By Joannes Simin
Setiap orang percaya yang sedang berjalan dalam perjalanan iman akan mengalami suatu fenomena rohani yang disebut the dark night of the soul. Istilah ini merupakan frasa dari puisi karya seorang imam mistik Katolik pada abad ke-16, St. John of the Cross [1]. Istilah ini merujuk pada krisis kerohanian, yaitu suatu fase ketika seseorang mengalami kecelaruan mental dan rohani yang sangat mendalam. Percaya menjadi suatu pergulatan yang seolah-olah tak berpenghujung, seperti Yakub yang bergulat dengan seorang laki-laki yang tidak dikenali dalam gelap gulita sehingga fajar menyinsing.
Dalam
fase ini, seseorang dapat kehilangan makna hidup, jiwanya terasa kosong, putus
asa, emosinya bercampur aduk, dan imannya menjadi tersandung oleh Tuhan (offended by the Lord). Bahkan
tubuh fisik, jiwa, dan rohnya dapat mengalami sakit secara bersamaan. Fenomena
ini hampir serupa dengan gangguan jiwa, tetapi tidak semestinya mengalami
kegilaan total. Seseorang akan merasakan semua amalan rohani yang dijalankannya
selama ini mencapai titik hancur (breaking point) dan kelesuan yang melampau (burnout). Semua amalan rohani
terasa tidak membawa ketenangan, dan keyakinan menjadi terombang-ambing karena
jiwa telah "bermalam" [2]. Ini bukan sekadar depresi biasa,
melainkan berakar dari pencarian makna hidup dan kerinduan yang mendalam
terhadap kebenaran hakiki. Ia adalah proses pemurnian sehingga kita dapat menanggapi panggilan Tuhan [3].
Hakikatnya, fajar menyinsing pasti akan tiba juga, justeru, ketika
fase ini terjadi, Nabi Yesaya menyampaikan Firman Yahweh:
“Siapa di antaramu yang takut akan Tuhan dan mendengarkan
suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar
baginya, baiklah ia percaya kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Allahnya!” (TB
Yesaya 50:10)
Apakah yang
sebenarnya dibicarakan oleh Tuhan mengenai 'kegelapan' pada Yesaya
50:10?
Hal tersebut merupakan fenomena rohani yang ditulis oleh St. John of the Cross sebagai the dark night of the soul. Maknanya sama dengan kata 'bermalam' bagi Yakub dalam Kejadian 28:10-11: “Ia sampai di suatu tempat, dan ‘bermalam’ di situ, karena matahari telah terbenam.”
Dalam perjalanan hidup kita, akankah kita sampai di 'suatu tempat' yang menjadi sejarah pribadi karena dunia terasa gelap gulita dan dipenuhi ketidakpastian? Kita tidak dapat maju ke depan, tidak dapat ke kiri, tidak dapat ke kanan, dan tidak dapat kembali ke tempat asal. Yakub tidak dapat kembali ke kampung halaman karena Esau berikhtiar untuk membunuhnya. Di tengah jalan pada 'suatu tempat' itu, ia menghadapi ketidakpastian, seorang diri tanpa penolong dan kesesakan.
Mari kita
pelajari kisah hidup Patriark Henok. Ketika ia mencapai usia 65 tahun, penulis
melihat bahwa ia telah melalui the dark night of the soul atau secara
ringkasnya 'bermalam.' Usia 65 tahun itu menjadi 'suatu
tempat' baginya dalam perjalanan iman. Pada usianya yang ke-65, secara
tiba-tiba ia membuat keputusan drastis 360 derajat dengan langkah yang
mengejutkan, yaitu "berjalan dengan Tuhan."
Pada usia tersebut, Patriark Henok melalui transformasi kerohanian yang disebut 'bermalam,' sama seperti Yakub yang 'bermalam' di Betel
(yang sebelumnya dinamakan tanah Luz).
Pada saat
itulah, Tuhan bertindak melakukan lawatan ilahi (Divine
visitation/intervention) dalam hidup kita, lalu menyelaraskan serta
mengesahkan panggilan-Nya bagi kita. Sebelum fase ini, kita mungkin hanya terumbang-ambing mengandalkan doa-doa semu, dangkal dan hambar atau sebaiknyapun dengan dukungan doa dari gereja setempat. Diri
kita sendiri belum mengecap terobosan (breakthrough) dalam doa di
"kamar terdalam."
Ini adalah suatu titik sejarah hidup yang tidak pernah anda lupakan, yaitu fase "BERMALAM" atau the dark night of the soul. Pada 'suatu tempat' yang gelap gulita itu, sebenarnya terdapat pengaliran pengetahuan, pengertian, dan hikmat ilahi (Divine impartation of knowledge, understanding, and Wisdom). Pemazmur menyanyikan ungkapan tersebut dalam Mazmur 19:3: “Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.”
Fase "bermalam" ini menuntut kita untuk berhenti melanjutkan perjalanan hidup tanpa kekuatan Tuhan. Dia menghentikan langkah hidup kita yang sebelumnya berhempas pulas mengandalkan kekuatan sendiri demi mencapai agenda, ambisi, atau angan-angan pribadi. Tuhan mempunyai rencana yang jauh lebih tinggi (high calling). Oleh karena itu, Ia berencana untuk turut bekerja dalam segala sesuatu di dalam hidup kita, sebagaimana yang dialami oleh para patriark dan nabi.
Di dalam fase
"bermalam" atau the dark night of the soul tersebut, Tuhan
memiliki "Pengetahuan Ilahi" yang hendak diajarkan-Nya kepada kita,
agar kita dapat menanggapi serta melihat Rencana Tuhan yang jauh lebih agung di
dalam keselamatan kita melalui pribadi Kristus. Tuhan menyeru kepada kita supaya meneruskan 'Percaya' kerana malam itu sebenarnya tempat kita diberikan 'manna of adversity.'
“...hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam
menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.” (TB Mazmur 19:3)
Tanpa
Pengetahuan, kita tidak akan memiliki pengertian; dan tanpa pengertian, kita
akan mengalami kesukaran untuk mengenali serta percaya kepada-Nya! Dia
berfirman:
“My people are destroyed for lack of knowledge.”
(Hosea 4:6 KJV)
Dan di dalam
Yesaya 50:10b, Tuhan mendorong kita untuk percaya kepada 'nama-Nya':
“Jika ia hidup dalam KEGELAPAN dan tidak ada cahaya bersinar
baginya, baiklah ia PERCAYA kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Allahnya!”
'Malam' memberikan Pengetahuan, Pengertian dan Hikmat tentang PASKAH
Ketika 'malam' orang percaya akan belajar 'rest': Diperdamaikan oleh kuasa darah Suci Yesus. Ia tidak difahami ketika kita berjalan di 'siang' hari, tetapi pada 'malam' hari kita akan belajar penyerahan total atau ketergantungan seperti ranting kepada pokok. Hanya dengan melalui 'malam' kita akan belajar untuk menjadi ranting sebenar kepada Pohon kehidupan. Yesus bersabda,"apart from me, you can do nothing."
Ia menghendaki
agar kita berjalan bersama Allah. Namun, sebelum kita berjalan bersama dengan Allah seperti Henokh,
Ia ingin kita 'berhenti' di 'suatu tempat', yaitu
"lekuk" gunung batu yang menggambarkan 'bayangan' pendamaian di dalam Kristus!
Di sana, kita belajar bagaimana kita memperolehi "perhentian" di dalam
Kristus yang diteruskan melalui ajaran Sabat. Di gunung batu itu, kita
menemukan "suatu tempat" yang sangat dekat dengan Bapa, yaitu "berkat
kematian Yesus di atas mezbah." Kristus yang tersembunyi dalam pemberitaan Taurat dan pemberitaan nabi-nabi termasuk dalam lirik-lirik Mazmur tercatat dalam Mazmur 62: 12 "satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar; bahawa kuasa dari Allah asalnya," "Lekuk" batu itu, sebagai contoh dibicarakan satu kali dalam Keluaran 33: 21-23, namun hal kedua yang kita dengar apabila Roh Kudus menyingkapkan Firman, maka kita akan melihat Kristus tersembunyi! Itu adalah typology; It is foreshadowing Christ.
Keintiman dengan Bapa Surgawi hanya mungkin dilakukan melalui perantaraan Kristus, yaitu memasuki "lekuk gunung batu" yang pernah dimasuki oleh Nabi Musa ketika TUHAN memperlihatkan kemuliaan-Nya kepadanya, sebagaimana tertulis dalam Kitab Keluaran 33:21, "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;" "Suatu tempat" itu senantiasa merujuk secara tipologi kepada pendamaian oleh kematian Kristus. Oleh sebab itu, Kristus adalah gunung batu keselamatan saya! Sebab pada gunung batu itu ada "lekuk batu", tempat kita berlindung dan dilindungi dari segala kesalahan.
Di dalam the dark night of the soul, kita perlu mengambil posisi diperdamaikan dengan Tuhan. Jika tidak, kita akan berada pada posisi berseteru dengan Roh Allah. Kehendak Tuhan ialah agar kita senantiasa berada dalam posisi yang diperdamaikan oleh kuasa KASIH SETIA Tuhan, dan hal itu diajarkan kepada kita bermula dari "bermalam"! 'Lekuk batu' adalah berasal dari nama Tuhan (kasih Setia).
Patriark Ayub adalah contoh seorang nabi yang memiliki kematangan rohani yang sempurna, ketika ia melalui 'the dark night of the soul'. Dia masih mampu memuji nama Tuhan meskipun keimanannya diuji sampai batas akhirnya. Ia lulus ujian kerana Ia masih mampu berkata: "...terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1: 21), meskipun pada ketika itu 'nama' Tuhan semacam tidak penting lagi atau tidak lagi relevan malah hal-hal yang menimpa kehidupan Ayub tidak membuktikan nama Tuhan itu benar!
Ketika kita
melalui pelajaran 'bermalam' tersebut, kita akan mulai memahami
maksud dari lirik Mazmur:
"; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai" (Mazmur 30: 6)
Di dalam fase 'bermalam' itulah kita akan diajar oleh Roh Kudus mengenai Sabbath
Rest. Perhentian (rest) itu terjadi pada waktu 'malam.' Perhentian itu
berlangsung pada waktu 'malam' karena pada siang hari kita terlalu
sibuk melaksanakan berbagai hal demi mencapai tujuan hidup menurut agenda kita
sendiri.
Orang
yang duduk dalam perlindungan Yang Mahatinggi dan 'bermalam' dalam
naungan Yang Mahakuasa (TB Mazmur 91:1).
Orang yang
memiliki rancangan takdir bersama Tuhan pasti akan mengalami fase 'bermalam' di dalam hidupnya:
Setelah
Henok hidup berumur enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan
Henok hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia
memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Jadi Henok mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henok hidup
bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh
Allah. (TB Kejadian 5:21-24)
Pengetahuan ‘malam’
Mazmur 19:3: “Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.”
Sifat manusia
yang telah jatuh ke dalam kuasa dosa tidak akan percaya kepada 'nama' TUHAN jika
tidak ada saksi mutlak yang dapat dipercayai. Kebenaran ‘nama’ Tuhan,
singkatnya, memiliki Kesaksian mutlak supaya ia bisa dipercayai.
Manusia memang dapat menjadi saksi, tetapi kesaksian manusia sangatlah rapuh dan lemah! Manusia tidak melihat saat Tuhan menciptakan alam semesta dari hari pertama hingga hari kelima. Oleh karena itu, bagaimana mungkin manusia dapat mengetahui secara pasti bahwa Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini, kecuali jika ia telah hidup bersama-sama dengan Allah Bapa dari Alfa hingga Omega—yaitu ketika Bapa meletakkan Dasar Penciptaan alam semesta melalui Firman (Yohanes 1:1)?
Manusia itu
lemah sebab ia terbuat dari tanah liat. Ia dicipta pada hari keenam. Selama
lima urutan hari penciptaan, manusia tidak pernah melihat peristiwa tersebut. Manusia tidak pernah melihat bagaimana Tuhan secara berkesinambungan tanpa henti
menciptakan segala sesuatu di alam semesta.
Kelak,
manusia itu sendiri jatuh ke dalam kuasa dosa (mankind had fallen under the
power of sin). Padahal, kekuatan dosa adalah hukum Taurat (and the
strength of sin is the Law of God), sehingga kita tunduk pada kutuk Taurat!
Kita sebagai manusia tidak layak menjadi saksi kebenaran dan tidak layak
bersaksi tentang bagaimana Tuhan menyiapkan segala ciptaan, kecuali melalui
kesaksian firman-Nya serta pribadi Roh Kudus (the communicating Spirit of
the Divine, the Helper, the Comforter, the Spirit of Truth).
Dalam iman Kristiani, kesaksian akan kebenaran nama Tuhan di buat di surga dan juga di bumi. Di surga, saksi-Nya adalah Bapa, Firman, dan Roh Kudus. Sementara itu, kesaksian di bumi ada tiga, yaitu air, darah, dan roh—dan ketiganya adalah satu, yaitu Yeshua Kristus. Ia datang dengan air, darah, dan roh. Saksi kebenaran nama Tuhan di bumi adalah Yeshua Kristus.
Identitas
Yeshua sebagai Tuhan
"Sebab
seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;
lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan nama-Nya disebutkan orang:
Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Raja
Kebenaran bagi Kerajaan Damai Sejahtera). Besar kekuasaannya, dan DAMAI
SEJAHTERA tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya,
karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan KEADILAN dan KEBENARAN dari
sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan
hal ini." (TB Yesaya 9:5-6)
Barangsiapa
Melihat Anak, Ia telah Melihat Bapa Surgawi!
9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? BARANGSIAPA TELAH MELIHAT AKU, IA TELAH MELIHAT BAPA; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (TB Yohanes 14:9-14)
Orang yang dipanggil Tuhan biasanya akan akhirnya tahu, mengerti dan berhikmat dalam melihat kebenaran Kristus sebagai Pengantara, Gembala Yang baik, atau sebagai pembawa berkat Imam Agung menurut Ordo Melkisedek dalam pribadi Yesus Kristus.
Tugas imam agung menurut ordo Melkisedek adalah ditugaskan khusus oleh Allah Bapa dalam hal penyelamatan dan penebusan umat manusia! Pengantaraan itu pernah dilihat oleh Yakub seperti "tangga menuju ke surga" (stairway to heaven). Penglihatan tersebut sebenarnya berbicara tentang pengantaraan imam agung ordo Melkisedek, yaitu Yesus Kristus! Justeru, 'tangga" itu adalah Kristus tersembunyi yang dilihat oleh Yakub: Tipologi Kristus dalam Perjanjian Lama!
Yakub sebagai 'pewaris janji' disahkan dalam Kejadian 28
Jacob melihat
stairway to heaven; sebenarnya dia telah melihat Kristus, anak sulung Penciptaan, iaitu Anak Manusia / Gembala Agung / Imam Agung Surgawi menurut Ordo
Melkisedek. Hal ini berbicara tentang Pengantaraan antara surga dan bumi (mediatorship), yaitu antara Tuhan Bapa dan
diri kita—orang-orang berdosa—melalui Pengantaraan Kristus. The stairway to heaven always points to
Christ's mediatorship — the mediatorship of Christ. (Pengantaraan
Kristus). Yakub melihat tangga itu adalah tipologi Kristus.
Dalam
pembelajaran Kristologi (Christology), kita tidak diterima atau diperkenankan
oleh Bapa kecuali di dalam nama Kristus, yaitu pengantaraan Yang Sulung dari
semua ciptaan (the Firstborn of creation is The Word of God), atau stairway to
heaven yang pernah dilihat oleh Yakub! Yakub melihat tangga itu dan mendapat mesej dan sumpah Tuhan yang mendeklarasikan bahawa Yakub adalah pewaris janji yang sah.
Unless we
believe in Christ's mediatorship, the Firstborn of creation, none of us is
worthy in the presence of the Holy Father!
Mengenali Bapa adalah karena berkat Anak Sulung (The blessings of the Firstborn of Creation; Jesus Christ!).
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." (TB Lukas 24:44)'
Menghadapi Kegelapan Malam
Dalam perjalanan iman, ada masa
kegelapan malam yang akan datang kepada kita. Semua orang yang takut akan Tuhan
perlu tetap Percaya kepada nama Tuhan (Kasih Setia), tanpa merasa kecewa atau
tersandung (offended by the Lord), supaya doa pribadi kita senantiasa
memiliki kuasa yang aktif (switched on) dan tidak dicemari dengan
keraguan sedikit pun.
Tuhan berfirman:
"Siapa di antara kamu
yang TAKUT AKAN TUHAN dan mendengarkan suara
hamba-Nya? Jika ia hidup dalam KEGELAPAN dan TIDAK ADA CAHAYA bersinar baginya,
baiklah ia PERCAYA kepada NAMA Tuhan dan
bersandar kepada Allahnya!" (TB Yesaya 50:10)
Kemenangan dan Perdamaian
Kemenangan atas dosa senantiasa menyertai kita
karena iman kita telah dimurnikan melalui ‘bermalam.’ Justeru, kita
berani PERCAYA akan nama Yeshua; kita lebih bersukacita untuk berharap kepada
berkat PERDAMAIAN oleh darah dari Salib Kristus. Keberanian dan keyakinan untuk
percaya secara total kepada Yeshua dipaparkan melalui kata-kata Rasul Paulus:
"Bersukacitalah
senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah
yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1
Tesalonika 5:16–18)
Pembebasan Dari Hukum Taurat
Rasul Paulus menjelaskan bahwa:
"Demikianlah sekarang
tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang
memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum
maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh
daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri
dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa, karena dosa, Ia
telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum
Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut
Roh." (TB Roma 8:1–4)
Tuntutan kutuk Taurat atas dosa manusia adalah maut.
Upah dosa adalah maut, dan dosa adalah sengat maut. Maut serta luka-luka akibat
dosa harus dibayar agar dapat diselesaikan. Oleh karena itu, Yeshua menjadi Sin
Offering (upacara korban penghapus dosa yang diajarkan Tuhan kepada
para imam Lewi; dalam Perjanjian Baru, urusan dosa ditangani melalui Melchizedek
High Priest Rite) untuk menganugerahkan Perdamaian kepada umat Tuhan!
Tuhan Allah yahweh telah takdirkan bahawa: Yeshua
menyembuhkan luka-luka kita melalui kuasa korban darah suci-Nya (Yesaya
53:5). Darah-Nya berbicara jauh lebih sempurna dan lebih kuat daripada darah
Habel, darah-Nya berseru di hadapan Allah Bapa, siang mala, untuk membenarkan dan menyembuhkan kita semua
yang kerap terluka!
DARAH dan AIR yang digabungkan dengan FIRMAN ALLAH
memainkan peranan penting dalam transaksi pergerakan informasi serta delegasi
kuasa di alam rohani / Kerajaan Allah. Sejak awal, Tuhan telah menetapkan bahwa
air dan darah adalah saksi yang 100% benar dan bergabung dengan Roh Tuhan! Pakej kesaksian kebenaran nama KASIH
SETIA Bapa dimanifestasikan dalam penggabungan yang sangat sempurna antara
DARAH, AIR, dan ROH dalam ‘karya’ pribadi Yeshua!
Imam Agung Melkisedek
Oleh sebab itu, Dialah Pengantara dan Gembala yang
Baik yang sangat sempurna, atau singkatnya Imam Agung Melkisedek, untuk
memberkati umat manusia yang telah jatuh! Darah-Nya bersaksi akan KEBENARAN
dari SEMUA JANJI Bapa Yahweh dalam Taurat, kitab nabi-nabi, dan kitab Mazmur.
Kebenaran mengenai pengampunan dosa manusia harus diberitakan kepada seluruh anggota Kerajaan Kebenaran Tuhan, yaitu kepada seluruh utusan Tuhan, terutama kepada para hamba Allah (servants of God) yang kuat, yaitu para malaikat melayani (ministering angels of God yang berakhiran -El) yang gagah perkasa!
Perjanjian Baru dan Penyusunan Semula Pentadbiran
Langit dan Bumi
Tuhan Yesus telah mengikat kembali seluruh umat
manusia—yaitu makhluk roh yang serupa dengan Tuhan—melalui suatu penyusunan
kembali tata kelola para malaikat (9 choirs of angels) menurut Perjanjian Baru
atau SUMPAH PERJANJIAN PERDAMAIAN. Pengaturan ini tidak lagi didasarkan pada
tata kelola alam roh menurut kutuk Taurat, melainkan menurut ANUGERAH KASIH
KARUNIA, yaitu berkat PERDAMAIAN, PENEBUSAN, dan KESELAMATAN yang telah
dijanjikan melalui kuasa firman altar darah suci Yeshua yang berstatus
"SUDAH SELESAI." Penyusunan kembali Kerajaan Kebenaran Allah di alam
roh ini statusnya telah "SUDAH SELESAI."
Nabi Yeremia menuliskan nubuatan tentang kehadiran
Perjanjian Baru beberapa ratus tahun sebelum Yesus lahir dalam Yeremia
31:31–34:
"Sesungguhnya, akan
datang waktunya, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengadakan PERJANJIAN BARU
dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, BUKAN seperti PERJANJIAN yang telah
Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk
membawa mereka keluar dari tanah Mesir; PERJANJIAN-Ku itu telah mereka ingkari,
meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman Tuhan.
Tetapi beginilah PERJANJIAN yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,
demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan
menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka
akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau
mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua,
besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman Tuhan, sebab Aku akan
MENGAMPUNI KESALAHAN mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
(TB Yeremia 31:31–34)
Penyusunan Kerajaan Allah menurut Perjanjian Baru
mengikuti rancangan KASIH KARUNIA, yaitu ANUGERAH PENGAMPUNAN dosa umat manusia
secara cuma-cuma. Secara pribadi, Perjanjian Baru ini merupakan penataan ulang
tata kelola Kerajaan Rohani Allah menurut Sumpah Perjanjian Perdamaian melalui
kuasa darah suci Yeshua atau firman Tuhan, melalui upacara altar Melkisedek,
yang berstatus "Sudah Selesai."
Oleh karena itu, Perjanjian Baru tidak ada kaitannya
dengan perselisihan mengenai siapa yang benar antara Katolik dan Protestan.
Katolisisme maupun Protestanisme berkaitan dengan urusan raja-raja di bumi atau
kerajaan duniawi. Yesus menabur gandum di bumi, tetapi musuh datang menabur
lalang pada malam hari! Urusan kerajaan roh telah dicemari oleh urusan kerajaan
duniawi. Jadi, Katolisisme atau Protestanisme lebih menjurus pada urusan agama
dan pemerintahan suatu kerajaan duniawi. Hal tersebut merupakan aliran
pemikiran beragama: perkahwinan urusan kerohanian dengan urusan kerajaan dunia.
Urusan percaya kepada NAMA Tuhan adalah urusan hidup
atau mati. Jika kita memiliki anugerah karunia takut akan Tuhan, kita akan memahami
JALAN, PINTU, KUNCI, dan JUBAH KEBENARAN, ketika memasuki ‘Kamar terdalam’ ,
dan kita akan dapat hidup di dalam hadirat suci-Nya yang menghanguskan.
Sebaliknya, jika kita tidak mengenal Yesus, maka kita akan binasa! (Lihat Yohanes 17:3). Kita tidak akan tahan menghadapi Tuhan sebagai Hakim, kecuali jika kita dibalut oleh Baju Kebenaran (the mantle of righteousness)—sebab jubah itu menutup dan menyembuhkan luka-luka roh kita, sekali gus menutupi kedagingan kita. Murah hati dan rahmat agung Yahweh (the Great Mercy of Yahweh) merupakan nama Ilahi yang menjadi asal-usul jubah Kebenaran, yang kemudian secara nyata tampak dan dipanggil sebagai Tuhan Yesus Kristus .
Kita dapat bertahan berdiri dihadapan Hakim
kerana kuasa darah sucinya yang membenarkan dan membaluti ketelanjangan kita
dengan sempurna. Tanpa kuasa darah suci Yesus, tiada siapapun yang dapat
bertahan berdiri di depan Tuhan. Kitab Keluaran 33:20: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang
yang memandang Aku dapat hidup."
Kebebasan dalam Kristus
Orang Kristen memiliki kebebasan dalam Kristus
karena Yeshua memberikan anugerah pengampunan dosa secara cuma-cuma kepada
semua orang yang percaya kepada-Nya. Kita tidak hidup secara membabi buta
menuruti Taurat, meskipun Taurat itu tidak dibuang, sebab Kesepuluh Hukum
Taurat sebenarnya telah ditulis oleh Roh Kudus di dalam roh setiap orang
percaya.
"Segala sesuatu
diperbolehkan.' Benar, tetapi BUKAN segala sesuatu berguna. 'Segala sesuatu
diperbolehkan.' Benar, tetapi BUKAN segala sesuatu membangun. Jangan seorang
pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang
mencari keuntungan orang lain." (TB 1 Korintus 10:23–24)
"Sebab karena KASIH KARUNIA kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah" (TB Efesus 2:8)
Footnotes
[1] "Dark Night of the Soul." Wikipedia, Wikimedia Foundation, 12 June 2026, en.wikipedia.org/wiki/Dark_Night_of_the_Soul. Accessed 11 Aug. 2026.
[2] Ibid.
[3] Ibid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar