Rabu, 12 Agustus 2026

Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia

 Oleh Joannes Simin 


Keselamatan Umat manusia

    Keselamatan umat manusia keturunan Adam dan Hawa bergantung pada 'nama' Tuhan, yaitu Kasih Setia Yahweh dan Belas Kasihan Yahweh yang Agung, yang pada saat kegenapanNya tiba, 'nama' itu telah diberikan kepada Tuhan Anak, yaitu Kristus Yesus.

"Dan Barangsiapa yang berseru kepada 'nama' Tuhan akan diselamatkan" (Kisah 2: 21, eKatolik (Versi 5.3.3) [Mobile app])

    Surat Rasul Paulus dalam Roma 10:17 menyatakan: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Yohanes menulis bahwa dari kepenuhan Yesus, “kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus” (Yohanes 1:16–17).

    Pada zaman Perjanjian Lama, TUHAN Allah Bapa (Yahweh) yang menganugerahkan 'Kasih Karunia' kepada para Bapa Bangsa (Patriark), para nabi, dan gembala. TUHAN pernah berfirman kepada Nabi Musa ketika Musa memohon: “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.” Lalu firman-Nya: “... Aku akan memberi Kasih Karunia kepada siapa yang Kuberi Kasih Karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani” (TB Keluaran 33:19b). Dalam Yohanes 1: 16 diberitakan bahwa dari kepenuhan Yesus, yaitu ke-Allahan-Nya, anugerah kasih karunia itu diberikan kepada siapa saja yang percaya dan menerima Yesus.


Definisi 'Injil Allah' 


“2 Injil [Allah] itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya melalui nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, 3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, 4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus, Tuhan kita. 5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. 6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.” (TB Roma 1:2–6)

     Dari petikan Paulus itu, kita tahu bahwa dalam Perjanjian Baru, kita menerima kasih karunia melalui Injil Allah, yaitu Yesus Kristus! Dalam Perjanjian Lama, Tuhan Yahweh yang menentukan siapa yang akan menjadi penerima kasih karunia. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus menjelaskan bahwa Allah Bapa yang menarik seseorang kepadaNya. Menerima Kristus dan percaya kepada Kristus sama halnya dengan telah menerima kasih karunia. “...tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus” (TB Yohanes 1:17). Oleh sebab itu, siapa yang mendapat kasih karunia merupakan ketetapan dari Tuhan Allah Bapa, Tuhan Yesus, dan Tuhan Roh Kudus. Siapa yang mendapat anugerah itu tidaklah berdasarkan kepada kehendak manusia semata-mata.

    Paulus menulis dalam Efesus 2:8–9: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Oleh sebab itu, apa sebenarnya kasih karunia itu?

 

Apa itu Kasih Karunia?


    Kasih Karunia mengalir dari 'nama' TUHAN: Kasih Setia dan Rahmat yang Besar. Dahulu, nama itulah yang diseru untuk menerima Kasih Karunia dari TUHAN Yahweh. Anugerah Kasih Karunia mengalir dari TUHAN karena sifat Kasih-Nya yang Setia dan rahmat-Nya yang sangat besar. Dalam rencana Allah, 'nama' itu telah diberikan kepada Allah Anak. Oleh sebab itu, Yesus Kristus juga diberikan 'nama' Kasih Setia dan Rahmat yang Besar. Di dalam Yesus Kristus, kepenuhan kasih ilahi itu dapat dilihat karena Ia telah mengurbankan diri-Nya sebagai Domba Paskah untuk menghapuskan dosa-dosa dunia, menggenapi apa yang diberitakan oleh Taurat, nubuat Kitab para nabi dan Mazmur (Lukas 24: 44). Kurban itu visible dan bila firman tersingkap, maka kita akan dapat melihat bahwa Salib Suci Yesus itu adalah bukti 'nama' Tuhan itu Kasih. Ia menyempurnakan Firman dalam sumpah blood covenant!

    Oleh sebab itu, kita melihat Salib Suci-Nya atau mezbah kematian-Nya sebagai dasar keyakinan dan bukti bagi nama TUHAN yang Maha Kasih Setia dan Maha Rahmat. Semua Bapa Bangsa, para nabi, dan gembala pada zaman Perjanjian Lama mendapat anugerah kasih karunia karena pilihan Allah, dan TUHAN menganugerahkan kepada mereka kunci/karunia “takut akan TUHAN.” Apabila kita membaca Kitab Sirakh 1:1–20, seluruh ulasan mengenai “takut akan TUHAN” itu sebenarnya menerangkan perihal Kasih Karunia Allah! 

Kasih karunia itu adalah anugerah TUHAN.

    Yesus Kristus adalah penggenapan seluruh hukum Taurat, nubuat dalam kitab nabi-nabi, dan Mazmur.  Dalam kematian-Nya di atas kayu salib, Ia berkata: “Sudah selesai” (Yohanes 19:30). “Sudah selesai” adalah deklarasi Yesus bahwa misi menganugerahkan kasih karunia kepada umat manusia telah genap, karena berkat Immanuel hanya dapat mengalir apabila Ia menyelesaikan upacara mezbah di bumi seperti di sorga! Kita perlu menerima dan percaya kepada Yesus sebagai Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kebenaran untuk menerima anugerah Kasih Karunia. Oleh karena itu, menerima kasih karunia artinya menerima Yesus dan menjadi pengikut Yesus: the followers of the Way.

    Kasih karunia ialah kasih Ilahi tanpa syarat: kasih agape. Kasih ini bersifat tak bersyarat (unconditional love). TUHAN menganugerahkan kasih karunia kepada orang-orang berdosa, karena mereka adalah orang-orang pilihan (the 'elect') bahkan sebelum dunia ini dijadikan. Oleh sebab itu, mereka dipanggil sebagai anak-anak Allah yang ditebus oleh kasih karunia. Mereka dipimpin oleh Roh Kudus / Roh TUHAN. Kasih karunia itu adalah Firman TUHAN yang berstatus "SUDAH SELESAI"; yaitu pribadi Yeshua Kristus yang telah selesai menunaikan pengurbanan kematian Domba Paskah Allah di atas kayu salib, menggenapi seluruh Taurat, semua nubuat dalam kitab nabi-nabi, dan semua nyanyian dalam Kitab Mazmur (Lukas 24:44).

    Dalam Perjanjian Lama, pendamaian dianugerahkan melalui kurban darah binatang di atas mezbah pendamaian (Imamat 17:11). Namun, ritus darah binatang itu statusnya belum sempurna/selesai, karena untuk menyelesaikannya, Pengurbannya haruslah Gembala Agung (Mesias) dari sorga. Kurbannya haruslah Domba Paskah Allah dari sorga yang tidak bercacat cela, dan yang mewujudkan Sumpah Perjanjian Pendamaian haruslah Raja Damai.

    Nuh mendapat kasih karunia

    Tujuh (7) anggota keluarga Nuh bergantung kepada pengantaraan gembala Nuh (the shepherdship of Noah). Pada waktu air bah, Nuh seorang dirilah yang menjadi perantara bagi ketujuh orang tersebut. Jadi, ada delapan orang yang selamat walaupun hanya satu orang yang mendapat kasih karunia dari TUHAN! Sama halnya dalam kasus Rahab (Yosua 2; Ibrani 11:31), perempuan sundal itu.  Di seluruh kota Yerikho, hanya Rahab seorang yang percaya kepada Allah orang Israel, akan tetapi seluruh keluarganya ikut serta selamat karena sumpah pendamaian dari utusan Allah telah merangkum seluruh anggota keluarganya. Mereka selamat kerana iman Rahab seorang, seluruh keluarganya turut serta luput dari kebinasaan. 


Tuhan Yahweh menjelaskan siapa yang menerima kasih karunia


Tetapi jawabnya: ‘Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.’ Tetapi firman-Nya: ‘Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Ku beri kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.’ Lagi firman-Nya: ‘Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.’” (TB Keluaran 33:18–20)

“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” (TB Yohanes 1:16–17)

    Oleh sebab itu, pada zaman gereja, kasih karunia itu dianugerahkan kepada semua orang yang percaya Yesus Kristus. Yesaya bernubuat: “Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.” (TB Yesaya 33:6).



Kasih Karunia dan "Takut akan Tuhan"


    Karunia “takut akan TUHAN” adalah karunia yang dimiliki oleh semua penerima kasih karunia! Mereka memiliki ‘kunci’ yang sama, yaitu takut akan TUHAN!  Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, permulaan pengertian, dan permulaan hikmat. Oleh sebab itu, cukuplah kita menyebutkan satu kunci utama saja, maka terangkumlah ketujuh karunia Roh TUHAN kepada kita!

    Kasih karunia adalah anugerah kehidupan tanpa syarat.  Kasih Karunia melahirkan kembali roh seseorang yang percaya, supaya orang yang dipilih itu menjadi anak-anak Allah yang senantiasa diperdamaikan, ditebus secara berkesinambungan, dan diselamatkan sepanjang masa/dipulihkan rohaninya, asalkan ia selalu menyeru 'nama' Tuhan!

    Dahulu, kita sebagai bangsa non-Yahudi sangat sukar untuk mendapatkan anugerah kasih karunia dari TUHAN, karena Perjanjian Sinai (Taurat) itu hanya mengikat mereka yang berasal dari satu garis keturunan di muka bumi: Keturunan Yakub/Israel.  Terlebih lagi untuk bertemu dengan TUHAN, sebab Ia pernah berfirman: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup” (TB Keluaran 33:20). Oleh sebab itu, doa-doa orang yang berusaha berkomunikasi dengan Tuhan pada masa lampau adalah kesia-siaan, lalu bangsa-bangsa lain meninggalkan nama Allah Yang Mahatinggi karena mereka tidak tahu 'Jalan' untuk diperdamaikan dengan Tuhan Yang Mahatinggi. Namun, 'nama' itu diberitakan kembali dalam pribadi Yesus Kristus.

    Dalam Perjanjian Lama, orang pilihan disebut orang Ibrani, seperti para Bapa Bangsa, gembala, nabi-nabi TUHAN, dan lain-lain; hanya merekalah yang menerima kasih karunia! Anugerah itu dimungkinkan oleh nama TUHAN: Kasih Setia dan Belas Kasihan. Ini adalah nama TUHAN yang tidak berubah (immutable), dan inilah nama TUHAN yang menganugerahkan kasih karunia kepada orang Ibrani. 

    Istilah Ibrani itu sendiri berarti seseorang yang menyeberang dari seorang yang tidak percaya YHVH menjadi seorang yang percaya kepada 'nama' TUHAN YHVH. Sama seperti Abram ketika berusia 75 tahun, ia dipanggil oleh TUHAN yang Kasih Setia dan Belas Kasihan untuk menjadi seorang Ibrani! Lot, keponakan Abram, juga disebut orang Ibrani karena ia juga percaya kepada nama Allah Abram. Nama Israel bermula dari Yakub, karena nama Israel diberikan oleh Sorga kepadanya. Dari Yakub-lah bangsa Israel muncul, dari 12 leluhur menjadi 12 suku bangsa.

    Dalam Perjanjian Baru melalui kurban Domba Paskah Kristus, Allah telah menawarkan kasih karunia kepada semua bangsa di seluruh dunia di sepanjang zaman perdamaian, bermula sejak selesainya karya kayu salib Kristus! Berbeda dengan Perjanjian Lama, TUHAN hanya memberikan kasih karunia kepada orang pilihan-Nya, yaitu orang Ibrani.

    “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah... sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” (TB Yohanes 1:10–13, 17)


Transaksi dengan Allah Bapa (TUHAN)


    Orang-orang percaya perlu menggunakan 'mata uang' di alam rohani, yaitu DARAH SUCI YESUS! Transaksi kehidupan harian kita di bumi yang dikuasai oleh pemerintah dunia menetapkan hukum bahwa semua transaksi jual beli memerlukan uang. Di alam rohani, semua transaksi berlangsung dengan ‘darah’ sebagai mata uang! Yesus mati sebagai Domba Paskah dan sekaligus sebagai Imam Agung menurut Melkisedek. Ia dipanggil Perantara yang Sempurna untuk melaksanakan tiga misi: sebagai kurban penebus salah/Domba Paskah Allah, sebagai Raja Damai, dan sebagai Imam Agung menurut Melkisedek. Pengurbanan-Nya memenuhi kehendak firman 100%. Oleh sebab itu, Domba Paskah Allah harus datang dari sorga, bukan dari padang rumput di bumi, supaya Ia menggenapi apa yang tertulis dalam semua hukum Taurat, semua nubuat kitab nabi-nabi, dan Kitab Mazmur.

    Tuhan Yesus mengurus dan membeli kita dengan harga yang telah lunas dibayar, yaitu melalui kematian-Nya sebagai Domba Paskah Allah. Alam roh menuntut darah, air, dan roh untuk pelaksanaan transaksi rohani Allah, agar manusia dianugerahkan berkat Pendamaian, berkat Penebusan, dan berkat Keselamatan. Kuasa dan kebenaran dalam darah Yesus menyelamatkan semua orang.


Ketelanjangan Adam dan Hawa dan anugerah Kasih Karunia YHVH


    Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

    Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (NoteYerusalem adalah tumit Achilles / pusat bumi. Ini adalah nubuat mengenai keturunan perempuan di bumi dan pengikut Iblis).

    Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

    Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. (TB Kejadian 3:9–21)

 Pakaian itu dianugerahkan Tuhan YHVH kepada Adam dan Eve  karena 'nama Tuhan YHVH adalah Kasih Setia dan Penuh Rahmat (the Great Mercy of YHVH).  Anugerah pakaian itu adalah ungkapan tipologi Kristus tersembunyi.  'Pakaian' itu adalah bayangan 'kasih Karunia' di Eden manakal 'Firman menjadi Manusia' itu adalah kenyataan sebenar anugerah Kasih karunia di dalam peribadi Yesus Kristus.


Masalah: Allah Yang Mahasuci berseteru dengan Manusia Berdosa


    Semua orang yang melihat wajah Allah akan sakit atau mati, kecuali jika diselubungi oleh kasih karunia. Kasih karunia berasal dari berkat 'nama' TUHAN (Yahweh)—Kasih Setia dan Belas Kasihan (unconditional love and the great mercy)! Hal ini dapat diumpamakan secara metafora dengan melihat bumi yang tidak akan mampu bertahan menghadapi suar surya (solar flares), jika tidak ada tujuh lapisan atmosfer dan satu lapisan elektromagnetik. Tanpa lapisan-lapisan tersebut, kehidupan yang ada di bumi ini mungkin akan punah, bahkan bumi ini tidak dapat dihuni. Dalam hal yang sama, kita semua akan menuju kebinasaan sekiranya tidak diselubungi oleh Kasih Karunia oleh Yesus Kristus!

    Pada zaman Perjanjian Lama, para patriark, para nabi, orang-orang kudus, hakim-hakim, imam besar, dan raja-raja yang diurapi dapat tetap hidup saat bertemu Allah Bapa (Yahweh) karena mereka diselubungi oleh KASIH KARUNIA! Namun, hanya Allah saja yang menentukan kepada siapa Dia akan memberikan Kasih Karunia dan belas kasihan!

 

    Tetapi firman-Nya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” Berfirmanlah TUHAN: “Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu (typology of the reconciliation of Christ—the precious blood of Jesus Christ) dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.” (TB Keluaran 33:19–23)


Yesus Datang sebagai Injil Allah (Lukas 24: 44) = Kasih Karunia


    Tujuan Yesus datang sebagai Anak Manusia dan juga sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi dijelaskan oleh Tuhan Yesus sendiri dan dinubuatkan oleh para nabi, kemudian disaksikan dengan air, darah, dan Roh. Identitas Kristus ini tidak hanya dinubuatkan oleh para nabi, tetapi DISAKSIKAN dengan AIR, DARAH, dan ROH. Ia pernah berkata kepada rasul-rasul-Nya:

Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.(TB Lukas 24:44)

 

  Penggenapan Lukas 24:44 merupakan penganugerahan Kasih Karunia

 

    Hidup menurut KASIH KARUNIA artinya hidup menjadi pengikut Yesus Kristus. Apabila kita masuk ke dalam Perjanjian Pendamaian dan diperdamaikan menjadi anak-anak yang ditebus oleh kuasa Darah Domba Paskah Allah, maka kita tidak akan lagi dihukum oleh Allah Bapa sehingga roh kita dibuang ke dalam api neraka. Semua pelanggaran kita terhadap Hukum Taurat (Sepuluh Hukum) dan perintah Allah masih dapat mengakibatkan luka-luka rohani, namun luka-luka tersebut kelak akan sembuh, asalkan kita setia menyeru nama Yesus untuk PENGAMPUNAN segala dosa tersebut.

    Setia memohon pengampunan dosa berarti kita TETAP PERCAYA kepada KUASA PENGAMPUNAN dan Pengantaraan Imam Agung Melkisedek, yaitu Tuhan Yesus, sebagaimana ranting memperoleh kehidupan dari Pokok Anggur sebenar; ranting perlu bergantung penuh dan melekat pada pokok anggur untuk meneruskan kehidupan. Terpisah dari pokok artinya kering atau mati (lifeless). Tanpa ketergantungan kepada Tuhan Yesus, mustahil bagi kita untuk mendapatkan kuasa pengampunan dosa dan kuasa kesembuhan bagi luka-luka pada tubuh roh kita; tanpa Yesus kita menjadi tidak berdaya (lifeless).

    Memohon pengampunan dosa dari Allah Bapa melalui berkat Pengantaraan Immanuel, Sang Imam Agung menurut Melkisedek Surgawi yang diberikan oleh nama TUHAN Kasih Setia, adalah suatu anugerah Tuhan Yesus dalam Perjanjian Baru. Apa pun dosanya—yaitu kesalahan-kesalahan yang tergolong sebagai pelanggaran terhadap Sepuluh Hukum Taurat (Keluaran 20:1–17) maupun pelanggaran terhadap semua Firman Allah yang difirmankan oleh Bapa dan Tuhan Yesus—semuanya dapat diampuni, dan oleh kuasa kesetiaan Darah Suci Yesus kita dilepaskan dari kutuk! 

    Tidak ada dosa manusia di bawah kolong langit ini yang tidak dapat diselesaikan oleh Darah Suci Yesus, karena kuasa darah-Nya mampu menebus dan mengampuni semua dosa manusia. Pengorbanan Darah-Nya sebagai Saksi Kebenaran dalam memberikan berkat Pendamaian, Penebusan, dan Keselamatan adalah DASAR bagi KEYAKINAN kita akan pengharapan pengampunan dosa, serta BUKTI bagi sukacita kita atas pelepasan dari kutuk Taurat.

 

Yesus adalah DASAR Keyakinan bagi Segala Janji Allah!

 

    Pekerjaan Roh Allah dalam mewujudkan umat Perjanjian Baru yang disebut Sion Perjanjian Baru (the New Testament Zion) diumpamakan seperti mendirikan sebuah bangunan. Allah mengutus Yesus untuk menjadi DASAR dalam membangun umat Perjanjian yang senantiasa diperdamaikan, ditebus, dan disembuhkan luka-luka tubuh roh mereka oleh nama-Nya yang Kasih Setia! (Unconditional love grants us redemption, which is the forgiveness, and salvation, which is the healing of the wounds!)

 

“Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: ‘Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu DASAR yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!’” (TB Yesaya 28:16)

 

Namun, kita perlu senantiasa menyeru nama Tuhan Yesus—KASIH SETIA-NYA—untuk pengampunan dosa-dosa kita. Nabi-nabi dan rasul-rasul telah memberitakan bahwa:

“...barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” (TB Kisah Para Rasul 2:21)

    Menyeru 'nama' TUHAN, Kasih Setia, dengan iman di dalam pribadi Yesus adalah umpama fokus iman atau menekan tombol menyala (switch on button) untuk mendapatkan berkat terang/cahaya lampu.   Demikian pula transaksi percaya kepada Allah melalui iman di dalam pribadi Yesus: PERCAYA itu sendiri yang difokuskan kepada Yesus sebagai tombol menyala (switch on) bagi SEGALA JANJI ALLAH. Sebaliknya, segala keraguan kepada Yesus adalah tombol padam (switch off) bagi semua janji Allah. Pastikan tombol anda berada dalam posisi menyala (switch on) dan anda benar-benar mengenal siapa Utusan Allah yang anda terima (Yohanes 17:3). Namun, orang percaya akan melalui pemurnian iman terlebih dahulu agar iman mereka menjadi seperti switch on button yang dapat melemparkan gunung ke dalam laut!

    Di dalam perjalanan iman, ada kalanya kegelapan 'malam' akan datang kepada kita, dan semua orang yang takut akan Allah perlu meneruskan KEPERCAYAAN kepada nama TUHAN, Kasih Setia, tanpa menjadi kecewa kepada Tuhan (without being offended by the Lord), supaya doa kita senantiasa memiliki kuasa yang selalu menyala (switch on) dalam doa pribadi kita, dan jangan ada setitik pun keraguan.

Tuhan berfirman:

Siapa di antara kamu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya!” (TB Yesaya 50:10)

 

    Kemenangan atas dosa menyertai kita selalu karena kita berani PERCAYA kepada nama Yesus; kita akan tetap memperoleh PENDAMAIAN dengan Allah. Keberanian untuk percaya secara total kepada Yesus dipaparkan oleh kata-kata Rasul Paulus:

Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagimu.” (1 Tesalonika 5:16–18)

Rasul Paulus menjelaskan bahwa:

“1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa, karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.” (TB Roma 8:1–4)

    Tuntutan kutuk Taurat atas dosa manusia adalah maut. Upah dosa ialah maut. Dosa ialah sengat maut. Maut dan luka-luka harus dibayar jika hendak diselesaikan. Oleh sebab itu, Yesus menjadi Kurban Penghapus Dosa (Sin Offering Rite—a ritual taught by God to the Levitical priests to deal with sin; in the New Testament, sin is dealt with by the Melchizedek High Priest Rite) untuk menganugerahkan PENDAMAIAN kepada Umat Allah! Yesus menyembuhkan luka-luka kita dengan kuasa pengurbanan Darah Suci-Nya (Yesaya 53:5). Darah-Nya berbicara jauh lebih sempurna dan kuat daripada darah Habel; darah itu berseru di hadapan Allah Bapa untuk membenarkan dan menyembuhkan kita semua yang senantiasa terluka!

    DARAH dan AIR yang digabungkan dengan FIRMAN ALLAH memainkan peranan dalam transaksi pergerakan informasi dan delegasi kuasa di alam rohani / Kerajaan Allah. Sejak semula, Allah telah menetapkan bahwa AIR dan DARAH itu berbicara benar 100% kepada Roh Allah! Kesatuan yang sangat sempurna dari DARAH, AIR, dan ROH adalah pribadi Yesus Kristus! Komunikasi alam roh dan pekerjaan' di alam roh menjadi selesai (complete) bila ada air, darah dan roh di upacarakan oleh Tuhan sendiri!

    Oleh karena itu, DIA adalah Pengantara / Gembala yang Baik, yang sangat Sempurna, atau singkatnya Imam Agung menurut Melkisedek untuk memberkati umat manusia yang telah jatuh! Darah-Nya bersaksi tentang KEBENARAN bagi SEMUA JANJI Bapa (Yahweh) dalam Taurat, dalam kitab nabi-nabi, dan dalam Kitab Mazmur. KEBENARAN tentang pengampunan dosa-dosa manusia harus diwartakan kepada seluruh anggota Kerajaan Kebenaran Allah, yaitu kepada semua suruhan Allah, terutama kepada para pelayan Allah (servants of God) yang kuat, yaitu para malaikat melayani (the ministering angels of God) yang gagah perkasa!

    Tuhan Yesus telah mengikat kembali seluruh umat manusiayaitu makhluk roh yang serupa dengan allahdengan suatu penataan kembali pentadbiran para malaikat (9 choirs) menurut kerajaan Perjanjian Baru atau sumpah perjanjian pendamaian, dan bukan menurut tata kelola kerajaan roh berdasarkan kutuk Taurat, melainkan menurut anugerah kasih karunia, yaitu berkat pendamaian, penebusan, dan keselamatan yang telah dijanjikan oleh kuasa mezbah darah suci Yesus yang berstatus "Sudah Selesai."

Penataan kembali Kerajaan Kebenaran Allah di alam roh statusnya "SUDAH SELESAI." Nabi Yeremia menuliskan nubuat tentang mewujudkan Perjanjian Baru beberapa ratus tahun sebelum Yesus lahir dalam Yeremia 31:31–34:

“31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” (TB Yeremia 31:31–34)

    Penataan Kerajaan Allah menurut perjanjian baru adalah mengikut rencana kasih karunia, yaitu anugerah pengampunan dosa-dosa umat manusia secara cuma-cuma. secara pribadi, perjanjian baru ini bagi saya sejatinya adalah penataan kembali pentadbiran kerajaan [rohani] allah mengikut sumpah perjanjian pendamaian oleh kuasa darah suci yesus melalui ibadah mezbah Melkisedek yang berstatus "Sudah Selesai."


Kasih Karunia Perjanjian Lama vs. Kasih Karunia Perjanjian Baru



·   Kunci Utama (Master Key): Keduanya sama, yaitu takut akan TUHAN!

·   Perjanjian Lama: Diberikan oleh TUHAN (Yahweh).

·   Perjanjian Baru: Diberikan oleh Tuhan Yeshua Kristus.

·   Perjanjian Lama: Israel adalah domba-domba; sedangkan Musa, para hakim, dan raja-raja yang diurapi menjadi gembala-gembala orang Israel.

·   Sion Baru (Gereja): Gereja adalah domba-domba dan Yesus Kristus adalah Gembala Agung yang Baik.

·  Perjanjian Lama: Sang Jalan, Sang Pintu, kunci-kunci, dan Pakaian Kebenaran belum dianugerahkan secara melimpah kepada semua bangsa di bumi, karena Jalan itu hanya diajarkan kepada Israel.

·   Perjanjian Baru: Semuanya telah digenapi dengan sempurna. Sang Jalan, Sang Pintu, kunci-kunci, dan Pakaian Kebenaran telah dianugerahkan kepada semua bangsa. Keselamatan datang dari bangsa Israel!

    Dalam Perjanjian Baru, semua orang ditawarkan Kunci Utama karena semua adalah penerima kasih karunia. Dalam Perjanjian Lama, hanya gembala, nabi-nabi, imam besar, dan raja-raja saja yang diberikan kasih karunia. Kasih karunia dalam Perjanjian Baru ialah Kristus Yesus yang sudah selesai membayar segala upah dosa! Ungkapan “Semuanya sudah lunas dibayar” sangat sering digunakan untuk menggambarkan kasih karunia melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Utang dosa manusia tidak dapat dibayar dengan usaha sendiri, melainkan Kristus menanggungnya secara penuh.

    Dasar pemahaman ini sering dikaitkan dengan ayat: “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), yang memiliki arti “utang telah dibayar lunas.” Kasih karunia berarti keselamatan adalah pemberian Allah, bukan hasil usaha manusia semata. Karena itu orang Kristen percaya: pengampunan dosa dibayar oleh Kristus, manusia datang kepada Allah melalui iman, dan hidup baru adalah respons rasa syukur atas kasih-Nya.

    Alkitab juga menegaskan hal ini dalam Efesus 2:8–9: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Berikut beberapa petikan ayat yang berkaitan erat dengan Kasih Karunia tersebut:

·   Roma 5:1: “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.”

·   Kisah Para Rasul 13:38–39: “...oleh Dialah diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembenaran dari segala dosa...”

·   2 Korintus 5:17: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

·   Roma 8:28: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia...”

·   1 Korintus 6:12: “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna...”


Kasih Karunia di mata seorang novis?


    Bagi seorang pemula (novices), jika diberitahu bahwa Yesus adalah kasih karunia, hal itu mungkin terasa membosankan, kurang memberi sukacita, atau belum bermakna besar. Hal ini terjadi karena mereka masih pada tahap pemula, sehingga dalam percaya masih banyak bergumul (banyak keraguan), kurang terang, serta masih kurang dalam Pengetahuan, Pengertian, dan Hikmat!

    Hakikat yang mula-mula dari kasih Allah: Kasih itu panjang sabar, kasih itu murah hati, kasih itu mengampuni, kasih itu menutupi segala luka/ketelanjangan, kasih itu baik hati, kasih itu mengasihi, dan mengasihi itu mengampuni! Allah adalah kasih, dan kasih-Nya adalah kasih agape.

    Nah, kamu dipilih oleh Tuhan Yesus melalui hikmat-Nya yang sempurna, dan oleh kehendak Bapa Surgawi di dalam 'nama' (karya) Kristus, untuk menerima kasih karunia. Kasih karunia ini adalah anugerah kehidupan tanpa syarat, kasih agape yang tak bersyarat, yang diberikan Allah kepada orang-orang pilihan-Nya.

    Dalam nama Yesus Kristus, kita menerima tiga aliran Berkat Pendamaian, Berkat Penebusan, dan Berkat Keselamatan yang Immanuel. Namun, pada zaman Perjanjian Lama, jarang sekali manusia yang percaya kepada ‘nama’ TUHAN. Pada zaman Nuh, hanya Nuh seorang yang menerima Kasih Karunia karena hanya ia sendiri yang percaya kepada ‘nama’ TUHAN! Siapa yang menerima kasih karunia, dialah sebenarnya yang telah mendapat Kunci Utama dari Roh TUHAN, yaitu takut akan TUHAN; siapa yang mendapat Kunci Utama itu, maka dialah yang sebenarnya mendapat kasih karunia. Pada zaman para Bapa Bangsa dahulu, orang seperti ini dipanggil menjadi gembala! Anak-anak Nuh beserta istrinya adalah domba-domba gembalaannya! Ayub pernah mengutip firman Allah saat ia berkata bahwa Allah telah berfirman: "Takut akan Tuhan,itulah hikmat!" (Ayub 28:28).

    Tiga berkat utama dari Bapa Surgawi inilah yang kita sebut sebagai Kasih Karunia Allah. Ketiga hal itu diwujudkan dalam kematian Yesus Kristus di atas kayu salib. Melihat kasih karunia artinya menatap Salib Suci Yesus Kristus di bumi!

    “Karena dari kepenuhan-Nya (ke-Allahan Kristus) kita semua telah menerima Kasih Karunia (kasih tanpa syarat; Yesus telah membayar lunas seluruh kurban pendamaian, kurban keselamatan, dan kurban penghapus dosa / kurban Domba Paskah) demi Kasih Karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi Kasih Karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” (TB Yohanes 1:16–17)

    Yesus Kristus adalah Saksi Kebenaran yang kelihatan dari nama TUHAN Allah Bapa di muka bumi. Ia adalah Saksi Mutlak yang Kelihatan dari nama Bapa yang tidak Kelihatan di bumi! Sangat sulit untuk melihat nama Allah Bapa yang tidak kelihatan—iaitu kasih-Nya yang tanpa syarat—kecuali jika anda dilahirkan kembali dan ditarik ke dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

    Jangan berharap bahwa hidup kita akan selalu mengalir lancar seperti sungai atau lagu. Karena planet bumi ini adalah medan pertempuran yang tak terbilang antara yang baik dan yang jahat, maka di dunia ini akan ada penderitaan yang terus-menerus bagi anda dan saya. Penderitaan adalah bagian dari nasib umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Kita telah jatuh ke dalam kuasa dosa dan kutuk sejak nenek moyang pertama kita. Namun demikian, sering kali kita menjadi kecewa terhadap Tuhan karena iman kita kecil atau dangkal, seperti istri Ayub; kita bersungut-sungut terhadap Allah!

    “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia (takhta, kuasa, pemerintah, penguasa, pembesar, dan raja-raja).” — Injil Yohanes 16:33

Terjemahan lain menyebutkannya sedikit berbeda:

·         “Di dunia ini kamu akan mengalami kesusahan.” (NIV)

·         “Di bumi ini kamu akan mengalami banyak cobaan dan duka cita.” (NLT)

Kasih Karunia itu adalah anugerah Allah: Tuhan Yesus Kristus.

    “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman (percaya kepada 'nama' Tuhan); itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (TB Efesus 2:8–10)


Cabaran agama kristen menuju jam terakhir

 

    Perjanjian Baru tidak ada kaitannya dengan siapa yang benar antara Katolik atau Protestan. Katolisisme (Catholicism) dan Protestanisme (Protestantism) masing-masing pernah melalui evolusi bersama dengan pemerintah dunia, raja-raja di bumi, atau kerajaan-kerajaan di bumi. Yesus menabur gandum di bumi, tetapi musuh datang menabur lalang pada malam hari! Urusan kerajaan roh dicemari oleh urusan kerajaan raja-raja di bumi.

    Jadi, Katolisisme atau Protestanisme lebih sering terjerumus ke dalam agenda kekaisaran, nasional, dan negara tertentu. Urusan agama negara dicemari oleh urusan politik kerajaan. Dengan kewujudan komunikasi tanpa batas, internet dan teknologi kecerdasan AI  secara global, hal ini telah mengubah paradigma orang-orang beragama menjadi jauh lebih bersifat konvergen (a convergent stream of religious thoughts) dan sukar dikawal oleh institusi agama tradisional.

   Evolusi agama Kristen sebenarnya telah terjadi bermula dari gereja-gereja yang teraniaya (persecuted churches) di zaman rasul-rasul, berkembang menjadi gereja kekaisaran (Imperial churches), kemudian menjadi gereja-gereja nasional (national churches), dan akhirnya pengwujudan gereja-gereja independen (independent churches). Gereja-gereja independen yang terpisah dari tradisi gereja-gereja arus utama (mainstream churches) dipanggil sebagai gereja-gereja sektarian (sectarian churches). Sekarang pemikiran secara global lebih bersifat ke arah converged spiritual precepts.

    Wujudnya perkongsian maklumat tanpa batas dan kehadiran kecerdasan buatan (AI) dalam penyebaran ilmu antara agama telah mencetuskan transformasi besar dalam paradigma rohani Kristen masa kini. Teknologi ini bertindak sebagai pemangkin yang mempercepatkan proses evolusi gereja, mengubah cara umat memahami iman, berinteraksi dengan doktrin, dan memandang agama lain.

Dahulu, pemahaman teologi dan tafsiran kitab suci dikawal ketat oleh institusi gereja arus utama (mainstream churches) dan para pemimpin agama (pendeta atau paderi).

    Akses tanpa had kepada khazanah spiritual agama lain (seperti Islam, Buddhisme, dan Hinduisme) melalui algoritma AI memudahkan umat melihat titik persamaan berbanding perbezaan.  Perkongsian maklumat lintas agama: AI membolehkan analisis perbandingan teks suci dibuat secara objektif, menonjolkan nilai-nilai sejagat seperti kasih sayang, keadilan sosial, dan mistisisme (kerohanian batin). Kesan Paradigma: Lahir trend teologi yang lebih inklusif dan progresif (Convergence Christianity). Ramai generasi muda Kristen mula melihat iman mereka bukan sebagai "satu-satunya jalan yang eksklusif," melainkan sebagai salah satu ekspresi daripada kebenaran ilahi yang lebih besar. Mereka lebih terbuka untuk mengintegrasikan amalan spiritual timur (seperti meditasi mindfulness) ke dalam amalan doa Kristen mereka.

    Teknologi AI dan kebebasan maklumat sedang menyaring umat Kristen masa kini. Bagi sebahagian orang, ia meruntuhkan kepercayaan tradisional mereka kerana pendedahan kepada kritikan sejarah. Namun bagi yang lain, ia memperkayakan paradigma rohani mereka—membawa mereka keluar daripada kepompong sektarian yang sempit menuju kepada penghayatan iman yang lebih luas, matang, dan bersesuaian dengan dunia global yang saling terhubung.

    Walau bagaimanapun, wujud kebimbangan bahawa kerohanian Kristen menjadi terlalu intelektual atau luaran. Hakikatnya, urusan percaya kepada Tuhan adalah "urusan hidup atau mati" yang memerlukan karunia takut akan Allah. Jika iman hanya diproses sebagai "data" oleh AI atau media sosial, manusia berisiko kehilangan dimensi mistis, ketundukan rohani, dan hubungan peribadi yang tulen dengan Sang Pencipta.

    Pada ‘jam terakhir’ agama akan  jadi monumen permainan data  dari kecerdasan AI.  Yesus pernah bernubuat: “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (TB Mat 24:37-39).  Agama-agama akan menyusut menjadi sekadar keterpukauan terhadap AI, kosong dari hakikat spiritual yang sejati! Orang beragama akan kelihatan lebih terpelajar dan banyak maklumat tetapi, hakikatnya, tidak ada terobosan kepada spiritual consciousness, justeru, Yesus melihat kedatanganNya akan disambut dengan kondisi rohaniah di bumi seperti pada zaman Nuh. 

    Urusan percaya 'nama' Tuhan adalah urusan hidup atau mati. Jika kita memiliki anugerah karunia takut akan Allah, lalu kita mengerti JALAN, PINTU, KUNCI, dan JUBAH KEBENARAN, maka kita akan hidup. Sebaliknya, kalau kita tidak mengenal Yesus, kita akan mati! (lihat Yohanes 17:3). Kita akan mati saat melihat Allah sebagai HAKIM, kecuali jika kita dibalut oleh Baju Kebenaran (the mantle of righteousness—because it covers and heals the wounds of our spirits; the Great Mercy of Yahweh was the Divine name, the origin of the mantle of righteousness, which later visibly became The Lord Jesus Christ), yaitu Kuasa darah suci Yesus Kristus. Hakim itu kita kenal menurut tulisan nabi Musa dalam Kitab Keluaran 33:20 yang berbunyi:

Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”


Penerima Kasih Karunia yang bebas dari kuasa kutuk


    Orang Kristen memiliki kebebasan karena Yesus memberikan ANUGERAH Pengampunan Dosa secara CUMA-CUMA kepada semua orang yang PERCAYA kepada-Nya. Kita tidak semata-mata menuruti Taurat secara kaku, meskipun Taurat itu tidak dibuang, melainkan dituliskan oleh Roh Kudus di dalam roh kita.  Kita akan mempunyai precepts yang lebih jitu dalam penyembahan roh dan bukan melulu berusaha dikenan Tuhan dengan sekadar menuruti the do's and don't of the Law:

Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. (TB 1 Korintus 10:23–24) 

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (TB Efesus 2:8–9)

     KASIH KARUNIA dalam pengertian pribadi saya ialah Anugerah Berkat Pendamaian, Anugerah Berkat Penebusan, dan Anugerah Berkat Keselamatan oleh Pribadi Tritunggal, YESUS KRISTUS, sebagai Domba Paskah Allah yang diutus ke dunia untuk menyelesaikan penganugerahan pengampunan dosa secara CUMA-CUMA, atau anugerah pelepasan dari kesalahan-kesalahan dan anugerah penyembuhan luka-luka tubuh roh melalui PERCAYA/IMAN kepada Yesus yang telah menyempurnakan pengurbanan kematian-Nya sebagai Domba Paskah Allah yang menghapuskan dosa-dosa dunia di atas kayu salib.

    Kematian Yesus di atas kayu salib secara khusus menyempurnakan kehendak Firman Allah.  Sebelum mengembuskan napas terakhir, Ia mengakhiri kurban mezbah di bumi dengan bersabda, "SUDAH SELESAI." Dalam petikan Yohanes 19:30 berbunyi:  Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “SUDAH SELESAI.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (TB Yohanes 19:30)

    Taurat dikatakan belum selesai jika Yesus belum selesai mati di kayu salib, karena Taurat tidak memiliki anugerah keselamatan. Jika Taurat dilanggar, KUTUK pasti akan menimpa kita; kutuk ialah malapetaka yang didatangkan oleh para malaikat Tuhan mengikut ketetapan Allah dalam aturan Perjanjian Lama. Namun, justru karena Yesus telah menyempurnakan  Kurban Penebus Salah (Yesaya 53:10) atau kematian-Nya dijadikan-Nya sebagai sarana KASIH KARUNIA, maka KUTUK TAURAT telah dihapuskan jika kita mengaku dosa-dosa kita kepada Yesus. Pengampunan Ilahi oleh Kuasa Darah Yesus telah menghapuskan segala Kutuk Taurat!

    Berusaha menuruti Taurat tidak memberikan keselamatan, meskipun risiko kerugian dan akibat dosa dapat dikurangi dengan berusaha mengurangi dosa. Namun, beriman kepada KEMATIAN Yesus sebagai Domba Paskah—itulah yang menganugerahkan kesembuhan luka-luka atau KESELAMATAN. Jadi, nama BELAS KASIHAN (the Great Mercy) dari Allah-lah yang menganugerahkan KESELAMATAN! (The name of God called the Great Mercy of Yahweh is interchangeable with the personae of the Lord Jesus Christ). Jesus Christ is the visible great mercy of the invisible great mercy of Yahweh. 

 






Rujukan

Katolik Media.  (2024). eKatolik (Versi 5.3.3) [Mobile app]. Google Play Store.google.com

 

 


Tidak ada komentar: