...kalau aku berbuat dosa,
maka Engkau akan mengawasi aku, dan Engkau tidak akan membebaskan aku dari pada
kesalahanku. (TB Ayb. 10:14)
...dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama
bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi
Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh da
5 Tetapi dia tertikam oleh
karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran
yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh
bilur-bilurnya (oleh darah suci Yeshua) kita menjadi sembuh. (TB Yes.
53:5)
Karena
nyawa makhluk ada di dalam darahnya, dan Aku telah memberikan darah itu
kepadamu, di atas mezbah (darah itu untuk tujuan doa ritus untuk mendapat
'redemption/atonement'), untuk mengadakan PENDAMAIAN bagi nyawamu, karena
darah mengadakan PENDAMAIAN dengan perantaraan nyawa. (TB Imamat. 17:11)
Orang yang berdosa ialah orang yang bersalah. Orang yang mempunyai kesalahan berseteru dengan kerajaan Allah. Oleh itu, orang yang bersalah ditandai sebagai orang bersalah, tertakluk kepada kutuk, dan layak dihukum oleh Tuhan, melainkan dia terikat dalam Perjanjian Pendamaian lalu menerima berkat pengampunan dosa.
Ikatan Perjanjian Pendamaian ini dimeteraikan dengan tanda darah. Malah, orang yang percaya pun akan dimurkai Tuhan sekiranya tiada ikatan Perjanjian Pendamaian. Orang yang tidak percaya 'nama' (Kasih Setia) Tuhan tidak akan mendapat berkat Tuhan kerana dosa menyebabkan seseorang itu berseteru dengan Roh Tuhan. Oleh itu, orang berdosa perlu didamaikan terlebih dahulu melalui Perjanjian Darah (Blood Covenant). Orang percaya perlu memasuki Perjanjian Damai (rest) tersebut sebelum dapat menerima segala berkat sorgawi.
Para Patriark dan
Perjanjian Sinai, Gembala/Imam/Nabi perlu menyempurnakan upacara pendamaian
terlebih dahulu melalui korban penghapus dosa (Sin Offering) di atas
mezbah/altar, barulah umat Tuhan dapat
memasuki Perjanjian Pendamaian. Paskah
di Mesir adalah upacar altar yang perlu diselesaikan supaya mereka tidak
ditimpa murka Tuhan. To be passed over
artinya diperdamaikan dengan Tuhan! Menjadi
ahli-ahli keluarga ahli. Anugerah
pendamaian yang dikurniakan Tuhan melalui ritus darah di atas mezbah mestilah
berstatus ‘Selesai’. Berkat Paskah itu diterima dengan iman.
Hanya apabila
upacara ritus pendamaian (ritual prayer) itu ‘Selesai’, barulah
pendamaian atau perhentian (rest) dapat diwujudkan antara Tuhan dengan
umat-Nya. Perjanjian Pendamaian melalui curahan darah Domba Allah (Sin
Offering) merupakan ‘Jalan’ ibadah untuk berdamai dengan Roh Tuhan yang
kekudusan-Nya bagaikan api yang menghanguskan. Tanpa pendamaian dengan Roh
Tuhan, kita berada dalam posisi berseteru dengan Sang Pencipta yang Mahakudus.
Tanpa Yeshua sebagai Domba Allah, Raja Damai, dan Imam Agung mengikut Ordo Melkisedek, kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan, malah tidak mempunyai sebarang arti dalam karya penciptaan-Nya hingga membawa kita kepada kebinasaan. Hanya di dalam ‘pendamaian’ (rest) Kristus, kita menemukan arti rencana Tuhan yang indah, iaitu keselamatan (penyembuhan luka-luka rohani) dan penebusan (pelepasan daripada kesalahan) bagi manusia berdosa, sehingga kita beroleh kehidupan yang kekal abadi.
Oleh itu, jika sekiranya upacara pendamaian ‘tidak selesai’, roh kita akan sentiasa berada dalam keadaan gelisah (restlessness) atau sebagai pengembara yang resah (restless wanderer), seperti Kain yang menjadi restless wanderer selepas membunuh adiknya, Habel. Ibadahnya yang keliru tidak dapat menyelesai perseteruan tersebut. Sepatutnya, perseteruan itu diselesaikan melalui ‘Jalan’ ibadah yang betul dan benar.
Puji dan syukur kepada Yeshua Kristus kerana Jalan ibadah yang tidak pernah selesai pada zaman dahulu telah diselesaikan melalui pelayanan Melkisedek di bumi dengan persembahan darah suci Yeshua di atas kayu salib. Yohanes 19:30 mencatatkan sabda Yeshua: ‘Sudah selesai.’
Dalam Perjanjian Lama, biarpun doa ritus dan persembahan darah binatang selesai dijalankan, hal itu belum tentu didengar oleh Allah Bapa di sorga. Ritus darah binatang yang penuh keterbatasan tidak dapat menghapuskan dosa-dosa dunia. Namun, melalui darah suci Yeshua dan satu kali pengorbanan sempurna mengikut Ordo Melkisedek, Dia telah menghapuskan semua dosa dunia dan menelan segala kutuk.
Dari sudut pandang rohani, penyelesaian upacara darah bermakna kita diterima oleh tuhan melalui pendamaian (rest). segala berkat sorgawi (blessing) akan menyusul selepas kita memasuki pendamaian tersebut, dan akhirnya barulah kita memohon berkat pengudusan.
Sesudah Yesus
meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah Selesai.’ (Doa/Pelayanan Imam Melkisedek,
Yeshua Kristus, selaku Pribadi Utusan Sorgawi, telah menyelesaikan upacara
pendamaian untuk umat manusia) Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (TB Yoh.
19:30)
Antara hal yang
disempurnakan dalam kematian Yeshua ialah nubuat Allah Bapa (YHVH)
tentang tujuan kematian Yeshua menurut Kitab Yesaya 53:1–12:
1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar (Berita Baik / Injil Allah) dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? 2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan Tuhan dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. 3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. 4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. 7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. 8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? 9 Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. 10 Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan (mewakili Imamat 17:11 – mati sepenuhnya supaya pelayanan Melkisedek menggenapi Hukum Taurat, nubuat Para Nabi, dan Kitab Mazmur). Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai KORBAN PENEBUS SALAH, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana olehnya. 11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. 12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. (TB Yes. 53:1-12)
Kematian Yeshua Kristus di atas kayu salib pada hakikatnya ialah ritus Imam Agung Melkisedek di bumi melalui pencurahan darah suci Domba Allah yang tidak bercacat cela. Hasil daripada pelayanan Melkisedek yang berstatus SUDAH SELESAI membolehkan segala berkat sorgawi mengalir tanpa henti, atau disebut dalam bahasa Ibrani sebagai Immanuel. Malah, Dia telah menggenapi dan menyempurnakan Upacara PENDAMAIAN di bumi, iaitu Sabbath Rest melalui kematian-Nya, sama seperti Rest di sorga yang telah selesai sejak hari ketujuh penciptaan (Ibrani 4).
1 IMAN adalah DASAR dari segala sesuatu yang kita harapkan dan BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. 2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. (TB Ibr. 11:1-2)
Sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai DASAR di Sion sebuah BATU, BATU yang TERUJI, sebuah BATU PENJURU yang mahal, suatu DASAR yang teguh: Siapa yang PERCAYA, tidak akan gelisah (restless spirit)! (TB Yes. 28:16)
10 The Lord said, “What have you done? Listen! Your brother’s blood cries out to me from the ground. 11 Now you are under a curse and driven from the ground, which opened its mouth to receive your brother’s blood from your hand. 12 When you work the ground, it will no longer yield its crops for you. You will be a restless wanderer on the earth.” 13 Cain said to the Lord, “My punishment is more than I can bear. 14 Today you are driving me from the land, and I will be hidden from your presence; I will be a restless wanderer on the earth, and whoever finds me will kill me.”15 But the Lord said to him, “Not so; anyone who kills Cain will suffer vengeance seven times over.” Then the Lord put a mark on Cain so that no one who found him would kill him. 16 So Cain went out from the Lord’s presence and lived in the land of Nod, east of Eden. (NIV Gen. 4:10–16)
21 Dan Tuhan Allah
membuat pakaian (Perkataan ‘pakaian’ berarti: menutupi ketelanjangan tubuh rohani
atau balutan kesembuhan luka-luka dosa. Balutan buatan manusia hanya mampu
menutupi ketelanjangan fizikal, tetapi balutan daripada Tuhan mampu menutupi
ketelanjangan rohani manusia) dari kulit binatang (‘kulit
binatang’ bererti ada korban atau darah domba/kambing yang dicurahkan; tipologi
Kristus dalam ayat 21, iaitu kiasan atau bayangan tentang Kristus yang tersirat)
untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. (TB
Kej. 3:21)
Keselamatan bermaksud kesembuhan luka-luka dalam roh. Luka-luka dalam tubuh rohani manusia disebabkan oleh dosa. Semakin banyak luka, semakin banyak dosa, yang menyebabkan jiwa menjadi letih lesu. Pengumpulan dosa tanpa penyembuhan menyebabkan luka rohani semakin parah dan beban hidup menjadi semakin berat.
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia
diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan
bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.
(TB Yes. 53:5)
53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. (TB Yoh. 6:53-56)
6 Inilah Dia yang telah datang dengan AIR dan DARAH, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan AIR dan dengan DARAH. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. 7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: ROH dan AIR dan DARAH dan ketiganya adalah satu. 9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (TB 1Yoh. 5:6-12)
Sebelum kita
menerima BERKAT pengampunan dosa (KESELAMATAN dan PENEBUSAN), kita perlu
memasuki Perjanjian Pendamaian antara Tuhan dengan Umat Perjanjian (Sion
Perjanjian Baru). Keselamatan ialah penyembuhan luka-luka tubuh rohani,
manakala Penebusan pula ialah pelepasan daripada kesalahan melalui pengakuan
dosa yang dibenarkan oleh darah suci Yeshua.
Apabila kesalahan diampuni secara menyeluruh, seseorang itu dibenarkan (justified). Orang yang terus melakukan kesalahan bukanlah orang benar, melainkan orang bersalah yang layak dihukum di bawah kutuk Taurat. Hanya pengampunan Tuhan yang dapat melepaskan kesalahan kita sehingga kita diakui sebagai orang yang dibenarkan oleh-Nya.
Tuhan yang nama-Nya KASIH SETIA sentiasa mengampuni kita. Oleh itu, pemazmur menggambarkan-Nya melalui ungkapan: "...Dia menanggung beban kita setiap hari..." (Mazmur 68:19 / TB Mazmur 68:20). Orang yang diampuni setiap hari oleh Kasih Setia Roh Tuhan dipanggil sebagai 'orang benar'.
Dalam proses kematian fizikal Yeshua, korban penghapus dosa (sin offering) dan korban penebus salah (guilt offering) telah disempurnakan oleh Imam Agung Sorgawi melalui cara yang tidak dapat dilihat oleh mata kasar manusia. Kematian Yeshua Kristus sebagai Domba Allah di atas mezbah bumi (Salib Suci) merupakan ritus Ordo Melkisedek (divine rites) di bumi. Mereka yang ditakdirkan dan ditarik oleh Bapa untuk datang kepada Mesias sahaja yang dapat melihat kebenaran Kayu Salib Yesus sebagai Perdamaian, Penebusan dan Keselamatan!
Mengikut ritus Melkisedek, kita tidak boleh terus menerima berkat apabila memohonnya, kerana kita mesti DIPERDAMAIKAN (redeemed/atoned) terlebih dahulu sebelum berkat pengampunan dosa dapat diterima. Urutannya ialah:
Ritus Pendamaian
(Altar Rites – Penggenapan di Salib Suci)
Penyempurnaan
Ritus (Yohanes 19:30 – ‘Sudah Selesai’)
Pendamaian /
Perhentian (‘rest’)
Berkat Immanuel
mengalir kepada orang percaya.
Dasar keyakinan
kita untuk menerima pengampunan dosa ialah Ritus Pendamaian yang telah
disempurnakan oleh Raja Damai. Jika ritus ini tidak selesai di bumi, maka
berkat pengampunan tidak akan mengalir secara Immanuel. Yeshua telah
menyempurnakan Firman mengenai dengan pengorbanan-Nya mengikut Ordo Melkisedek
untuk menghapuskan dosa dunia selama tiga jam di atas kayu salib, dari jam
12.00 tengah hari hingga jam 3.00 petang. Berkat Immanuel tidak akan
hadir jika pengorbanan tersebut terhenti di tengah jalan. Namun, puji Tuhan
kerana Yeshua telah menyempurnakannya sehingga ke titisan darah terakhir demi
menyelamatkan dan menebus roh manusia.
11 And this is the testimony: God gave us eternal life, and this life is in his Son. 12 Whoever has the Son has life; whoever does not have the Son of God does not have life. (1 John 5:11-12)
Bagi Allah, roh
ialah perkara yang paling utama; tetapi bagi manusia yang bersifat daging, kita
sering mendahulukan hal fizikal berbanding hakikat yang sebenar.
Bagaimanakah kita tahu bahawa kita mempunyai Anak Allah dalam hidup kita?
Melalui iman, kita memasuki Perjanjian Darah Pendamaian sehingga kita mempunyai Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kebenaran untuk memasuki bilik doa dan menyempurnakan ibadah kita, iaitu doa BAPA KAMI. Ini bukan sekadar luahan di bibir, tetapi melalui iman, kita melakukan kehendak Allah yang dinyatakan dalam doa tersebut. Melihat wajah Tuhan bukanlah usaha manusiawi, melainkan anugerah dan kasih karunia Tuhan (Yeshua Kristus).
Berbahagialah orang yang suci hatinya (roh yang telah disucikan dan dipulihkan), karena mereka akan melihat Allah. (TB Mat. 5:8)
Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang
yang memandang Aku dapat hidup.” (TB Kel. 33: 20)