Malam hari pencuri datang
Misteri nubuat Yesus tentang "hari dan saat"
Roh
Kristus adalah Ilahi. Dia pasti tahu tentang hari kedatangan-Nya yang kedua,
namun Ia masih tunduk kepada "sukacita takut akan Tuhan," yaitu
sukacita yang penuh dalam melakukan kehendak Bapa. Oleh karena itu, rahasia
tentang hari dan saat itu pun dirahasiakan seolah-olah hanya Bapa yang tahu.
Yesus
belum dimuliakan di hadapan Bapa di surga karena Ia belum menyempurnakan
misi-Nya sebagai Domba Allah ketika Dia bernubuat tentang akhir zaman di lereng
Bukit Zaitun. Menurut kesempurnaan karya Tuhan, "rahasia" kedatangan
Kristus yang hanya diketahui Bapa adalah sempurna dan konsisten dengan segala
pemberitaan nabi-nabi Tuhan sebelumnya. Maka, Yesus yang dibalut daging juga
turut memberitakan bahwa hanya Bapa yang tahu "tentang hari dan saat
itu."
Kenapa Yesus tidak memberitahu “hari dan saat”
Menurut ‘Roh
nubuat,’ nubuatan Yesus Kristus memang konsisten dengan semua pemberitaan Tuhan
melalui mulut-Nya, yaitu nabi-nabi di zaman Perjanjian Lama. Lagipula, Yesus
dikatakan melayani dalam pelayanan sebagai nabi selama tiga tahun, dan kemudian
dalam kematian-Nya, Ia menyempurnakan 'Jalan' untuk menghapuskan dosa-dosa umat
manusia sebagai “korban penebus" (Domba Allah), dan barulah Ia naik ke
surga, serta dimuliakan duduk di sebelah kanan Bapa sebagai Imam Agung Sorgawi
menurut Ordo Melkisedek. Maka, sempurnalah bagi Yeshua ketika Ia sedang
berkhotbah di lereng Bukit Zaitun dahulu untuk secara singkat mengatakan bahwa
hanya "Bapa yang tahu tentang hari dan saat." Dia hanya menyatakan
suatu konsistensi pemberitaan Firman Tuhan, yaitu satu manifestasi kebenaran roh
nubuat yang tidak bertentangan dengan pemberitaan mulut-mulut Tuhan yang
terdahulu.
Ketika Kristus naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Bapa dalam pelayanan-Nya yang selanjutnya sebagai Imam Agung Sorgawi Ordo Melkisedek, maka rahasia tentang "hari dan saat itu" memang secara sempurna dikatakan "hanya Bapa yang tahu." Kelak, Roh Kudus telah diutus oleh Bapa dalam nama Kristus. Karya Kristus disempurnakan sehingga Ia dimuliakan dan duduk di sebelah kanan Bapa. Roh Kudus telah datang dan dicurahkan kepada orang-orang percaya. Orang-orang percaya melihat bahwa selayaknyalah Yesus —ketika Ia dibalut daging manusia dan ketika Ia berbicara di lereng Bukit Zaitun—mengatakan bahwa tentang "hari dan saat itu," hanyalah Bapa yang tahu.
Semua kehendak berasal dari Roh Allah Bapa. Kristus adalah karya tangan kanan Allah Bapa yang telah tunduk seratus persen ketika Ia datang ke bumi sebagai Anak Manusia untuk menyempurnakan misi "Domba Allah yang menghapuskan dosa-dosa dunia." Maka, ketika Yesus berada dalam daging, Tritunggal Mahakudus seolah-olah berbicara di antara mereka, "...kita jangan memberitahu mereka mengenai hari dan saat kedatangan Hakim, katakanlah hanya Allah Bapa saja yang tahu." Ini bukan berarti bahwa untuk selama-lamanya kita tidak akan diberitahu oleh Roh Tuhan. Akan tetapi, pada saat Yeshua masih terbalut daging dan berkhotbah di lereng Bukit Zaitun, keputusan Tuhan mengenai "hari dan saat itu" tidak diperbolehkan untuk dibocorkan oleh-Nya karena hal itu bertentangan dengan "Roh Nubuat."
Roh nubuat sejak semula menyatakan bahwa "hanya Allah Bapa yang tahu." Oleh karena itu, pemberitaan tentang "hari Tuhan itu" haruslah konsisten. Walaupun Roh Yeshua adalah 100% Ilahi, tidaklah sesuai dengan Firman Allah jika Ia mengatakan "Aku tahu...," karena Ia tunduk pada konsistensi Firman Tuhan dan selaras dengan kesaksian Kristus, yaitu Roh Nubuat; sebab sesungguhnya nama Kristus adalah Firman Allah. Kesaksian Kristus tidak bertentangan dengan seluruh pemberitaan Firman karena Ia adalah Ilahi; nama-Nya adalah Firman Allah.
Roh nubuat: Kristus
Roh nubuat berarti pengajaran dan pemberitaan Firman dari Roh Ilahi yang menunjuk dan berpegang pada kesaksian Kristus. Semua pengajaran tentang karya Roh Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci berada dalam pemberitaan Firman yang disebut roh nubuat: ia terfokus kepada Kristus. Tuhan "yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana" (Yesaya 46.10) adalah roh nubuat.
Firman Ilahi dalam Kitab Kejadian bila tersingkap akan saling merujuk kepada Firman Ilahi dalam Alkitab yang di sampaikan oleh nabi yang yang berbeda termasuk firman dalam kitab Wahyu. Ia saling merujuk baik dari awal hingga akhir maupun dari akhir menuju permulaan. Bukankah ada tertulis bahawa satu kali Allah berfirman, kita akan mendengar dua hal? Perkara pertama yang pendengar tanggapi adalah mesej menurut konteks pengertian Perjanjian Lama manakala hal kedua yang kita dengar ialah firman yang tersingkap mengikut pengertian dan hikmat Perjanjian Baru (Mazmur 62.12-13).
Firman YHVH, Firman Kristus, Firman Roh Kudus, dan Firman Hakim yang akan kembali untuk kedua kalinya adalah milik mereka semua namun tetap Esa: Mereka semua adalah satu Roh dan seluruhnya adalah Roh Tujuh Lapis! Bahasa roh-Nya konsisten dan pemberitaan "tanda-tanda" khusus mengalir secara konsisten di surga, langit, dan bumi.
Suara Raja Damai versus suara Hakim
Firman datang dari Roh Tuhan yang sama. Suara Roh Tuhan pun memiliki kesamaan dan konsistensi dalam pemberitaan Firman, sebagaimana yang telah didengar oleh umat Tuhan terdahulu melalui mulut Tuhan (para nabi-Nya). Namun, suara Domba Paskah Tuhan dan suara Hakim dapat dibedakan karena terdapat perbedaan yang berkaitan dengan identifikasi antara Domba Paskah Tuhan dan Hakim. Suara Hakim sama seperti YHVH dalam Perjanjian Lama. Dalam hal ini, Kristus yang kembali sebagai Hakim pastinya mempunyai suara yang 'sama' dengan suara YHVH dalam Perjanjian Lama. Suara Hakim jelas seperti yang dinyanyikan oleh Daud dalam Mazmur 29.1-11 dan Ayub 37.1-6.
Suara Domba Paskah
Tuhan hanya dikenal oleh orang percaya menurut takdir dan ketetapan Bapa: ia adalah
suara dari nama Tuhan Kasih Setia dan suara the Great Mercy of
Yahweh. Suara Domba Paskah
atau suara Gembala yang baik adalah suara Kasih Setia dan Belas Kasihan: suara
kasih Karunia! Ringkasnya, suara Raja Damai tidak menghukum, ia menerima semua
orang berdosa di atas kayu Salib suci-Nya!
Yesus Kristus adalah suara yang mengalirkan berkat Perdamaian, berkat Penebusan
dan berkat Penyembuhan luka-luka roh!
Perumpamaan
Di dalam Matius 13
ayat ke-10, murid-murid Yesus bertanya kepada Yesus mengapa Ia berbicara kepada
mereka dalam perumpamaan-perumpamaan. Yesus menjawab dalam ayat ke-11 bahwa
"kepadamu diberikan karunia untuk mengetahui
rahasia kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak." Karunia yang
dimaksudkan Yesus Kristus adalah karunia ketujuh lapis Roh Kudus, yaitu Roh
Kebenaran yang membimbing semua orang percaya kepada segala kebenaran, atau
seluruh realitas karya Roh Tuhan.
Nabi Yesaya telah
bernubuat mengenai karunia-karunia Roh Kudus dalam Yesaya 11.1-3 dan Yesaya
33.6. Hal itu juga turut dinubuatkan oleh nabi-nabi lain dalam Perjanjian Lama,
seperti dalam Yoel 2.28 yang dikutip oleh Rasul Petrus dalam Kisah Para Rasul
2.16-21. Lirik-lirik Tuhan dalam nyanyian Raja Daud menyingkapkan tentang satu
karunia yang disebut "takut akan Tuhan" sebagai prasyarat bagi Roh
Tuhan untuk bergaul karib dengan roh orang-orang percaya. Dari persekutuan itu,
orang yang dianugerahi rasa "takut akan Tuhan" akan memperoleh
rahasia-rahasia Perjanjian atau rahasia-rahasia Surga (Mazmur 25.14).
Karunia Yesaya 11.1-3 versus 1 Korintus 12. 1-11
Jangan salah
memahami karunia-karunia yang diceritakan oleh Paulus dalam surat 1 Korintus
12. 1-11; 28-31, yang oleh para teolog terkadang disebut sebagai
karunia-karunia Korintus. Karunia-karunia yang tertulis dalam Yesaya 11.1-3
merupakan karunia wajib bagi setiap orang percaya, karena jika tidak
memilikinya, mereka tidak akan mengenal Kristus. Karunia roh menorah itu adalah wajib kita kenali dengan mendalam kerana itulah karunia-karunia dalam bergaul karib dengan Roh Tuhan.
Sementara itu,
karunia-karunia yang disebutkan dalam surat Korintus bertujuan untuk melayani
tubuh Kristus/gereja; pelayanan gereja. Oleh karena itu, karunia-karunia dalam Yesaya 11.1-3
harus diterima dan dihidupi terlebih dahulu sebelum kita mengejar
karunia-karunia yang ada dalam surat 1 Korintus 12.1-11.
Saya secara pribadi memanggil karunia-karunia dalam Yesaya 11.1-3
sebagai the Spirit of the menorah or the Sevenfold spirit of Christ.
Dalam bahasa mudah, karunia-karunia yang dinubuatkan oleh YHVH melalui mulut-Nya, nabi Yesaya dalam Yesaya 11:1-3 adalah untuk bergaul karib dengan Roh Tuhan, manakala karunia karunia yang diuraikan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus adalah karunia-karunia untuk melayani gereja!
Kapankah "Hari dan Saat" Kristus Datang untuk Kedua Kalinya?
Firman Tuhan
melalui mulut nabi-Nya, Zakharia, berbunyi: "6 maka pada waktu itu tidak
akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, 7 tetapi akan ada satu hari, hari
itu diketahui oleh Tuhan-dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan
malampun menjadi siang." (Zakharia 14.6-7).
‘Hari Tuhan’ itu adalah ketika "siang dan malam yang tidak henti-henti" berubah menjadi "tidak ada pergantian siang dan malam." Karya Tuhan juga diberitakan melalui lirik-lirik yang disampaikan oleh "langit" dan "cakrawala" sebagaimana yang dinyanyikan oleh Daud dalam Mazmur 19.1-6. Kegagalan memahami pemberitaan lirik Tuhan tentang nubuatan "langit dan cakrawala" akan mengakibatkan kesulitan untuk mengetahui hari "unik" Tuhan tersebut. Bagaimana kita dapat mengetahui berhentinya pergantian "siang dan malam" jika kita tidak tahu cara membaca pemberitaan "langit dan cakrawala"? "Langit dan cakrawala" adalah lirik-lirik (Firman) dari Roh Tuhan.
Tuhan itu Roh. Ia
bekerja siang dan malam tanpa henti. "Terpujilah
Tuhan! hari demi hari Ia menanggung bagi kita;
Allah, Tuhanku, memberi keselamatan kita. 21 Allah bagi kita adalah Allah yang
menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut." (Mazmur
68.20-21).
Anak Manusia
menabur benih pada siang hari, dimulai dari waktu pagi. Apabila waktu petang
tiba, maka saat menuai pun datang; para penuaikan-Nya adalah
malaikat-malaikat-Nya (Matius 13.18-44). Oleh karena itu, Roh Tuhan
memiliki penjelasan rohani mengenai masa "pagi" dan
"petang" bagi Karya Ilahi.
Waktu pagi menurut
pengertian harfiah manusia adalah posisi matahari yang terbit di ufuk timur.
"Pagi" menurut karya Roh Tuhan dan bahasa Roh Tuhan berarti
"Nama" baru-Nya dinyatakan (new divine names revealed unto mankind)
untuk memulai operasi misi yang baru (lihat kedatangan Kristus yang kedua). Ataupun
nama diberikan kepada seseorang Ketika fajar menyingsing seperti Yakub yang
diberi nama Israel! Itu di waktu ‘pagi’ Yakub dapat perutusan nama baru—Israel!
Namun, "nama" baru itu tentu
saja telah diberitakan sejak semula dan sejak zaman purbakala (Yesaya 46.10).
Bagaimana Membaca "Langit dan Cakrawala" Menurut Maksud Roh Tuhan?
Langit
menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan ‘pekerjaan’ (handiwork) tangan-Nya;
(Mzm 19.2)
Apa yang Perlu Dilakukan Selagi Terang atau Siang Hari Masih Ada?
Apa yang Kukatakan
kepadamu dalam ‘gelap,’ katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke
telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Matius 10. 27)
Kata nubuat ‘gelap’ atau 'malam' adalah sebahagian daripada perjalanan iman seseorang percaya kepada 'nama' Tuhan. Tanpa 'malam' atau 'gelap', iman kita tidak akan mengalami pemurnian iman. Betapa beratpun dan sesaknya 'kegelapan' itu, Yakobus menasihati kita semua, "saudara-saudaraku anggaplah sebagai suatu kebahagian, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahawa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan suatu apa pun. Tetapi apabila di antara kamu kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, (eKatolik, Yakobus 1.2-5)
Ringkasnya,
seluruh kehendak Tuhan diungkapkan secara padat dan dinubuatkan dalam kehidupan
ibadah rohani yang diajarkan oleh Yeshua, yaitu "Doa Bapa Kami"
(Matius 6:9-13). Kegagalan kita menuruti doa Bapa kami bererti kita gagal menyempurnakan pekerjaan yang Tuhan kehendaki: the fulfilment of all the revealed wills of God in Our Father prayers.
Petunjuk: "Damai dan aman"?
2 karena kamu
sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3
Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan,
seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti
tidak akan luput. (1Tes 5:2-3)
Bagaimana Jika Cahaya Bercahaya di atas Sumbu Roh?
5 karena kamu
semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang
malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti
orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7 Sebab mereka yang tidur,
tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8 Tetapi kita, yang
adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih,
dan berketopongkan pengharapan keselamatan. (1Tes 5.5-8)
Berjaga-jaga artinya perlu Berdoa!
36 Berjaga-jagalah
senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua
yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia
(Lukas 21.36).
Jika Anda diberikan Roh kekuatan, maka anda memiliki pelita bagi kaki dan cahaya yang menerangi perjalanan iman!
3 ketika pelitaNya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terangNya aku berjalan dalam gelap; 4 seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku; (Ayub 29.3-4)
(Mazmur 18.29;
Mazmur 119.109)
Sumber Kekuatan?
16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yoh 14.16-17)
Jika tidak ada roh kekuatan karena tidak ada cahaya yang bersinar di atas kepala, apa yang perlu dilakukan?
Siapa di antaramu
yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hambaNya? Jika ia hidup dalam
kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama
TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! (Yes. 50:10)
Jika petang hari tiba, apakah pemberitaan "langit"?
5b Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia. Maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, tetapi akan ada satu hari hari itu diketahui oleh TUHAN dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang. (Zakaria 14:5-7)
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. 2 Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya; 3 hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. 4 Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; 5 tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, 6 yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. 7 Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya. (Mazmur 19.1-7)
"29 Segera
sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak
bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa
langit akan goncang. 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit
dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu
datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. (Matius
24.29-30)
Apakah yang perlu dilakukan sebelum dan apabila hari-nya tiba?
"Masuk Kamar"
20 Mari bangsaku (umat Tuhan), masuklah ke dalam 'kamarmu' (Mat. 6.6), 'tutuplah pintumu' sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu. 21 Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana. (Yesaya 26.20-21)
"Tutuplah pintumu" adalah frasa nubuat yang disampaikan oleh nabi Yesaya. Frasa ini menyingkapkan karya tangan kanan Tuhan yang menudungi (covering) roh manusia ketika berada di dalam Hadirat semarak Hakim yang turun ke bumi. Kita tahu bahwa dalam ritus kemah suci Ibrani, Imam Besar berdoa di dalam kamar terdalam, yaitu "Kamar Mahakudus" yang tertutup. "Bertemu dengan hadirat YHVH" berlangsung di dalam kamar terdalam. Dalam konteks Perjanjian Baru, ini berarti "melihat wajah-Nya" dengan roh kita yang telah ditahirkan sepenuhnya oleh darah Kristus.
Dalam ibadah kemah
suci, hal ini diungkapkan melalui ritus pemakaian pakaian kudus (holy linen
tunic) yang dikenakan menutupi tubuh Imam Besar. Walaupun tangan Tuhanlah
yang menganugerahkan perlindungan (covering), Nabi Yesaya bernubuat
dengan frasa "tutuplah pintumu."
Frasa tersebut
seolah-olah memberi arti bahwa pihak orang percayalah yang berusaha menutup
pintu. Namun, hal itu selayaknya diungkapkan demikian karena urusan
"ditudungi" adalah urusan di pihak umat Tuhan yang harus memohon
kemurahan (mercy) Tuhan ketika hadirat Hakim turun: roh (bait Roh Kudus)
yang telah disucikan masih memerlukan tudungan (covering) kemurahan
Ilahi ketika memasuki hadirat saat Deep calls deep.
Frasa nubuat "tutuplah pintumu" mengungkapkan Spirit of prayer. Jika Tuhan menghendakinya, roh doa tersebut tidak akan berhenti bersinar dan menyala di atas sumbu roh seorang percaya sekiranya ia diberikan tudungan, yaitu kemurahan Tuhan. Sebagai bait Roh Kudus (you are the temple of the Holy Spirit), roh kita senantiasa berada dalam keadaan berjaga-jaga. Berjaga-jaga itu sebenarnya adalah suatu ibadah rohani dalam doa yang tekun (steadfast prayer) di bawah tudungan kemurahan Tuhan, sebab Hakim akan hadir di bumi bersama para malaikat penuaian-Nya.
Berjaga-jaga berarti menuruti Roh yang dimungkinkan melalui doa. Oleh karena itu, berjaga-jaga bukanlah menurut intelek, melainkan tidak dapat dipisahkan dari doa atau diungkapkan melalui bahasa nubuat "tutuplah pintumu." Dalam pelayaran sebuah kapal, kapal tersebut harus berada dalam keadaan kedap air (watertight atau tertutup rapat) agar tidak karam. Nuh menerima kasih karunia Tuhan, tetapi tangan Tuhan yang menutupi bahtera itulah kemurahan (mercy) Tuhan yang melindungi bahtera agar dapat mengharungi murka hukuman banjir besar.
Sikap berjaga-jaga
dijelaskan secara lebih tepat melalui perumpamaan kedatangan Kerajaan Allah,
yang diumpamakan seperti lima gadis bijaksana yang memiliki sumbu lampu yang
selalu menyala serta minyak yang cukup saat menanti kedatangan mempelai pria.
Roh seorang
percaya ditahirkan oleh kesetiaan Kristus dalam mengampuni dosa-dosa. Namun,
seseorang masih perlu berseru dan memohon perlindungan (covering mercy from
God of heaven) pada hari Tuhan dan di sepanjang masa murka Tuhan
ditumpahkan oleh Hakim yang turun ke bumi. Nabi Musa menerima kasih karunia
Tuhan, tetapi dalam hadirat Hakim-YHVH di atas Gunung Sinai, ia
memerlukan kemurahan Allah (mercy from God of heaven), yaitu telapak
tangan Tuhan yang menutupi Musa dalam ‘lekuk’ gunung batu agar ia dapat
bertahan untuk melihat kemuliaan Tuhan. Sebenarnya, hanya satu sahaja ‘lekuk’ batu yang dekat sekali dengan Allah bapa,
iaitu Yesus Kristus!
Adam dan Hawa telah dianugerahi pakaian dari kulit binatang sebagai tudungan (mercy) yang dibuat dari Firman Tuhan, meskipun mereka telah dihukum Tuhan karena memberontak. Dengan tudungan itu, mereka dapat bertahan menghadapi semarak kemuliaan hadirat Roh Tuhan yang Mahakudus.
Pakaian dari Firman itu bernubuat
tentang mercy from the God of heaven. Dengan tudungan (covering)
itu, meskipun roh Adam dan Hawa berada dalam keadaan cemar (impure) berhadapan
dengan Roh Tuhan yang murni (pure), mereka masih dapat bertahan dalam
hadirat semarak Roh Tuhan yang menghanguskan. Demikian pula halnya dengan Nuh
yang telah memasuki bahtera, kemudian pintu bahtera itu diberi tudungan oleh
telapak tangan Tuhan.
Filem Hollywood
sering menyajikan cerita yang bertentangan dengan pesan nubuat Firman Suci.
Dalam filem Noah, adegan merekam bahwa karakter Nuh-lah yang menutup pintu
bahtera tersebut. Padahal, Kitab Suci secara jelas menyatakan bahwa Tangan
Kanan Tuhanlah yang menutup pintu bahtera itu.
Nabi Musa juga
menerima tudungan (covering) dari telapak tangan Tuhan ketika ia
diperlihatkan kemuliaan YHVH yang turun di Gunung Sinai. Tidak cukup
bagi Musa sekadar menerima kasih karunia Tuhan
saja; Nabi Musa harus beriman sepenuhnya kepada suara Firman Tuhan yang
memerintahkannya memasuki suatu ‘lekuk’ di atas
gunung batu Sinai, yang kemudian ditutupi oleh telapak tangan Tuhan.
Demikianlah cara kemurahan Tuhan menutupi roh Musa agar ia dapat bertahan
melihat hadirat kemuliaan Tuhan.
Dalam Perjanjian
Baru, yaitu "Jalan" yang disempurnakan, tangan kanan Tuhan yang
menutupi Nabi Musa bernubuat secara konsisten mengenai kemurahan Kristus. Ia
duduk di sebelah kanan Bapa dan senantiasa mengampuni serta menudungi kita,
karena "...hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah Tuhanku, memberi
keselamatan bagi kita" (Mazmur 68.20).
Telapak tangan Tuhan yang menutupi lekuk batu di atas gunung batu adalah tipologi karya Kristus yang tidak putus-putus memberikan jubah tudungan (covering) bagi roh kita. Raja Daud bernyanyi: "He is the rock of my salvation." Di atas gunung batu keselamatan itu, setiap orang percaya yang menelusuri perjalanan iman (spiritual sojourner) akan menemukan lekuk bagi rohnya sendiri di dalam kekayaan kemurahan Kristus, sebagaimana yang pernah dialami oleh Nabi Musa di atas Gunung Sinai untuk melihat kebaikan dan semarak kemuliaan hadirat Roh Tuhan.
Begitu pula Imam
Harun dan keturunannya harus mengimani tudungan pakaian jubah kudus (the
holy linen tunic) yang dibuat menurut Firman dan dikenakan sesuai ritus
Hukum Taurat sebagai tudungan ketika memasuki hadirat Raja YHVH di Kamar
Mahakudus (the Holy of Holies). Setiap orang percaya yang melihat
kemuliaan Tuhan sebenarnya tidak hanya dianugerahi kasih karunia, tetapi juga
diberikan kemurahan (mercy) yang menutupi rohnya agar ia dapat bertahan
melihat semarak kemuliaan hadirat Tuhan.
Nabi Yesaya
bernubuat agar umat Tuhan tidak sekadar "memasuki kamar", tetapi juga
harus "menutup pintu sesudah masuk" ke dalam kamar (bahtera).
"Menutup pintu" berarti secara berkesinambungan mengimani kuasa
tudungan telapak tangan kanan Tuhan, yaitu Kristus. Demikian pula halnya dengan
Nabi Elia yang menutupi kepalanya dengan jubahnya sendiri ketika ia berdiri di
mulut gua di Gunung Horeb (1 Raja-raja 19). Tindakan Elia menutupi kepalanya
dengan jubah mengungkapkan hal tudungan (covering) yang menuruti suara Firman
Tuhan. Nabi Elia telah memasuki semarak hadirat Theophany Tuhan.
Roh Tuhan
konsisten dengan Firman-Nya, di mana Ia memerintahkan semua orang percaya yang
memasuki semarak hadirat-Nya agar memiliki tudungan rohani (spiritual
covering) yang menuruti Firman Allah (the Word of God). Jika tidak,
kita akan berusaha menutupi roh kita sendiri menurut intelek manusia, atau
ringkasnya Kitab Suci menyebutnya sebagai "mengenakan pakaian dari daun
pohon ara" (sewn fig leaves), sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Adam
dan Hawa.
Tudungan (divine mercy) yang sejati sepenuhnya berasal dari suara Firman Allah (the voice of the Word of God), yaitu Kristus. Bagaimanapun juga, semua orang percaya adalah keturunan Adam, dan ada pepatah yang mengatakan "the fruit does not fall far from the tree" (buah jatuh tidak jauh dari pohonnya). Namun, semua orang percaya akan memperoleh pengertian dan pengetahuan dari mereka yang terdahulu mengenai JALAN, PINTU, KUNCI dan JUBAH KEBENARAN untuk bergaul karib dengan Roh Tuhan, seperti Adam, Habel, Nuh, Musa, Daud, dan Elia. Raja Salomo memberikan kesaksian bahwa "dari mulut Tuhan (para nabi), keluarlah pengetahuan dan pengertian" (Amsal 2.6).
Raja Daud, yang
diketahui memiliki lapan istri dan koleksi gundik yang lebih dari sepuluh, bersaksi
bahwa seseorang percaya dapat bertahan di hadapan hadirat semarak kekudusan Tuhan
dengan menuruti suara Firman Allah (the Word of God). ‘Suara’ yang
dimaksudkan Daud itu ialah suara Kasih Karunia!
Adam menuruti suara Firman Tuhan dengan menerima ‘jubah
kebenaran’ dari tipologi Kristus--kulit binatang. Musa masuk ke dalam "lekukan" di gunung batu dan ditutupi oleh tangan Tuhan menurut suara Firman YHVH
yang diucapkan oleh Tuhan sendiri. Itu tipologi tentang peradamaian dengan Tuhan
atau diperdamaikan--Kristus tersembunyi.
Imam Harun
menutupi dirinya dengan holy linen tunic yang dikenakan ketika memasuki
Kamar Mahakudus menurut ketentuan Taurat. Elia menutupi kepalanya dengan
jubahnya menurut suara sepoi-sepoi angin (the Word of God) ketika ia
melarikan diri ke Gunung Horeb. Raja Daud dapat bertahan setiap kali ia masuk
ke dalam hadirat Tuhan yang semarak dengan menyeru kuasa penebusan Tuhan (the
redeeming power of God) yang menanggung penderitaan dosa dan menutupi roh
Daud.
Rasul Yohanes
dalam Kitab Wahyu 7:14 menyampaikan Firman bahwa "orang-orang yang
berjubah putih" adalah mereka yang mengenakan pakaian (covering)
yang telah dicelup dalam darah Yeshua Kristus. Maka, semua orang yang namanya
tertulis dalam Kitab Kehidupan tidak hanya menerima Kasih Karunia Tuhan, tetapi
juga telah belajar untuk "memasuki kamar" menurut Firman Allah
sebagai tudungan rohani. Sebab, siapakah yang dapat bertahan dalam hadirat api
semarak Roh Tuhan?
Dalam kasus
kedatangan Hakim (Yesus Kristus) yang turun dari surga, semua orang yang
diperdamaikan dengan Tuhan melalui misi Raja Damai akan "memasuki kamar
dan menutup pintunya." "Memasuki kamar dan
menutup pintu" sebagaimana yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya dalam
Yesaya 26.20-21 adalah Firman Allah yang menyingkapkan kebenaran mengenai cara
menghadapi semarak hadirat Hakim di bumi. Daud bernyanyi, "Your mercy
is higher than heavens." Oleh karena itu, semua orang percaya harus
mengimani kemurahan Tuhan yang lebih tinggi dari langit (higher than heavens)
dengan menyeru kuasa tudungan rohani Tuhan ketika semarak kemuliaan Hakim
turun.
Memasuki kamar adalah anjuran nubuat Ilahi untuk diperdamaikan dengan Roh Tuhan, sedangkan "menutup pintu" adalah tudungan rohani (pleading mercy) yang berkesinambungan ketika hadirat Hakim turun ke bumi. Jangan disalahpahami arti "menutup pintu" dengan frasa "tabir pemisah yang terbelah dari atas sampai ke bawah," karena kedua hal tersebut memiliki maksud yang berbeda. Memohon belas kasihan Tuhan (pleading Divine Mercy) adalah maksud dari frasa nubuat "menutup pintu" dalam Yesaya 26.20, agar mereka yang diperdamaikan dan ditudungi oleh kemurahan Tuhan dapat melihat kemuliaan Hakim yang turun dalam awan-awan yang bergulung. Siapa yang akan melihatnya? Hal itu bergantung pada kehendak-Nya.
Nabi Daniel memohon belas kasihan Tuhan ketika mereka berada dalam pembuangan di Babel (they plead mercy from the God of heaven). Hukuman diputuskan dari Pengadilan Surga (Court of heaven), dan "Your mercy is higher than the heavens." Maka, Kasih Setia dan kemurahan Tuhan adalah kuasa yang lebih tinggi daripada surga. Kasih dan kemurahan Tuhan adalah kuasa tertinggi dalam pribadi Tuhan.
Apakah yang perlu dipegang untuk menghadapi hari-hari kecelakaan? Apakah ada harta kekayaan yang dapat menyelamatkan roh manusia?
Harta kekayaan yang kekal abadi bagi pengikut Kristus adalah Harta Sion: ketujuh lapis Roh Tuhan! Tuhan Yahweh, ketika memberikan janji pembaruan kepada umat-Nya (Bani Israil yang tidak setia memegang perjanjian), menyingkapkan rahasia harta masa depan Sion (Gereja) dalam Yesaya 33.6. Nabi Yesaya menyampaikan nubuat: "Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan Tuhan, itulah harta benda Sion." (Yesaya 33.6).
Banyak di antara
kita yang berpendapat bahwa pengetahuan untuk memegang harta benda Sion hanya
layak diulas oleh golongan elit, pendeta, atau rohaniwan. Namun, Yesus
berfirman dengan sangat jelas: "kepadamu
diberikan karunia untuk mengetahui rahasia tujuh lapis Roh Tuhan" Harta
Sion, yaitu Roh Kudus, dikaruniakan kepada setiap imamat yang rajani. Maka, roh
hikmat itu berasal dari karya ketujuh lapis karunia yang datang secara pribadi.
Walaupun kita dimeteraikan dalam sakramen yang satu, karya ketujuh lapis Roh
Kudus haruslah diseru dan dipohon setiap hari sebagaimana kita menyeru Nama,
Jalan, Pintu, dan Kunci: Kristus.
Dalam perjalanan
iman, setiap pengikut Kristus bertumbuh dalam iman karena senantiasa memakan
manna. Kita "makan" karena karya "roh takut akan Tuhan"
yang menimbulkan rasa "lapar." Tanpa makan, tidak akan ada
pertumbuhan rohani. Membaca Firman tanpa berdoa adalah pemahaman pada tingkat
mental. Namun, berdoa dan membaca Firman adalah tingkat rohani; inilah yang
dimaksud dengan makan. Tuhan tidak akan turun menganugerahkan karya roh hikmat
dan roh pengertian jika tidak ada kegiatan "makan" yang
berkesinambungan.
Raja Daud
menyingkapkan kunci untuk bergaul karib dengan Roh Tuhan seperti lirik lagunya
dalam Mazmur 25.14: "TUHAN bergaul karib
dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada
mereka.” Mereka yang karib dengan Tuhan adalah orang-orang yang
dianugerahi karya karunia "roh takut akan Tuhan" yang melekat pada
Roh Kudus. Karena karunia tersebut dapat datang dan pergi, kita harus
senantiasa menyeru dan memohon hadirat-Nya siang dan malam.
Yesus berfirman bahwa apabila Roh Penghibur (Roh Kudus) itu datang: "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku." (Yoh 15.26). Itulah "roh pengertian" yang akan memberikan pengenalan akan Yang Mahakudus.
Roh hikmat dan roh
pengertian didahului oleh karya "roh takut akan
Tuhan." Walaupun ketujuh karunia itu ada pada Roh Kudus dan melekat
secara serentak, karyanya disingkapkan secara jelas oleh Firman Tuhan. Karunia
"roh takut akan Tuhan" inilah yang menyalakan (switching on)
roh si penerima anugerah Tuhan, sehingga rohnya mulai menangkap realitas Roh
Tuhan, atau yang disebut sebagai "permulaan hikmat" (The fear of
the Lord is the beginning of Wisdom).
Roh Hikmat adalah
realitas Kristus karena di dalam Kristuslah tersembunyi segala hikmat. Jika
Anda mulai mendengar suara-Nya, melihat penglihatan-penglihatan, dan bermimpi
tentang realitas Roh Tuhan, itulah yang dimaksud dengan "permulaan Hikmat."
Ini juga yang dinamakan permulaan hubungan dengan Kristus (relationship with
Christ). Dari titik inilah pengikut Kristus memulai perjalanan iman sebagai
manusia rohani yang dewasa.
Raja Salomo, yang
telah lebih dahulu mengenal karya Roh Tuhan Tujuh Lapis berbanding kita, yaitu
pada masa pemerintahannya antara tahun "1017 SM hingga 978 SM" (Simin),
menyingkapkan kepada kita: "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan
mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian." (Amsal 9.10). Maka,
dalam menelusuri perjalanan iman, setiap orang percaya harus memegang apa yang
telah diberikan kepadanya, yaitu ketujuh lapis Roh Kudus.
Tuhan itu Mahaadil karena kekuatan iman terletak pada hadirat ketujuh lapis Roh Kudus dan hadirat malaikat-malaikat Tuhan, bukan pada kemampuan intelek. Tanpa urapan atau hadirat Roh Kudus, tidak akan ada kekuatan untuk meneruskan perjalanan iman. Jika demikian, rumput hijau pun akan layu dan orang dewasa pun akan terhuyung-hayang berjalan.
Tanpa kekuatan roh untuk melakukan kehendak Roh Tuhan, kita hanya akan bergantung pada kekuatan pikiran/otak. Padahal, pikiran/otak adalah pusat kehidupan daging. Sementara itu, kehendak Roh Tuhan atau Firman dilaksanakan dengan kekuatan Roh Tujuh Lapis, yaitu urapan hadirat Roh Kudus. Hanya dengan kekuatan yang dianugerahkan oleh Roh Kuduslah terdapat kemenangan. Tidak ada kemenangan bagi mereka yang melakukan kehendak Firman dengan kekuatan otak semata.
Setiap orang yang memahami kehendak Tuhan akan melakukan kehendak-Nya dengan pengakuan bahwa tanpa Kristus, mustahil untuk berkenan kepada Allah Bapa. "1 Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15.1, 5).
Di luar Jalan, Pintu, dan Kunci, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Roh Kristus berbicara: "Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu." (Wahyu 3.11).
Apakah yang Anda pegang? Harta Sion, harta dunia, atau kedua-duanya? Harta dunia tidak dimungkiri sangat penting untuk kehidupan sementara sewaktu masih terbalut daging, namun kehidupan kekal abadi menuntut kita untuk memegang "Harta Sion." Yesaya menyingkapkan: "Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan Tuhan, itulah harta benda Sion." (Yesaya 33.6).
Bagaimana Anda memegang harta itu? Kita memegangnya dengan kerendahan roh (lowly in spirit), mengakui bahwa roh kita tidak memiliki napas kehidupan kekal tanpa Kristus. Pengakuan yang terus-menerus itu adalah manifestasi perbuatan untuk menjadi ranting pada Pokok yang sejati. Yesus bersabda: "karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius 6.21).
Sebagaimana
ranting tidak berdaya untuk hidup tanpa melekat pada pokoknya, demikian pulalah
rancangan (design) roh kita yang membutuhkan ketergantungan pada ketujuh
lapis Roh Tuhan. Karena roh kita berasal dari keadaan yang "terluka"
dan kita senantiasa menambah luka-lukanya, kita membutuhkan Kristus tanpa
henti. Sebagaimana tubuh memerlukan makanan untuk terus hidup, demikian pula
ranting harus terus bergantung pada pokoknya untuk hidup. Kristus berfirman:
"sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat
apa-apa." (Yohanes 15:5). "dia
tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan
kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53.5).
Jika esok hari kita masih membuat "luka-luka" kehidupan, berpeganglah pada kesetiaan Kristus. Janganlah berpegang pada kekuatan diri sendiri. Kita diterima oleh Roh Allah Bapa karena kesetiaan Kristus, meskipun kita terbukti tidak setia! Siang dan malam, kesetiaan Kristus tidak pernah berhenti! Hanya Kristus satu-satunya yang 100% setia menggenapi dan menyempurnakan Firman! Oleh karena itu, berpeganglah pada kesetiaan Kristus yang memberikan kemenangan atas dosa-dosa. Jangan mengusahakan kesetiaanmu menurut kapasitas intelek semata.
"Siang dan malam tak henti-henti" ialah kesetiaan Domba Allah! Jika roh kita sampai di surga, itu adalah anugerah Tuhan dan bukan hasil usaha kita. Harta Sion, yaitu Sevenfold Spirit of Menorah, adalah Kristus. Karena kesetiaan Kristuslah kita dapat mempersembahkan korban syukur siang dan malam. Jika keselamatan bergantung pada kesetiaan kita, tentu sangat sulit untuk mengucap syukur! Keselamatan dianugerahkan karena kasih setia Kristus.
Kita selamat karena Firman Allah tidak gagal dalam kesetiaan-Nya. Dan ‘nama’ -Nya ialah Firman Allah (Wahyu 19:13 b). Hampir semua kisah "pembenaran" orang-orang percaya dalam Perjanjian Lama mencatat bahwa dosa-dosa orang percaya diselesaikan melalui persembahan korban penebus dosa (the way of expiation through sin offerings). Terdapat beberapa pengecualian, seperti Nabi Yesaya yang ditahirkan Tuhan melalui pelayanan malaikat serafim dalam Yesaya 6. Demikian pula halnya dengan Nabi Daniel yang dibenarkan dan ditudungi Tuhan ketika Tuhan atau utusan-Nya (malaikat) datang kepadanya karena Daniel dan sahabat-sahabatnya memohon kemurahan (mercy) Tuhan (lihat Daniel 2:18). Kita juga tahu bahwa Raja Daud bernyanyi: "...Your mercy is higher than heavens."
Oleh sebab itulah penulis Kitab Ibrani menjelaskan bahwa "hampir semua pembenaran..." adalah sah melalui penumpahan darah. Namun, kematian Domba Allah di kayu salib adalah pernyataan kasih dan kemurahan Tuhan yang menyempurnakan seluruh pengertian mengenai pribadi Tuhan yang pengasih, penyayang, maha penyayang, dan maha pengampun. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk mengasihi sesama manusia karena itu adalah perintah kasih: Tuhan itu sendiri adalah Kasih! Kasih dan kemurahan adalah satu dan tidak dapat dipisahkan. Tuhan menganugerahkan kemurahan kepada siapa saja yang beriman kepada kemurahan-Nya.
Jika kita
mengasihi, maka kita adalah sahabat-sahabat Yesus. "9 Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah
mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.10 Jikalau kamu menuruti
perintah Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah
Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu
saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.14 Kamu adalah sahabat-Ku,
jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (eKatolik, Yoh.
15.9-10,12,14)
Rasul Paulus bersaksi bahwa "sebelum iman itu datang, kita (Ibrani) berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita (Ibrani) sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman." (Galatia 3:23-24).
Paulus melihat bahwa seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" (Galatia 5.14). Apabila kita gagal menurutinya, kita perlu percaya 100% kepada kesetiaan Kristus dan mengakui dosa-dosa kita kepada Domba Allah. Oleh karena kesetiaan kasih Kristus yang nyata dinyatakan melalui karya-Nya yang sempurna dan setia sebagai "Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia," kita dapat mempersembahkan korban syukur siang dan malam tanpa henti, hingga pergantian "siang dan malam" itu akan berhenti... kelak.
Paulus berkata
bahwa kamu adalah anak-anak terang! Oleh karena itu, perihal "hari dan
saat" bukanlah suatu misteri, melainkan rahasia Tuhan yang dapat diketahui
apabila kita memohon karunia yang akan dianugerahkan oleh Allah Bapa.
"Hari dan saat" kedatangan Kristus yang kedua jelas dapat dilihat
dengan "mata roh", yaitu penglihatan alam roh (lapisan-lapisan surga)
yang akan terbuka ketika Kristus turun ke bumi.
Hal itu dinubuatkan sebagai "awan-awan bergulung seperti gulungan Kitab." Hal tersebut telah disampaikan oleh malaikat dalam Kisah Para Rasul 1.6-11 dan juga Wahyu 6.14. "Hari dan saat" Kristus hadir dan turun ke bumi juga diungkapkan: "sebagaimana kilat memancar dari timur dan melontarkan cahayanya ke barat" (Matius 24:27; Wahyu 8:5). Yang dapat melihat "hari dan saat" itu adalah anak-anak terang.
Namun, SEBELUM "hari dan saat" itu tiba, Tuhan akan memanggil langit dan bumi (Mazmur 50:4-6). Langit yang dipanggil Tuhan akan memperlihatkan "bintang-bintang berjatuhan," dan bumi yang dipanggil akan memperlihatkan "gempa bumi," yaitu pemenuhan pemberitaan keadilan Hakim menurut nubuat dalam Kisah Para Rasul 2:20-21, Wahyu 6:12-13, serta Matius 24:29. Hal itu diungkapkan sebagai "pemberitaan langit" (Mazmur 50:4-6). Nubuat Wahyu 6:12-13 merupakan murka Tuhan saat mengadili umat-Nya di bumi sebelum Hakim turun ke bumi. Hal ini juga menggenapi pemberitaan "nama" ("misi atau karya tangan") Tuhan sebagai Hakim melalui pemberitaan "langit" (Mazmur 19:1-2 dan Mazmur 50:4-6).
Sebagaimana Nuh yang "memasuki bahtera" selang 7 hari sebelum tingkap-tingkap di langit mencurahkan air selama 40 hari 40 malam, serta sebelum meluapnya air dari dalam bumi, demikian pulalah seharusnya anak-anak terang senantiasa "memasuki kamar" dan ditudungi oleh kemurahan (mercy) Tuhan (Yesaya 26.20-21) sebelum dan di sepanjang murka Hakim ditumpahkan ke bumi. Nabi Daniel dan sahabat-sahabatnya adalah di antara orang-orang yang diangkut bersama rombongan umat Tuhan yang telah diadili, dihakimi, dan dihukum Tuhan, lalu mereka menjalani pembuangan di Babel. Daniel dan sahabat-sahabatnya dicatat: "they plead mercy from the God of heaven."
Maka, tahulah kita
mengapa Raja Daud bernyanyi "...Your mercy is higher than heaven."
Jika Daud menyanyikan lirik yang demikian, apakah kuasa tertinggi dalam pribadi
Roh Tuhan? Tuhan itu "Kasih," dan sifat-Nya yang maha pengasih
(merciful) tidak dapat dipisahkan dari kasih-Nya. Bahkan, Sang Penebus diutus
karena kasih dan kemurahan Tuhan kepada umat manusia (Yoh. 3.16).
Meskipun Ia akan datang sebagai Hakim, 'jantung'-Nya tetap sama dan tidak
berubah. Kristus berfirman bahwa mengenal Allah dan mengenal Dia yang diutus
oleh Allah Bapa adalah hidup yang kekal.
Sitasi
Alkitab Terjemahan Baru. Versi 5.3.3, eKatolik/Infinitech Indonesia, 2026. Google Play Store app.
Simin, Joannes. "The Interpolated Chronologies in the
Old Covenant based on Prophecies,” 31 Oct. 2014, Intellectual Property
Official Notification, MyIPO, Malaysia. Manuskrip tidak diterbitkan.



