Selasa, 11 Agustus 2026

The dark night of the soul

By Joannes Simin 


    Setiap orang percaya yang sedang berjalan dalam perjalanan iman akan mengalami suatu fenomena rohani yang disebut the dark night of the soul. Istilah ini merupakan frasa dari puisi karya seorang imam mistik Katolik pada abad ke-16, St. John of the Cross [1]. Istilah ini merujuk pada krisis kerohanian, yaitu suatu fase ketika seseorang mengalami kecelaruan mental dan rohani yang sangat mendalam. Percaya menjadi suatu pergulatan yang seolah-olah tak berpenghujung, seperti Yakub yang bergulat dengan seorang laki-laki yang tidak dikenali dalam gelap gulita sehingga fajar menyinsing. 

    Dalam fase ini, seseorang dapat kehilangan makna hidup, jiwanya terasa kosong, putus asa, emosinya bercampur aduk, dan imannya menjadi tersandung oleh Tuhan (offended by the Lord). Bahkan tubuh fisik, jiwa, dan rohnya dapat mengalami sakit secara bersamaan. Fenomena ini hampir serupa dengan gangguan jiwa, tetapi tidak semestinya mengalami kegilaan total. Seseorang akan merasakan semua amalan rohani yang dijalankannya selama ini mencapai titik hancur (breaking point) dan kelesuan yang melampau (burnout). Semua amalan rohani terasa tidak membawa ketenangan, dan keyakinan menjadi terombang-ambing karena jiwa telah "bermalam" [2]. Ini bukan sekadar depresi biasa, melainkan berakar dari pencarian makna hidup dan kerinduan yang mendalam terhadap kebenaran hakiki.  Ia adalah proses pemurnian sehingga kita dapat menanggapi panggilan Tuhan [3].

Hakikatnya, fajar menyinsing pasti akan tiba juga, justeru, ketika fase ini terjadi, Nabi Yesaya menyampaikan Firman Yahweh:

Siapa di antaramu yang takut akan Tuhan dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Allahnya!” (TB Yesaya 50:10)

Apakah yang sebenarnya dibicarakan oleh Tuhan mengenai 'kegelapan' pada Yesaya 50:10?

    Hal tersebut merupakan fenomena rohani yang ditulis oleh St. John of the Cross sebagai the dark night of the soul. Maknanya sama dengan kata 'bermalam' bagi Yakub dalam Kejadian 28:10-11: “Ia sampai di suatu tempat, dan ‘bermalam’ di situ, karena matahari telah terbenam.”

    Dalam perjalanan hidup kita, akankah kita sampai di 'suatu tempat' yang menjadi sejarah pribadi karena dunia terasa gelap gulita dan dipenuhi ketidakpastian? Kita tidak dapat maju ke depan, tidak dapat ke kiri, tidak dapat ke kanan, dan tidak dapat kembali ke tempat asal. Yakub tidak dapat kembali ke kampung halaman karena Esau berikhtiar untuk membunuhnya. Di tengah jalan pada 'suatu tempat' itu, ia menghadapi ketidakpastian, seorang diri tanpa penolong dan kesesakan.

    Mari kita pelajari kisah hidup Patriark Henok. Ketika ia mencapai usia 65 tahun, penulis melihat bahwa ia telah melalui the dark night of the soul atau secara ringkasnya 'bermalam.' Usia 65 tahun itu menjadi 'suatu tempat' baginya dalam perjalanan iman. Pada usianya yang ke-65, secara tiba-tiba ia membuat keputusan drastis 360 derajat dengan langkah yang mengejutkan, yaitu "berjalan dengan Tuhan." Pada usia tersebut, Patriark Henok melalui transformasi kerohanian yang disebut 'bermalam,' sama seperti Yakub yang 'bermalam' di Betel (yang sebelumnya dinamakan tanah Luz).

    Pada saat itulah, Tuhan bertindak melakukan lawatan ilahi (Divine visitation/intervention) dalam hidup kita, lalu menyelaraskan serta mengesahkan panggilan-Nya bagi kita. Sebelum fase ini, kita mungkin hanya terumbang-ambing mengandalkan doa-doa semu, dangkal dan hambar atau sebaiknyapun dengan dukungan doa dari gereja setempat. Diri kita sendiri belum mengecap terobosan (breakthrough) dalam doa di "kamar terdalam."

    Ini adalah suatu titik sejarah hidup yang tidak pernah anda lupakan, yaitu fase "BERMALAM" atau the dark night of the soul. Pada 'suatu tempat' yang gelap gulita itu, sebenarnya terdapat pengaliran pengetahuan, pengertian, dan hikmat ilahi (Divine impartation of knowledge, understanding, and Wisdom).  Pemazmur menyanyikan ungkapan tersebut dalam Mazmur 19:3: “Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.”

    Fase "bermalam" ini menuntut kita untuk berhenti melanjutkan perjalanan hidup tanpa kekuatan Tuhan. Dia menghentikan langkah hidup kita yang sebelumnya berhempas pulas mengandalkan kekuatan sendiri demi mencapai agenda, ambisi, atau angan-angan pribadi. Tuhan mempunyai rencana yang jauh lebih tinggi (high calling). Oleh karena itu, Ia berencana untuk turut bekerja dalam segala sesuatu di dalam hidup kita, sebagaimana yang dialami oleh para patriark dan nabi.

    Di dalam fase "bermalam" atau the dark night of the soul tersebut, Tuhan memiliki "Pengetahuan Ilahi" yang hendak diajarkan-Nya kepada kita, agar kita dapat menanggapi serta melihat Rencana Tuhan yang jauh lebih agung di dalam keselamatan kita melalui pribadi Kristus. Tuhan menyeru kepada kita supaya meneruskan 'Percaya' kerana malam itu sebenarnya tempat kita diberikan 'manna of adversity.'

...hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.” (TB Mazmur 19:3)

    Tanpa Pengetahuan, kita tidak akan memiliki pengertian; dan tanpa pengertian, kita akan mengalami kesukaran untuk mengenali serta percaya kepada-Nya! Dia berfirman:

My people are destroyed for lack of knowledge.” (Hosea 4:6 KJV)

Dan di dalam Yesaya 50:10b, Tuhan mendorong kita untuk percaya kepada 'nama-Nya':

Jika ia hidup dalam KEGELAPAN dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia PERCAYA kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Allahnya!”


'Malam' memberikan Pengetahuan, Pengertian dan Hikmat tentang PASKAH


    Ketika 'malam' orang percaya akan belajar 'rest': Diperdamaikan oleh kuasa darah Suci Yesus.  Ia tidak difahami ketika kita berjalan di 'siang' hari, tetapi pada 'malam' hari kita akan belajar penyerahan total atau ketergantungan seperti ranting kepada pokok. Hanya dengan melalui 'malam' kita akan belajar untuk menjadi ranting sebenar kepada Pohon kehidupan. Yesus bersabda,"apart from me, you can do nothing.

   Ia menghendaki agar kita berjalan bersama Allah. Namun, sebelum kita berjalan bersama dengan Allah seperti Henokh, Ia ingin kita 'berhenti' di 'suatu tempat', yaitu "lekuk" gunung batu yang menggambarkan 'bayangan' pendamaian di dalam Kristus! Di sana, kita belajar bagaimana kita memperolehi "perhentian" di dalam Kristus yang diteruskan melalui ajaran Sabat. Di gunung batu itu, kita menemukan "suatu tempat" yang sangat dekat dengan Bapa, yaitu "berkat kematian Yesus di atas mezbah." Kristus yang tersembunyi dalam pemberitaan Taurat dan pemberitaan nabi-nabi termasuk dalam lirik-lirik Mazmur tercatat dalam Mazmur 62: 12 "satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar; bahawa kuasa dari Allah asalnya," "Lekuk" batu itu, sebagai contoh dibicarakan satu kali dalam Keluaran 33: 21-23, namun hal kedua yang kita dengar apabila Roh Kudus menyingkapkan Firman, maka kita akan melihat Kristus tersembunyi!  Itu adalah typology;  It is foreshadowing Christ.

    Keintiman dengan Bapa Surgawi hanya mungkin dilakukan melalui perantaraan Kristus, yaitu memasuki "lekuk gunung batu" yang pernah dimasuki oleh Nabi Musa ketika TUHAN memperlihatkan kemuliaan-Nya kepadanya, sebagaimana tertulis dalam Kitab Keluaran 33:21, "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;" "Suatu tempat" itu senantiasa merujuk secara tipologi kepada pendamaian oleh kematian Kristus. Oleh sebab itu, Kristus adalah gunung batu keselamatan saya! Sebab pada gunung batu itu ada "lekuk batu", tempat kita berlindung dan dilindungi dari segala kesalahan.

    Di dalam the dark night of the soul, kita perlu mengambil posisi diperdamaikan dengan Tuhan. Jika tidak, kita akan berada pada posisi berseteru dengan Roh Allah. Kehendak Tuhan ialah agar kita senantiasa berada dalam posisi yang diperdamaikan oleh kuasa KASIH SETIA Tuhan, dan hal itu diajarkan kepada kita bermula dari "bermalam"! 'Lekuk batu' adalah berasal dari nama Tuhan (kasih Setia).  

    Patriark Ayub adalah contoh seorang nabi yang memiliki kematangan rohani yang sempurna, ketika ia melalui 'the dark night of the soul'.  Dia masih mampu memuji nama Tuhan meskipun keimanannya diuji sampai batas akhirnya.  Ia lulus ujian kerana Ia masih mampu berkata: "...terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1: 21), meskipun pada ketika itu 'nama' Tuhan semacam tidak penting lagi atau tidak lagi relevan malah hal-hal yang menimpa kehidupan Ayub tidak membuktikan nama Tuhan itu benar!

Ketika kita melalui pelajaran 'bermalam' tersebut, kita akan mulai memahami maksud dari lirik Mazmur:

"; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai" (Mazmur 30: 6)

    Di dalam fase 'bermalam' itulah kita akan diajar oleh Roh Kudus mengenai Sabbath Rest. Perhentian (rest) itu terjadi pada waktu 'malam.' Perhentian itu berlangsung pada waktu 'malam' karena pada siang hari kita terlalu sibuk melaksanakan berbagai hal demi mencapai tujuan hidup menurut agenda kita sendiri.

Orang yang duduk dalam perlindungan Yang Mahatinggi dan 'bermalam' dalam naungan Yang Mahakuasa (TB Mazmur 91:1).

    Orang yang memiliki rancangan takdir bersama Tuhan pasti akan mengalami fase 'bermalam' di dalam hidupnya:

Setelah Henok hidup berumur enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henok hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henok mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henok hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (TB Kejadian 5:21-24)


Pengetahuan ‘malam’


Mazmur 19:3: “Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.”

    Sifat manusia yang telah jatuh ke dalam kuasa dosa tidak akan percaya kepada 'nama' TUHAN jika tidak ada saksi mutlak yang dapat dipercayai. Kebenaran ‘nama’ Tuhan, singkatnya, memiliki Kesaksian mutlak supaya ia bisa dipercayai.

    Manusia memang dapat menjadi saksi, tetapi kesaksian manusia sangatlah rapuh dan lemah! Manusia tidak melihat saat Tuhan menciptakan alam semesta dari hari pertama hingga hari kelima. Oleh karena itu, bagaimana mungkin manusia dapat mengetahui secara pasti bahwa Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini, kecuali jika ia telah hidup bersama-sama dengan Allah Bapa dari Alfa hingga Omega—yaitu ketika Bapa meletakkan Dasar Penciptaan alam semesta melalui Firman (Yohanes 1:1)?

    Manusia itu lemah sebab ia terbuat dari tanah liat. Ia dicipta pada hari keenam. Selama lima urutan hari penciptaan, manusia tidak pernah melihat peristiwa tersebut.  Manusia tidak pernah melihat bagaimana  Tuhan secara berkesinambungan tanpa henti menciptakan segala sesuatu di alam semesta.

    Kelak, manusia itu sendiri jatuh ke dalam kuasa dosa (mankind had fallen under the power of sin). Padahal, kekuatan dosa adalah hukum Taurat (and the strength of sin is the Law of God), sehingga kita tunduk pada kutuk Taurat! Kita sebagai manusia tidak layak menjadi saksi kebenaran dan tidak layak bersaksi tentang bagaimana Tuhan menyiapkan segala ciptaan, kecuali melalui kesaksian firman-Nya serta pribadi Roh Kudus (the communicating Spirit of the Divine, the Helper, the Comforter, the Spirit of Truth).

    Dalam iman Kristiani, kesaksian akan kebenaran nama Tuhan di buat di surga dan juga di bumi. Di surga, saksi-Nya adalah Bapa, Firman, dan Roh Kudus. Sementara itu, kesaksian di bumi ada tiga, yaitu air, darah, dan roh—dan ketiganya adalah satu, yaitu Yeshua Kristus. Ia datang dengan air, darah, dan roh. Saksi kebenaran nama Tuhan di bumi adalah Yeshua Kristus.


Identitas Yeshua sebagai Tuhan


"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan nama-Nya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Raja Kebenaran bagi Kerajaan Damai Sejahtera). Besar kekuasaannya, dan DAMAI SEJAHTERA tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan KEADILAN dan KEBENARAN dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini." (TB Yesaya 9:5-6)


Barangsiapa Melihat Anak, Ia telah Melihat Bapa Surgawi!


9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? BARANGSIAPA TELAH MELIHAT AKU, IA TELAH MELIHAT BAPA; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (TB Yohanes 14:9-14)

    Orang yang dipanggil Tuhan biasanya akan akhirnya tahu, mengerti dan berhikmat dalam melihat kebenaran Kristus sebagai Pengantara, Gembala Yang baik, atau sebagai pembawa berkat Imam Agung menurut Ordo Melkisedek dalam pribadi Yesus Kristus.

    Tugas imam agung menurut ordo Melkisedek adalah ditugaskan khusus oleh Allah Bapa dalam hal penyelamatan dan penebusan umat manusia! Pengantaraan itu pernah dilihat oleh Yakub seperti "tangga menuju ke surga" (stairway to heaven).  Penglihatan tersebut sebenarnya berbicara tentang pengantaraan imam agung ordo Melkisedek, yaitu Yesus Kristus! Justeru, 'tangga" itu adalah Kristus tersembunyi yang dilihat oleh Yakub:  Tipologi Kristus dalam Perjanjian Lama!


 Yakub sebagai 'pewaris janji' disahkan dalam Kejadian 28 

    Jacob melihat stairway to heaven; sebenarnya dia telah melihat Kristus, anak sulung Penciptaan, iaitu Anak Manusia / Gembala Agung / Imam Agung Surgawi menurut Ordo Melkisedek.  Hal ini berbicara tentang Pengantaraan antara surga dan bumi (mediatorship), yaitu antara Tuhan Bapa dan diri kita—orang-orang berdosa—melalui Pengantaraan Kristus.  The stairway to heaven always points to Christ's mediatorshipthe mediatorship of Christ. (Pengantaraan Kristus). Yakub melihat tangga itu adalah tipologi Kristus.

    Dalam pembelajaran Kristologi (Christology), kita tidak diterima atau diperkenankan oleh Bapa kecuali di dalam nama Kristus, yaitu pengantaraan Yang Sulung dari semua ciptaan (the Firstborn of creation is The Word of God), atau stairway to heaven yang pernah dilihat oleh Yakub! Yakub melihat tangga itu dan mendapat mesej dan sumpah Tuhan yang mendeklarasikan bahawa Yakub adalah pewaris janji yang sah. 

    Unless we believe in Christ's mediatorship, the Firstborn of creation, none of us is worthy in the presence of the Holy Father!

 

Mengenali Bapa adalah karena berkat Anak Sulung (The blessings of the Firstborn of Creation; Jesus Christ!).

    Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." (TB Lukas 24:44)'


Menghadapi Kegelapan Malam

    Dalam perjalanan iman, ada masa kegelapan malam yang akan datang kepada kita. Semua orang yang takut akan Tuhan perlu tetap Percaya kepada nama Tuhan (Kasih Setia), tanpa merasa kecewa atau tersandung (offended by the Lord), supaya doa pribadi kita senantiasa memiliki kuasa yang aktif (switched on) dan tidak dicemari dengan keraguan sedikit pun.

Tuhan berfirman:

"Siapa di antara kamu yang TAKUT AKAN TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam KEGELAPAN dan TIDAK ADA CAHAYA bersinar baginya, baiklah ia PERCAYA kepada NAMA Tuhan dan bersandar kepada Allahnya!" (TB Yesaya 50:10)

Kemenangan dan Perdamaian

    Kemenangan atas dosa senantiasa menyertai kita karena iman kita telah dimurnikan melalui ‘bermalam.’ Justeru, kita berani PERCAYA akan nama Yeshua; kita lebih bersukacita untuk berharap kepada berkat PERDAMAIAN oleh darah dari Salib Kristus. Keberanian dan keyakinan untuk percaya secara total kepada Yeshua dipaparkan melalui kata-kata Rasul Paulus:

"Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:16–18)

Pembebasan Dari Hukum Taurat

Rasul Paulus menjelaskan bahwa:

"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa, karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh." (TB Roma 8:1–4)

    Tuntutan kutuk Taurat atas dosa manusia adalah maut. Upah dosa adalah maut, dan dosa adalah sengat maut. Maut serta luka-luka akibat dosa harus dibayar agar dapat diselesaikan. Oleh karena itu, Yeshua menjadi Sin Offering (upacara korban penghapus dosa yang diajarkan Tuhan kepada para imam Lewi; dalam Perjanjian Baru, urusan dosa ditangani melalui Melchizedek High Priest Rite) untuk menganugerahkan Perdamaian kepada umat Tuhan!

    Tuhan Allah yahweh telah  takdirkan bahawa: Yeshua menyembuhkan luka-luka kita melalui kuasa korban darah suci-Nya (Yesaya 53:5). Darah-Nya berbicara jauh lebih sempurna dan lebih kuat daripada darah Habel, darah-Nya berseru di hadapan Allah Bapa, siang mala,  untuk membenarkan dan menyembuhkan kita semua yang kerap terluka!

    DARAH dan AIR yang digabungkan dengan FIRMAN ALLAH memainkan peranan penting dalam transaksi pergerakan informasi serta delegasi kuasa di alam rohani / Kerajaan Allah. Sejak awal, Tuhan telah menetapkan bahwa air dan darah adalah saksi yang 100% benar dan bergabung dengan  Roh Tuhan! Pakej kesaksian kebenaran nama KASIH SETIA Bapa dimanifestasikan dalam penggabungan yang sangat sempurna antara DARAH, AIR, dan ROH dalam ‘karya’ pribadi Yeshua!

 

Imam Agung Melkisedek

    Oleh sebab itu, Dialah Pengantara dan Gembala yang Baik yang sangat sempurna, atau singkatnya Imam Agung Melkisedek, untuk memberkati umat manusia yang telah jatuh! Darah-Nya bersaksi akan KEBENARAN dari SEMUA JANJI Bapa Yahweh dalam Taurat, kitab nabi-nabi, dan kitab Mazmur.

     Kebenaran mengenai pengampunan dosa manusia harus diberitakan kepada seluruh anggota Kerajaan Kebenaran Tuhan, yaitu kepada seluruh utusan Tuhan, terutama kepada para hamba Allah (servants of God) yang kuat, yaitu para malaikat melayani (ministering angels of God yang berakhiran -El) yang gagah perkasa!

 

Perjanjian Baru dan Penyusunan Semula Pentadbiran Langit dan Bumi

 

    Tuhan Yesus telah mengikat kembali seluruh umat manusia—yaitu makhluk roh yang serupa dengan Tuhan—melalui suatu penyusunan kembali tata kelola para malaikat (9 choirs of angels) menurut Perjanjian Baru atau SUMPAH PERJANJIAN PERDAMAIAN. Pengaturan ini tidak lagi didasarkan pada tata kelola alam roh menurut kutuk Taurat, melainkan menurut ANUGERAH KASIH KARUNIA, yaitu berkat PERDAMAIAN, PENEBUSAN, dan KESELAMATAN yang telah dijanjikan melalui kuasa firman altar darah suci Yeshua yang berstatus "SUDAH SELESAI." Penyusunan kembali Kerajaan Kebenaran Allah di alam roh ini statusnya telah "SUDAH SELESAI."

 

Nabi Yeremia menuliskan nubuatan tentang kehadiran Perjanjian Baru beberapa ratus tahun sebelum Yesus lahir dalam Yeremia 31:31–34:

"Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengadakan PERJANJIAN BARU dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, BUKAN seperti PERJANJIAN yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; PERJANJIAN-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman Tuhan. Tetapi beginilah PERJANJIAN yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman Tuhan, sebab Aku akan MENGAMPUNI KESALAHAN mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." (TB Yeremia 31:31–34)

    Penyusunan Kerajaan Allah menurut Perjanjian Baru mengikuti rancangan KASIH KARUNIA, yaitu ANUGERAH PENGAMPUNAN dosa umat manusia secara cuma-cuma. Secara pribadi, Perjanjian Baru ini merupakan penataan ulang tata kelola Kerajaan Rohani Allah menurut Sumpah Perjanjian Perdamaian melalui kuasa darah suci Yeshua atau firman Tuhan, melalui upacara altar Melkisedek, yang berstatus "Sudah Selesai."

    Oleh karena itu, Perjanjian Baru tidak ada kaitannya dengan perselisihan mengenai siapa yang benar antara Katolik dan Protestan. Katolisisme maupun Protestanisme berkaitan dengan urusan raja-raja di bumi atau kerajaan duniawi. Yesus menabur gandum di bumi, tetapi musuh datang menabur lalang pada malam hari! Urusan kerajaan roh telah dicemari oleh urusan kerajaan duniawi. Jadi, Katolisisme atau Protestanisme lebih menjurus pada urusan agama dan pemerintahan suatu kerajaan duniawi. Hal tersebut merupakan aliran pemikiran beragama: perkahwinan urusan kerohanian dengan urusan kerajaan dunia.

    Urusan percaya kepada NAMA Tuhan adalah urusan hidup atau mati. Jika kita memiliki anugerah karunia takut akan Tuhan, kita akan memahami JALAN, PINTU, KUNCI, dan JUBAH KEBENARAN, ketika memasuki ‘Kamar terdalam’ , dan kita akan dapat hidup di dalam hadirat suci-Nya yang menghanguskan.

    Sebaliknya, jika kita tidak mengenal Yesus, maka kita akan binasa! (Lihat Yohanes 17:3). Kita tidak akan tahan menghadapi Tuhan sebagai Hakim, kecuali jika kita dibalut oleh Baju Kebenaran (the mantle of righteousness)—sebab jubah itu menutup dan menyembuhkan luka-luka roh kita, sekali gus menutupi kedagingan kita. Murah hati dan rahmat agung Yahweh (the Great Mercy of Yahweh) merupakan nama Ilahi yang menjadi asal-usul jubah Kebenaran, yang kemudian secara nyata tampak dan dipanggil sebagai Tuhan Yesus Kristus .  

    Kita dapat bertahan berdiri dihadapan Hakim kerana kuasa darah sucinya yang membenarkan dan membaluti ketelanjangan kita dengan sempurna. Tanpa kuasa darah suci Yesus, tiada siapapun yang dapat bertahan berdiri di depan Tuhan. Kitab Keluaran 33:20: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."

Kebebasan dalam Kristus

    Orang Kristen memiliki kebebasan dalam Kristus karena Yeshua memberikan anugerah pengampunan dosa secara cuma-cuma kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Kita tidak hidup secara membabi buta menuruti Taurat, meskipun Taurat itu tidak dibuang, sebab Kesepuluh Hukum Taurat sebenarnya telah ditulis oleh Roh Kudus di dalam roh setiap orang percaya.

"Segala sesuatu diperbolehkan.' Benar, tetapi BUKAN segala sesuatu berguna. 'Segala sesuatu diperbolehkan.' Benar, tetapi BUKAN segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain." (TB 1 Korintus 10:23–24) 

 "Sebab karena KASIH KARUNIA kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah" (TB Efesus 2:8)



Footnotes

[1] "Dark Night of the Soul." Wikipedia, Wikimedia Foundation, 12 June 2026, en.wikipedia.org/wiki/Dark_Night_of_the_Soul. Accessed 11 Aug. 2026.

[2] Ibid.

[3] Ibid.








Tidak ada komentar: