Jumat, 07 November 2025

Bagaimana BERSUKACITA senantiasa ?

 


Penghibur/Roh Sukacita adalah Roh Kudus

 26 "...tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 

27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Alkitab Terjemahan Baru, Yoh. 14:26-27) 

 

Sukacita di dalam Kristus

"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka 'pohon tarbantin kebenaran', 'tanaman TUHAN' untuk memperlihatkan keagungan-Nya. Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa." (TB Yes. 61:1-3, 10-11) 

 

    Mengenal Yesus Kristus adalah dasar dari segala janji Allah yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang belum kita lihat. Janji Allah kepada kita akan kasih karunia hidup kekal adalah sukacita abadi bagi kita, yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Berkat Tuhan, yaitu berkat pendamaian, berkat penebusan dosa, dan berkat penyembuhan batiniah serta jasmani, dijanjikan di dalam nama Kristus Yesus! Oleh sebab itulah, sukacita kita ada di dalam nama Kristus. Maka dari itu, mengenal Yesus Kristus adalah Jalan kita untuk bersukacita senantiasa! "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (TB Yoh. 17:3)

    Sukacita "di dalam Kristus" telah dinubuatkan dalam lirik Mazmur 98:1-4, ratusan tahun sebelum Yesus Kristus datang ke dunia melalui kelahiran-Nya dari Perawan Maria:

"1 Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya (Yesus Kristus), oleh lengan-Nya yang kudus. 2 TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. 3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. 4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!" (TB Mzm. 98:1-4) 



Bersukacitalah senantiasa 

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (TB Flp. 4:4)

16 Bersukacitalah senantiasa (Rejoice always in the Lord). 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (TB 1 Tes. 5:16-18)

 

    Mengapa Rasul Paulus menasihatkan kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus agar "bersukacita senantiasa"? Jawabannya terdapat dalam Amsal 17:22 yang berbunyi: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (TB Ams. 17:22). Rupanya, Raja Salomo memiliki pengertian dan hikmat mengenai rahasia obat kehidupan yang mujarab! Kata "hati" di sini merujuk kepada "roh" atau pusat rohani, sekaligus merujuk kepada jiwa (the things that constitute the volition of the soul, namely the conscience, the emotions, and the intellectual capacities). 

    Hal-hal tersebut merujuk kepada pusat jiwa dan pusat rohaniah. Namun bagi tubuh rohaniah, pusat roh merujuk kepada sumbu roh, yaitu sarana komunikasi tubuh roh manusia dengan alam roh. Tempat "lidah api" Roh Kudus itu hinggap adalah pusat roh manusia.  

    Jika jiwa dan roh memiliki sukacita atau kegembiraan, hal itu akan menjadi obat yang sangat mujarab bagi kesehatan tubuh roh, jiwa, dan juga tubuh jasmani! Sebaliknya, jika kesedihan atau kemurungan melanda jiwa, hal itu akan berdampak buruk bagi sistem kesehatan tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh (immunology).  Goleman mengatakan bahawa sistem saraf dan emosi berhubung kait dengan fungsi-fungsi imunologi[1]. Pengeluaran hormon-hormon tubuh badan terkait rapat dengan reaksi emosi.  Emosi yang positif mengurangkan risiko kesihatan, manakala mereka yang menghadapi atau mengalami emosi negatif secara jangka panjang akan melipat gandakan risiko penyakit [2]  

    Frasa “di dalam Kristus”, jika dirujuk silang melalui pencarian tipologi (tipologi berarti gambaran atau bayangan dari karya keselamatan Kristus yang tersembunyi dalam Kitab-Kitab Taurat).  Dalam petikan Keluaran 33:20-22, bayangan tipologi "Pendamaian" Kristus dari nabi Musa dan hadirat TUHAN (YHVH) tersebut merujuk kepada frasa “di dalam lekuk gunung batu”.  Dalam pengertian Injili, “lekuk gunung batu” itu merujuk kepada pendamaian antara Allah dan manusia oleh kuasa darah kudus Kristus yang tercurah di kayu salib.

 

Sikap mengimani kata "bersukacita" atau “rejoicing always in the Lord”

     Sebelum kita memahami Firman Allah mengenai iman untuk “bersukacita dalam Tuhan,” kita perlu mengetahui dan mengerti rahasia keberadaan diri kita sendiri. Diri kita terdiri dari tiga unsur (essence), yaitu tubuh jasmani, jiwa, dan roh. Jiwa ada karena tubuh jasmani dan roh bersatu secara ajaib. Ketiga unsur ini dianyam bersama secara halus oleh kuasa Allah, sehingga dapat berdampingan (co-exist) dalam satu pribadi manusia. 

    Kita memerlukan Hikmat Ilahi untuk melaksanakan kehendak Allah untuk “bersukacita senantiasa,” sebab tidak mudah untuk tetap bersukacita di dalam dunia yang telah jatuh dalam dosa (fallen world), terlebih lagi karena kesadaran (consciousness) kita kerap didominasi oleh panca indra tubuh jasmani (the five senses of the flesh). Kita memiliki tiga lapisan keberadaan, bahkan terdapat tiga jenis "pusat kehidupan" yang berdampingan dalam diri kita di bumi.  Oleh karena itu, kita perlu memahami fungsi dari pusat kehidupan tersebut untuk dapat bersukacita secara iman!

   Kita perlu menyadari bahwa ada tiga dimensi dalam diri kita: fisik, jiwa, dan roh (physical body, soul, and spiritual body). Kita memerlukan pengetahuan dasar bahwa jantung fisik berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh agar seluruh organ memperoleh asupan gizi (nourishment) untuk proses metabolisme yang seimbang serta untuk pembuangan sisa metabolisme (excretions of toxins and residuals). 

    Kita memiliki pusat jiwa tempat munculnya emosi, sedangkan dimensi yang paling dalam dan jarang disadari orang adalah pusat roh (the heart of the spirit), yaitu sarana untuk berkomunikasi dengan alam roh Ilahi maupun alam kegelapan. Bagian inilah dari diri kita yang sejati (the true essence or the higher self) yang dapat berkomunikasi dengan Roh Kebenaran, yaitu Roh Kudus! 

    Singkatnya, jiwa memiliki dua jenis minda, yaitu terdiri dari "rational mind" dan "irrational mind (emotional mind)"[3]. "Pertama, pikiran rasional, adalah cara pemahaman yang biasanya kita sadari, lebih menonjol, dalam kesadaran, bijaksana, mampu merenung dan merefleksikan"[4].  Yang kedua ialah pikiran emosional (Irrational mind) yang impulsif, kuat dan terkadang tidak logis [5].  Pikiran emosional ini adalah tempat kita merasakan pelbagai pengalaman emosi seperti perasaan kasih, rindu, maupun benci [6].  Kegembiraan rohaniah, iaitu sukacita dalam keselamatan Kristus mennjadikan kita memiliki "...obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Ams. 17:22). Namun, roh kita perlu dilahirkan kembali, mengalami penyucian, dan terus-menerus dibarui agar dapat belajar dari Roh Kudus bagaimana untuk bersukacita senantiasa. Melalui penyertaan iman, kita dimampukan untuk melakukan kehendak Allah, yaitu rejoicing always in the Lord.

    Bagaimanakah pedoman pemikiran (precept) yang perlu kita pegang ketika menghadapi berbagai tantangan agar kita memperoleh kemenangan dalam rejoicing always in the Lord?  Kita belajar dari kedua belas rasul mengenai prinsip baku yang perlu dianut, karena merekalah yang memegang kebenaran sejati. Rasul Petrus menulis dalam 1 Petrus 1:7-11:

"Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu." (TB 1Pt. 1:7-11) 


    Meskipun demikian, Tuhan Yesus mengetahui bahwa di dalam dunia ini para pengikut-Nya akan mengalami banyak penderitaan. Oleh karena itu, secara tubuh dan jiwa sangat sulit untuk bersukacita dalam segala hal setiap saat. Namun, roh kita dapat bersukacita senantiasa dengan mempergunakan iman kita di dalam Kristus!

   "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (TB Yoh. 16:33)

    Sukacita dalam roh membutuhkan pengertian dan pengetahuan yang cukup dalam menghadapi kekuatiran, agar kita dapat bersukacita senantiasa di dalam Tuhan:

6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin. (TB 1Pt. 5:6-11) 

 

Roh Sukacita (The Spirit of Joy - the Holy Ghost - Paraclete)

    Iman yang teguh akan memastikan bahwa setiap doa kita senantiasa didengar oleh Allah Bapa di sorga di dalam nama Kristus. Oleh karena itu, marilah kita mengucap syukur dan bersukacita senantiasa, karena Bapa kita selalu mendengar doa-doa kita di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

    "Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi." (TB Why. 8:4-5) 

Marilah kita senantiasa mengucap syukur dan bersukacita di dalam nama Yesus Kristus, karena Roh Allah sendiri yang menuntun kita kepada seluruh kebenaran.

"Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” (TB Yer. 31:34) 


"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (TB Ams. 17:22)


3 Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang. 4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. 24 Kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel! 25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya. 27 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! (TB Mzm. 22:3, 4, 24, 25, 27)






Nota Kaki

[1] Goleman, Daniel. Emotional Intelligent. 1st ed.., 1995. 
            New York, Bantam Books, 1996, pp.190-193
[2]  Ibid
[3]  Ibid, pp. 9-10
[4Ibid.
[5]  Ibid. 


Sitasi

Alkitab Terjemahan Baru. Yayasan Lembaga SABDA, sabda.org. Diakses 7 November 2025.