Sabtu, 29 April 2023

The dreadful darkness in Genesis 15: 12

 


"3 The Lord is slow to anger and of great might, and the Lord will by no means clear the guilty. His way is in whirlwind and storm, and the clouds are the dust of his feet.  4 He rebukes the sea and makes it dry, he dries up all the rivers; Bashan and Carmel wither, the bloom of Lebanon fades"  Nahum 1:3-4


12 As the sun was setting, Abram fell into a deep sleep, and A thick and dreadful Darkness came over him (New Revised Standard Version Catholic Edition, Gen. 15: 12).


What was that dreadful darkness?

     "A deep sleep" of Abram in verse 12 chapter 15 of Genesis was referring to his spiritual communication between the Spirit of God and the spirit of Abram. It didn't refer to the scientific definition of a deep sleep namely theta or delta brainwaves. Such phrase has no connection with scientifically discovered brainwaves. 

    Adam was the first person who entered 'a deep sleep' during which his wife, Eve, was created by God from his floating rib. Simply, such prophetic phrase means spiritual communication during a sleep period; it was also called 'dream dream' in the book Joel or in our ordinary language it simply means the divinely inspired vision in a dream.   

   The darkness with pillar of light in the middle is the the presence of the Dreadful Judge.  The darkness, in truth, were the escorting innumerable angels of God representing His 'name' the Great Mercy. If you are experiencing such divine encounter, it means you are entering the presence of The Dreadful Judge!  

    The thick covering darkness was, in truth, meant to provide spiritual covering for Abram, so that he might not be consumed by His Consuming Holiness. In the days of Abraham, that darkness or the canopies of darkness surrounding YHVH were the very representations of Yahweh's immutable name or His divine attribute called The Great Mercy. 

     Nowadays, in the New Covenant era, that darkness was under the subjugation of Christ Yeshua, but Christ was not revealed yet in the days of the patriarchs, therefore, they saw it as the representation of one of the immutable 'names' of God called the Great Mercy of YHVH.  

    Later, we knew, by faith, that that darkness were the clouds (the innumerable angels) that present in His atoning death for mankind as Christ proceeded triumphantly in defeating the stings of death that is sin. Thus, such dreadful darkness which descended upon Abram was, in truth, THE GREAT MERCY of the FATHER YHVH aka Christ Jesus!  If we need divine mercy then, we just called the name Christ Jesus because he was the embodiment of Divine mercy of Yahweh. Christ was the visible of the invisible Divine!

    Another similar revelation of the dreadful JUDGE encountered by Abraham was also recorded by king David's revelation in encountering with the presence of the Dreadful Judge, Yahweh in the song book of Psalm 18: 6-14

6 In my distress I called to the Lord;
    I cried to my God for help.
From his temple he heard my voice;
    my cry came before him, into his ears.
7 The earth trembled and quaked,
    and the foundations of the mountains shook;
    they trembled because he was angry.
8 Smoke rose from his nostrils;
    consuming fire came from his mouth,
    burning coals blazed out of it.
9 He parted the heavens and came down; dark clouds (angels) were under his feet.
10 He mounted the cherubim and flew; he soared on the wings of the wind.
11 He made DARKNESS HIS COVERING, his canopy around him— the dark rain clouds of the sky.
12 Out of the brightness of his presence clouds advanced,
    with hailstones and bolts of lightning.
13 The Lord thundered from heaven;
    the voice of the Most High resounded.
14 He shot his arrows and scattered the enemy,
    with great bolts of lightning, he routed them.


St. John's revelation concerning the Dreadful Judge.


Revelation 1: 14-18 (NRSVCE)

14 His head and his hair were white as white wool, white as snow; his eyes were like a of fire, 15 his feet were like burnished bronze, refined as in a furnace, and his voice was like the sound of many waters. 16 In his Right Hand he held seven stars, and from his mouth came a sharp, two-edged sword, and his FACE was like the sun shining  with full force.

17 When I SAW him, I fell at his feet AS THOUGH DEAD. But he placed his right hand on me, saying, “Do not be afraid; I am the first and the last, 18 and the living one. I was dead, and see, I am alive forever and ever; and I HAVE THE KEYS of DEATH and of Hades (Christ's power not only in control of life but he was also in control of every death!).




Work Cited 

The Bible. New Revised Standard Version Catholic Edition, National Council of Churches, 1989. Bible Gateway, biblegateway.com.  Accessed 29 April 2023.


Ia MENANGGUNG bagi kita

 

3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak DILAHIRKAN KEMBALI, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "BAGAIMANAKAH MUNGKIN SEORANG DILAHIRKAN, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari AIR dan ROH, ia tidak dapat MASUK ke dalam KERAJAAN ALLAH.

6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari ROH, adalah ROH." 

 

16 Karena begitu besar KASIH Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah MENGARUNIAKAN Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang PERCAYA kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh HIDUP yang KEKAL.

18 Barangsiapa PERCAYA kepada-Nya, ia TIDAK akan DIHUKUM; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di BAWAH HUKUMAN, sebab ia TIDAK PERCAYA dalam "NAMA" Anak Tunggal Allah. (TB Yohanes 3:3-6, 16, 18)

Kita percaya kepada NAMA yang telah diberikan oleh Bapa kepada ANAK Tuhan Yang Mahatinggi sebagai penggenapan tiga (3) perkara pokok dalam urusan penyelamatan roh manusia, iaitu:

1). ‘Nama’/Karya/Misi yang diberikan oleh Bapa kepada Anak — Ini merupakan karya yang digenapi oleh Yesus Kristus melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Yeshua sebagai Domba Tuhan untuk altar di bumi berstatus "Sudah Selesai". Jikalau "nama" Allah Bapa itu abounding in love/unfailing love (kaya dengan kasih sayang/kasih yang tidak berbelah bahagi), maka nama itu telah mengutus peribadi Domba Tuhan yang menghapuskan dosa-dosa dunia, iaitu Yeshua Kristus atau Kasih Karunia.

    Perdamaian yang berstatus "sudah selesai" ini menggenapi kenyataan Yeshua sebagai ‘Jalan’ (the Way atau ‘altar’ Perdamaian) untuk menyelesaikan segala dosa. Di dalam ajaran Taurat, umat Tuhan (Israel) mengaku dosa-dosa mereka di atas kepala anak sulung kambing domba Tuhan pada hari penebusan (Imamat 16) sebagai korban penebus dosa. Rancangan Tuhan dari awal adalah untuk menyempurnakan perdamaian atau penebusan daripada darah binatang kepada darah Domba Tuhan dari syurga. Hal ini dijelaskan oleh Yeshua Kristus dalam Lukas 24:44.

    Beberapa petikan yang berkaitan dengan penyempurnaan Korban Domba Paskah Tuhan itu ada tertulis dalam nubuatan seperti Yesaya 9:5-6, Yesaya 11, Yesaya 53; Mazmur 2:7-12; Mazmur 40:7-9; Yoel 2:19; Yunus 1:17; Imamat 17:11; Nahum 1:15; Yesaya 28:16; Yeremia 31:31-34; Yohanes 1:29; dan Ibrani 9:19-28; 10:1-10. Semua nubuatan tersebut telah "Sudah Selesai" dalam satu kali kematian sebagai Korban Penebus Dosa, sebagaimana yang dicatatkan dalam Yohanes 19:30. Dalam Perjanjian Baru, kita mengaku dosa-dosa kita di atas kepala Yeshua sebagai Domba Tuhan/Korban Penebus Dosa. Beliau juga menjadi Pengantara dan mengendalikan doa-doa kita melalui pengantaraan Kristus sebagai Imam Melkisedek kita.

 2). Menggenapi PENGANTARAAN — Berkat Immanuel yang dianugerahkan kepada umat manusia memerlukan pengantaraan yang sempurna (divine mediatorship). Jadi, dalam Perjanjian Baru, pengantaraan itu disempurnakan oleh Yeshua yang telah duduk di sebelah kanan Bapa sebagai Imam Agung Syurgawi mengikut aturan Melkisedek, dan Beliau menjadi Pengantara siang dan malam tanpa henti. Berkat IMMANUEL bermaksud berkat Tuhan sentiasa menyertai kita.

3).  Tuhan memberikan DAMAI SEJAHTERA melalui sumpah Perdamaian darah Perjanjian Baru (Rujukan: Yesaya 54).

    Tuhan Bapa menyertai kita kerana kesetiaan pengantaraan Yeshua Kristus, sebagaimana janin mendapat perkhidmatan pengantaraan plasenta (placenta) supaya dapat terus hidup dalam hadirat ibunya dengan menerima berkat daripada sang ibu. Tanpa pengantaraan plasenta, janin tersebut tidak akan ada kehidupan! Kita semua akan membusuk di dalam perut ikan atau kuburan orang mati jika tiada plasenta, iaitu pengantaraan Yesus Kristus!

    The Prophet Jonah received something like a spiritual placenta (executed by an angelic messenger of the Grace of the Lord YHVH) inside the belly of the fish. The angelic messenger wrapped him like a robe of righteousness that provided a lifeline of breath — the breath of life — which is the operating power of Grace that imparts the power of resurrection from death! It is the power of the Spirit of the Lord referred to as "the fear of the Lord" inside the "belly of the fish" (the grave of the dead), performed by the angel of the Lord.

    The fear of the Lord is actually the primary gift (the Master Key) or the key to operating in close intimacy with the Spirit of the Lord! It is holy! The fear of the Lord is holy. If we enter a fenced or walled area, it is akin to the key to the main entrance before using various other keys for subsequent doors within that enclosed area. In walking closely with the Spirit of the Lord, many keys are involved; however, if we wish to draw close to God, the first key we ask for is the fear of the Lord because that is what opens the main entrance. This corresponds to the "beginning of wisdom" in the writings of Yeshua Ben Sirach in Sirach 1, or the "beginning of wisdom" according to Solomon in Proverbs 9:10. The Patriarch Job also wrote of it as being synonymous with wisdom itself (Job 28:28).



DITANGGUNG adalah seperti janin dalam kandungan ibu, KEHIDUPAN janin itu DITANGGUNG sepenuhnya oleh sistem placenta  Indung: kehidupan ranting, sepenuhnya DITANGGUNG oleh Pokok.  Aktiviti Pernafasan, Perkumuhan, pemakanan, imuniti dan Aktiviti endokrin semuanya DITANGGUNG oleh ibu melalui placenta ibu.   Demikianlah juga Allah Bapa MENANGGUNG kita melalui anugerah KASIH KARUNIA, iaitu Yeshua Kristus yang mengantara dan memberikan PERDAMAIAN /KESELAMATAN kepada   roh kita semua!!


20 Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia MENANGGUNG bagi kita; Allah adalah KESELAMATAN kita. Sela 21 Allah bagi kita adalah Allah yang MENYELAMATKAN, Allah, Tuhanku, memberi KELUPUTAN DARI MAUT. (TB Mzm 68:20-21)


 Di Dalam 'Perut Ikan' ('Malam' atau 'Gelap Gulita') atau Kuburan Orang Mati


1 BERDOALAH Yunus kepada Tuhan, Allahnya, dari dalam PERUT IKAN itu, 2 katanya: "Dalam KESUSAHANKU aku BERSERU kepada Tuhan, dan Ia MENJAWAB aku, dari tengah-tengah dunia orang mati, aku BERTERIAK, dan Engkau DENGARKAN suaraku." (TB Yun 2:1-2)

(Note: Orang yang BERSERU ialah orang yang PERCAYA akan nama Tuhan dan telah DIPERDAMAIKAN dengan Tuhan serta didengar oleh Tuhan, iaitu mereka yang memiliki kunci "the fear of the Lord". DARAH SUCI Yesus berbicara lebih KUAT daripada darah Habel mahupun mana-mana darah di bumi. Memang benar bahawa bagi Nabi Yunus, darah Yeshua belum ada secara fizikal, tetapi hakikatnya beliau memiliki karunia yang sama hasil daripada anugerah perdamaian yang diberikan oleh darah Suci Yeshua, iaitu karunia ‘the fear of the Lord’. Oleh sebab itu, YHVH MENDENGAR suara Yunus).

Doa-doa kita didengari kerana kita berteriak kepada Allah Bapa, asalkan doa tersebut dipanjatkan melalui kuasa darah Suci Yeshua!

9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang IBRANI; aku TAKUT AKAN TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." (TB Yunus 1:9)

(Nota: Maksud Nabi Yunus menyatakan identitinya sebagai seorang Ibrani secara automatik menunjukkan bahawa beliau mempunyai keterikatan perjanjian darah dengan YHVH; "takut akan Tuhan" merupakan karunia atau kunci — salah satu daripada tujuh lapis karunia Kristus).  Kita bergantung sepenuhnya kepada YESHUA KRISTUS sebagai Juruselamat, Jurupenebus (Domba Tuhan), dan Pengantara (Imam Melkisedek).

5 "Akulah POKOK ANGGUR dan kamulah RANTING-RANTINGNYA. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia BERBUAH banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting, dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam API lalu dibakar. 7 Jikalau kamu TINGGAL DI DALAM Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, MINTALAH apa SAJA yang kamu KEHENDAKI, dan kamu akan MENERIMANYA. 8 Dalam hal inilah Bapa-Ku DIPERMULIAKAN, yaitu jika kamu BERBUAH banyak dan dengan demikian kamu adalah MURID-MURID-Ku." (TB Yohanes 15:5-8) 

Janji Tuhan bahawa Dia tidak akan meninggalkan kita merupakan janji kasih setia. "NAMA" Kristus ialah SETIA dan ADIL.

Whatever falls upon us, day and night, we will still glorify and offer our thanksgiving and praises unto God, our Lord Jesus Christ.

 

Yeshua mempunyai nama yang sama seperti nama YHVH dalam Keluaran 34:5-7. Hal ini bermakna sifat-sifat Roh Yeshua ialah sifat Tuhan itu sendiri.

9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan TIDAK MENOLAK engkau"; 10 janganlah takut, sebab Aku MENYERTAI engkau, JANGANLAH BIMBANG, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan MENEGUHKAN, bahkan akan MENOLONG engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa KEMENANGAN. (TB Yesaya 41:9-10) 

    Menjadi seperti anak kecil bermaksud kebergantungan penuh kepada Yeshua Kristus! Tanpa Yeshua dalam iman kita (iaitu Domba Tuhan), tiada jaminan penghapusan dosa. "It is finished" merupakan jaminan KUASA Kristus yang pasti mengalir untuk menghapuskan dosa-dosa dunia! Berkat penghapusan dosa dunia telah datang (berkat Immanuel telah datang, iaitu Tuhan sentiasa menyertai anda) kepada semua orang yang PERCAYA.

 

23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan DATANG kepadanya dan DIAM bersama-sama dengan dia. 24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku." (TB Yohanes 14:23-24) 

Manna dari SYURGA!

Cara memakan roti syurgawi adalah melalui iman, iaitu PERCAYA dan mempunyai "Tanda" (percaya + tanda = IMAN). Penghulu iblis juga percaya akan Roh Tuhan, namun mereka jelas tidak mempunyai tanda atau mengenakan tanda Tuhan. Malah, nama mereka tidak mempunyai akhiran (suffix) nama Tuhan seperti El-Elyon atau El Shaddai.

 

    Malaikat Tuhan nyata mengenakan "nama" Tuhan pada hujung nama mereka kerana TUHANlah yang memberikan nama kepada para malaikat, seperti penghulu malaikat Mikha-EL, Rapha-EL, Gabri-EL, dan Ohri-EL! Tanda pada iman kita kepada nama Tuhan membuktikan bahawa kita beribadah kepada Roh Tuhan. "Tanda" bermaksud kita beribadah; iman yang hidup disertakan dengan ibadah (iaitu percaya dan tanda). Tanda bagi Air, Darah, dan Roh ialah Pembaptisan/Air Suci, anggur/roti, serta minyak zaitun/lili. Tanda tersebut menandakan bahawa kita percaya akan nama Tuhan dan beribadah kepada-Nya.

 

53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak MAKAN DAGING Anak Manusia dan MINUM darah-Nya, kamu tidak MEMPUNYAI HIDUP di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan MINUM darah-Ku, ia mempunyai HIDUP yang KEKAL dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar MAKANAN dan DARAH-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa MAKAN daging-Ku dan MINUM darah-Ku, ia TINGGAL di DALAM Aku dan Aku di dalam dia." (TB Yoh 6:53-56)

 

  Ungkapan 'makan daging dan minum darah' merupakan bahasa kiasan atau PARADOKS bagi kebenaran tentang kebergantungan (dependency) kepada PERDAMAIAN yang dianugerahkan melalui kematian ANAK SULUNG Kambing Domba Tuhan, iaitu Yeshua Kristus. Makan daging dan minum darah ialah paradoks kepada tindakan menerima Roti sebenar yang turun dari syurga: daging dan DARAH; FIRMAN menjadi manusia — Yeshua Kristus, ANAK Tuhan Yang Mahatinggi. Oleh itu, paradoks tersebut merujuk kepada Sakramen Ekaristi!

 

26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil ROTI, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, MAKANLAH, inilah tubuh-Ku."  27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "MINUMLAH, kamu semua, dari cawan ini.  28 Sebab inilah DARAH-Ku, DARAH PERJANJIAN, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk PENGAMPUNAN DOSA." (TB Matius 26:26-28)

4 Tetapi sesungguhnya, PENYAKIT kitalah yang DITANGGUNGNYA, dan KESENGSARAAN kita yang DIPIKULNYA, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.  5 Tetapi dia TERTIKAM oleh KARENA pemberontakan kita, dia diremukkan oleh KARENA kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita DITIMPAKAN KEPADANYA, dan OLEH bilur-bilurnya KITA MENJADI SEMBUH. (TB Yes 53:4-5)