Sabtu, 29 April 2023

The dreadful darkness in Genesis 15: 12

 


"3 The Lord is slow to anger and of great might, and the Lord will by no means clear the guilty. His way is in whirlwind and storm, and the clouds are the dust of his feet.  4 He rebukes the sea and makes it dry, he dries up all the rivers; Bashan and Carmel wither, the bloom of Lebanon fades"  Nahum 1:3-4


12 As the sun was setting, Abram fell into a deep sleep, and A thick and dreadful Darkness came over him (New Revised Standard Version Catholic Edition, Gen. 15: 12).


What was that dreadful darkness?

     "A deep sleep" of Abram in verse 12 chapter 15 of Genesis was referring to his spiritual communication between the Spirit of God and the spirit of Abram. It didn't refer to the scientific definition of a deep sleep namely theta or delta brainwaves. Such phrase has no connection with scientifically discovered brainwaves. 

    Adam was the first person who entered 'a deep sleep' during which his wife, Eve, was created by God from his floating rib. Simply, such prophetic phrase means spiritual communication during a sleep period; it was also called 'dream dream' in the book Joel or in our ordinary language it simply means the divinely inspired vision in a dream.   

   The darkness with pillar of light in the middle is the the presence of the Dreadful Judge.  The darkness, in truth, were the escorting innumerable angels of God representing His 'name' the Great Mercy. If you are experiencing such divine encounter, it means you are entering the presence of The Dreadful Judge!  

    The thick covering darkness was, in truth, meant to provide spiritual covering for Abram, so that he might not be consumed by His Consuming Holiness. In the days of Abraham, that darkness or the canopies of darkness surrounding YHVH were the very representations of Yahweh's immutable name or His divine attribute called The Great Mercy. 

     Nowadays, in the New Covenant era, that darkness was under the subjugation of Christ Yeshua, but Christ was not revealed yet in the days of the patriarchs, therefore, they saw it as the representation of one of the immutable 'names' of God called the Great Mercy of YHVH.  

    Later, we knew, by faith, that that darkness were the clouds (the innumerable angels) that present in His atoning death for mankind as Christ proceeded triumphantly in defeating the stings of death that is sin. Thus, such dreadful darkness which descended upon Abram was, in truth, THE GREAT MERCY of the FATHER YHVH aka Christ Jesus!  If we need divine mercy then, we just called the name Christ Jesus because he was the embodiment of Divine mercy of Yahweh. Christ was the visible of the invisible Divine!

    Another similar revelation of the dreadful JUDGE encountered by Abraham was also recorded by king David's revelation in encountering with the presence of the Dreadful Judge, Yahweh in the song book of Psalm 18: 6-14

6 In my distress I called to the Lord;
    I cried to my God for help.
From his temple he heard my voice;
    my cry came before him, into his ears.
7 The earth trembled and quaked,
    and the foundations of the mountains shook;
    they trembled because he was angry.
8 Smoke rose from his nostrils;
    consuming fire came from his mouth,
    burning coals blazed out of it.
9 He parted the heavens and came down; dark clouds (angels) were under his feet.
10 He mounted the cherubim and flew; he soared on the wings of the wind.
11 He made DARKNESS HIS COVERING, his canopy around him— the dark rain clouds of the sky.
12 Out of the brightness of his presence clouds advanced,
    with hailstones and bolts of lightning.
13 The Lord thundered from heaven;
    the voice of the Most High resounded.
14 He shot his arrows and scattered the enemy,
    with great bolts of lightning, he routed them.


St. John's revelation concerning the Dreadful Judge.


Revelation 1: 14-18 (NRSVCE)

14 His head and his hair were white as white wool, white as snow; his eyes were like a of fire, 15 his feet were like burnished bronze, refined as in a furnace, and his voice was like the sound of many waters. 16 In his Right Hand he held seven stars, and from his mouth came a sharp, two-edged sword, and his FACE was like the sun shining  with full force.

17 When I SAW him, I fell at his feet AS THOUGH DEAD. But he placed his right hand on me, saying, “Do not be afraid; I am the first and the last, 18 and the living one. I was dead, and see, I am alive forever and ever; and I HAVE THE KEYS of DEATH and of Hades (Christ's power not only in control of life but he was also in control of every death!).




Work Cited 

The Bible. New Revised Standard Version Catholic Edition, National Council of Churches, 1989. Bible Gateway, biblegateway.com.  Accessed 29 April 2023.


Ia MENANGGUNG bagi kita

 

3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak DILAHIRKAN KEMBALI, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "BAGAIMANAKAH MUNGKIN SEORANG DILAHIRKAN, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari AIR dan ROH, ia tidak dapat MASUK ke dalam KERAJAAN ALLAH.

6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari ROH, adalah ROH." 

 

16 Karena begitu besar KASIH Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah MENGARUNIAKAN Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang PERCAYA kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh HIDUP yang KEKAL.

18 Barangsiapa PERCAYA kepada-Nya, ia TIDAK akan DIHUKUM; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di BAWAH HUKUMAN, sebab ia TIDAK PERCAYA dalam "NAMA" Anak Tunggal Allah. (TB Yohanes 3:3-6, 16, 18)

Kita percaya kepada NAMA yang telah diberikan oleh Bapa kepada ANAK Tuhan Yang Mahatinggi sebagai penggenapan tiga (3) perkara pokok dalam urusan penyelamatan roh manusia, iaitu:

1). ‘Nama’/Karya/Misi yang diberikan oleh Bapa kepada Anak — Ini merupakan karya yang digenapi oleh Yesus Kristus melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Yeshua sebagai Domba Tuhan untuk altar di bumi berstatus "Sudah Selesai". Jikalau "nama" Allah Bapa itu abounding in love/unfailing love (kaya dengan kasih sayang/kasih yang tidak berbelah bahagi), maka nama itu telah mengutus peribadi Domba Tuhan yang menghapuskan dosa-dosa dunia, iaitu Yeshua Kristus atau Kasih Karunia.

    Perdamaian yang berstatus "sudah selesai" ini menggenapi kenyataan Yeshua sebagai ‘Jalan’ (the Way atau ‘altar’ Perdamaian) untuk menyelesaikan segala dosa. Di dalam ajaran Taurat, umat Tuhan (Israel) mengaku dosa-dosa mereka di atas kepala anak sulung kambing domba Tuhan pada hari penebusan (Imamat 16) sebagai korban penebus dosa. Rancangan Tuhan dari awal adalah untuk menyempurnakan perdamaian atau penebusan daripada darah binatang kepada darah Domba Tuhan dari syurga. Hal ini dijelaskan oleh Yeshua Kristus dalam Lukas 24:44.

    Beberapa petikan yang berkaitan dengan penyempurnaan Korban Domba Paskah Tuhan itu ada tertulis dalam nubuatan seperti Yesaya 9:5-6, Yesaya 11, Yesaya 53; Mazmur 2:7-12; Mazmur 40:7-9; Yoel 2:19; Yunus 1:17; Imamat 17:11; Nahum 1:15; Yesaya 28:16; Yeremia 31:31-34; Yohanes 1:29; dan Ibrani 9:19-28; 10:1-10. Semua nubuatan tersebut telah "Sudah Selesai" dalam satu kali kematian sebagai Korban Penebus Dosa, sebagaimana yang dicatatkan dalam Yohanes 19:30. Dalam Perjanjian Baru, kita mengaku dosa-dosa kita di atas kepala Yeshua sebagai Domba Tuhan/Korban Penebus Dosa. Beliau juga menjadi Pengantara dan mengendalikan doa-doa kita melalui pengantaraan Kristus sebagai Imam Melkisedek kita.

 2). Menggenapi PENGANTARAAN — Berkat Immanuel yang dianugerahkan kepada umat manusia memerlukan pengantaraan yang sempurna (divine mediatorship). Jadi, dalam Perjanjian Baru, pengantaraan itu disempurnakan oleh Yeshua yang telah duduk di sebelah kanan Bapa sebagai Imam Agung Syurgawi mengikut aturan Melkisedek, dan Beliau menjadi Pengantara siang dan malam tanpa henti. Berkat IMMANUEL bermaksud berkat Tuhan sentiasa menyertai kita.

3).  Tuhan memberikan DAMAI SEJAHTERA melalui sumpah Perdamaian darah Perjanjian Baru (Rujukan: Yesaya 54).

    Tuhan Bapa menyertai kita kerana kesetiaan pengantaraan Yeshua Kristus, sebagaimana janin mendapat perkhidmatan pengantaraan plasenta (placenta) supaya dapat terus hidup dalam hadirat ibunya dengan menerima berkat daripada sang ibu. Tanpa pengantaraan plasenta, janin tersebut tidak akan ada kehidupan! Kita semua akan membusuk di dalam perut ikan atau kuburan orang mati jika tiada plasenta, iaitu pengantaraan Yesus Kristus!

    The Prophet Jonah received something like a spiritual placenta (executed by an angelic messenger of the Grace of the Lord YHVH) inside the belly of the fish. The angelic messenger wrapped him like a robe of righteousness that provided a lifeline of breath — the breath of life — which is the operating power of Grace that imparts the power of resurrection from death! It is the power of the Spirit of the Lord referred to as "the fear of the Lord" inside the "belly of the fish" (the grave of the dead), performed by the angel of the Lord.

    The fear of the Lord is actually the primary gift (the Master Key) or the key to operating in close intimacy with the Spirit of the Lord! It is holy! The fear of the Lord is holy. If we enter a fenced or walled area, it is akin to the key to the main entrance before using various other keys for subsequent doors within that enclosed area. In walking closely with the Spirit of the Lord, many keys are involved; however, if we wish to draw close to God, the first key we ask for is the fear of the Lord because that is what opens the main entrance. This corresponds to the "beginning of wisdom" in the writings of Yeshua Ben Sirach in Sirach 1, or the "beginning of wisdom" according to Solomon in Proverbs 9:10. The Patriarch Job also wrote of it as being synonymous with wisdom itself (Job 28:28).



DITANGGUNG adalah seperti janin dalam kandungan ibu, KEHIDUPAN janin itu DITANGGUNG sepenuhnya oleh sistem placenta  Indung: kehidupan ranting, sepenuhnya DITANGGUNG oleh Pokok.  Aktiviti Pernafasan, Perkumuhan, pemakanan, imuniti dan Aktiviti endokrin semuanya DITANGGUNG oleh ibu melalui placenta ibu.   Demikianlah juga Allah Bapa MENANGGUNG kita melalui anugerah KASIH KARUNIA, iaitu Yeshua Kristus yang mengantara dan memberikan PERDAMAIAN /KESELAMATAN kepada   roh kita semua!!


20 Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia MENANGGUNG bagi kita; Allah adalah KESELAMATAN kita. Sela 21 Allah bagi kita adalah Allah yang MENYELAMATKAN, Allah, Tuhanku, memberi KELUPUTAN DARI MAUT. (TB Mzm 68:20-21)


 Di Dalam 'Perut Ikan' ('Malam' atau 'Gelap Gulita') atau Kuburan Orang Mati


1 BERDOALAH Yunus kepada Tuhan, Allahnya, dari dalam PERUT IKAN itu, 2 katanya: "Dalam KESUSAHANKU aku BERSERU kepada Tuhan, dan Ia MENJAWAB aku, dari tengah-tengah dunia orang mati, aku BERTERIAK, dan Engkau DENGARKAN suaraku." (TB Yun 2:1-2)

(Note: Orang yang BERSERU ialah orang yang PERCAYA akan nama Tuhan dan telah DIPERDAMAIKAN dengan Tuhan serta didengar oleh Tuhan, iaitu mereka yang memiliki kunci "the fear of the Lord". DARAH SUCI Yesus berbicara lebih KUAT daripada darah Habel mahupun mana-mana darah di bumi. Memang benar bahawa bagi Nabi Yunus, darah Yeshua belum ada secara fizikal, tetapi hakikatnya beliau memiliki karunia yang sama hasil daripada anugerah perdamaian yang diberikan oleh darah Suci Yeshua, iaitu karunia ‘the fear of the Lord’. Oleh sebab itu, YHVH MENDENGAR suara Yunus).

Doa-doa kita didengari kerana kita berteriak kepada Allah Bapa, asalkan doa tersebut dipanjatkan melalui kuasa darah Suci Yeshua!

9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang IBRANI; aku TAKUT AKAN TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." (TB Yunus 1:9)

(Nota: Maksud Nabi Yunus menyatakan identitinya sebagai seorang Ibrani secara automatik menunjukkan bahawa beliau mempunyai keterikatan perjanjian darah dengan YHVH; "takut akan Tuhan" merupakan karunia atau kunci — salah satu daripada tujuh lapis karunia Kristus).  Kita bergantung sepenuhnya kepada YESHUA KRISTUS sebagai Juruselamat, Jurupenebus (Domba Tuhan), dan Pengantara (Imam Melkisedek).

5 "Akulah POKOK ANGGUR dan kamulah RANTING-RANTINGNYA. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia BERBUAH banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting, dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam API lalu dibakar. 7 Jikalau kamu TINGGAL DI DALAM Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, MINTALAH apa SAJA yang kamu KEHENDAKI, dan kamu akan MENERIMANYA. 8 Dalam hal inilah Bapa-Ku DIPERMULIAKAN, yaitu jika kamu BERBUAH banyak dan dengan demikian kamu adalah MURID-MURID-Ku." (TB Yohanes 15:5-8) 

Janji Tuhan bahawa Dia tidak akan meninggalkan kita merupakan janji kasih setia. "NAMA" Kristus ialah SETIA dan ADIL.

Whatever falls upon us, day and night, we will still glorify and offer our thanksgiving and praises unto God, our Lord Jesus Christ.

 

Yeshua mempunyai nama yang sama seperti nama YHVH dalam Keluaran 34:5-7. Hal ini bermakna sifat-sifat Roh Yeshua ialah sifat Tuhan itu sendiri.

9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan TIDAK MENOLAK engkau"; 10 janganlah takut, sebab Aku MENYERTAI engkau, JANGANLAH BIMBANG, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan MENEGUHKAN, bahkan akan MENOLONG engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa KEMENANGAN. (TB Yesaya 41:9-10) 

    Menjadi seperti anak kecil bermaksud kebergantungan penuh kepada Yeshua Kristus! Tanpa Yeshua dalam iman kita (iaitu Domba Tuhan), tiada jaminan penghapusan dosa. "It is finished" merupakan jaminan KUASA Kristus yang pasti mengalir untuk menghapuskan dosa-dosa dunia! Berkat penghapusan dosa dunia telah datang (berkat Immanuel telah datang, iaitu Tuhan sentiasa menyertai anda) kepada semua orang yang PERCAYA.

 

23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan DATANG kepadanya dan DIAM bersama-sama dengan dia. 24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku." (TB Yohanes 14:23-24) 

Manna dari SYURGA!

Cara memakan roti syurgawi adalah melalui iman, iaitu PERCAYA dan mempunyai "Tanda" (percaya + tanda = IMAN). Penghulu iblis juga percaya akan Roh Tuhan, namun mereka jelas tidak mempunyai tanda atau mengenakan tanda Tuhan. Malah, nama mereka tidak mempunyai akhiran (suffix) nama Tuhan seperti El-Elyon atau El Shaddai.

 

    Malaikat Tuhan nyata mengenakan "nama" Tuhan pada hujung nama mereka kerana TUHANlah yang memberikan nama kepada para malaikat, seperti penghulu malaikat Mikha-EL, Rapha-EL, Gabri-EL, dan Ohri-EL! Tanda pada iman kita kepada nama Tuhan membuktikan bahawa kita beribadah kepada Roh Tuhan. "Tanda" bermaksud kita beribadah; iman yang hidup disertakan dengan ibadah (iaitu percaya dan tanda). Tanda bagi Air, Darah, dan Roh ialah Pembaptisan/Air Suci, anggur/roti, serta minyak zaitun/lili. Tanda tersebut menandakan bahawa kita percaya akan nama Tuhan dan beribadah kepada-Nya.

 

53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak MAKAN DAGING Anak Manusia dan MINUM darah-Nya, kamu tidak MEMPUNYAI HIDUP di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan MINUM darah-Ku, ia mempunyai HIDUP yang KEKAL dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar MAKANAN dan DARAH-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa MAKAN daging-Ku dan MINUM darah-Ku, ia TINGGAL di DALAM Aku dan Aku di dalam dia." (TB Yoh 6:53-56)

 

  Ungkapan 'makan daging dan minum darah' merupakan bahasa kiasan atau PARADOKS bagi kebenaran tentang kebergantungan (dependency) kepada PERDAMAIAN yang dianugerahkan melalui kematian ANAK SULUNG Kambing Domba Tuhan, iaitu Yeshua Kristus. Makan daging dan minum darah ialah paradoks kepada tindakan menerima Roti sebenar yang turun dari syurga: daging dan DARAH; FIRMAN menjadi manusia — Yeshua Kristus, ANAK Tuhan Yang Mahatinggi. Oleh itu, paradoks tersebut merujuk kepada Sakramen Ekaristi!

 

26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil ROTI, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, MAKANLAH, inilah tubuh-Ku."  27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "MINUMLAH, kamu semua, dari cawan ini.  28 Sebab inilah DARAH-Ku, DARAH PERJANJIAN, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk PENGAMPUNAN DOSA." (TB Matius 26:26-28)

4 Tetapi sesungguhnya, PENYAKIT kitalah yang DITANGGUNGNYA, dan KESENGSARAAN kita yang DIPIKULNYA, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.  5 Tetapi dia TERTIKAM oleh KARENA pemberontakan kita, dia diremukkan oleh KARENA kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita DITIMPAKAN KEPADANYA, dan OLEH bilur-bilurnya KITA MENJADI SEMBUH. (TB Yes 53:4-5)






Jumat, 28 April 2023

Orang yang 'DUDUK' dalam lindungan Yang Mahatinggi dan 'BERMALAM' dalam naungan Yang Mahakuasa

 


1 Whoever DWELLS ('duduk') in the shelter of the Most High will REST ('bermalam') in the shadow of the Almighty. 2 I will say of the Lord, “He is my refuge and my fortress, my God, in whom I trust.”

(New International Version, Psalm 91:1)


33 Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu KUATIR akan hari BESOK, karena hari besok mempunyai KESUSAHANNYA sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."^1


      Untuk mencari kerajaan ALLAH, terlebih dahulu, kita mesti menjadi milik Kristus. Untuk menjadi milikNya, kita mesti percaya terlebih dahulu kepadaNya. Orang yang tidak percaya tidak akan 'duduk' mendengar FIRMAN Yeshua; samada Ia sibuk dengan Dunia seperti Martha atau tidak mengindahkan perkataan Yeshua! Percaya artinya, kita 'duduk' dan selalu mendengarkan suara firman dari Yeshua seperti Maria. Hanya satu sahaja keutamaan yang sangat penting dalam hidup ini bagi orang-orang percaya milik Kristus, yaitu membuat keputusan untuk selalu "duduk dekat kaki Tuhan Yeshua"^2 Injil Lukas mencatatkan bahawa Maria telah membuat keputusan untuk duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan Kristus. 

     38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan (Yesus) dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau KUATIR dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya"^2

    Ada beberapa fitrah nubuat tentang karya penebusan umat manusia yang digenapi oleh Kristus secara tersembunyi dalam Kitab-Kitab Suci Taurat (Typology dalam Pentateuch), penggenapan nubuat dalam Kitab Suci nabi-nabi dan juga penyempurnaan nubuat-nubuat dalam Kitab Suci Mazmur yang berstatus telah "Sudah Selesai"^3  ketika Yesus, Anak Domba Paskah Tuhan, mencurahkan darahNya di atas altar/Kayu Salib Kudus di bumi. 

    Banyak FIRMAN Yahweh yang telah digenapi ketika KEMATIAN menimpa Yeshua Kristus sebagai, Domba Tuhan, di atas Kayu salibNya. Kita tidak akan mengkaji atau menghurai semua senarai nubuat-nubuat yang telah digenapi, akan tetapi kita akan memilih beberapa petikan yang terpilih sahaja, dan kita akan lihat dengan mata rohaniah kita, bagaimana nubuat-nubuat termasuk typology dalam Taurat, telah digenapi oleh Kayu Salib/Jalan Salib Yeshua di bumi.

     1.  Keluaran 20: 1-17.  Pada asalnya, Hukum ini ditulis di atas dua loh batu oleh jari Tuhan Yahweh. Dalam Perjanjian Baru, Perkataan Perjanjian ini telah ditulis dalam loh hati ('roh') orang-orang percaya oleh Roh Kudus menggenapi nubuat Yeremia 31: 31-34 dan Yesaya 42: 5-6; Yesaya 53; Yohanes 1: 29. Kematian Yesus sebagai, Anak Sulung Kambing Domba Tuhan, telah mengwujudkan Perjanjian Darah yang baru, dan Roh Kudus sudah turun membaptis dan memeteraikan orang-orang percaya. Nubuat Yahweh kepada nabi Yesaya telah jelas digenapi dalam kematian Yeshua di kayu salib berhubung Perjanjian Darah baru. Orang yang tidak percaya hanyalah melihat kematiannya itu sebagai capital punishment melalui crucifixion yang dikuatkuasakan oleh pemerintah empayar romawi. Namun, jelas kematian Yeshua adalah rencana Tuhan dari semula dan tertulis dalam nubuat-nubuat nabi-nabi (Lukas 24: 44). 

    Yesaya 42: 5-6 berbunyi  5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: 6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi ENGKAU MENJADI PERJANJIAN bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,(Yesaya 42:5-6).  Roh Kudus meneruskan karya ini sehingga kini, di mana, Ia masih menulis Hukum Ibunda Taurat itu dalam roh orang-orang percaya menggenapi maksud nubuat Yeremia 31: 31-34.  Justeru, statusnya adalah dilihat sebagai "Sudah Selesai." Skop penggenapan "Sudah Selesai" sebenarnya sangatlah dalam, sehingga artinya mencakupi perihal Pelanggaran hukum dan juga anugerah pengampunan total akan semua pelanggaran itu juga telah digenapi tersedia dan terjamin, asalkan saja kita  menyeru 'nama' Tuhan di dalam Kristus Yeshua! (Kis. 2:21; Yesaya 28:16). 

    Kita harus percaya kepada 'nama' Kristus iaitu 'nama' yang diberikan oleh Allah Bapa untuk mendapatkan pelepasan dari kutuk Taurat. Hukum-hukum Tuhan atau Perintah Tuhan itu sendiri tidaklah sempurna, jikalau tidak ada ‘Jalan’ penyelesaian akan pelanggaran-pelanggarannya. Justeru, pelanggaran hukum Taurat tanpa berkat Pengampunan dosa-dosa (pelanggaran hukum) adalah hukum yang kejam (gargantuan laws), jikalau tiada jalan penyelesaiannya, dan ia mengakibatkan semua orang terperangkap di bawah kuasa kutuk dan akan menuju ke neraka, tanpa apa-apa penyembuhan ‘luka-luka’ roh. Namun, Taurat itu 100% Suci, kerana ia datang dari Roh Tuhan yang Mahasuci, dan Tuhan telah memberikan 'Jalan' untuk melepaskan kita dari kutuk Taurat, melalui kuasa pengampunan  oleh darah Suci Yeshua! 

    KEKUATAN dosa adalah TAURAT, kerana jika sekiranya dilanggar, maka kuasa kutuk Taurat akan bermula dikuatkuasakan di alam roh oleh para malaikat, kecuali Kasih Karunia di dalam 'nama' Kristus campur tangan. Justeru kerana pengampunan telah diberikan cuma-cuma dalam kuasa darah suci Yeshua (Yesaya 53; Yesaya 28:16; Roma 1:1-6), maka itulah sebabnya dalam 1Korintus 15: 54-57: 54... firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? 55 Hai maut, di manakah sengatmu?” 56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 

    Pelanggaran Taurat membawa kutuk, tetapi segala kutuk itu sudah semuanya ditelan oleh kuasa darah Suci Yeshua! Darah suci Yeshua 'penuh' dengan maklumat FIRMAN Allah yang membenarkan orang-orang percaya, kerana orang percaya disucikan oleh maklumat-maklumat FIRMAN (serapah Ilahi) yang penuh berkuasa. Maka, bila DARAH SuciNya diupacarakan di atas Altar di bumi, menurut Ordo Melkisedek (Yesaya 53; Lukas 24: 44; Yoh. 1: 29), maka darah-Nya yang penuh berkuasa itu sebenarnya, telah 'berteriak' ('berkomunikasi' di alam roh) kepada Allah Bapa dan kepada semua Ordo malaikat, samada yang tinggal di Sorga, di bumi dan juga yang tinggal di neraka! 

    Dan seluruh alam roh dan semua mahluk-mahluk roh, sebenarnya tunduk kepada kehendak-kehendak Ilahi yang terkandung dalam DARAH Suci Yesus, iaitu FIRMAN Allah. Darah Suci Yeshua itu PENUH dengan maklumat transaksi FIRMAN Allah! Pelaksanaan pengampunan dosa adalah menuruti FIRMAN Allah, dan semua Firman Allah, pula ada tertulis secara ajaib dalam DARAH Suci Yeshua! Sangti Yohanes bersaksi bahawa pembawa maklumat yang paling sempurna di alam semesta ialah AIR, DARAH dan ROH, iaitu Yeshua Kristus!  

    Serapah atau lebih jitu disebut 'doa' lebih mustajab, jika ia diantara (mediated through) oleh satu-satunya medium maklumat yang sempurna, AIR, DARAH dan ROH, iaitu Yesus Kristus. Manusia biasa, air, darah dan rohnya penuh dengan maklumat dosa dan kutuk! Alam roh sebenarnya tunduk melaksanakan semua kehendak Tuhan menurut FIRMAN Allah yang terkandung dalam darah sempurna Yesus Kristus itu. 

        Semua Pelanggaran kita ke atas semua perintah Tuhan baik dalam Perjanjian Baru mahupun dalam senarai Hukum Ibunda Taurat di dalam perjanjian Lama adalah menuntut Korban Penebus Dosa untuk Perdamaian. Taurat mengajar bahawa pelanggaran hukum-hukum/Perintah Tuhan memerlukan pencurahan darah untuk perdamaian^4. Pada masa hari-hari zaman Perjanjian Lama, Tuhan telah berjanji untuk  bertemu dengan bani Israel dekat tutup Perdamaian Tabut Perjanjian (the atonement cover ~ the mercy seat of YHVH) ^5  melalui pelayanan pengantaraan Gembala/Imam Besar.  

    Tuhan Yahweh menemui bani Israel melalui Pengantaraan  Imam/Gembala  dekat tutup Tabut Perjanjian (the Mercy Seat). Segala perintah/firman 'semasa' dari Tuhan Yahweh akan difirmankan oleh Roh Tuhan melalui nabi-nabi/gembala atau Imam Besar Israel dekat tutup perdamaian (the atonement cover or the mercy seat of God). Pada zaman ketika Musa masih hidup ia memimpin Israel sebagai Sherpherd/Gembala; dialah yang mengantara untuk umat Israel dan dialah juga yang akan berbicara dengan Tuhan YHVH dekat dengan the Mercy Seat of God.  

    Korban Perdamaian, iaitu DARAH dari korban penebus dosa bagi seluruh bangsa Israel akan direnjiskan sebanyak  tujuh (7) kali di atas tutup Tabut Perjanjian, dan ke atas umat Tuhan supaya seluruh umat Israel sebagai bangsa yang dipilih Tuhan dapat diperdamaikan semula dengan Tuhan yang kudus. Dan hal ini dilakukan setiap kali nabi-nabi Tuhan berbicara agar ‘perdamaian’ itu perlu dilaksanakan selain dari perayaan-perayaan tetap yang di rayakan di tanah Perjanjian.  

    Penebusan Sion secara menyeluruh, samada Sion Perjanjian Lama atau Sion Perjanjian Baru, adalah berstatus  "Sudah selesai” ^3.   Ia diselesaikan oleh Domba Tuhan, Yeshua, di atas kayu salib.  DARAH Yeshua sudah lunas membayar segala tuntutan darah Korban Perdamaian bagi semua kutuk dan juga untuk penyembuhan bagi semua 'bilur-bilur' akibat pelanggaran hukum Tuhan oleh umat manusia sejak dari semula hingga akhir zaman.  Kasih Karunia sebenarnya mengalir kepada seluruh bani Israel di Tanah Pejanjian dari atas Tutup Perdamaian itu (the atonement cover)  atau disebut the Mercy Seat of Yahweh. 

    Dalam Perjanjian lama, DARAH binatang dipakai dalam ibadah ritus menurut Taurat,  sebab darah binatang telah diizinkan sendiri oleh Firman Tuhan untuk ibadah penyelesaian dosa-dosa kerana Darah Domba Paskah dari Sorga belum datang ke dunia; Mesias belum datang ketika itu.   Kelak, ibadah ritus Taurat ini hanyalah dilihat sebagai menuntun mereka kepada iman (Yesus) itu sendiri, yaitu percaya kepada peribadi Yesus Kristus yang datang mengerjakan semua Taurat, semua nubuat nabi-nabi dan semua nubuat dalam Kitab Mazmur (Lukas 24: 44).

     Mereka nanti akan dituntun agar beriman kepada ‘NAMA’ Tuhan Bapa, iaitu Pengasihani (The Great Mercy), Adil (Just), Berlimpah Kasih Setia (Unfailing Love), dan Setia mengampuni (Faithful in Forgiveness).  Bapa telah memberikan ‘namaNya' itu kepada anak-Nya iaitu Yesus Kristus. Namun, umat manusia berfikir bahawa ‘NAMA’ Tuhan ini mungkin tidak benar dan tidak dapat diandalkan sebagai sandaran pengharapan dalam kehidupan.  Satu Dunia pernah menafikan ‘nama’ Tuhan, pada zaman nabi Noah, di mana seluruh dunia hanya terfokus kepada agenda manusia semata-mata, iaitu 'makan dan minum' dan 'kahwin dan mengahwinkan.' NAMA Tuhan telah dinubuatkan melalui perantaraan mulut Tuhan (nabi-nabi) akan diberikan kelak oleh Bapa kepada anak-Nya iaitu Yeshua Kristus. 

    Maksudnya, tanggungjawab karya ‘penebusan’ dan ‘penyelamatan’ umat manusia itu telah ditakdirkan akan dipikulkan ke atas bahu Yeshua Kristus dalam zaman Perjanjian Baru. Yesus telah memikul Kayu Salib perdamaian itu. Para ahli teologi telah merumuskan bahawa Tuhan Anak, Yesus Kristus, telah menyempurnakan atau menggenapi tiga (3) perkara pokok utama dalam menyelesaikan Perseteruan antara Roh Tuhan (Tiada dosa) dan umat manusia (berdosa selalu) iaitu:-

i)   Penyempurnaan Korban Penebus dosa;

ii)  Penyempurnaan Pengantaraan dan;

iii) Penyempurnaan Sumpah Perjanjian Damai oleh Raja Damai.      


    Dalam Pengurusan Ilahi kepada alam roh, Tuhan Allah Bapa sudah menentukan atau mentakdirkan bahawasanya, pelanggaran hukum rohaniah menuntut penyempurnaan semua transaksi maklumat rohaniah, iaitu pergerakan maklumat rohaniah yang melibatkan medium AIR, DARAH dan ROH^6. KETIGA ini adalah SATU, iaitu dalam karya peribadi Kristus atau 'nama' yang diberikan oleh Bapa. Walaupun percaya kepada nama Tuhan, namun kita sebagai manusia lemah yang dibaluti daging, selalunya tertakluk kepada kuasa dosa dan justeru, kita tidak dapat berkomunikasi secara langsung kepada Bapa segala Roh yang Mahakudus. 

    Sejak kejatuhan Adam, di zaman para patriarchs, pengujudan pelayanan pengantaraan rohaniah telah dibuat di bumi, dan garis keturunan yang melakukan pelayanan pengantaraan itu di panggil ‘gembala/sherpherd.’ Noah, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud, dan juga Ordo pengantaraan Melkisedek, iaitu Yeshua Kristus, semuanya disebut ‘shepherd/gembala’ kepada Umat Tuhan di bumi, kerana mereka melaksanakan tugas-tugas pelayanan pengantaraan (the divine mediatory roles) di antara Roh Tuhan dan roh-roh umat manusia di bumi.

     Justeru, komunikasi di antara Roh Bapa dan umat manusia di bumi, sememangnya telah mentakdirkan Kristus/Kasih Karunia sebagai Pengantara bagi umat manusia sejagat sebelumpun dunia ini dijadikan. Dahulunya, di zaman Patriarchs, hanya satu garis keturunan sahaja yang diberikan anugerah pengajaran tentang Kasih Karunia dari Tuhan Yahweh. 

    Mereka telah diajar oleh Roh Tuhan sendiri atau Roh Kudus (the Helper) mengenai Jalan, Pintu, Kunci, dan Jubah Kebenaran dalam urusan-urusan berkomunikasi dengan Roh Allah Bapa. Kerap kali mereka dijuluki sebagai the friends of God. Akan tetapi, Tuhan telah dari semula telah merencanakan karya agung penyelamatanNya, dari semula untuk semua bangsa-bangsa yang ada di dunia ini, iaitu penganugerahan Jalan, Pintu, Kunci dan Jubah Kebenaran kepada semua manusia di dunia melalui pengantaraan Kristus Imam Ordo Sorgawi, iaitu Ordo Melkisedek.  Alasan bagi pengujudan kepada pengantaraan roh itu ialah justeru kerana Kekudusan Tuhan itu sendiri yang  memenuhi alam semesta ciptaanNya. 

     Justeru, salah satu rahasia kuasa kehidupan sebenarnya  ialah kuasa yang menopang kuasa kehidupan adalah bersifat kudus.  Menentang kuasa kehidupan kudus akan sendirinya terhimpit (crushed into) menuju ke perjalanan arah polarity bertentangan iaitu neraka!  Oleh karena itu, sifat kudus kuasa Kehidupan itu sendiri adalah sumber malapetaka kepada umat manusia yang berdosa ('terluka'), sebab 'dosa-dosa' pada roh manusia sememangnya menyebabkan roh-roh manusia berada pada posisi berseteru dengan kuasa Kehidupan atau keberadaan Tuhan yang Mahasuci, kuasa kehidupan mutlak bagi segala ciptaan.  

    Justeru, kita memerlukan JALAN pengantaraan Tuhan yang sempurna, jika kita inginkan survival kehidupan kekal abadi dalam Ciptaan Tuhan Allah yang Mahasuci! Justeru, tidak ada keselamatan di bawah kolong langit ini kecuali 'nama' Tuhan, iaitu nama yang diberikan kepada Anak Tuhan yang Mahatinggi. Hanya melalui nama-Nya sahaja pengantaraan sempurna dari pihak Allah sendiri itu dapat menganugerahkan kehidupan kekal abadi kepada umat manusia:  Yesus Kristus, Anak Tuhan yang Mahatinggi.

     Perantaraan Kristus ditakdirkan untuk menyelesaikan Perseteruan roh Tuhan dan roh manusia, sebelumpun Dunia ini dijadikan; Hal itu telah diupacarakan secara sah pada hari ke-tujuh, iaitu the Sabbath rest di Sorga! Kelak, the Sabbath Rest dirayakan di bumi bahawasanya manusia berdosa memerlukan pengorbanan Tuhan untuk mendapatkan keselamatan! Saksi the Sabbbath Rest di Sorga ialah Bapa, Firman dan Roh Kudus! Akan tetapi saksi ibadah the Sabbath Rest di bumi ialah Air, Darah dan Roh, iaitu Yesus Kristus! 

   Fitrah roh Tuhan yang sentiasa sahaja Kudus sepanjang masa, sedangkan fitrah keujudan umat manusia yang dibaluti daging adalah  selalu sahaja lemah dan kerap-kali terjeremus kepada 'luka-luka roh' (berdosa). Justeru,  Kristus perlu berdiri di tengah-tengah umat manusia atau duduk di sebelah kanan Bapa untuk menyelesaikan (dosa-dosa) luka-luka tersebut bagi pihak manusia. Dosa-dosa manusialah yang mengakibatkan  'Perseteruan' itu muncul! Biji benih Creation adalah kudus, iaitu segala Pengetahuan, Pengertian, Hikmat dan Kuasa Ilahi--Yesus Kristus. 'The Seed' atau "the Offspring"  itu sendiri adalah satu-satunya 'Jalan' penyelesaian kepada segala kerosakan roh-roh manusia atau 'taruk' manusia dalam Creations.                        

     This perpetual spiritual conflicts between the Creator and mankind must be settled down through the mediatorship of Christ Jesus alone: the Messianic Mediator. Kita boleh saja tinggal terus di bumi yang sacred ini, dengan syarat ada pengujudan penyempurnaan  pengantaraan Imam Agung Melkisedek.  Pengajaran asas rohaniahnya adalah umpama menanggapi survival of the fetus di dalam rahim indungnya yang mengandung, di mana mereka boleh co-exist, tinggal sama-sama, dengan pengantaraan keajaiban placenta! Andaikata 'bermalam' itu adalah seperti  fetus dalam rahim indung, maka proses mendapatkan hikmat tentang "rest," itu diumpamakan sebagai proses kelahiran kembali.  

    Untuk lahir kembali, maka kita perlukan ‘malam’ dalam rahim selama 9 bulan. Tapi, itu kelahiran daging, sedangkan kelahiran kembali roh tidaklah tertakluk kepada hukum-hukum biologis.  Semakin kita mendalami untuk melihat keperluan untuk "rest" atau sembuh dari segala keletih-lesuan akibat 'luka-luka roh' (dosa-dosa), maka manusia akan semakin tergantung kepada Pohon Kehidupan, iaitu Yeshua Kristus. 

    Dalam ucapan berbahagia Kristus: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Tuhan Allah, Karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga." Perkataan 'miskin' di sini bukanlah berarti kekurangan sumber kehidupan daging menurut hikmat sekular, tetapi Ia menjurus kepada 'ketergantungan' roh manusia kepada Pengantaraan Kristus (Pohon Kehidupan).  Tanpa Yesus Kristus kita tiada erti untuk meneruskan kehidupan di dunia ini. Itulah yang dimaksudkan dengan frasa perkataan "miskin di hadapan" Tuhan. Ia umpama fetus yang tidak akan dapat hidup ‘co-exist’ dalam dunia ibunya jika, tanpa pengantaraan fungsi-fungsi biologis ‘placenta’ dan tali pusat dalam rahim ibunya.

    Manusia yang lahir kembali akan diajar oleh Roh Kudus dengan ajaran altar, bahawa manusia perlu hidup, seperti ranting kepada Pohon Kehidupan, sebagaimana fetus itu hidup dengan ketergantungan penuh melalui 'tali pusat' dan juga pengantaraan fungsi-fungsi yang disempurnakan oleh 'placenta' untuk memberikan proses imunologi, proses kelenjar endokrin tubuh badan, proses perkumuhan, makan dan minum dan juga agar dapat memberikan proses pernafasan kepada janin itu melalui pengantaraan placenta. 

    Darah ibu tidak akan bercampur dengan darah fetus itu, namun semua proses kehidupan fetus adalah melalui perantaraan Placenta, dan melalui tali pusat fetus itu.  Roh kita sebagai manusia yang sering berdosa tidak akan bercampur dengan Roh Allah Bapa Pencipta, namun melalui perantaraan sempurna Kristus kita akan masih dapat bergaul karib dengan ROH Allah Bapa! Itulah keajaiban pengantaraan Imam Ordo Melkisedek! 


    Kita berdoa dengan frasa "di dalam NAMA Kristus" yang bermaksud bahawa semua doa-doa kita tergantung penuh kepada pelayanan Pengantaraan Kristus sebagai Domba Paskah Tuhan, Imam Melkisedek, dan juga sebagai Raja DAMAI yang menyumpah Sumpahan Perdamaian dalam Perjanjian Baru.

     Sebelum lahir, fetus itu harus melalui "bermalam" dalam rahim ibu selama 9 bulan lamanya. Selama ini, Ia bergantung penuh secara semulajadi kepada perantaraan placenta melalui unjuran talipusat. Sebelum percaya kepada kelahiran kembali, roh manusia semestinya dididik terlebih dahulu tentang 'dependency' penuh kepada Roh Tuhan melalui perantaraan Ordo Melkisedek, iaitu Yeshua Kristus. Hanya, selepas Ia tahu dan mengerti tentang bagaimana kehidupan sebagai anak-anak yang ditebus oleh DARAH Suci  Tuhan Yeshua, maka baharulah Ia meneruskan perjalanan Iman di bumi. 

   Jika ia belum murni dalam hal hikmat, iaitu tentang asas pengetahuan dan pengertian mengenai "rest" di dalam Kristus, maka dia akan kembali dan kembali lagi kepada "bermalam" itu, atau berjalan dalam "gelap."  Justeru, ada nasihat rasul Petrus dalam 1 Petrus 1: 6-7: Rasul Petrus menasihati kita supaya 6 bergembiralah akan hal itu (dipelihara dalam kekuatan Allah, iaitu Kristus), sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

    Tiada yang mustahil bagi orang yang percaya Tuhan. Kelayakan kita itu bukanlah kerana kita orang baik-baik, namun kita dilayakkan oleh perantaraan kristus yang ajaib. Roh Tuhan tidak akan bercampur dengan roh manusia dalam hubungan komunikasi roh, namun proses menjadi ‘anak-anak Tuhan' itu dilaksanakan oleh perantaraan Kristus (Mediatory role of Christ)! Kristus berdiri di tengah-tengah antara Tuhan dan umat manusia, untuk memberikan kehidupan dan berkat-berkat pengharapan kepada umat manusia yang fallen! 

    Sebagaimana placenta berdiri di tengah-tengah, supaya Indung dapat memberikan kehidupan kepada janin yang belum lahir dengan pengantaraan yang disempurnakan oleh Placenta. Namun, perumpamaan ini tidaklah jitu, tetapi hanyalah sekadar mendekatkan penanggapan logika otak manusiawi agar kita dapat menangkap akan arti ‘perantaraan’ yang disempurnakan oleh Yesus.  

    Kita lemah atau mudah 'berdosa' dalam keujudan berdaging kerana fitrah daging memang terjual kepada kebinasaan; the vulnerable human beings in the flesh. Tapi, Justeru kerana pengantaraan Kristus yang ajaib dan sempurna, maka kita masih dapat bergaul karib dengan Bapa Sorgawi dalam 'kamar' yang terdalam! Dalam daging ini kita akan ada groanings, dan juga roh kita akan buat groanings yang tidak terucapkan oleh kata-kata di mulut. Keluh-kesah kita itu macam ulangan kepada kata-kata Abraham yang berbunyi : "Apalah kami ini Tuhan, nafas kehidupan kami ini hanyalah umpama "like a watch in a night" kerana kami ini cuma tanah liat saja, dan kami dari debu dan kepada debu kami kembali. Sedangkan kamu ya Roh Tuhan Pencipta, Engkau hidup selama-lamanya ... dari infinity ke infinity."

    Dahulu ada kisah seorang Polis konstabel Malaysia yang pernah  diculik oleh kumpulan pengganas Abu Sayyaf di kepulauan Jolo, dan mereka menuntut wang  tebusan untuk jaminan pembebasan, supaya polis yang akan ditebus itu dapat dibebaskan dari belenggu maut di tangan Abu Sayyaf, dan kembali hidup-hidup ke tempat asalnya di Malaysia; maksudnya, ada bayaran/ongkos yang perlu dikorbankan secara tuntas! Darah suci Yeshua perlu menebus kita dari 'penculikan' oleh kuburan orang mati ('maut') dengan kuasa Penebusan Tuhan Kristus,  iaitu suatu bayaran yang penuh/tuntas yang menyembuhkan semua ‘luka-luka’ umat manusia.  Syukurlah dan dimuliakanlah namaNya, kerana darah suciNya sentiasa berteriak siang dan malam di alam roh, untuk membebaskan setiap orang percaya yang menyeru namaNya, lalu mereka dilepaskan dari belenggu dosa-dosa (’luka-luka' pada roh). Segala upah kepada penyembuhan itu sudah lunas dibayar, supaya kita kembali ke pangkuan Bapa.  


    Segala pelanggaran Taurat (dosa) iaitu pelanggaran kepada hukum-hukum yang tersenarai dalam  KELUARAN 20: 1-17 status sebenarnya adalah "Sudah Selesai" ^3.  Maksudnya, tuntutan upah untuk perdamaian kepada semua pelanggaran hukum Tuhan, iaitu DARAH DOMBA Tuhan,  sudah lunas dibayar! Kita tidak lagi hidup menurut penghambaan Taurat atau dihambakan oleh kuasa dosa, iaitu Taurat, kerana oleh Taurat kita mengenal apa itu dosa. 

    Kita dilepaskan dari kutuk Taurat oleh kuasa darah Suci Yesus. Pelepasan ini digambarkan sebagai suatu kemerdekaan roh kita dari 'luka-luka' roh (dosa-dosa). Pelanggaran Taurat tidak lagi dapat melukai roh kita secara kekal, kerana darah Yeshua senantiasa menjanjikan pelepasan dan penyembuhan luka-luka roh kita! Paulus menulis ungkapan kebebasan yang kita kecapi akibat janji pelepasan  dan penyembuhan itu, seperti dalam 1 Korintus 10: 23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 

    Jikalau kuasa dosa, iaitu pelanggaran Taurat, hanya dapat melukai kita untuk sementara waktu, maka wajarlah Rasul Paulus berkata: "Segala sesuatu diperbolehkan." Maksudnya, itulah kehidupan yang merdeka di bawah kuasa Kasih Karunia di dalam 'nama' Kristus Yesus! Kendatipun, hakikatnya, kita manusia yang lemah dan semestinya akan 'luka' setiap hari, namun Yesus bersabda "Akulah JALAN." Dialah JALAN kita untuk menyelesaikan segala dosa-dosa dan kutuk. Jalan untuk menerima berkat-berkat Perdamaian, Penebusan dan Keselamatan.

2.  Yesaya 53.  Nubuat-nubuat dalam Firman nubuat ini  juga "Sudah Selesai" statusnya.

3.  Imamat 17: 11 status nubuat-Nya "Sudah Selesai"

4.  Mazmur 40: 7, 8, dan 9 status nubuat-Nya "Sudah Selesai."


Bagaimana mungkin saya tahu statusnya Sudah Selesai ?


    Yeshua Kristus menjawab dengan Jawapannya yang sangat jelas sekali.  "It is finished". ^3 Oleh bilur-bilurMu (Darah Suci Domba Tuhan), kami telah menjadi sembuh (luka-luka  roh pasti dapat KESEMBUHAN, luka-luka jiwa akan boleh saja sembuh, jika ia adalah kehendak Bapa, dan luka-luka daging juga boleh saja sembuh menurut kehendak Bapa). Yesaya 53: 5 b.  Kesembuhan luka-luka roh itu pasti, tetapi bagi luka-luka jiwa dan daging, kesembuhannya adalah bergantung kepada kekuatan daging dan juga kehendak panggilan Tuhan, kerana daging itu ditakdirkan untuk kembali kepada bumi, lagipun ia sangat vulnerable (mudah rosak/luka), maka sukarlah ia menjadi immortal, kecuali dalam kasus Henokh, Elia dan Santa Maria yang telah diberikan  immortality!

     Tiada seorangpun yang akan duduk dekat kaki Tuhan Yesus jikalau dia tiada takdir untuk dilahirkan Kembali! TIDAK ada orang yang mampu untuk duduk dekat kaki Tuhan Yeshua, iaitu memasuki hadirat Roh Tuhan, kecuali dia yang telah lahir kembali ke dalam kerajaan ALLAH. Justeru, dia yang "tinggal" atau "duduk" di dalam lindungan Yang Mahatinggi, berarti dia yang 'makan daging dan minum DARAH Yeshua;' bagi mereka Inilah yang dapat tinggal dalam Kristus (John 6: 56). 

    Betapa berharganya Kasih Setia Mu, ya Allah! anak-anak manusia yang berlindung dalam naungan sayap-Mu. (Mazmur 36: 8). Yesus Kristus adalah Kasih Setia Tuhan yang kelihatan di bumi. Ia dapat dilihat Setia kerana Ia menghapuskan dosa-dosa Dunia, Ia mengantara Siang dan malam di sebelah kanan Allah Bapa menurut Ordo Melkisedek, dan ia telah menyumpah kita dengan sumpahan Perdamaian, sehingga roh kita terjamin tidak dilaknat dengan api neraka! Duduk/DIAM di rumah Tuhan dalam petikan  Mazmur 27: 4-5 adalah suatu ekspresi Iman Daud tentang keadaan roh yang diperdamaikan dengan Roh Allah Bapa yang Kudus.

     Rumah Tuhan atau 'kamar' itu merujuk kepada 'roh doa.' Di sana Daud menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati (kebaikan-kebaikan) dalam baitNya (Mazmur 27: 4-5). Kebaikan-kebaikan Tuhan itu merujuk kepada KASIH KARUNIA, iaitu Yeshua Kristus! Janji Tuhan dalam Mazmur 91: 1 berbunyi:-

Whoever dwells in the shelter of the most high will rest in the shadow of the almighty (NIV, Ps 91:1).

     Perkataan "dwells " itu adalah merujuk kepada orang percaya yang duduk atau tinggal dalam lindungan yang maha tinggi. Shelter milik yang Maha Tinggi merujuk kepada roh doa atau 'kamar' terdalam. Yang dapat memasuki "kamar" itu ialah mereka yang telah lahir kembali dalam kerajaan Kristus. Mereka yang lahir ini akan diajar pula tentang "rest in the shadow of the almighty." Takrif perkataan tinggal atau 'duduk' ialah: "Barangsiapa makan daging Ku minum darahku, Ia tinggal di dalam Aku, Dan Aku di dalam dia." [Yohanes 6: 56]. 


    Orang percaya ternyata adalah mereka yang menerimaNya dan diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya [Yohanes 1: 12]. "NamaNya" di sini merujuk kepada i) covenanted names, ii) immutable names, dan juga iii) the Word of God.   Ketiga-tiga kategori nama Yesus di atas menjadikan Dia sebagai Tuhan, Juruselamat dan Pengantara. Dia memang Ilahi kerana dialah yang telah mengwujudkan Perjanjian Baru (Yeremia 31: 31-34); Roh Yesus itu adalah dari 'taruk' atau dari Akar Tunjang atau dari Roh Kudus dalam Yesaya 11:1-3; Yesaya 9:5-6; dan pekerjaan-pekerjaanNya adalah seratus peratus Ilahi. Dia tidak buat kerja-kerja manusia daging di dunia ini, seperti berniaga, berpolitik, membina negara, atau kahwin atau beranak-pinak, kerana NamaNya ialah Firman Allah (Wahyu 19: 13b; Lukas 24: 44). 

    Ya, pekerjaanNya 100% Ilahi! Maksudnya, Yesus itu adalah Tuhan. Kita tidak menjadikannya sebagai Tuhan menurut rumusan fikiran manusia, melainkan  Yeshua itu memang Tuhan menurut FIRMAN Allah dan juga segala-gala pekerjaanNya adalah menuruti dan mengenapi semua Firman Allah. Wahyu 19: 13 b mengatakan bahawa namaNya (pekerjaanNya atau karyaNya) adalah FIRMAN Allah. Dia adalah Tuhan Kristus yang dijanjikan Yahweh dalam Kitab-Kitab Suci  melalui pemberitaan nabi-nabi dari Perjanjian-Perjanjian yang terdahulu sejak zaman Noah lagi. Ia adalah INJIL ALLAH yang diberitakan oleh nabi-nabi dalam Kitab-kitab Suci (...lihat takrif 'Injil Allah' dalam petikan Roma 1: 1-6; Lukas 24: 44).

 

Works Cited


The Bible. New International Version, Biblica, 2011. Bible Gateway, ://biblegateway.com. Accessed 28 April 2023.

Alkitab Deuterokanonika: Terjemahan Baru, Edisi NL, Lembaga Alkitab Indonesia, 2019

Alkitab Terjemahan Baru. SABDA.org/ALKITAB, Yayasan Lembaga SABDA, www.sabda.org. Diakses 28 April 2023


Footnotes

^1 Alkitab Deuterokanonika: Terjemahan Baru, Edisi NL, Lembaga Alkitab Indonesia, 2019, Matius 6: 33-34

^2 Terjemahan Baru,Lukas 10: 38-41

^3 Terjemahan Baru, Yohanes 19: 30

^4 Terjemahan Baru, Keluaran 17: 11

^5 Terjemahan Baru, Keluaran 25: 1-22

^6Terjemahan Baru, 1Yohanes 5: 6-12 (penebusan)

berkatalah Ia: "Sudah Selesai"




Prioritas

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu KUATIR akan hari BESOK, karena hari besok mempunyai KESUSAHANNYA sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." [1]

    Hanya ada satu keutamaan yang sangat penting dalam hidup orang percaya milik Kristus, yaitu mengambil keputusan untuk "duduk di dekat kaki Tuhan Yeshua [2]". Injil Lukas mencatat bahwa Maria telah mengambil keputusan untuk duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan Kristus.

38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan (Yeshua) dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau KUATIR dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya [2].


Pengenapan seluruh Hukum Taurat, seluruh nubuat para nabi, dan Kitab Mazmur mengenai Pendamaian, Penebusan, dan Keselamatan.

    Ada beberapa hakikat nubuat tentang karya penebusan umat manusia yang digenapi oleh karya Yesus Kristus secara tersembunyi di dalam kitab-kitab suci Taurat (Typology dalam Pentateuch), pengenapan nubuat dalam Kitab Suci para nabi, dan penyempurnaan nubuat-nubuat dalam Kitab Suci Mazmur yang berstatus "Sudah Selesai" [3] ketika Yeshua, Anak Domba Paskah Allah, menghembuskan napas terakhir-Nya di atas mezbah/Kayu Salib Kudus. Di antara contoh petikan nubuat atau FIRMAN Tuhan Bapa Yahweh yang digenapi saat kematian menimpa Domba Paskah Tuhan adalah sebagai berikut:

1.   KELUARAN 20:1-17. Dinubuatkan dalam Yeremia 31:31-34 bahawa Roh Kudus akan menuliskan Taurat ini di dalam roh manusia/orang percaya; fenomena rohaniah ini bermula pada hari Pentakosta dalam era Perjanjian Baru.  Maka, status Taurat dalam roh orang percaya adalah dilihat "Sudah Selesai." Ketika Tuahn Yahweh turun di gunung Sinai dulu, ia menulis sepuluh Hukum Taurat itu di atas batu dengan jari-Nya. 

         Segala pelanggaran kita terhadap Hukum Taurat menuntut Korban Penebus Dosa demi terjadinya Pendamaian. Taurat mengajarkan bahwa pelanggaran terhadap hukum dan perintah Allah memerlukan pencurahan darah untuk penentuan pendamaian [4]. Sebelum masa tersebut, yaitu pada zaman Perjanjian Lama, Allah telah berjanji untuk bertemu dengan bani Israel di atas Tutup Pendamaian Tabut Perjanjian (the atonement cover ~ the mercy seat of YHVH) [5] melalui pelayanan perantara Imam Besar/Gembala. Tuhan Yahweh menemui bani Israel melalui pengantaraan imam/gembala di dekat Tutup Pendamaian (the Mercy Seat).

         Segala perintah dan firman dari Tuhan Yahweh disampaikan melalui gembala Israel di dekat Tutup Pendamaian tersebut. Pada zaman Nabi Musa, Musalah  dan Imam besar Harun yang berbicara dengan Tuhan YHVH di dekat the Mercy Seat of God. Korban Pendamaian, yaitu DARAH dari korban penebus dosa bagi seluruh bangsa Israel, dipercikkan tujuh kali di atas Tutup Tabut Perjanjian dan ke atas umat Allah, supaya seluruh umat Israel sebagai bangsa pilihan dapat diperdamaikan dengan Allah yang kudus.

     Penebusan Sion secara menyeluruh—baik Sion Perjanjian Lama maupun Sion Perjanjian Baru—berstatus "Sudah Selesai." Karya ini diselesaikan oleh Anak Domba Allah, Yeshua, di atas kayu salib. DARAH Yesus telah membayar tuntas seluruh tuntutan darah Korban Pendamaian atas segala kutuk dan 'bilur-bilur' akibat pelanggaran firman dari Sang Alpha dan Omega.

     Berkat Kasih Karunia sebenarnya mengalir kepada seluruh bani Israel di Tanah Perjanjian dari Tutup Pendamaian (the atonement cover) atau the Mercy Seat of Yahweh. Darah binatang digunakan dalam ritus ibadah menurut Taurat karena darah binatang diizinkan oleh firman Tuhan sebagai sarana penghapusan dosa. Kelak, ibadah ritus Taurat ini dipahami sebagai 'bayangan' yang menuntun orang-orang Israel kepada iman itu sendiri, yaitu pribadi Yeshua.

       Mereka (orang-orang Israel) kelak akan beriman kepada NAMA Tuhan Bapa, yaitu: Kasih Setia, Adil, Berlimpah Kasih Sayang, dan Setia Mengampuni. Bapa telah menganugerahkan NAMA itu kepada Anak-Nya, yaitu Yeshua Kristus. Namun, umat manusia sempat menganggap NAMA Tuhan ini tidak benar, sehingga dunia meninggalkan nama-Nya seperti pada zaman Nabi Nuh, di mana dunia hanya berfokus pada agenda manusiawi/aktiviti “daging”, yaitu 'makan dan minum' serta 'kawin dan dikawinkan.'

       NAMA, yaitu Kasih Setia dan the Great Mercy, tersebut telah diberikan oleh Bapa kepada Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus. Tanggung jawab penebusan dan penyelamatan umat manusia telah ditakdirkan untuk dipikul oleh Yesus Kristus pada zaman Perjanjian Baru. Para ahli Kitab merumuskan bahwa Tuhan Anak telah melaksanakan tiga perkara utama untuk menyelesaikan perseteruan antara Roh Allah (yang tidak berdosa) dan manusia (yang senantiasa berdosa):

(i)   Korban Penebus Dosa,

(ii)  Pengantaraan, dan

(iii) Sumpah Perjanjian Damai oleh Raja Damai.

    Dalam tatanan ilahi di alam roh, Allah Bapa telah menetapkan bahwa pelanggaran hukum rohani menuntut transaksi yang melibatkan AIR, DARAH, dan ROH [6]. KETIGA-Nya adalah SATU, yaitu karya pribadi Kristus atau 'NAMA' yang diberikan oleh Bapa. Kita tidak dapat berkomunikasi secara langsung kepada Bapa segala Roh yang mahakudus tanpa pengantaraan Gembala yang Baik.

    Oleh karena itu, hubungan antara Roh Bapa dan umat manusia menetapkan Kristus/Kasih Karunia sebagai Pengantaranya. Dahulu, pada zaman para bapa leluhur (Patriarchs), hanya satu garis keturunan yang telah diberi anugerah pengajaran mengenai kasih karunia dari Tuhan Yahweh. Mereka diajar oleh Tuhan mengenai Jalan, Pintu, Kunci, dan Jubah Kebenaran dalam berkomunikasi dengan Roh Allah Bapa.

    Tuhan memiliki rencana agung bagi segala bangsa, yaitu penganugerahan Jalan, Pintu, Kunci, dan Jubah Kebenaran kepada semua bangsa di dunia melalui pengantaraan Kristus, Imam Agung menurut Melkisedek. Kekudusan Tuhan memenuhi alam semesta yang diciptakan-Nya. Kekudusan-Nya dapat menjadi sumber kebinasaan bagi manusia yang telah 'jatuh' ke dalam dosa, karena dosa pada hakikatnya berseteru dengan kekudusan Tuhan. Karena itu, kita memerlukan JALAN Tuhan jika merindukan kehidupan kekal.

    Pengantaraan Kristus ditetapkan untuk menyelesaikan perseteruan antara Roh Allah dan roh manusia. Kodrat Roh Allah senantiasa kudus, sedangkan hakikat keberadaan manusia yang dibalut daging cenderung lemah dan sering jatuh ke dalam dosa. Oleh sebab itu, Kristus harus berdiri di tengah-tengah atau duduk di sebelah kanan Bapa untuk menyembuhkan luka-luka akibat dosa; sebab dosa manusialah yang menjadi sumber perseteruan tersebut.

    Benih Penciptaan (Creation), yaitu segala pengetahuan, pengertian, hikmat, dan kuasa ilahi Kristus, merupakan 'Jalan' pemulihan atas kerusakan benih atau hakikat manusia di dalam ciptaan. This perpetual spiritual conflict between the Creator and mankind must be settled through the mediatorship of Jesus Christ: the Messianic Mediator. 

    Kita dapat tetap hidup di bumi yang kudus ini dengan syarat adanya pengantaraan Imam Agung Melkisedek—sebagaimana kelangsungan hidup janin (fetus) di dalam rahim ibunya, di mana keduanya dapat hidup berdampingan (co-exist) melalui keajaiban plasenta (placenta). Jika 'bermalam' diibaratkan seperti janin di dalam rahim ibu, maka memperoleh hikmat tentang "perhentian" (rest) dapat diumpamakan sebagai proses kelahiran baru. 

    Semakin kita menyadari kebutuhan akan "perhentian" atau kesembuhan dari keletihan akibat luka-luka dosa, semakin manusia bergantung kepada Pohon Kehidupan, yaitu Kristus. Dalam khotbah kebahagiaan-Nya, Kristus bersabda: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." Kata 'miskin' di sini bukanlah berarti kekurangan materi menurut hikmat duniawi, melainkan merujuk pada ketergantungan roh kita secara penuh kepada pengantaraan Kristus (Pohon Kehidupan). Tanpa Kristus, kita tidak memiliki arti. Itulah yang dimaksud dengan frasa "miskin di hadapan Allah."

    Manusia yang lahir baru akan diajar oleh Roh Kudus melalui ajaran mezbah (altar), bahwa manusia harus hidup seperti ranting yang melekat pada Pohon Kehidupan. Hal ini sama seperti janin yang hidup dalam ketergantungan penuh melalui tali pusat dan fungsi plasenta yang memberikan perlindungan imunologi, fungsi kelenjar tubuh, pembuangan sisa metabolisme, asupan nutrisi, serta proses pernapasan bagi janin tersebut.

    Darah ibu tidak bercampur dengan darah janin, namun seluruh proses kehidupan janin terjadi melalui perantaraan plasenta dan tali pusat. Sebelum dilahirkan, janin harus 'bermalam' di dalam rahim ibu selama sembilan bulan. Selama masa itu, ia bergantung penuh secara alami kepada perantaraan plasenta melalui saluran tali pusat.

    Sebelum memahami kelahiran baru, roh manusia harus dididik terlebih dahulu mengenai ketergantungan penuh (dependency) kepada Roh Tuhan melalui perantaraan Kristus. Setelah ia memahami dan mengerti bagaimana hidup sebagai anak-anak yang telah ditebus Tuhan, barulah ia dapat melanjutkan perjalanan imannya. Jika ia belum murni dalam memahami hikmat dasar mengenai "perhentian" (rest) tersebut, ia akan terus kembali pada masa 'bermalam' atau berjalan dalam 'kegelapan.'

    Rasul Petrus menasihati kita: 6 Bersukacitalah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1 Petrus 1:6-7).


Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan. 

    Kelayakan kita bukanlah karena kebaikan diri kita sendiri, melainkan karena kita dilayakkan oleh pengantaraan Kristus yang ajaib. Roh Tuhan tidak bercampur dengan roh manusia dalam hubungan komunikasi rohani, melainkan 'proses menjadi anak-anak Allah' itu dikerjakan melalui pengantaraan Kristus (Mediatorship of Christ). Kristus berdiri di tengah-tengah antara Allah dan umat-Nya untuk memberikan kehidupan dan pengharapan bagi manusia yang telah jatuh (fallen). Hal ini sebagaimana plasenta yang berada di tengah-tengah agar sang ibu dapat memberikan kehidupan kepada janin yang belum lahir. Demikianlah gambaran peranan plasenta tersebut; meskipun perumpamaan ini tidak sepenuhnya sempurna, namun cukup untuk memberikan penerangan.

    Kita lemah di dalam daging karena hakikat daging telah terbelenggu oleh kebinasaan. Namun, justru karena pengantaraan Kristus yang ajaib dan sempurna, kita tetap dapat bersekutu karib dengan Bapa Sorgawi di dalam 'kamar' yang paling dalam. Di dalam daging ini terdapat keluh kesah (groanings), dan di dalam roh kita pun terdapat keluhan-keluhan yang tidak terucapkan oleh kata-kata.

    Keluh kesah kita mirip dengan ungkapan Abraham: "Siapakah kami ini, Tuhan? Napas hidup kami hanyalah seperti gilir penjaga di waktu malam (like a watch in the night), sebab kami hanyalah debu tanah dan akan kembali menjadi debu. Sedangkan Engkau, ya Tuhan, hidup selama-lamanya... dari kekal sampai kekal (from infinity to infinity)."

    Dahulu ada kisah seorang anggota kepolisian Malaysia yang diculik oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Kepulauan Jolo. Mereka menuntut uang tebusan sebagai jaminan pembebasan agar polisi tersebut dapat dibebaskan dari cengkeraman maut dan kembali dalam keadaan hidup ke tempat asalnya di Malaysia. Artinya, ada harga tebusan yang harus dibayar secara tuntas.

    Darah suci Yeshua harus menebus kita dari 'penculikan' oleh kuasa maut/kubur melalui kuasa Sang Penebus, yaitu pembayaran penuh yang menyembuhkan segala luka: Darah Suci Yeshua. Bersyukurlah dan dimuliakanlah nama-Nya, karena Darah-Nya senantiasa berseru siang dan malam di alam roh untuk membebaskan setiap orang yang percaya kepada nama-Nya dari belenggu dosa. 

    Seluruh tebusan telah lunas dibayar agar kita dapat kembali ke pangkuan Bapa. Segala pelanggaran terhadap Hukum Taurat (dosa)—yaitu pelanggaran terhadap hukum-hukum yang tercantum dalam KELUARAN 20:1-17—statusnya kini adalah "Sudah Selesai." Artinya, tuntutan tebusan pendamaian atas segala pelanggaran telah lunas dibayar oleh DARAH ANAK DOMBA Allah!


2.      YESAYA 53. Nubuat-nubuat dalam Kitab Firman ini juga berstatus "Sudah Selesai."

3.      IMAMAT 17:11. Status nubuatnya adalah "Sudah Selesai."

4.      MAZMUR 40:7, 8, dan 9. Status nubuatnya adalah "Sudah Selesai."


Bagaimanakah saya dapat mengetahui bahwa statusnya Sudah Selesai?

    Yesus Kristus memberikan jawaban yang sangat jelas: "IT IS FINISHED" [3]. Oleh bilur-bilur-Nya (Darah Suci Anak Domba Allah), kita telah menjadi sembuh—luka-luka roh pasti memperoleh KESEMBUHAN, luka-luka jiwa dapat dipulihkan jika sesuai kehendak Bapa, dan tubuh jasmani pun dapat disembuhkan menurut kehendak Bapa (Yesaya 53:5b).

    Kesembuhan atas luka-luka rohaniah adalah pasti. Namun bagi luka-luka jiwa dan jasmani, kesembuhannya bergantung pada kehendak panggilan Tuhan dan kondisi tubuh jasmani; sebab tubuh jasmani ditakdirkan untuk kembali ke tanah dan bersifat fana (vulnerable), sehingga sulit menjadi abadi (immortal), kecuali dalam kasus Henokh, Elia, dan Santa Maria yang mengalami keabadian/pengangkatan.


 Duduk dekat kaki Yesus 

    Seseorang yang dapat duduk di dekat kaki Tuhan Yeshua adalah seseorang yang telah lahir baru. TIDAK ada orang yang mampu duduk di dekat kaki Tuhan Yeshua—yaitu memasuki hadirat Roh Tuhan—kecuali ia telah lahir baru ke dalam Kerajaan ALLAH. Oleh karena itu, siapa yang "tinggal" atau "duduk" dalam perlindungan Yang Mahatinggi berarti ia yang 'makan daging dan minum DARAH Yeshua;' merekalah yang dapat tinggal di dalam Kristus (Yohanes 6:56).

    Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu (Mazmur 36:8). Yeshua Kristus adalah Kasih Setia Allah yang nyata di bumi. Ia terbukti setia karena Ia menghapuskan dosa-dosa dunia, menjadi Pengantara siang dan malam di sebelah kanan Bapa menurut Melkisedek, serta mengikat kita dalam Perjanjian Pendamaian sehingga roh kita terjamin tidak dihukum di dalam api neraka. Duduk/DIAM di rumah Tuhan sebagaimana dipetik dari Mazmur 27:4-5 merupakan ekspresi iman Daud tentang kondisi roh yang telah diperdamaikan dengan Roh Allah Bapa yang Kudus.

    Rumah Tuhan merujuk pada roh doa. Di sanalah Daud menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati kebaikan di dalam bait-Nya (Mazmur 27:4-5). Kebaikan Tuhan tersebut merujuk pada KASIH KARUNIA, yaitu Yeshua Kristus! Janji Tuhan dalam Mazmur 91:1 menyatakan:

1 Whoever dwells in the shelter of the Most High will rest in the shadow of the Almighty (Psalm 91:1).

    Kata "dwells" merujuk pada orang percaya yang duduk atau tinggal dalam perlindungan Yang Mahatinggi. Tempat perlindungan (shelter) milik Yang Mahatinggi merujuk pada roh doa atau 'kamar' yang paling dalam. Merekalah orang-orang percaya yang telah lahir baru di dalam Kerajaan Kristus. Definisi dari kata tinggal adalah: "Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia" [Yohanes 6:56].

    Orang percaya adalah mereka yang telah menerima-Nya tanpa ragu-ragu, dan diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam NAMA-Nya [Yohanes 1:12]. Perkataan "nama-Nya" merujuk pada the covenanted names of God, the immutable names of God, dan juga the Word of God. KETIGA kategori "nama" Yeshua ini adalah bukti bahawa Dia adalah Tuhan, Juruselamat, dan Pengantara bagi Perjanjian Baru.

    Dia sungguh Ilahi karena Yeshua telah menggenapi pengwujudan Perjanjian Baru (Yeremia 31:31-34); Roh Yeshua berasal dari 'Tunas' atau Akar Tunjang, yaitu dari Roh Kudus (Yesaya 11:1-3; Yesaya 9:5-6); dan seluruh karya-Nya seratus persen bersifat ilahi. Ia tidak melakukan urusan-urusan manusiawi di dunia ini seperti berdagang, menikah dan beranak cucu, karena "nama-Nya adalah Firman Allah" (Wahyu 19.13b; Lukas 24.44).

    Yeshua adalah Tuhan. Bukan kita yang menjadikan Yeshua sebagai Tuhan, melainkan Dialah Tuhan Kristus (Tuhan ANAK yang Mahatinggi) karena seluruh karya-Nya seratus persen MENURUTI dan MENGENAPI FIRMAN. Wahyu 19:13b menyatakan bahwa nama-Nya (karya penebusan-Nya) adalah FIRMAN Allah. Dialah Tuhan Kristus yang dijanjikan oleh Bapa Yahweh di dalam Kitab para nabi melalui pengantaraan nabi-nabi Perjanjian Lama sejak zaman Adam. Identitas Yesus Kristus adalah INJIL ALLAH (Roma 1:1-6; Lukas 24: 44).




Nota kaki

[1] Alkitab Terjemahan Baru. Yayasan Lembaga Sabda, sabda.org, Mat. 6.33-34
[2] Luk. 10.38-41
[3] Yoh. 9.30 
[4] Kel. 17.11
[5] Kel. 25.1-22
[6] 1Yoh. 5.6-12

Sitasi

Alkitab Terjemahan Baru. Yayasan Lembaga SABDA, sabda.org. Diakses 28 April 2023.