Tuhan
itu Roh [a1]. Firman Tuhan itu juga adalah Roh Tuhan [a2], karena semua Firman
Tuhan berasal dari Roh Tuhan. Jika kisah perjalanan Yakub dari Bersyeba ke
Haran itu tidak melibatkan hal-hal yang memasuki hadirat Roh Tuhan YHVH, maka
sudah tentu kata 'bermalam' itu sendiri tidak akan membawa arti rohani yang
signifikan. Namun, oleh karena catatan Kitab Suci Kejadian adalah bahasa Roh
Tuhan, maka kata 'bermalam' sudah tentu membawa maksud hakiki roh nubuat (the
nature of the Spirit of prophecy) yang sangat dalam.
Cendekiawan dan ahli Kitab Suci yang terpelajar biasanya menamakan ilmu penafsiran mengikut setiap kata ini sebagai expositional interpretation word by word. Mereka adalah ahli dalam bidang etimologi (etymology). Biasanya mereka yang berminat membuat penafsiran sebegini adalah orang-orang yang sangat arif dalam bahasa asli kitab-kitab suci. Jadi, mereka tergolong bukan sahaja sebagai ahli teologi (theologians/biblical scholars) yang terpelajar, melainkan juga sebagai ahli pelbagai bahasa (linguists), terutamanya bahasa asli kitab-kitab kuno.
Penulis
sememangnya buta huruf dalam ilmu hermeneutik (hermeneutics), namun aku masih
memberanikan diri untuk menuliskan beberapa pembagian kepada mereka yang sedang
berjalan dalam 'kegelapan.' Sekurang-kurangnya mereka akan dapat menangkap arti
kata 'bermalam' hasil daripada pengalaman perjalanan iman di 'padang gurun'
atau di dalam 'kegelapan.' Nabi Yesaya menuliskan Firman:
"Siapa
di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia
hidup dalam kegelapan, dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia
percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya!" (Yesaya 50:10)
Kata
profetik "BERMALAM" [a] itu sebenarnya khusus ditujukan kepada semua
orang percaya yang sedang menelusuri perjalanan iman. Kata 'bermalam' dalam
tafsiran kiasan rohani (typology) pada petikan kisah perjalanan Yakub itu
menubuatkan kepada kita semua agar menanggap pengajaran perjalanan rohani
tersebut, sehingga kita dapat melafazkan dengan sempurna intipati doa dalam
petikan Mazmur 91:1 yang mengandung kata "bermalam." Kita
membicarakan tentang makna kontekstual (contextual meaning) dan juga penafsiran
profetik/tipologi (prophetic/typological interpretation) seperti yang
dimaksudkan dalam Ayub 33:14:
"Karena
Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak
memperhatikannya." (Ayub 33:14)
"Satu
kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,
dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang
menurut perbuatannya." (TB Mazmur 62:12-13)
Satu
cara Dia berfirman ialah melalui Pribadi Bapa, YHVH, di dalam Perjanjian Lama,
dan cara kedua Dia berfirman ialah melalui Putra-Nya, Anak Yang Mahatinggi,
dalam Pribadi Kristus YESHUA dalam Perjanjian Baru atau the New Zion! Justeru,
Bapa menubuatkan kedatangan Anak dalam seluruh Taurat, Kitab Nabi-nabi, dan
Mazmur, sedangkan Yeshua mengesahkan nubuat Bapa tentang tujuan kedatangan
Firman menjadi Manusia (Lukas 24:44)!
Tuhan
sebagai Pencipta langit dan bumi serta segala isinya adalah sentiasa Kudus,
sedangkan manusia yang diciptakan itu lemah dan senantiasa terluka. Keadaan ini
dipanggil perseteruan atau konflik antara Sang Pencipta dan umat manusia yang
jatuh.
Oleh itu, Tuhan sudah merencanakan dari semula untuk menganugerahkan JALAN kepada umat manusia yang jatuh dalam kuasa dosa, supaya mereka dapat hidup diperdamaikan dengan kuasa kehidupan yang Kudus, walaupun hari-hari mereka masih kerap kali kembali dalam taklukan kepada kebinasaan daging, iaitu kerana luka-luka belenggu dosa. Dengan 'Jalan' itu, kita dilepaskan daripada belenggu sengat maut, iaitu dosa. Namun, kita tidak akan dapat melihat dengan jelas fungsi JALAN itu melainkan kita diajar oleh Roh Tuhan pada ketika roh kita 'bermalam' di 'suatu tempat.' Justeru, kata "bermalam" itu hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang percaya kepada 'nama' Tuhan sahaja! Ia memberi arti rohani tentang pengajaran 'perdamaian,' iaitu tentang bagaimana roh orang percaya yang menderita setiap hari dapat diperdamaikan dengan Roh Tuhan yang Mahasuci.
'Bermalam'
adalah umpama 'prolog' kepada asas berdoa di dalam roh dan kebenaran. Berdoa
itu adalah urusan memasuki 'kamar' terdalam menurut ajaran Yeshua dalam Matius
6:6 dan Matius 6:9-14. Urusan memasuki 'kamar terdalam' adalah urusan
komunikasi rohani antara Roh Tuhan dan roh seseorang yang percaya. Raja Daud
menuliskan lirik Mazmur tentang komunikasi spiritual ini dalam frasa "Deep
calls unto deep" (Samudera raya menyahut kepada samudera raya). Dalam
'kamar' atau di dalam 'rumah Tuhan' itu, kita akan diajar memasuki hadirat Roh
Bapa; ia adalah suatu urusan yang tidak diajarkan dalam mana-mana sistem
pendidikan formal. Malah, ia tidak dapat dipelajari dalam tempoh yang singkat.
Ia adalah anugerah Tuhan, urusan hidup atau mati yang dipelajari sepanjang hayat.
Orang-orang terdahulu, mungkin pada tahap terbaik sekalipun, hanyalah dapat
membahagikan beberapa petua daripada pengalaman rohani mereka kepada mereka
yang sedang menelusuri perjalanan iman. Man knows only in part, but God knows
all matters!
Kita
tidak akan dapat masuk 'kamar' (the Spirit of prayer), jikalau kita tidak
dianugerahi [Roh] Pengetahuan dan [Roh] Pengertian. Dengan karunia itu barulah
kita dapat mengerti arti rohani tentang 'beristirahat.' Malah, urusan 'percaya'
kepada Tuhan itu sendiri hanya dapat dizahirkan dari hati kita disebabkan oleh
karya 'nama' Tuhan, melalui karunia [Roh Pengetahuan] dan karunia [Roh
Pengertian] daripada Roh Tuhan (Amsal 9:10). Tujuan utama berdoa ialah supaya
kita mendapat 'ketenangan' (rest) roh di dalam kuasa Kristus, iaitu disembuhkan
daripada 'luka-luka' yang meletihkan dan melesukan tubuh roh kita. Melalui
doalah kita mendapat pelepasan daripada 'bebanan' dosa (luka-luka yang
terkumpul dan belum dibereskan melalui pertobatan/pengakuan dosa). Ini dicatatkan
dalam ajakan Kristus untuk rest in Christ dalam petikan Matius 11:28-30.
Justeru,
barang siapa yang mahu berdoa di dalam 'kamar' terdalam, dia mesti tahu apa
takrif beristirahat (rest) secara rohani. Dan 'beristirahat' dalam pengertian
rohani hanya akan dapat kita mula pelajari apabila kita telah melalui suatu
tempat atau titik perubahan kehidupan yang disebut "there is a
place," di mana roh kita mula menangkap arti 'bermalam.' Kita mula belajar
bagaimana 'roh' kita diperdamaikan dengan Roh Tuhan selepas melalui pengalaman
rohani 'bermalam'!
Agar
diberkati oleh Roh Tuhan, kita mesti terlebih dahulu diperdamaikan dengan Roh
Tuhan oleh pelayanan Pengantara Imam Agung Melkisedek yang duduk di sebelah
kanan Bapa. Semua penduduk bumi, tanpa mengira apa jua kepercayaan mereka,
memang masih menerima anugerah berkat Tuhan, walaupun jelas sekali bahawa
menurut catatan Taurat dan Kitab-Kitab Suci, kutuk telah menimpa keturunan Adam
dan Hawa (Eve) dengan 'tanda' yang jelas, iaitu tanda kutuk (curse mark) dalam
gandaan tujuh kali lipat (Ulangan 28; Imamat 26:18, 21, 24, dan 28).
Berkat-berkat Tuhan mengikut nama-Nya (immutable Names of God dalam Kitab Suci
Keluaran 34:5-7) masih mengalirkan kuasa kehidupan kepada semua orang termasuk
yang tidak percaya, supaya mereka dapat meneruskan hayat daging di bumi
mengikut kekuatan daging masing-masing. Namun, 'Berkat' (Berkat daripada
'bermalam') yang kita perkatakan di sini adalah Berkat menjadi 'anak-anak
Allah' [b].
Apa
sahaja pelanggaran Taurat secara nyata akan membelenggu manusia ke dalam kuasa
'dosa' (sengat maut) dan seterusnya maut atau kuburan orang mati, tetapi syukur
kepada Domba Paskah Allah, Yeshua Kristus, yang telah melepaskan kita daripada
segala kutuk! Dalam daging, Rasul Paulus mengatakan bahawa kita telah terjual
kepada kebinasaan dan kutuk kerana daging itu lemah, namun pengharapan kita
disandarkan kepada kuasa kebangkitan Kristus! Dalam iman Kristen, Anak Domba
Allah, the Prince of Peace / Imam Melkisedek memainkan peranan sebagai
penghapus dosa-dosa dunia, dan juga sebagai Pengantara antara Roh Tuhan dan
Umat Tuhan, agar roh kita mengecap penyembuhan luka-luka roh secara tuntas.
Kita sentiasa bersukacita penuh kerana kita mempunyai Sang Pengantara yang
begitu sempurna, iaitu ANAK Allah yang MAHATINGGI [c]. Dia tidak berdosa dan
Dia adalah Sin Offering [d] yang paling sempurna. DARAH suci-Nya menyembuhkan
[d] segala 'luka' roh orang percaya. Sebagai Raja Damai dan juga Imam
Melkisedek, pengantaraan Perdamaian antara Tuhan dan umat Tuhan telah selesai
digenapi oleh Kristus [e]. Tidak ada pengantaraan yang jauh lebih baik daripada
apa yang dapat dianugerahkan oleh pelayanan pengantaraan Yeshua Kristus! Tanpa
pengantaraan Kristus, kita semua TIDAK mempunyai kelayakan untuk memasuki
hadirat [f] Roh Tuhan yang Mahasuci. Kesucian Roh Tuhan itu dapat menghanguskan
[g] kita semua!
Tuhan
YHVH pernah menjelaskan kepada Nabi Musa (Moshe) bagaimana KASIH KARUNIA [h]
itu dapat menudungi roh orang percaya, supaya ia tidak dijilat oleh api suci
Tuhan yang menghanguskan itu. KASIH KARUNIA daripada Roh Bapa YHVH itu kelak
dapat kita lihat sebagai pribadi Almasih yang dijanjikan, iaitu pribadi Firman
hidup yang menjadi Yeshua Kristus (the incarnated Word). Perdamaian Kristus
oleh kuasa darah-Nya menutupi ketelanjangan roh kita setiap hari. Dialah yang
menanggung derita (luka-luka) kita setiap hari (Mazmur 68:20).
Kitab
Suci Keluaran 33:20 mencatatkan:
Lagi
firman-Nya: "ENGKAU TIDAK TAHAN MEMANDANG WAJAH-Ku [hadirat Roh Tuhan],
SEBAB TIDAK ADA ORANG YANG MEMANDANG AKU DAPAT HIDUP."
"Tidak
tahan" artinya seperti kapas yang tidak tahan dengan api. Roh manusia
tidak dapat bertahan di dalam hadirat kekudusan Roh Sang Pencipta yang
semarak-Nya menghanguskan. Roh kita perlu dibaluti oleh kasih karunia-Nya
sebagaimana yang dilalui oleh Nabi Musa! Sesungguhnya, kita memerlukan
pengantaraan Kristus, KASIH KARUNIA yang dapat membaluti roh kita, agar kita
dapat bertahan memandang wajah-Nya; jika tidak, kita semua pasti mati ketika
memandang wajah-Nya! Pengantaraan Kristus yang bersifat Immanuel telah datang,
dan DARAH suci-Nya "Sudah Selesai" [i] dipersembahkan di atas mezbah
di bumi, iaitu Kayu Salib Yeshua yang Suci! "Sudah Selesai" [i]
bererti berkat-Nya mengalir secara Immanuel (tanpa henti-henti)! Yakub, bapa
leluhur bangsa Israel (yang kelak diberi nama oleh Tuhan sebagai Israel),
menemukan keajaiban 'kasih karunia' itu apabila dia memasuki hadirat Roh Tuhan
di "suatu tempat" dalam perjalanannya ke Padan-Aram; Yakub tidak mati
sewaktu melihat Tuhan. Rupanya, roh Yakub telah diperdamaikan ketika dia
memasuki hadirat 'Rumah Allah' Luz. Kelak dia menamakan lokasi tempat dia
melihat penglihatan Surga terbuka itu sebagai Betel (Beth-El). Kini ia telah
menjadi kota Betel.
"...Maka
Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. Ia sampai di 'SUATU TEMPAT,'
dan 'BERMALAM' di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah
batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu
membaringkan dirinya di tempat itu." (Kejadian 28:10-11)
Catatan
dalam ayat 10 hingga ayat 11 Kitab Suci KEJADIAN 28 bernubuat kepada setiap
orang percaya tentang perjalanan iman yang akan kita semua lalui, sehinggalah
pada "SUATU TEMPAT" dalam perjalanan hidup atau suatu titik
kehidupan, kita akan diajarkan perihal PERDAMAIAN dengan Roh Tuhan atau disebut
"REST" [j] (the Sabbath Rest), atau dalam bahasa Ibrani kuno disebut
manoach/menuchah ~ "rest" yang membawa arti DIPERDAMAIKAN.
Dalam
Kitab Suci Kejadian 28, frasa "suatu tempat" (there is a place)
apabila dilihat dengan mata rohani mengikut penafsiran tipologi/kiasan rohani
[k], merujuk kepada titik kehidupan—iaitu suatu catatan sejarah dalam
perjalanan hidup seseorang PERCAYA, bahawasanya pada suatu titik kehidupan
tersebut, kita MENEMUKAN atau melalui pengalaman yang dinubuatkan sebagai frasa
nubuat "there is a place," kita akan mengalami KELAHIRAN KEMBALI [l]
menjadi ANAK ALLAH [m], dan mula melihat Surga TERBUKA seperti apa yang dilihat
oleh Yakub: tangga-tangga ke surga (the stairways of heaven) dan paduan suara
malaikat (angelic choirs).
Namun,
kelahiran memerlukan tempoh masa. Ia bukan urusan satu hari atau satu malam,
kerana kelahiran biologi pun mengambil masa 9 bulan. Kelahiran rohani pula
tidak mempunyai jangka masa yang pasti (indefinite time-period), namun kita
tahu bahawa kita semua sebagai orang percaya sebenarnya mempunyai titik
permulaan dalam perjalanan iman yang dikenali sebagai "there is a
place" ...titik sejarah di mana roh kita telah lahir kembali [l]. Di sana
kita memahami apa itu "rest" secara rohani, kerana 'bermalam' menuntut
kita untuk mengerti takrif rohani tentang apa itu 'rest' atau ketenangan dalam
Kristus [n]! Di tempat itulah—iaitu frasa nubuat "suatu tempat"—Yakub
telah diajar oleh Roh Tuhan YHVH untuk "BERMALAM" atau rested secara
rohani di tanah Luz. Keutamaan tentang bermalam itu ialah PENGERTIAN rohani
tentang maksud kisah "BERMALAM" [a] itu dalam Kejadian 28.
Spending
the night in a particular place like inside a crevice on the mountain rock.
BERMALAM di atas pasir pasti tidak akan selamat. YAKUB sebenarnya telah
BERMALAM di 'suatu tempat' seperti yang dilalui oleh Musa dan Elia (Elijah), iaitu "lekuk
batu" atau "gua," sebagaimana yang dialami oleh semua nabi dan the sojourners of faith. 'Suatu tempat' itu adalah tipologi kepada tempat
'bermalam' secara rohani. Bermalam dalam bahasa rohani merujuk kepada
'berhenti' atau 'beristirahat,' iaitu berhenti daripada 'belenggu dosa' atau
sengat maut. Mereka bukan sahaja melaluinya, tetapi mesti memahami bahawa
"suatu tempat" itu haruslah mempunyai "lekuk batu" seperti
"gua," dan di sana kita akan "beristirahat" (rest). Kristus
sebenarnya ada memberikan ajakan kepada semua anak Allah supaya kita yang
percaya kepada-Nya sentiasa datang kepada-Nya (Matius 11:28-30). Yeshua
menjanjikan "rest": "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu
dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28).
Roh yang 'letih' adalah akibat 'luka-luka' (dosa-dosa) yang tidak sembuh, dan
ia akan menjadi bebanan yang semakin berat. Hanya dengan kesembuhan daripada
luka-luka atau pengampunan dosa-dosa, tubuh roh kita menjadi sembuh dan bebas
daripada sengat maut. Kelak kita memahami nyanyian Mazmur 18, mengapa Raja Daud
mengungkapkan bahawa Tuhan itu umpama Gunung Batu keselamatan baginya. Kalau
kita berjalan dalam perjalanan iman di padang gurun (spiritual wilderness),
tempat yang paling selamat hanyalah di atas gunung batu sahaja, dan sudah pasti
bermalam di dalam sebuah 'gua' atau 'lekuk batu'; frasa 'lekuk batu' itu
memberitakan posisi roh kita yang diperdamaikan dengan Roh Tuhan melalui
pengantaraan Kristus, Our Perfect Mediator!
Sebenarnya,
Kristuslah "lekuk" batu itu yang pernah ditemukan oleh Nabi Musa,
sebagaimana yang diajarkan dan dimaksudkan oleh Tuhan Bapa YHVH; ia sungguh
tersembunyi dalam Taurat. Sebelum itu, YHVH berfirman bahawa Dia memberikan
kasih karunia kepada siapa Dia berkenan memberikan kasih karunia. YHVH
berfirman sedemikian kerana Kasih Karunia itu hanya dianugerahkan kepada mereka
yang tertulis namanya dalam Kitab Kehidupan: mengikut tafsiran Rasul Paulus,
beliau merumuskan bahawa mengenali Bapa YHVH dan Yeshua Kristus sesungguhnya
adalah takdir Ilahi di 'dalam' Kristus, SEBELUM Dunia ini dijadikan (Efesus
1:3-9). Semua orang percaya harus melihat 'lekuk' batu itu sebagai frasa
profetik, iaitu Kristus yang TERSEMBUNYI [o] dalam TAURAT. Daud pernah
bernyanyi bahawa Tuhan memberikan wonderful things of the Law. Semestinya frasa
"wonderful things of the Law" itu merujuk kepada kebaikan YHVH yang
nyata (the visible goodness of YHVH), iaitu Kristus. Dalam pertemuan
(encounter) YHVH dan Nabi Musa di atas Gunung Sinai, dicatatkan bahawa:
21
Berfirmanlah TUHAN: "Ada SUATU TEMPAT [o] dekat-Ku, di mana engkau DAPAT
BERDIRI di atas gunung batu; 22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan
menempatkan engkau dalam LEKUK gunung itu, dan Aku akan menudungi [p] engkau
dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat." (Keluaran 33:21-22)
Hanya
dalam pengantaraan Kristus di dalam LEKUK batu itu kita dapat BERDIRI dalam
hadirat-Nya yang Mahasuci. Pertemuan YHVH dan Musa dalam Kitab Keluaran 33
sebenarnya hanyalah pengulangan kepada apa yang pernah dialami oleh semua bapa
leluhur (patriarchs) yang muncul sebelum zaman Musa, termasuk Israel. Bapa
leluhur Israel, iaitu Yakub, terlebih dahulu pernah memasuki LEKUK batu itu di
Tanah Luz dalam perjalanannya ke Padan-Aram untuk mendapatkan isteri mengikut
perintah dan nasihat ayahnya Ishak (Yitchak); di "suatu tempat" itu
(di "lekuk batu" itu), Bapa Leluhur Yakub telah melihat dalam
penglihatan mimpi malaikat-malaikat sorgawi Tuhan yang turun naik ke 'lekuk
batu' (suatu tempat) itu, yang kelak dinamakan oleh Yakub sebagai hadirat rumah
Allah atau hadirat Roh Tuhan: Betel. Pintu Gerbang kepada rumah Allah itu ialah
YESHUA KRISTUS (Yohanes 1:49-51; Ibrani 1:6-13; Yohanes 10:7, 9).
Spending
the night in a particular place like inside a crevice on the mountain rock.
Beristirahat di atas padang pasir memberi risiko maut, bermaksud it was not
safe. If you want to be safe you must go inside a CLEFT on the mountain rock or
a place like a cave / to be in a crevice/cleft on the rock or inside a cave or
cavity on the mountain rock. It was this place in which each one of us must
learn the basic lesson of atonement/redemption.
We
learned how to "REST" in the divine "NAME", Yeshua Christ,
our Redeemer and Saviour. He was, in truth, the GATE of the house of God, the
Beth-El, the essence of the spirit of prayer which Jesus defined in Matthew
6:6.
Untuk
SELAMAT kita mesti mencari satu-satunya "LEKUK" batu yang SANGAT
DEKAT dengan ROH Allah Bapa itu, iaitu Yang duduk di sebelah KANAN BAPA. Dia
disebut ANAK MANUSIA, juga IMAM Sorgawi Ordo MELKISEDEK, iaitu YESHUA KRISTUS!
Itulah sebenarnya tujuan perjalanan dalam GELAP GULITA, di mana kita akan
menemukan secara pribadi frasa nubuat "THERE IS A PLACE," iaitu
tempat "LEKUK BATU" yang sangat dekat dengan Allah Bapa, dan juga
MELIHAT PINTU GERBANG SURGA. Dia berkata, "AKULAH PINTU." Di sana
kita akan diajar oleh Roh Tuhan bagaimana DIPERDAMAIKAN dengan ROH Tuhan,
kerana di sanalah ada PINTU GERBANG SORGAWI. Natanael (Nathaniel) pernah
MELIHAT PINTU Gerbang Sorgawi itu dengan mata kepalanya sendiri. Pribadi
'Pintu' Sorgawi itu sendiri berjanji kepada Natanael bahawa Natanael akan
MELIHAT malaikat-malaikat Tuhan sama seperti yang pernah dilihat oleh moyang
bangsa Israel, iaitu Yakub; para malaikat sorgawi akan turun naik ke atas ANAK
MANUSIA di bumi. Tentunya Natanael tahu apa yang sedang dibicarakan dalam janji
Yeshua, kerana Yakub, nenek moyang bangsa Yahudi, pernah MELIHAT PINTU GERBANG
itu terbuka di Betel, dan para malaikat Tuhan memang turun naik ke atas PINTU
GERBANG SORGAWI itu.
Kejadian
28:16 mencatatkan bahawa ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia:
"Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
Kejadian
28:17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak
lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang surga."
"Akulah
Pintu," Yeshua Kristus (Yohanes 10:7 dan 9)
Kelak,
Yeshua memberitahu Natanael bahawa Dia ialah Pintu Gerbang Surga yang pernah
dilihat oleh Bapa Leluhur Yakub dalam penglihatan mimpi rohani di tanah Luz
itu, yang kelak telah dinamakan semula oleh Yakub menjadi Betel yang bermaksud
rumah Allah. Selepas lebih 2000 tahun kemudian, Firman Allah telah menjadi Anak
Allah yang Mahatinggi, iaitu "bertunas dari tunggul Isai" (Yesaya
11:1) dan Dia sendiri telah membuat pengakuan "Akulah Pintu" dalam
Yohanes 10:7 & 9. Natanael percaya kepada pengakuan Yeshua mengenai
diri-Nya, lalu menjadi pengikut Yesus "Jalan Tuhan" [q]: the follower
of the Way! Adalah suatu perkara yang mustahil untuk diberkati menjadi
anak-anak Allah jika sekiranya roh kita masih di dalam posisi berseteru dengan
Roh Tuhan. Kita mesti mengambil posisi yang diberkati oleh ROH Tuhan, iaitu
dalam keadaan roh yang DIPERDAMAIKAN dengan ROH Tuhan Allah, dengan menanggap
dan menganuti kepercayaan bermalam ataupun "rest"; kita bermalam di
atas GUNUNG BATU KESELAMATAN (Mazmur 18); dan sudah pasti ada 'lekuk batu'.
Suara Tuhan didengari dengan jelas sekali: "Keep the Sabbath Rest."
Diperdamaikan dengan ROH Tuhan itu dalam bahasa kuno Ibrani ialah rest, dan
kata "rest" adalah etimologi kepada kebenaran mesej Taurat tentang
hukum yang ke-4, iaitu The Sabbath Rest! Tidak menghairankan, 700 tahun
kemudian dari zaman Abraham ke zaman Nabi Musa, Tuhan berfirman dalam Keluaran
20:8 (Exodus 20:8) berbunyi "Keep the Sabbath REST." Kerana 'rest' ini
membawa arti DIPERDAMAIKAN dengan Roh Tuhan YHVH. Jika tidak diperdamaikan,
maka artinya kita berseteru dengan Roh Tuhan. Perintah Tuhan berbunyi
"keep the Sabbath Rest." Utusan pribadi Tuhan untuk tujuan perdamaian
ialah Yeshua dan Dia adalah penggenapan Sabbath Rest (Ibrani 4).
Justeru,
jika BERMALAM itu muncul dalam HIDUP kita secara tipologi (typology), maka itu
bererti kita diseru oleh Roh Tuhan untuk memahami arti REST, sehingga
pengertian menjadi semakin murni. Jika perjalanan iman kita TIDAK DAPAT
diteruskan kerana tiada CAHAYA menerangi perjalanan seperti ketika MATAHARI
telah TERBENAM, maka sampailah masa kita akan MELIHAT semula arti
"BERMALAM." Dalam keadaan TIDAK DAPAT meneruskan perjalanan iman,
kita perlu membuat spiritual inventory, atau we redefine what darkness is.
"Siapa
di antaramu yang TAKUT AKAN TUHAN (seperti nabi-nabi, tahu Kunci Tuhan) dan
mendengarkan suara hamba-Nya (keutamaan kita Gembala Agung ~ Yeshua)? Jika ia
HIDUP dalam KEGELAPAN, dan TIDAK ADA CAHAYA bersinar baginya, baiklah ia
PERCAYA kepada NAMA TUHAN dan BERSANDAR kepada Allahnya!" (Yesaya 50:10)
Jadi,
artinya kita kembali kepada "lekuk" BATU ("REST" / Salib
Kristus), tempat kita diajar oleh Roh Tuhan bagaimana roh kita telah
diperdamaikan dengan ROH Tuhan.
Oftentimes,
we keep on going back to the Sacred Cross of Yeshua. Go back to the altar of
God. 'BERMALAM' itu adalah MELIHAT Salib Kristus... iaitu REST! DIPERDAMAIKAN
dengan Allah Bapa yang Mahakudus melalui pengantaraan sempurna oleh Anak, iaitu
Tuhan Yeshua: KASIH KARUNIA.
Spiritually
and personally speaking, what does the prophetic phrase "THERE IS A
PLACE" mean to you? Why did the great patriarch Enoch, before reaching the
age of 65 years, not walk with God? In Genesis 5:21-24:
21
When Enoch had lived 65 years, he became the father of Methuselah. 22 After he
became the father of Methuselah, Enoch WALKED faithfully with God 300 years and
had other sons and daughters. 23 Altogether, Enoch lived a total of 365 years.
24 Enoch WALKED faithfully with God; then he was no more, because God took him
away ("raptured").
He
walked faithfully with God for 300 years, but obviously before reaching the age
of 65, the great patriarch Enoch had not encountered yet the prophetic phrase
"there is a place." After encountering the prophetic phrase
"there is a place" or "born again" in his life, then he
walked in faith with God for 300 years. Definitely, it meant that he walked
with God after being 'born again.' We know then that Enoch's personal
"there is a place" took place in his life when he was exactly 65
years old (lunar years). In truth, the phrase "there is a place"
normally prophesies the beginning of our faith, but oftentimes we might be
driven back again and again to that prophetic phrase—the phrase called
"there is a place" in the wilderness of our spiritual journey of
faith in God—in order to be spiritually purified, so that we could survive
entering the Dreadful Consuming Fire of Holiness of the Spirit of the Almighty
God. Who dares to enter His presence without the mediation of Christ the
Redeemer and Saviour!
Nota
Kaki (Footnotes):
[a1]
Yohanes 4:24
[a2]
Yohanes 1:1; Yohanes 6:63; Ibrani 4:14; Wahyu 1:16
[a]
Yesaya 50:10; Yunus 1:17; Yunus 2:1-10; Ayub 42:1-6
[b]
Yohanes 1:12; 1 Yohanes 5:1
[c]
Yesaya 9:5-6; Mazmur 2:7-12; Yohanes 1:29; Roma 1:1-6
[d]
Yohanes 1:29; Matius 26:26-28; Yesaya 53:5; Yesaya 52:25
[e]
Lukas 24:44
[f]
Matius 5:8
[g]
Keluaran 33:20
[h]
Yohanes 1:17; Keluaran 33:19; Keluaran 34:5-6
[i]
Yohanes 19:30
[j]
Kejadian 2:2-3
[k]
Yesaya 46:9-10
[l]
Yohanes 3:3-6; 1 Yohanes 5:6-12
[m]
Yohanes 1:12; 1 Yohanes 5:1
[n]
Matius 11:28-30
[o]
Yesaya 9:5-6; Yesaya 46:9-10; Yeremia 31:31-34; Mazmur 110; Mazmur 40:7-9;
Lukas 24:44
[p]
Wahyu 1:5; Wahyu 7:14; Yesaya 53:5; Kejadian 3:21
[q]
Kisah Para Rasul 9:2
(Semua
petikan ayat Alkitab di atas diselaraskan mengikut Alkitab Terjemahan Baru -
LAI, Indonesia)