKatolik, Yakobus 1.2-5)

    Ringkasnya, seluruh kehendak Tuhan diungkapkan secara padat dan dinubuatkan dalam kehidupan ibadah rohani yang diajarkan oleh Yeshua, yaitu "Doa Bapa Kami" (Matius 6:9-13). Kegagalan kita menuruti doa Bapa kami bererti kita gagal menyempurnakan pekerjaan yang Tuhan kehendaki: the fulfilment of all the revealed wills of God in Our Father prayers.


Petunjuk: "Damai dan aman"?

    2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti tidak akan luput. (1Tes 5:2-3


Bagaimana Jika Cahaya Bercahaya di atas Sumbu Roh?

    5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. (1Tes 5.5-8

 

Berjaga-jaga artinya perlu Berdoa!

    36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia (Lukas 21.36).

 Jika Anda diberikan Roh kekuatan, maka anda memiliki pelita bagi kaki dan cahaya yang menerangi perjalanan iman!

3 ketika pelitaNya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terangNya aku berjalan dalam gelap; 4 seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku; (Ayub 29.3-4)

(Mazmur 18.29; Mazmur 119.109)

 

Sumber Kekuatan?

16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yoh 14.16-17


Jika tidak ada roh kekuatan karena tidak ada cahaya yang bersinar di atas kepala, apa yang perlu dilakukan?

Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hambaNya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! (Yes. 50:10)

 

Jika petang hari tiba, apakah pemberitaan "langit"?

  5b Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia. Maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, tetapi akan ada satu hari hari itu diketahui oleh TUHAN dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang. (Zakaria 14:5-7

  1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. 2 Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya; 3 hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. 4 Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; 5 tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, 6 yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. 7 Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya. (Mazmur 19.1-7

  "29 Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. (Matius 24.29-30



Apakah yang perlu dilakukan sebelum dan apabila hari-nya tiba?

"Masuk Kamar"


  20 Mari bangsaku (umat Tuhan), masuklah ke dalam 'kamarmu' (Mat. 6.6), 'tutuplah pintumu' sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu. 21 Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana. (Yesaya 26.20-21)

    "Tutuplah pintumu" adalah frasa nubuat yang disampaikan oleh nabi Yesaya. Frasa ini menyingkapkan karya tangan kanan Tuhan yang menudungi (covering) roh manusia ketika berada di dalam Hadirat semarak Hakim yang turun ke bumi. Kita tahu bahwa dalam ritus kemah suci Ibrani, Imam Besar berdoa di dalam kamar terdalam, yaitu "Kamar Mahakudus" yang tertutup. "Bertemu dengan hadirat YHVH" berlangsung di dalam kamar terdalam. Dalam konteks Perjanjian Baru, ini berarti "melihat wajah-Nya" dengan roh kita yang telah ditahirkan sepenuhnya oleh darah Kristus.

    Dalam ibadah kemah suci, hal ini diungkapkan melalui ritus pemakaian pakaian kudus (holy linen tunic) yang dikenakan menutupi tubuh Imam Besar. Walaupun tangan Tuhanlah yang menganugerahkan perlindungan (covering), Nabi Yesaya bernubuat dengan frasa "tutuplah pintumu."

   Frasa tersebut seolah-olah memberi arti bahwa pihak orang percayalah yang berusaha menutup pintu. Namun, hal itu selayaknya diungkapkan demikian karena urusan "ditudungi" adalah urusan di pihak umat Tuhan yang harus memohon kemurahan (mercy) Tuhan ketika hadirat Hakim turun: roh (bait Roh Kudus) yang telah disucikan masih memerlukan tudungan (covering) kemurahan Ilahi ketika memasuki hadirat saat Deep calls deep.

 Frasa nubuat "tutuplah pintumu" mengungkapkan Spirit of prayer. Jika Tuhan menghendakinya, roh doa tersebut tidak akan berhenti bersinar dan menyala di atas sumbu roh seorang percaya sekiranya ia diberikan tudungan, yaitu kemurahan Tuhan. Sebagai bait Roh Kudus (you are the temple of the Holy Spirit), roh kita senantiasa berada dalam keadaan berjaga-jaga. Berjaga-jaga itu sebenarnya adalah suatu ibadah rohani dalam doa yang tekun (steadfast prayer) di bawah tudungan kemurahan Tuhan, sebab Hakim akan hadir di bumi bersama para malaikat penuaian-Nya.

    Berjaga-jaga berarti menuruti Roh yang dimungkinkan melalui doa. Oleh karena itu, berjaga-jaga bukanlah menurut intelek, melainkan tidak dapat dipisahkan dari doa atau diungkapkan melalui bahasa nubuat "tutuplah pintumu." Dalam pelayaran sebuah kapal, kapal tersebut harus berada dalam keadaan kedap air (watertight atau tertutup rapat) agar tidak karam. Nuh menerima kasih karunia Tuhan, tetapi tangan Tuhan yang menutupi bahtera itulah kemurahan (mercy) Tuhan yang melindungi bahtera agar dapat mengharungi murka hukuman banjir besar.

    Sikap berjaga-jaga dijelaskan secara lebih tepat melalui perumpamaan kedatangan Kerajaan Allah, yang diumpamakan seperti lima gadis bijaksana yang memiliki sumbu lampu yang selalu menyala serta minyak yang cukup saat menanti kedatangan mempelai pria.

    Roh seorang percaya ditahirkan oleh kesetiaan Kristus dalam mengampuni dosa-dosa. Namun, seseorang masih perlu berseru dan memohon perlindungan (covering mercy from God of heaven) pada hari Tuhan dan di sepanjang masa murka Tuhan ditumpahkan oleh Hakim yang turun ke bumi. Nabi Musa menerima kasih karunia Tuhan, tetapi dalam hadirat Hakim-YHVH di atas Gunung Sinai, ia memerlukan kemurahan Allah (mercy from God of heaven), yaitu telapak tangan Tuhan yang menutupi Musa dalam ‘lekuk’ gunung batu agar ia dapat bertahan untuk melihat kemuliaan Tuhan. Sebenarnya, hanya satu sahaja ‘lekuk’ batu yang dekat sekali dengan Allah bapa, iaitu Yesus Kristus!

    Adam dan Hawa telah dianugerahi pakaian dari kulit binatang sebagai tudungan (mercy) yang dibuat dari Firman Tuhan, meskipun mereka telah dihukum Tuhan karena memberontak. Dengan tudungan itu, mereka dapat bertahan menghadapi semarak kemuliaan hadirat Roh Tuhan yang Mahakudus. 

    Pakaian dari Firman itu bernubuat tentang mercy from the God of heaven. Dengan tudungan (covering) itu, meskipun roh Adam dan Hawa berada dalam keadaan cemar (impure) berhadapan dengan Roh Tuhan yang murni (pure), mereka masih dapat bertahan dalam hadirat semarak Roh Tuhan yang menghanguskan. Demikian pula halnya dengan Nuh yang telah memasuki bahtera, kemudian pintu bahtera itu diberi tudungan oleh telapak tangan Tuhan.

    Filem Hollywood sering menyajikan cerita yang bertentangan dengan pesan nubuat Firman Suci. Dalam filem Noah, adegan merekam bahwa karakter Nuh-lah yang menutup pintu bahtera tersebut. Padahal, Kitab Suci secara jelas menyatakan bahwa Tangan Kanan Tuhanlah yang menutup pintu bahtera itu.

    Nabi Musa juga menerima tudungan (covering) dari telapak tangan Tuhan ketika ia diperlihatkan kemuliaan YHVH yang turun di Gunung Sinai. Tidak cukup bagi Musa sekadar menerima kasih karunia Tuhan saja; Nabi Musa harus beriman sepenuhnya kepada suara Firman Tuhan yang memerintahkannya memasuki suatu ‘lekuk’ di atas gunung batu Sinai, yang kemudian ditutupi oleh telapak tangan Tuhan. Demikianlah cara kemurahan Tuhan menutupi roh Musa agar ia dapat bertahan melihat hadirat kemuliaan Tuhan.

    Dalam Perjanjian Baru, yaitu "Jalan" yang disempurnakan, tangan kanan Tuhan yang menutupi Nabi Musa bernubuat secara konsisten mengenai kemurahan Kristus. Ia duduk di sebelah kanan Bapa dan senantiasa mengampuni serta menudungi kita, karena "...hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah Tuhanku, memberi keselamatan bagi kita" (Mazmur 68.20).

    Telapak tangan Tuhan yang menutupi lekuk batu di atas gunung batu adalah tipologi karya Kristus yang tidak putus-putus memberikan jubah tudungan (covering) bagi roh kita. Raja Daud bernyanyi: "He is the rock of my salvation." Di atas gunung batu keselamatan itu, setiap orang percaya yang menelusuri perjalanan iman (spiritual sojourner) akan menemukan lekuk bagi rohnya sendiri di dalam kekayaan kemurahan Kristus, sebagaimana yang pernah dialami oleh Nabi Musa di atas Gunung Sinai untuk melihat kebaikan dan semarak kemuliaan hadirat Roh Tuhan.

    Begitu pula Imam Harun dan keturunannya harus mengimani tudungan pakaian jubah kudus (the holy linen tunic) yang dibuat menurut Firman dan dikenakan sesuai ritus Hukum Taurat sebagai tudungan ketika memasuki hadirat Raja YHVH di Kamar Mahakudus (the Holy of Holies). Setiap orang percaya yang melihat kemuliaan Tuhan sebenarnya tidak hanya dianugerahi kasih karunia, tetapi juga diberikan kemurahan (mercy) yang menutupi rohnya agar ia dapat bertahan melihat semarak kemuliaan hadirat Tuhan.

    Nabi Yesaya bernubuat agar umat Tuhan tidak sekadar "memasuki kamar", tetapi juga harus "menutup pintu sesudah masuk" ke dalam kamar (bahtera). "Menutup pintu" berarti secara berkesinambungan mengimani kuasa tudungan telapak tangan kanan Tuhan, yaitu Kristus. Demikian pula halnya dengan Nabi Elia yang menutupi kepalanya dengan jubahnya sendiri ketika ia berdiri di mulut gua di Gunung Horeb (1 Raja-raja 19). Tindakan Elia menutupi kepalanya dengan jubah mengungkapkan hal tudungan (covering) yang menuruti suara Firman Tuhan. Nabi Elia telah memasuki semarak hadirat Theophany Tuhan.

    Roh Tuhan konsisten dengan Firman-Nya, di mana Ia memerintahkan semua orang percaya yang memasuki semarak hadirat-Nya agar memiliki tudungan rohani (spiritual covering) yang menuruti Firman Allah (the Word of God). Jika tidak, kita akan berusaha menutupi roh kita sendiri menurut intelek manusia, atau ringkasnya Kitab Suci menyebutnya sebagai "mengenakan pakaian dari daun pohon ara" (sewn fig leaves), sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Adam dan Hawa.

    Tudungan (divine mercy) yang sejati sepenuhnya berasal dari suara Firman Allah (the voice of the Word of God), yaitu Kristus. Bagaimanapun juga, semua orang percaya adalah keturunan Adam, dan ada pepatah yang mengatakan "the fruit does not fall far from the tree" (buah jatuh tidak jauh dari pohonnya). Namun, semua orang percaya akan memperoleh pengertian dan pengetahuan dari mereka yang terdahulu mengenai JALAN, PINTU, KUNCI dan JUBAH KEBENARAN untuk bergaul karib dengan Roh Tuhan, seperti Adam, Habel, Nuh, Musa, Daud, dan Elia. Raja Salomo memberikan kesaksian bahwa "dari mulut Tuhan (para nabi), keluarlah pengetahuan dan pengertian" (Amsal 2.6).

    Raja Daud, yang diketahui memiliki lapan istri dan koleksi gundik yang lebih dari sepuluh, bersaksi bahwa seseorang percaya dapat bertahan di hadapan hadirat semarak kekudusan Tuhan dengan menuruti suara Firman Allah (the Word of God). ‘Suara’ yang dimaksudkan Daud itu ialah suara Kasih Karunia! Adam menuruti suara Firman Tuhan dengan menerima ‘jubah kebenaran’ dari tipologi Kristus--kulit binatang. Musa masuk ke dalam "lekukan" di gunung batu dan ditutupi oleh tangan Tuhan menurut suara Firman YHVH yang diucapkan oleh Tuhan sendiri. Itu tipologi tentang peradamaian dengan Tuhan atau diperdamaikan--Kristus tersembunyi.

    Imam Harun menutupi dirinya dengan holy linen tunic yang dikenakan ketika memasuki Kamar Mahakudus menurut ketentuan Taurat. Elia menutupi kepalanya dengan jubahnya menurut suara sepoi-sepoi angin (the Word of God) ketika ia melarikan diri ke Gunung Horeb. Raja Daud dapat bertahan setiap kali ia masuk ke dalam hadirat Tuhan yang semarak dengan menyeru kuasa penebusan Tuhan (the redeeming power of God) yang menanggung penderitaan dosa dan menutupi roh Daud.

    Rasul Yohanes dalam Kitab Wahyu 7:14 menyampaikan Firman bahwa "orang-orang yang berjubah putih" adalah mereka yang mengenakan pakaian (covering) yang telah dicelup dalam darah Yeshua Kristus. Maka, semua orang yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan tidak hanya menerima Kasih Karunia Tuhan, tetapi juga telah belajar untuk "memasuki kamar" menurut Firman Allah sebagai tudungan rohani. Sebab, siapakah yang dapat bertahan dalam hadirat api semarak Roh Tuhan?

    Dalam kasus kedatangan Hakim (Yesus Kristus) yang turun dari surga, semua orang yang diperdamaikan dengan Tuhan melalui misi Raja Damai akan "memasuki kamar dan menutup pintunya." "Memasuki kamar dan menutup pintu" sebagaimana yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya dalam Yesaya 26.20-21 adalah Firman Allah yang menyingkapkan kebenaran mengenai cara menghadapi semarak hadirat Hakim di bumi. Daud bernyanyi, "Your mercy is higher than heavens." Oleh karena itu, semua orang percaya harus mengimani kemurahan Tuhan yang lebih tinggi dari langit (higher than heavens) dengan menyeru kuasa tudungan rohani Tuhan ketika semarak kemuliaan Hakim turun.

    Memasuki kamar adalah anjuran nubuat Ilahi untuk diperdamaikan dengan Roh Tuhan, sedangkan "menutup pintu" adalah tudungan rohani (pleading mercy) yang berkesinambungan ketika hadirat Hakim turun ke bumi. Jangan disalahpahami arti "menutup pintu" dengan frasa "tabir pemisah yang terbelah dari atas sampai ke bawah," karena kedua hal tersebut memiliki maksud yang berbeda. Memohon belas kasihan Tuhan (pleading Divine Mercy) adalah maksud dari frasa nubuat "menutup pintu" dalam Yesaya 26.20, agar mereka yang diperdamaikan dan ditudungi oleh kemurahan Tuhan dapat melihat kemuliaan Hakim yang turun dalam awan-awan yang bergulung. Siapa yang akan melihatnya? Hal itu bergantung pada kehendak-Nya.

    Nabi Daniel memohon belas kasihan Tuhan ketika mereka berada dalam pembuangan di Babel (they plead mercy from the God of heaven). Hukuman diputuskan dari Pengadilan Surga (Court of heaven), dan "Your mercy is higher than the heavens." Maka, Kasih Setia dan kemurahan Tuhan adalah kuasa yang lebih tinggi daripada surga. Kasih dan kemurahan Tuhan adalah kuasa tertinggi dalam pribadi Tuhan.


Apakah yang perlu dipegang untuk menghadapi hari-hari kecelakaan? Apakah ada harta kekayaan yang dapat menyelamatkan roh manusia?

    Harta kekayaan yang kekal abadi bagi pengikut Kristus adalah Harta Sion: ketujuh lapis Roh Tuhan! Tuhan Yahweh, ketika memberikan janji pembaruan kepada umat-Nya (Bani Israil yang tidak setia memegang perjanjian), menyingkapkan rahasia harta masa depan Sion (Gereja) dalam Yesaya 33.6. Nabi Yesaya menyampaikan nubuat: "Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan Tuhan, itulah harta benda Sion." (Yesaya 33.6).

    Banyak di antara kita yang berpendapat bahwa pengetahuan untuk memegang harta benda Sion hanya layak diulas oleh golongan elit, pendeta, atau rohaniwan. Namun, Yesus berfirman dengan sangat jelas: "kepadamu diberikan karunia untuk mengetahui rahasia tujuh lapis Roh Tuhan" Harta Sion, yaitu Roh Kudus, dikaruniakan kepada setiap imamat yang rajani. Maka, roh hikmat itu berasal dari karya ketujuh lapis karunia yang datang secara pribadi. Walaupun kita dimeteraikan dalam sakramen yang satu, karya ketujuh lapis Roh Kudus haruslah diseru dan dipohon setiap hari sebagaimana kita menyeru Nama, Jalan, Pintu, dan Kunci: Kristus.

   Dalam perjalanan iman, setiap pengikut Kristus bertumbuh dalam iman karena senantiasa memakan manna. Kita "makan" karena karya "roh takut akan Tuhan" yang menimbulkan rasa "lapar." Tanpa makan, tidak akan ada pertumbuhan rohani. Membaca Firman tanpa berdoa adalah pemahaman pada tingkat mental. Namun, berdoa dan membaca Firman adalah tingkat rohani; inilah yang dimaksud dengan makan. Tuhan tidak akan turun menganugerahkan karya roh hikmat dan roh pengertian jika tidak ada kegiatan "makan" yang berkesinambungan.

    Raja Daud menyingkapkan kunci untuk bergaul karib dengan Roh Tuhan seperti lirik lagunya dalam Mazmur 25.14: "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” Mereka yang karib dengan Tuhan adalah orang-orang yang dianugerahi karya karunia "roh takut akan Tuhan" yang melekat pada Roh Kudus. Karena karunia tersebut dapat datang dan pergi, kita harus senantiasa menyeru dan memohon hadirat-Nya siang dan malam.

    Yesus berfirman bahwa apabila Roh Penghibur (Roh Kudus) itu datang: "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku." (Yoh 15.26). Itulah "roh pengertian" yang akan memberikan pengenalan akan Yang Mahakudus.

    Roh hikmat dan roh pengertian didahului oleh karya "roh takut akan Tuhan." Walaupun ketujuh karunia itu ada pada Roh Kudus dan melekat secara serentak, karyanya disingkapkan secara jelas oleh Firman Tuhan. Karunia "roh takut akan Tuhan" inilah yang menyalakan (switching on) roh si penerima anugerah Tuhan, sehingga rohnya mulai menangkap realitas Roh Tuhan, atau yang disebut sebagai "permulaan hikmat" (The fear of the Lord is the beginning of Wisdom).

    Roh Hikmat adalah realitas Kristus karena di dalam Kristuslah tersembunyi segala hikmat. Jika Anda mulai mendengar suara-Nya, melihat penglihatan-penglihatan, dan bermimpi tentang realitas Roh Tuhan, itulah yang dimaksud dengan "permulaan Hikmat." Ini juga yang dinamakan permulaan hubungan dengan Kristus (relationship with Christ). Dari titik inilah pengikut Kristus memulai perjalanan iman sebagai manusia rohani yang dewasa.

    Raja Salomo, yang telah lebih dahulu mengenal karya Roh Tuhan Tujuh Lapis berbanding kita, yaitu pada masa pemerintahannya antara tahun "1017 SM hingga 978 SM" (Simin), menyingkapkan kepada kita: "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian." (Amsal 9.10). Maka, dalam menelusuri perjalanan iman, setiap orang percaya harus memegang apa yang telah diberikan kepadanya, yaitu ketujuh lapis Roh Kudus.

    Tuhan itu Mahaadil karena kekuatan iman terletak pada hadirat ketujuh lapis Roh Kudus dan hadirat malaikat-malaikat Tuhan, bukan pada kemampuan intelek. Tanpa urapan atau hadirat Roh Kudus, tidak akan ada kekuatan untuk meneruskan perjalanan iman. Jika demikian, rumput hijau pun akan layu dan orang dewasa pun akan terhuyung-hayang berjalan.

    Tanpa kekuatan roh untuk melakukan kehendak Roh Tuhan, kita hanya akan bergantung pada kekuatan pikiran/otak. Padahal, pikiran/otak adalah pusat kehidupan daging. Sementara itu, kehendak Roh Tuhan atau Firman dilaksanakan dengan kekuatan Roh Tujuh Lapis, yaitu urapan hadirat Roh Kudus. Hanya dengan kekuatan yang dianugerahkan oleh Roh Kuduslah terdapat kemenangan. Tidak ada kemenangan bagi mereka yang melakukan kehendak Firman dengan kekuatan otak semata.

    Setiap orang yang memahami kehendak Tuhan akan melakukan kehendak-Nya dengan pengakuan bahwa tanpa Kristus, mustahil untuk berkenan kepada Allah Bapa. "1 Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15.1, 5). 

    Di luar Jalan, Pintu, dan Kunci, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Roh Kristus berbicara: "Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu." (Wahyu 3.11). 

    Apakah yang Anda pegang? Harta Sion, harta dunia, atau kedua-duanya? Harta dunia tidak dimungkiri sangat penting untuk kehidupan sementara sewaktu masih terbalut daging, namun kehidupan kekal abadi menuntut kita untuk memegang "Harta Sion." Yesaya menyingkapkan: "Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan Tuhan, itulah harta benda Sion." (Yesaya 33.6). 

    Bagaimana Anda memegang harta itu? Kita memegangnya dengan kerendahan roh (lowly in spirit), mengakui bahwa roh kita tidak memiliki napas kehidupan kekal tanpa Kristus. Pengakuan yang terus-menerus itu adalah manifestasi perbuatan untuk menjadi ranting pada Pokok yang sejati. Yesus bersabda: "karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius 6.21).

    Sebagaimana ranting tidak berdaya untuk hidup tanpa melekat pada pokoknya, demikian pulalah rancangan (design) roh kita yang membutuhkan ketergantungan pada ketujuh lapis Roh Tuhan. Karena roh kita berasal dari keadaan yang "terluka" dan kita senantiasa menambah luka-lukanya, kita membutuhkan Kristus tanpa henti. Sebagaimana tubuh memerlukan makanan untuk terus hidup, demikian pula ranting harus terus bergantung pada pokoknya untuk hidup. Kristus berfirman: "sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5). "dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53.5).

    Jika esok hari kita masih membuat "luka-luka" kehidupan, berpeganglah pada kesetiaan Kristus. Janganlah berpegang pada kekuatan diri sendiri. Kita diterima oleh Roh Allah Bapa karena kesetiaan Kristus, meskipun kita terbukti tidak setia! Siang dan malam, kesetiaan Kristus tidak pernah berhenti! Hanya Kristus satu-satunya yang 100% setia menggenapi dan menyempurnakan Firman! Oleh karena itu, berpeganglah pada kesetiaan Kristus yang memberikan kemenangan atas dosa-dosa. Jangan mengusahakan kesetiaanmu menurut kapasitas intelek semata.

    "Siang dan malam tak henti-henti" ialah kesetiaan Domba Allah! Jika roh kita sampai di surga, itu adalah anugerah Tuhan dan bukan hasil usaha kita. Harta Sion, yaitu Sevenfold Spirit of Menorah, adalah Kristus. Karena kesetiaan Kristuslah kita dapat mempersembahkan korban syukur siang dan malam. Jika keselamatan bergantung pada kesetiaan kita, tentu sangat sulit untuk mengucap syukur! Keselamatan dianugerahkan karena kasih setia Kristus.

    Kita selamat karena Firman Allah tidak gagal dalam kesetiaan-Nya. Dan ‘nama’ -Nya ialah Firman Allah (Wahyu 19:13 b).  Hampir semua kisah "pembenaran" orang-orang percaya dalam Perjanjian Lama mencatat bahwa dosa-dosa orang percaya diselesaikan melalui persembahan korban penebus dosa (the way of expiation through sin offerings). Terdapat beberapa pengecualian, seperti Nabi Yesaya yang ditahirkan Tuhan melalui pelayanan malaikat serafim dalam Yesaya 6. Demikian pula halnya dengan Nabi Daniel yang dibenarkan dan ditudungi Tuhan ketika Tuhan atau utusan-Nya (malaikat) datang kepadanya karena Daniel dan sahabat-sahabatnya memohon kemurahan (mercy) Tuhan (lihat Daniel 2:18). Kita juga tahu bahwa Raja Daud bernyanyi: "...Your mercy is higher than heavens."

    Oleh sebab itulah penulis Kitab Ibrani menjelaskan bahwa "hampir semua pembenaran..." adalah sah melalui penumpahan darah. Namun, kematian Domba Allah di kayu salib adalah pernyataan kasih dan kemurahan Tuhan yang menyempurnakan seluruh pengertian mengenai pribadi Tuhan yang pengasih, penyayang, maha penyayang, dan maha pengampun. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk mengasihi sesama manusia karena itu adalah perintah kasih: Tuhan itu sendiri adalah Kasih! Kasih dan kemurahan adalah satu dan tidak dapat dipisahkan. Tuhan menganugerahkan kemurahan kepada siapa saja yang beriman kepada kemurahan-Nya.

    Jika kita mengasihi, maka kita adalah sahabat-sahabat Yesus. "9 Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.10 Jikalau kamu menuruti perintah Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (eKatolik, Yoh. 15.9-10,12,14)

    Rasul Paulus bersaksi bahwa "sebelum iman itu datang, kita (Ibrani) berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita (Ibrani) sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman." (Galatia 3:23-24). 

    Paulus melihat bahwa seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" (Galatia 5.14). Apabila kita gagal menurutinya, kita perlu percaya 100% kepada kesetiaan Kristus dan mengakui dosa-dosa kita kepada Domba Allah. Oleh karena kesetiaan kasih Kristus yang nyata dinyatakan melalui karya-Nya yang sempurna dan setia sebagai "Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia," kita dapat mempersembahkan korban syukur siang dan malam tanpa henti, hingga pergantian "siang dan malam" itu akan berhenti... kelak.  

    Paulus berkata bahwa kamu adalah anak-anak terang! Oleh karena itu, perihal "hari dan saat" bukanlah suatu misteri, melainkan rahasia Tuhan yang dapat diketahui apabila kita memohon karunia yang akan dianugerahkan oleh Allah Bapa. "Hari dan saat" kedatangan Kristus yang kedua jelas dapat dilihat dengan "mata roh", yaitu penglihatan alam roh (lapisan-lapisan surga) yang akan terbuka ketika Kristus turun ke bumi.

    Hal itu dinubuatkan sebagai "awan-awan bergulung seperti gulungan Kitab." Hal tersebut telah disampaikan oleh malaikat dalam Kisah Para Rasul 1.6-11 dan juga Wahyu 6.14. "Hari dan saat" Kristus hadir dan turun ke bumi juga diungkapkan: "sebagaimana kilat memancar dari timur dan melontarkan cahayanya ke barat" (Matius 24:27; Wahyu 8:5). Yang dapat melihat "hari dan saat" itu adalah anak-anak terang.

    Namun, SEBELUM "hari dan saat" itu tiba, Tuhan akan memanggil langit dan bumi (Mazmur 50:4-6). Langit yang dipanggil Tuhan akan memperlihatkan "bintang-bintang berjatuhan," dan bumi yang dipanggil akan memperlihatkan "gempa bumi," yaitu pemenuhan pemberitaan keadilan Hakim menurut nubuat dalam Kisah Para Rasul 2:20-21, Wahyu 6:12-13, serta Matius 24:29. Hal itu diungkapkan sebagai "pemberitaan langit" (Mazmur 50:4-6). Nubuat Wahyu 6:12-13 merupakan murka Tuhan saat mengadili umat-Nya di bumi sebelum Hakim turun ke bumi. Hal ini juga menggenapi pemberitaan "nama" ("misi atau karya tangan") Tuhan sebagai Hakim melalui pemberitaan "langit" (Mazmur 19:1-2 dan Mazmur 50:4-6).

    Sebagaimana Nuh yang "memasuki bahtera" selang 7 hari sebelum tingkap-tingkap di langit mencurahkan air selama 40 hari 40 malam, serta sebelum meluapnya air dari dalam bumi, demikian pulalah seharusnya anak-anak terang senantiasa "memasuki kamar" dan ditudungi oleh kemurahan (mercy) Tuhan (Yesaya 26.20-21) sebelum dan di sepanjang murka Hakim ditumpahkan ke bumi. Nabi Daniel dan sahabat-sahabatnya adalah di antara orang-orang yang diangkut bersama rombongan umat Tuhan yang telah diadili, dihakimi, dan dihukum Tuhan, lalu mereka menjalani pembuangan di Babel. Daniel dan sahabat-sahabatnya dicatat: "they plead mercy from the God of heaven."

    Maka, tahulah kita mengapa Raja Daud bernyanyi "...Your mercy is higher than heaven." Jika Daud menyanyikan lirik yang demikian, apakah kuasa tertinggi dalam pribadi Roh Tuhan? Tuhan itu "Kasih," dan sifat-Nya yang maha pengasih (merciful) tidak dapat dipisahkan dari kasih-Nya. Bahkan, Sang Penebus diutus karena kasih dan kemurahan Tuhan kepada umat manusia (Yoh. 3.16). Meskipun Ia akan datang sebagai Hakim, 'jantung'-Nya tetap sama dan tidak berubah. Kristus berfirman bahwa mengenal Allah dan mengenal Dia yang diutus oleh Allah Bapa adalah hidup yang kekal.



   

 

Sitasi

Alkitab Terjemahan BaruVersi 5.3.3, eKatolik/Infinitech Indonesia, 2026. Google Play Store app.

Simin, Joannes. "The Interpolated Chronologies in the Old Covenant based on Prophecies,” 31 Oct. 2014, Intellectual Property Official Notification, MyIPO, Malaysia. Manuskrip tidak diterbitkan. 

 

Selasa, 12 April 2016

'Jalan' Salib Suci Raja Damai menuju 'Jalan' Puting Beliung Sang Hakim

By Joannes Simin


"Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia” (Lembaga Alkitab Indonesia, Matius 24:27)




    
Sejak tahun 33 M hingga sekarang (tahun 2016 M), seluruh bangsa di bumi telah dianugerahkan "Jalan" Pendamaian selama 1.983 tahun. Jalan pendamaian ini bermula di Kayu Salib Suci Yesus Kristus. Nabi Yesaya bernubuat tentang "Pendamaian" yang dianugerahkan oleh Raja Damai tersebut melalui frasa profetik "masa keamanan" (Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Yesaya 33:6).

Ringkasnya, menurut pemahaman penulis, "Hari Tuhan" dimulai dengan pemberitaan keputusan oleh Tuhan yang disampaikan melalui ‘mulut’ Tuhan: “Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi (Lembaga Alkitab Indonesia, Amos 3: 7). “Nama” Tuhan (misi atau karya Tuhan) akan diproklamasikan di bumi. Contohnya:

·   Hari Tuhan, Paskah Tuhan di Mesir: dimulainya misi penebusan YHVH terhadap bangsa Ibrani melalui penyampaian oleh nabi Musa;

·    Hari Tuhan, Paskah Tuhan Yesus: dimulainya misi pemilikan Domba Tuhan atau Raja Damai atas bangsa-bangsa yang percaya kepada penebusan Yesus; dan ia disaksikan dan diproklamasikan oleh nabi Yohanes pembaptis;

·  Hari Tuhan, Pentakosta: dimulainya misi Roh Kudus mengalirkan kuasa penebusan, kuasa keselamatan, serta kuasa penghukuman atas bangsa-bangsa. Semua rasul-rasul yang diurapi memberitakan kedatangan roh urapan itu.


    Dalam kasus kedatangan Kristus yang kedua, "Hari Tuhan" adalah permulaan penyempurnaan penghakiman dan penghukuman. Yesus sendiri telahpun memberitakan kedatangannya dalam Matius 24.  Tanda-tanda kedatangannya di Sorga, Langit dan bumi ada diberitakan oleh Yesus dalam Matius 24: 27-31.

    Nama Hakim yang akan turun bagaikan "awan-awan bergulung seperti gulungan kitab" itu adalah penglihatan roh yang disaksikan oleh semua orang rohani dari seluruh bangsa di dunia. Mereka akan melihat dengan mata roh perihal realitas alam roh Ilahi, yaitu "bukaan-bukaan" tujuh lapisan surgawi, hingga tampaklah kemuliaan Sang Hakim.

    Penglihatan mengenai bukaan lapisan-lapisan sorga itu akan kelihatan "bergulung-gulung" karena para malaikat yang bersama-Nya akan membuat bukaan-bukaan tersebut seperti gulungan kitab. Sebagaimana dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul: "Dan berkata kepada mereka: 'Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga" (Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Kisah Para Rasul 1:11)


                                 
"...akan kembali dengan cara yang sama..." (LAI, Kis. 1: 11)

27 For as the lightning comes from the east and flashes as far as the west, so will be the coming of the Son of Man (NRSVCE, Matthew 24: 27)


    
Mereka dengan taat melakukan kehendak Sang Hakim dengan mendengarkan "suara" Firman (Hakim) (Mazmur 103:20), lalu setelah itu para malaikat akan mulai memeteraikan "meterai Allah yang hidup" pada dahi seluruh 144.000 orang (yang mewakili pemulihan rumah rohani Yakub ~"wanita profetik"~ (LAI, Hosea 2:19), serta "anak-anak" (orang-orang percaya dari antara bangsa lain yang terpilih) yang tidak terhitung jumlahnya. Kemudian, Ia akan melanjutkan murka penghakiman dan penghukuman-Nya dengan tanda nubuat "memancarkan halilintar" di timur dan cahayanya tampak di barat (LAI, Mat. 24:27; Wahyu 8:5).

    Tanda "halilintar" ini tidak ditemukan di sepanjang zaman Raja Damai karena penghakiman dan penghukuman dilaksanakan oleh misi Roh Kudus di bumi. Kehadiran Kristus pada "Hari Tuhan" tersebut merujuk pada permulaan karya Kristus sebagai Hakim di bumi, yang akan menyempurnakan meterai ke-7. Murka Hakim yang telah turun itu akan mulai terlihat sebagaimana nubuatan (LAI, Matius 24:27). Tanda ini akan dimulai pada ayat Why. 8:5 dan seterusnya: "halilintar" dapat terlihat pada setiap murka sangkakala dan cawan murka Tuhan hingga cawan yang ketujuh (NRSVCE, Revelation 11:15-19).

    Walaupun tidak dinyatakan secara tertulis bahwa ada "halilintar" dalam setiap murka sangkakala maupun pada setiap cawan murka Tuhan, kata nubuat "halilintar" tersebut sebenarnya merujuk kepada kehadiran Kristus sebagai Hakim di bumi untuk menyempurnakan penghakiman dan penghukuman atas semua bangsa, termasuk bangsa Israel (baik penyembah Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru) yang dimulai dari Why. 8:5 hingga Why. 11:15-19.

    Bahkan, kedatangan Kristus juga bertujuan untuk menangkap si Ular Tua dan mengikatnya selama seribu tahun. Doa Bapa Kami "Kerajaan-Mu datanglah..." pun akan disempurnakan di bumi secara menyeluruh sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Wahyu 11:15-19. Tanda "halilintar" ini hanya dapat dilihat dan dipahami melalui mata rohani bagi mereka yang senantiasa "masuk ke dalam kamar" (Yesaya 26:20-21).

    Sederhananya, "halilintar" bermakna bahwa kehadiran Kristus sebagai Hakim ada di bumi ini. Oleh karena itu, kita memahami alasan Roh Kudus tidak dikaitkan dengan "halilintar"; hal ini bertujuan agar orang-orang yang percaya kepada Raja Kristus dapat membaca tanda-tanda zaman (Lihat Matthew 24:27). Kehadiran murka Tuhan adalah seperti pergerakan "puting beliung". Nabi Nahum bernubuat perihal kehadiran Tuhan sebagai Hakim yang menghakimi dan menghukum.

    Penglihatan Nabi Nahum menjelaskan dan menyingkapkan pergerakan murka-Nya seperti dalam "puting beliung, badai (angin), dan awan" (Nahum 1:3): "TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya."

    Halilintar memang selalu menyertai kehadiran Sang Hakim yang terlihat seperti "puting beliung". Dengan kata lain, pergerakan murka roh Sang Hakim disaksikan oleh mata rohani seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Nahum (teofani Sang Hakim). "Puting beliung" yang datang tersebut tampak dalam penglihatan roh seperti "gulungan kitab" (yang di sekelilingnya terdapat kegelapan pekat).

    Oleh sebab itu, kedatangan Kristus (Sang Hakim) yang kedua kali dinubuatkan dan dikaitkan dengan "halilintar" dan "gulungan kitab". Namun, halilintar dan puting beliung ini tidak dilihat secara harfiah, melainkan disaksikan secara serentak oleh mata rohani manusia (gandum) dari seluruh bangsa di dunia. Apakah rincian makna "halilintar" tersebut menurut Roh Nubuatan?


                           
Nahum 1: 3: "...Ia (Roh Hakim) berjalan dalam puting beliung. .."
The pathway of Divine Wraths.   
      
 Sumber imej: <http://wallpaper scraft .com/download/tornado_natural _disaster _danger _dark _storm_48160/3840X2160>


"...bagaikan gulungan Kitab..." (LAI, Wahyu 6: 14) Kita bukan melihat puting beliung gergasi secara harfiah, akan tetapi bahasa 'roh' itu memberitakan realiti "Roh Tujuh Tanduk, Tujuh Mata, dan Tujuh Roh" yang datang dalam kedatangan Kristus ke-2, dilihat oleh mata roh seperti puting beliung. Kemuliaan akan Roh Tuhan ini hanya dilihat oleh mereka yang senantiasa "...masuk kamar..." (LAI, Yesaya 26: 20-21).

Sumber imej: Amazing Thunderstorm Wallpaper. 15 April 2016 <http://webneel.com/wallpaper/amazing-thunder-storm-wallpaper/wallpaper >

        

²Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; ³dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. ⁴Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. ¹⁵Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, ¹⁶tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan Nabi Yoel: ... ¹⁷Akan terjadi pada hari-hari terakhir—demikianlah firman Allah—bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. ¹⁸Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. ¹⁹Dan Aku akan mengadakan mukjizat-mukjizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. ²⁰Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah SEBELUM datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. ²¹Dan barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." (LAI, Kisah 2:2-21).

²⁷Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. ²⁸Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun." ²⁹"Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. ³⁰Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Matius 24:27-30).

Mazmur Asaf. 

³Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat. ⁴Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya: ⁵"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan: ('Jalan penebusan')!" ⁶Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela ¹⁵...berserulah kepada-Ku pada masa kesesakan, dan Aku akan meluputkan engkau dan engkau akan memuliakan Aku. (LAI, Mazmur 50:3-5, 15).

    Pengadilan akan lebih dahulu berlaku atas umat-Nya seperti dalam Wahyu 2 dan Wahyu 3. Hakikatnya, pengadilan dan penghakiman atas umat-Nya sudah dimulai dan dilaksanakan sejak kelahiran gereja, yaitu sejak Pentakosta. Namun, hal itu dilaksanakan oleh misi Roh Kudus. Dengan kata lain, agenda Ilahi dalam penghakiman dan penghukuman setelah Altar Surgawi "sudah selesai" di bumi sebenarnya telah dimulai sejak Pentakosta! Hal ini dilaksanakan oleh Roh Kudus. 

    Dalam bahasa Kitab Wahyu, siksaan-siksaan murka Tuhan yang digenapi secara mahakreatif di dalam Meterai 1 sehingga Meterai 6 berada di bawah penyempurnaan oleh misi Roh Kudus. Santo Yohanes bersaksi bahwa di awal era, yaitu setelah hari kelahiran gereja, masa tersebut sudah disebut oleh para rasul sebagai periode bermulanya "akhir zaman". Zaman apa? Zaman gerejani oleh Raja Damai, dan masa ini juga terkandung dalam zaman Bangsa-Bangsa, hingga semua orang yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan dapat dituai oleh Gereja, barulah agenda Penghakiman oleh Hakim-Kristus datang. Hal itu didahului oleh pemberitaan langit.

¹⁸Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir." (1 Yoh. 2:18).

    Era awal gereja adalah last hours (jam-jam terakhir). Zaman gerejani adalah "masa keamanan" oleh Raja Damai, namun juga disebut "akhir zaman" seperti dalam kesaksian Santo Yohanes pada petikan di atas. Pada zaman ini, Gereja menjadi penuai, sedangkan Penabur adalah Anak Manusia yang duduk di sebelah kanan Bapa menurut Ordo Melkisedek. Kelak, apabila Kristus kembali, para penuainya adalah para malaikat! Salib Kristus pada masa 'Perdamaian' menjadikan kita (gereja) the reapers of soul for salvation, tetapi apablia Hakim datang--hanya para malaikat-Nya yang menjadi the reapers!

    Oleh karena itu, di sepanjang "masa keamanan", seluruh penghakiman dan penghukuman dilaksanakan oleh misi kehadiran Roh Kudus dan para malaikat. Saat terakhir bagi akhir zaman bangsa-bangsa akan didahului oleh pemberitaan langit. Seluruh bangsa dan pemerintah bangsa-bangsa akan dihakimi dengan penuh keadilan. Zaman bangsa-bangsa lahir di Menara Babel (Kejadian 11). Setelah Meterai 6 berlalu, tugas-tugas penuaian akan diambil alih oleh para malaikat (harvesters) dan gereja juga turut dihakimi. Hakikatnya, pemberitaan langit itu sudah ada sejak awal dan sejak zaman purbakala sesuai wahyu Yesaya dalam Kitab Yesaya 46:10

    Bagaimana "langit" memberitakan pekerjaan tangan Tuhan? Nabi Asaf bermazmur, "Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya:" (Mazmur 50:4). Namun, hal itu akan disusul oleh Roh Kudus yang masih melaksanakan misi Raja Damai. Kita berada pada detik-detik peralihan dua nama (karya), yaitu Raja-Damai-Kristus dan Hakim-Kristus. Oleh sebab itu, meskipun Roh Kudus menghukum dengan penuh keadilan atas umat-Nya sebagaimana pemberitaan langit dalam Yoel 2:28 dan Kisah 2:20, Roh Kudus masih akan terus melaksanakan misi Raja Damai untuk penghiburan dan pemulihan. 

    "Langit" yang memberitakan karya Kristus sebagai Hakim akan berbunyi: "Matahari akan berubah menjadi gelap gulita, bulan menjadi darah, sebelum datang harinya Tuhan." Kata nubuat "sebelum", yaitu pemberitaan langit dalam Kisah 2:20, juga merujuk kepada pemberitaan langit dalam Matius 24:29 serta meterai ke-6 dalam Wahyu 6:13-14. (Lihat maksud yang disingkapkan oleh pemberitaan langit dalam Mazmur 19:1 dan Mazmur 50:4-6).

    Pemberitaan langit tersebut menyingkapkan agenda Tuhan dalam menghakimi dan menghukum umat-Nya sebelum "hari besar Tuhan". Namun, barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Ini adalah periode peralihan dua nama Kristus, yaitu dari Raja Damai menjadi Hakim. 

    Pada masa peralihan dalam Meterai ke-6 ini, nama Raja Damai masih memperdamaikan, namun nama Roh Kudus (nama-Nya: Firman Allah) ternyata menunjukkan manifestasi penghakiman dan penghukuman dalam Meterai ke-6: gempa bumi dan angin kencang adalah bahasa nubuatan yang mengungkapkan murka Tuhan dalam Meterai ke-6. 

    Meskipun demikian, nama Hakim turut diberitakan oleh langit dalam Meterai ke-6 ini. Namun, kita tahu Ia belum turun hingga pada ayat ke-14, karena sekiranya Ia sudah turun kelak, yang menyusul adalah kata nubuat halilintar. (Matius 24:27-29; Mazmur 50:4-6; Mazmur 19:1).

    Kehakiman Roh Kudus di bumi hanya dinubuatkan dengan kata nubuat api dan angin pada Hari Pentakosta. Hanya YHVH dan Kristus yang kembali sebagai Hakim yang dinubuatkan dengan kata nubuat halilintar, yang bermaksud bahwa Mereka telah hadir dan turun di bumi! (Matius 24:27; Keluaran 19; Wahyu 8:5). Ini bukan berarti Roh Kudus tidak mampu membuat halilintar karena Mereka adalah "satu Roh", melainkan karena kesaksian Yesus adalah Roh Nubuatan. Maka, Firman yang disampaikan berhubung karya Roh Kudus di bumi dikaitkan dengan api dan angin sebagai ungkapan kehadiran Roh Kudus. 

    Oleh karena itu, tahulah kita mengapa pada murka Meterai 1 hingga Meterai 6 tidak terdapat kata nubuat "halilintar" (Wahyu 6). Dengan demikian, pahamlah kita tentang perkataan Yesus dalam Matius 24:27 yang berbunyi: "...kedatangan-Nya yang kedua seperti memancarnya halilintar di timur dan cahayanya dilontarkan ke barat." Jelaslah bahwa kehadiran Hakim akan mulai memancarkan halilintar pada ayat ke-5 dalam Wahyu 8. Dan halilintar itu akan terlihat menyertai Hakim dalam perjalanan murka-Nya hingga Cawan Murka ke-7 (Why. 16:18).

    Biarpun janji baptisan api itu adalah untuk kekuatan dan damai sejahtera Tuhan, Nabi Yeremia bernubuat bahwa api Roh Kudus juga merupakan api penghakiman dan penghukuman. Api tersebut bukan saja menuntun umat-Nya untuk mengenali Roh yang Mahakudus di sepanjang era atau zaman gereja, melainkan juga turut melaksanakan penghakiman dan penghukuman. 

    Maka, akhir zaman bermula pada hari Pentakosta (akhir zaman Bangsa-Bangsa). Saat akhir dari zaman perdamaian akan didahului oleh pemberitaan langit. Masa tersebut (Meterai ke-6) adalah saat peralihan antara dua misi (nama) Kristus, yaitu nama Raja Damai yang telah naik ke surga (untuk menjadi Pengantara) dan akan beralih kepada nama Tuhan Kristus/Hakim-Kristus (yang turun kembali ke bumi). Meterai Allah yang hidup (Why. 7:4) hanya dianugerahkan setelah Yesus turun dalam Meterai ke-6, yaitu pada ayat Why. 6:14. Kehadiran Hakim-Kristus di bumi akan dapat dikenali melalui pemberitaan kata nubuat halilintar dalam Wahyu 8:5. (Lihat halilintar pada pautan Meterai 1 hingga Meterai 7 dalam Why. 6:1 hingga Why. 8:5).

 

                                 

7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 8 dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; ...11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. 12 masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yoh.17: 7 - 13).



Ringkasan kedatangan Hakim Kristus

(New Revised Standard Version Catholic Edition, Matthew 24:27-30)

27 For as the LIGHTNING comes from the east and shines as far as the west, so will be the coming of the Son of man. 28 Wherever the body is, there the eagles[a] will be gathered together.

The Coming of the Son of Man

29 “Immediately after the tribulation of those days the sun will be darkened, and the moon will not give its light, and the stars will fall from heaven, and the powers of the heavens will be shaken; 30 then will appear the sign of the Son of man in heaven, and then all the tribes of the earth will mourn, and they will see the Son of man coming on the clouds of heaven with power and great glory;

 ‘Halilintar/Kilat’ dan Hakim Kristus

Lightning = Halilintar/Kilat

 

Meterai 1 - TIADA "halilintar"--(Hakim di bumi adalah Roh Kudus)

Meterai 2 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

Meterai 3 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

Meterai 4 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

Meterai 5 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

Meterai 6 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

“Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya” (Lembaga Alkitab Indonesia, Wahyu 6:14)

(Di penghujung periode Meterai ke-6, "nama" Hakim Kristus dan "nama" Hakim Roh Kudus akan kedua-duanya ada di bumi secara serentak, dan mereka adalah 'Satu' Roh; apabila dua pribadi Tritunggal hakim bergabung di bumi, ini akan menggenapi nubuat misterius katolik tentang "dua bintang yang menjadi satu." Sebelum Kristus kembali, Roh Kuduslah yang senantiasa melaksanakan pekerjaan Hakim di bumi. Setelah Kristus kembali ke bumi, Roh Kudus tidak akan lagi empowering 'gereja' untuk menjadi the reapers of souls on earthReaping akan dibuat oleh para malaikat Tuhan. Oleh karena itu, semua orang percaya diseru untuk 'masuk kamar’ (Yesaya 26:20-21), memohon belas kasihan Tuhan Hakim, siang dan malam tidak henti-henti, sebab di luar sana ada peperangan di mana-mana antara para malaikat Tuhan dan para malaikat Satan.  Ini mengingatkan kita di zaman Yahweh dahulu di Tanah Perjanjian--ada Tuhan yahweh dan ada juga Tuhan Roh Kudus. Jangan bimbang kerana "Jantung" Tuhan tidak akan berubah meskipun "karya-Nya" bertambah sekembalinya ia ke bumi sebagai Hakim. Jantungnya akan tetap Kasih Setia dan Great Mercy)


Meterai 7 -ADA "halilintar" muncul di bumi menyertai Hakim: ia berjalan dalam puting beliung (LAI, Nahum 1:3).  Kemunculan 'halilintar' juga dapat dibaca di Wahyu 8: 5 seperti di Matius 24: 27.

... Cawan Murka ke-7 (Why.11: 19) --ADA LIGHTNING. (Hadirat Hakim di bumi diteruskan sampai selesai karya Penghakiman dan Penghukuman.)


3 The Lord (The Judge--returned Christ) is slow to anger and of great might, and the Lord will by no means clear the guilty.  His WAY is in WHIRLWIND and storm, and the clouds are the dust of his feet. (Revised Standard Version Catholic Edition, Nahum 1:3)







Rujukan:

Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Deuterokanonika: Terjemahan Baru. Iman Katolik, www.imankatolik.or.id/alkitab.php?kitab=Yohanes&bab=16&ayat=7-13. Diakses pada 12 April 2016.

The Bible. New Revised Standard Version Catholic Edition, National Council of Churches (NRSVCE), 1989. Bible Gateway, ://biblegateway.com. Accessed 12 April 2016.