"tetapi kepada manusia Ia berfriman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi." (Alkitab Terjemahan Baru, Ayub 28:28)
"Pergaulan karib" antara Roh Kudus (Roh Tuhan) dan roh orang-orang percaya—yang diumpamakan oleh Yeshua seperti "Pokok Anggur yang benar dan ranting-ranting yang benar"—telah banyak kali disaksikan dan diberitakan oleh para nabi pada zaman Patriarch dan pada zaman Perjanjian Lama di Tanah Perjanjian. Hal itu diungkapkan oleh firman Tuhan seperti dalam petikan Ayub 28:28, Amsal 1:7, Amsal 9:10, dan Yesaya 33:6. Setiap penerima Kasih Karunia dipanggil oleh Roh Tuhan untuk memasuki 'perhentian' (rest), yaitu memasuki Kerajaan Allah.
Istilah 'berhenti' (rest) diartikan sebagai 'pembebasan' ataupun 'kemerdekaan' dari penghambaan dosa, sebagaimana Israel yang telah dimerdekakan oleh YHVH dari penghambaan kuasa-kuasa pemerintahan bangsa-bangsa. Mereka telah diberikan 'kemenangan' atas bangsa-bangsa lain (gentile nations) untuk menawan Tanah yang 'dijanjikan.' "Berhenti" ('Rest') bagi Tuhan seperti dalam petikan Kitab Kejadian 2:2-3 membawa maksud yang bersifat 'roh nubuat.'
Sebenarnya Roh Tuhan tidak pernah 'berehat' ataupun 'berhenti.' Dan, kita tahu bahwa hanya yang bersifat "daging" saja, seperti manusia atau binatang, yang memerlukan rehat! Namun, kata "perhentian" atau "berhenti" membawa maksud yang berbeda dari kata harfiah "berehat." Kata tersebut tidaklah diartikan secara harfiah. Roh Tuhan tidak memerlukan "rehat." Ketika Creations belum selesai, Tuhan seolah-olah seperti 'Pencipta yang diperhambakan oleh agenda-Nya sendiri untuk menyelesaikan Creations.'
Alam semesta yang sudah selesai memungkinkan Tuhan "bebas" dari diperhambakan oleh agenda "menyelesaikan Creations", lalu Dia meneruskan agenda "berkat" atau "rest." Maka, Hari Sabat itu adalah dikhususkan untuk "upacara berkat" dan "rest." Oleh sebab itu, kata "rehat" berkaitan erat dengan maksud "bebas" dari penghambaan!
Jika demikian, apakah maksud menurut 'roh nubuat' perihal catatan dalam Kejadian 2:2-3 yang menyatakan bahwa Tuhan seolah-olah telah "berehat" pada hari yang ketujuh? Hal itu bermaksud bahwa Tuhan telah mengupacarakan (activate) 'Nama' Tuhan, supaya manusia yang Dia ciptakan pada nubuat hari keenam memiliki jaminan 'Keselamatan' (Salvation).
Maka, jika Tuhan "rehat" pada nubuat hari ketujuh, itu bermaksud bahwa 'nama' Tuhanlah jaminan Salvation bagi roh-roh manusia itu sendiri. Dan, 'Rehat' atau 'berhenti' adalah karya dari Roh Tuhan. Maksudnya ialah 'kemerdekaan' dari penghambaan dosa-dosa adalah 'karya' dari Tuhan. Berkat 'Nama' Tuhanlah, kita akan mendapat "perhentian" dari penghambaan dosa-dosa. Justru karena itulah Ia mengupacarakan 'nama-Nya' ('memberkati') pada nubuat hari yang ketujuh!
Apakah 'nama' yang telah Tuhan
'upacarakan' pada hari yang ketujuh? 'Nama' yang diupacarakan adalah seperti
yang 'diberitakan' oleh Tuhan sendiri kepada nabi Moshe dalam Kitab Keluaran
34:5-7. Itulah sifat-sifat Roh Tuhan yang 'menyelamatkan' manusia berdosa!
400 tahun penghambaan Israel di Mesir oleh pemerintahan dinasti Firaun adalah suatu kehidupan Israel yang dikatakan tidak ada 'perhentian,' karena mereka tanpa putus-putus telah diperbudak. Namun, melalui 'pembebasan' Israel oleh Tuhan lewat Paskah Tuhan, dan di bawah penggembalaan nabi Moshe selama 40 tahun serta di bawah pimpinan penggantinya, Joshua, akhirnya mereka berhasil menaklukkan tanah yang telah dijanjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham; atau dalam bahasa 'roh nubuat', mereka akhirnya telah mendapat 'perhentian' di Tanah Suci yang dijanjikan kepada Abram/Abraham.
Maka, istilah 'berehat' itu tidaklah diartikan secara harfiah, melainkan harus diartikan dengan 'melihat' kata itu dari kacamata pengertian menurut 'roh nubuat.' Tuhan yang telah 'memberkati' hari yang ketujuh membawa maksud bahwa "nama" Tuhan yang akan menyelamatkan manusia telah diupacarakan oleh Tuhan pada nubuat hari ketujuh.
Kepada siapakah Tuhan berdoa atau 'mengupacara'? Jika Tuhan yang mengupacara, itu berarti Ia sendirilah yang telah mengaktifkan kehendak nama-Nya di alam roh dengan 'memasukkan' semua 'informasi roh' yang berkaitan kepada semua roh para malaikat. Justru karena itu, Tuhan yang "berhenti dari segala pekerjaan Penciptaan" pada hari ketujuh bermaksud bahwasanya Tuhan telah mengupacarakan "Nama-Nya" untuk jaminan Salvation bagi umat Manusia. Oleh sebab itu, para malaikat mengetahui agenda atau kehendak Tuhan sejak semula menurut kadar informasi yang Tuhan izinkan kepada setiap malaikat!
Tuhan tidaklah tidur atau berehat sebagaimana yang dilakukan oleh manusia, melainkan Tuhan sebenarnya telah mengupacarakan 'nama' Tuhan pada hari ketujuh untuk tujuan 'rest' atau 'berkat jaminan salvation' bagi umat manusia kelak.
Pembebasan umat manusia dari
penghambaan dosa-dosa juga diungkapkan dengan kata "telah mendapat
perhentian" atau 'rest.'
Kata "berhenti" dalam Kejadian 2:2-3 berkaitan dengan "deliverance" bagi umat
manusia yang akan jatuh ke dalam kuasa dosa. Jadi, kata "rest" dalam Kejadian 2:2-3
merujuk kepada pengupacaraan 'Nama' Tuhan untuk Salvation umat manusia. Berkat Tuhan ialah Salvation. Dan salvation manusia adalah dari
berkat "nama" Tuhan! Barangsiapa menyeru "Nama" Tuhan, ia akan
diselamatkan! Kita akan mendapat 'perhentian' karena berkat 'nama' Tuhan yang
telah diupacarakan pada hari ketujuh dalam penciptaan!
Dari Alpha dan Omega, Tuhan telah menentukan bahwa 'altar' adalah 'jalan' untuk menyelesaikan dosa-dosa. Sebab itulah kita melihat para patriarch berdoa melalui firman ritus altar untuk menyeru 'nama' Tuhan. Nabi Yesaya dicatat telah melihat altar di Sorga; penglihatan itu bermaksud bahwa ia (Yesaya) telah melihat nama Bapa atau kehendak Bapa yang bernama 'Kasih.'
Malaikat Serafim yang turun mentahirkan roh nabi Yesaya itu adalah utusan
'Kasih Karunia.' Melihat altar di bumi seperti di Sorga adalah melihat 'Nama'
Bapa dan 'nama' Anak Manusia (Yesus). Nabi Yesaya sebenarnya telah melihat dan
menerima 'Kasih Karunia' dari Tuhan yang bernama Kasih. Penglihatan altar di
Sorga adalah penyataan kehendak 'nama' Allah Bapa. Altar adalah 'kehendak
Kasih' dan 'kehendak Mercy
Tuhan.'
'Kehendak kasih' Ilahi menganugerahkan 'Penebusan.' Penebusan adalah anugerah 'pengampunan dosa-dosa.' Pengampunan dosa-dosa adalah 'penghapusan rekam/catatan dosa-dosa' dalam roh seseorang. Maka, ritus altar di bumi adalah ketentuan Ordo Melkisedek untuk menyelesaikan dosa-dosa manusia! 'Altar' singkatnya adalah 'Jalan' untuk pembenaran roh orang berdosa! Yeshua berkata: "Akulah Jalan dan Kebenaran."
Dan orang-orang percaya pada awal era kelahiran Gereja sering
kali digelar sebagai para 'pengikut Jalan' (the followers of the 'Way'). Baru ketika di
Antiokhia, Siria, mereka mulai digelar dalam bahasa Yunani sebagai 'kristianoi' yang sebenarnya
mempunyai arti yang sama, yaitu 'pengikut-pengikut Kristus.' Ketika diterjemahkan ke
dalam bahasa Inggris, muncullah kata Christian.
Kehendak manusia seperti 'nafsu berahi' mudah untuk dilihat atau ditafsirkan karena pusat kesadaran manusia berpusat pada kapasitas intelektual. Pengertian dan penafsiran manusia secara dominan melalui lima pancaindra. Manusia secara dominan 'melihat' melalui pancaindra mata kasat. Namun, bagaimana mungkin kita dapat melihat "kehendak Kasih" dan "kehendak belas kasihan" Tuhan, karena hal itu bersifat Roh?
Hal itu hanya dapat ditanggapi melalui mata rohaniah yang telah lahir kembali! Jawabannya ialah ketentuan sempurna Tuhan, yaitu Ordo Melkisedek yang telah menurunkan ajaran altar di bumi! Ordo Melkisedek telah menetapkan bahwa 'altar Sorgawi' dan 'altar di bumi' akan "mengungkapkan" sifat-sifat Roh Tuhan. Ketika sifat-sifat Ilahi mengalir dari 'Altar Sorga' ke 'Altar di bumi,' maka orang percaya akan melihat berkat "nama" Allah Bapa, yaitu "nama" yang diberikan kepada Anak.
'Nama' Bapa yang diberikan kepada
Anak berarti 'pekerjaan' Bapa yang 'dikerjakan' oleh Anak. Atau 'kehendak
Kasih' Bapa yang dikerjakan oleh Kristus di bumi! Santo Yohanes melihat
kebenaran itu dan ia menulis: "Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). Nama Bapa, Kasih Setia, telah diberikan kepada Anak untuk tujuan penyelematan umat manusia!
'Altar' mengungkapkan 'nama' Tuhan! Hanya apabila 'Altar' di bumi dapat disempurnakan, barulah Berkat Tuhan dapat mengalir kepada semua bangsa di bumi! Justru karena itu, 'altar di bumi' ('kehendak nama Tuhan di bumi') haruslah sepenuhnya diupacarakan "menuruti Firman Tuhan," seperti "kehendak Allah Bapa" di Sorga ('Altar' di Sorga), agar manusia di bumi mendapat aliran Berkat, yaitu Kasih Karunia Tuhan.
Manusia yang berdosa di bumi berkenan kepada Tuhan melalui anugerah
Kasih Karunia. Semua manusia, sebenarnya, dikasihi oleh Roh Tuhan. Namun, hanya
mereka yang dianugerahi karunia 'takut akan Tuhan' yang dapat mengecap
'permulaan hikmat,' yaitu digauli karib oleh Roh Kudus. Yesus telah
menjelaskan kebenaran perihal 'permulaan Hikmat' itu dengan suatu perumpamaan,
yaitu 'seperti Pokok anggur yang benar dan ranting-ranting yang benar.'
Kebenaran dinyatakan kepada orang-orang percaya bahwa 'nama' Bapa adalah untuk selama-lamanya tidak berubah (Immutable 'name' of the Father). The Covenanted names of God, yaitu 'nama' YHVH dan juga 'nama' Kristus Yeshua, bertujuan untuk menyempurnakan missions: "menabur dan menuai." Tuhan YHVH "menabur dan menuai" secara khusus atas bangsa Israel dan terlibat langsung dengan takdir 'the delivery of Christ,' sedangkan Yeshua "menabur dan menuai" atas semua bangsa di dunia!
Sifat-sifat kodrati 'roh' YHVH dan 'roh' Yeshua adalah 'sama,' karena Mereka
adalah 'satu roh' dengan Bapa segala roh yang immutable. Justru karena itu, "Kristus tetap sama, baik
kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya" dalam Ibrani 13:8
sebenarnya mengungkapkan sifat-sifat roh ilahi-Nya yang tidak berubah!
Kedua-dua 'nama' Tuhan adalah 'Pembaptis Roh Kudus.' YHVH dinyatakan kepada
Israel untuk menggenapi janji-janji Tuhan kepada bapa iman, Abraham, dan juga
untuk mempersiapkan 'the
delivery of Christ.' 'Nama' yang diberikan kepada Anak Manusia adalah untuk
menyempurnakan altar di bumi seperti altar di Sorga: Jalan.
Bangsa-bangsa yang dianugerahi 'mata' untuk melihat 'Jalan' itu kemudian menjadi para 'pengikut Jalan,' dan menjadi penyembah-penyembah roh yang benar! Maka, 'nama' yang diberikan kepada Anak Tuhan Yang Mahatinggi bertujuan untuk 'menabur dan menuai' atas bangsa-bangsa, supaya mereka yang 'tertulis namanya' dalam kitab kehidupan dapat menerima kehidupan yang kelimpahan.
'Nama' Bapa adalah immutable. 'Sifat-sifat Roh Tuhan' adalah immutable. Sifat Tuhan yang 'taat mengampuni' ini dilihat oleh Rasul Paulus sebagai suatu kebebasan bagi orang-orang percaya. Rasul Paulus melihat bahwa tidak ada jumlah dosa manusia yang dapat mengubah sifat-sifat Roh Tuhan! Lalu, Rasul Paulus bersaksi tentang 'kebebasan' ('rest') dari penghambaan dosa yang diberikan oleh Tuhan: "Segala sesuatu diperbolehkan, tetapi bukan segala sesuatu berguna."
Percaya kepada 'nama' Bapa dan 'nama' yang diberikan
kepada Anak adalah suatu 'kebebasan' dari penghambaan dosa. Bagi mereka yang
mengenal 'nama' Bapa, dosa-dosa bukanlah masalah yang mustahil untuk
diselesaikan. Dosa-dosa itu hanya diumpamakan sebagai kota-kota 'Yerikho' yang
perlu ditaklukkan dan dirobohkan, atau seumpama gunung-gunung yang perlu
'dilemparkan ke dalam laut.' Rasul Paulus menulis, "Hai maut di manakah sengatmu?" ...maut
telah ditelan oleh kuasa Kristus!
Persoalannya bukan lagi berkisar pada 'perihal' pelanggaran hukum Taurat, melainkan apakah seseorang yang percaya memiliki hikmat untuk 'percaya' kepada 'nama' Tuhan secara 'sempurna'? Yesus menasihati: "Therefore you are to be perfect, as your heavenly Father is perfect" (Matthew 5:48). Kata-kata Yesus itu bukanlah merujuk kepada kesempurnaan karakter, moralitas, maupun kesempurnaan disiplin seseorang.
Maksud Yesus merujuk kepada
'kesempurnaan percaya' kepada 'nama' Tuhan; percaya yang tidak berpenyakit!
Oleh karena 'nama' Tuhan itu sempurna, maka wajarlah 'percaya' kita 'sempurna'
untuk mempercayai sifat-sifat Ilahi serta semua firman-Nya ('nama')! Percaya
yang 'sempurna' dijelaskan oleh Yesus sebagai 'biji sesawi' yang murni dari
Sorga! Percaya yang dibentuk oleh karunia "takut akan Tuhan" memang
menzahirkan "permulaan hikmat" yang sejati. "Permulaan
hikmat" itu merujuk kepada 'fase-fase awal' dalam ibadah 'bergaul karib'
dengan Roh Tuhan!
Mereka yang tertulis namanya dalam kitab kehidupan adalah orang-orang 'percaya' yang dapat mengakses berkat 'spiritual programming' yang "sudah selesai" diupacarakan oleh Yesus di atas Kayu Salib (Altar). 'Spiritual Programming' yang disempurnakan oleh Yesus adalah curahan berkat Ilahi yang menjanjikan kehidupan yang bebas dari penghambaan dosa-dosa, yaitu 'kehidupan yang kelimpahan' bagi orang-orang percaya!
Orang-orang percaya dianugerahi Jalan, Pintu, dan Kunci untuk mengakses 'spiritual programming' itu, supaya mereka dapat mengecap 'spiritual resources' pengampunan Tuhan, dan seterusnya dapat pula menyempurnakan ibadah rohani! 'Roh Pentakosta' adalah 'berkat' yang mencurah-curah dari kuasa Pembaptis Api (Yeshua Kristus).
Hal itu adalah berkat 'spiritual programming' hasil dari Pengupacaraan
altar di bumi yang "Sudah Selesai"! 'Spiritual Programming' itu melibatkan sebaran
'informasi roh' yang telah diketahui secara lengkap oleh semua penduduk Sorgawi
termasuk para malaikat yang gagah perkasa! Maka, para malaikat adalah pelaksana
kehendak-kehendak Tuhan Yeshua yang gagah perkasa.
Santo Yohanes bersaksi bahwa salah satu dari sifat-sifat roh Yeshua adalah 'taat mengampuni,' sebagaimana sifat Roh Bapa yang ada di Sorga. 'Upacara Domba Tuhan' di bumi adalah suatu 'programming' alam roh yang dapat diakses sebagai 'Berkat Pengampunan Tuhan'; maka, para pengikut Jalan 'menyeru' nama Tuhan. 'Berkat' Pengampunan Ilahi itu memperkaya manusia di bumi, bahkan sama sekali 'tidak' menambah kesusahan bagi umat manusia!
Berkat itu pastilah mengalir karena pengupacaraan Yeshua sebagai 'Domba Tuhan' adalah upacara menurut Ordo Imam Agung Melkisedek. Maksudnya, Tuhan sendiri yang telah 'mengupacarakan Altar' di bumi! Hasil pengupacaraan Domba Tuhan oleh diri-Nya sendiri menjadikan berkat pengampunan dosa-dosa terjamin secara mutlak!
Kasih
Karunia itu terjamin mengalir karena telah "Sudah Selesai"
diupacarakan di bumi! Kristus adalah Kasih Karunia Allah Bapa yang kelihatan di
bumi! Pengupacaraan 'Altar' menurut Ordo keturunan Imam Harun tidaklah terjamin
karena 'manusia' tunduk pada banyak cacat cela! Manusia 'terluka' sebagai
'pengupacara' altar ternyata menghadapi banyak cacat cela! 'Programming' alam 'roh' yang
disempurnakan oleh Yeshua adalah 'jaminan' bagi semua orang percaya dalam
mengimani sifat-sifat Allah Bapa ('nama' Bapa) yang tidak kelihatan, yaitu
'nama' yang diberikan kepada Kristus. Yeshua berfirman, "Aku dan Bapa adalah satu;
...barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." Justru
karena itu, 'melihat' Altar di bumi adalah mengenal 'nama' Bapa.
Sebab itu, sebagai penerima kasih karunia, kita tidaklah berusaha melakukan kebaikan-kebaikan agar diterima dan dikasihi oleh Roh Tuhan. Tuhan bersifat 'kasih' mengasihi kita sebagaimana adanya kita! Semua orang berdosa yang datang kepada Yesus senantiasa diterima oleh 'Nama' Bapa yang immutable, yaitu 'nama' yang diberikan kepada Anak! We are not striving to do good deeds in order to be accepted and loved by God; we are solely accepted by God because of his immutable 'name.' ("Name" ..see Exodus 34: 5, 6, & 7).
'Karya' Tuhan atau 'nama' Tuhan ialah 'kasih' dan 'mercy.' Berkat pengampunan dosa 'turun' dari 'sifat'
Tuhan yang mengasihi (abounding
in love) dan mengasihani (merciful).
Pengampunan itu dapat dilihat oleh 'mata' melalui penyempurnaan upacara ritus
altar di bumi. Semua upacara 'ritus altar' baik pada zaman patriarchs maupun pada zaman
Perjanjian Lama di Tanah Perjanjian senantiasa merujuk kepada Upacara Ritus
Altar di bumi yang diupacarakan oleh Yeshua sendiri. "21 And everyone who calls on the 'name'' of the
Lord will be saved." (Acts 2: 21, NIV).
Bagaimanakah menyeru nama
Tuhan supaya kita diluputkan dari hukuman? Roh Menorah, yaitu Kristus, adalah
Jalan, Pintu, dan juga kunci-kunci untuk menyeru 'nama' Tuhan. Patriarch Ayub bersaksi
bahwasanya Roh Tuhan pernah berfirman kepada penduduk bumi: ".... the [spirit] fear of the
Lord is [the spirit of] Wisdom and to shun evil is (the Spirit of)
Understanding " (Job 28: 28).
Firman-firman yang tertulis dalam Kitab-kitab Suci akan tetap sekadar 'kata-kata di atas tinta (inked words)' saja jika kita tidak meminta hikmat kepada Tuhan. Rasul Yakobus menulis bahwa mereka yang kekurangan hikmat hendaklah memintanya kepada Allah Bapa. Namun, banyak yang tidak tahu bagaimana meminta hikmat.
Sebenarnya, 'hikmat' didahului dengan meminta karunia "takut akan Tuhan" (Job 28:28; Amsal 1:7; Amsal 9:10; Yesaya 11; Yesaya 33:6). Urusan meminta 'hikmat' berarti harus didahului dengan urusan meminta karunia 'takut akan Tuhan.' Hal itu harus dipohon kepada Tuhan dalam setiap doa. Namun, Paulus menulis bahwa 'karunia' datang dan pergi, karena karunia-karunia senantiasa 'melekat' pada Roh Tuhan sendiri!
Maka,
karunia 'takut akan Tuhan' perlu dipinta setiap kali kita berdoa. Dalam arti
kata lain, kita perlu memohon 'hikmat' setiap kali kita memasuki 'kamar yang
tersembunyi' (the spirit of
prayer). Maksudnya, setiap orang percaya haruslah menjadi 'ranting yang
benar' pada 'Pokok anggur yang benar.'
Raja Salomo menjelaskan dalam Amsal 2:6 bahwa dari 'mulut' Tuhan (para nabi), kita akan mendapat bagian 'pengertian' dan 'pengetahuan.' Justru karena itu, jika 'percaya' kita bergantung penuh kepada bagian mulut-mulut Tuhan saja, maka 'percaya' kita hanya akan terperangkap pada: "...aku mendengar tentang Engkau dari kata orang saja."
Alangkah lebih baiknya jikalau perihal 'percaya' bagi setiap orang
percaya berbunyi: "...aku melihat wajah-Mu." Bagi mereka yang
dianugerahi karunia "takut akan Tuhan," sudah tentu Tuhan akan
bergaul karib dengan mereka. Oleh sebab itu, firman-firman yang tertulis di
dalam Kitab Suci akhirnya akan tersingkap satu per satu! (...rujukan:
'tersingkap' ...Mazmur 119:130). And
He said to the human race, “The [spirit of the] fear of the Lord—that is [the
spirit of] wisdom, and to shun evil is [the spirit of] understanding.” (Job
28: 28, NIV).
Oleh karena dosa dicatat pada
roh setiap orang, maka hanya Kasih Karunia Tuhan saja yang dapat membebaskan
kita dari 'sengat maut' itu, yaitu catatan dosa pada roh. Maka, menanggalkan
catatan/rekaman dosa-dosa atau disebut "menanggalkan kejahatan"
memerlukan roh pengertian! ["and to shun evil is Understanding (Spirit of)"].
Roh Pengertian akan mengajar seseorang untuk mengenali 'nama' Tuhan. Mengenali
nama Tuhan dan nama yang Dia utus, yaitu Kristus, adalah kehidupan kekal abadi!
Manusia tidak mempunyai sumber daya untuk menghapuskan catatan/rekaman dosa
itu, kecuali melalui 'Jalan' yang dianugerahi oleh Tuhan: Kristus. "Akulah
Jalan..." kata Yeshua!
Nubuat
nabi Yesaya menyingkapkan 'misi' Yeshua Kristus dalam kematian-Nya di atas kayu
salib: "10 Apabila ia
menyerahkan dirinya sebagai Korban Penebus salah (sin offering), ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan
kehendak Tuhan akan terlaksana olehnya. 11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan
melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar,
akan memb
Berkat pengampunan mengalir sepanjang masa di sepanjang zaman Pendamaian. Yesus adalah Penebus dan Juruselamat. Penebus berarti Dia sebagai 'Domba Tuhan' mempunyai kuasa Ilahi untuk menghapuskan (mengampuni) dosa-dosa yang tercatat atau terekam pada roh-roh manusia.
Menerima 'Janji' Tuhan adalah suatu kemerdekaan dari penghambaan. Namun, untuk menerima 'Janji Tuhan,' orang percaya perlu mempunyai 'percaya' yang sempurna kepada 'nama' Tuhan! Pada mulanya, Israel gagal menaklukkan Tanah yang dijanjikan. Maka, mereka terpaksa 'didisiplinkan' dan 'dididik' oleh Tuhan perihal 'percaya' selama genap 40 tahun di padang gurun.
Hanya setelah 40 tahun 'digauli karib' oleh Tuhan di
'gurun', barulah 'percaya' mereka dapat 'menaklukkan' Tanah yang dijanjikan!
Almasih (Messiah) ialah yang
ditunggu-tunggu atau yang 'dijanjikan' oleh YHVH! Ketika Almasih berjalan di
tengah-tengah umat Tuhan, the
ruling priests menolak-Nya. Mereka 'tidak percaya' kepada Dia yang diutus
Bapa!
Orang-orang percaya dalam
Perjanjian Baru masih mengalami masalah yang sama, yaitu 'percaya yang tidak
sempurna'! Justru karena itu, Almasih telah mengamanahkan 'pemberitaan' injil
kepada kedua belas rasul-Nya yang telah Ia 'gauli karib' selama hampir 3 tahun,
dan kesinambungan 'ranting dan Pokok' diteruskan oleh 'misi' Roh Pentakosta.
Kuasa Messiah hanya akan
mengalir menganugerahkan Berkat 'janji-janji' Tuhan apabila 'percaya' kepada
nama-Nya menjadi sempurna! "...dan
nama-Nya (Kristus) ialah: 'Firman Allah'." (Wahyu 19:13b).
Percaya yang sempurna tidak ada kaitannya dengan prestasi moralitas atau disiplin kelakuan seseorang. Moralitas dan disiplin adalah pembentukan karakter. Namun, 'percaya' atau 'iman' yang sempurna adalah 'anugerah' karya Roh Kudus! Semua orang akan melalui proses 'pertumbuhan rohani' dan tidak ada orang percaya yang 'percaya' secara sempurna dalam sekejap mata. Yeshua berkata: "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna" (Matius 5:48).
'Percaya' harus 'sempurna' (seperti anak-anak) untuk melihat
"gunung dilemparkan ke dalam laut." Ia
berkata kepada mereka: "Karena
kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu
mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini:
Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada
yang mustahil bagimu"
Kesempurnaan Pengupacaraan Altar di bumi yang berlangsung selama 3 jam adalah 'programming' alam roh yang sempurna oleh Kristus! Pengupacaraan itu tidak bercacat cela, melainkan sepenuhnya menuruti atau menggenapi seluruh Taurat, semua nubuat, dan semua lirik Mazmur (Lukas 24:44). Dan penyempurnaan upacara rohani, 'programming,' yang berasal dari 'nama' Bapa dan dilaksanakan di bumi oleh 'nama' Anak diketahui oleh semua makhluk Sorgawi dan juga para Malaikat!
Penduduk Sorgawi turut serta melaksanakan 'kehendak' Bapa Sorgawi. "Sudah Selesai" juga berarti 'nama' Yeshua Kristus telah menelan "sengat maut," yaitu dosa! Justru karena itu, percaya kepada 'nama' Domba Tuhan menjanjikan berkat pengampunan dosa ketika seseorang mengakui dosa-dosanya.
Nabi Moshe membuat catatan dalam Kitab Keluaran 34:5-7 bahwasanya 'nama' Tuhan adalah panjang sabar, kasih (abounding in love), mengasihani (merciful), dan mengampuni (forgiving). 'Nama' Tuhan yang mengalir bersama sifat-sifat ilahi (divine attributes) itu memang tidak dapat dilihat oleh mata kasat, maupun dapat ditanggapi oleh kapasitas intelektual manusia.
Namun, apabila seseorang percaya berdoa melalui firman ritus altar, orang percaya dapat melihat 'altar' di bumi dengan mata kasat. Oleh sebab itu, mendirikan altar di bumi sebagai cara 'berdoa' agar seseorang dapat menerima 'aliran' Roh Tuhan adalah ajaran yang disebut menurut Ordo Melkisedek. Maka, jikalau Tuhan berkenan, para patriarch akan dapat menerima 'Kasih Karunia.'
Habel berdoa melalui firman ritus altar.
Demikianlah juga Lamekh, Henok, Nuh, Abram, Ayub, Yakub, dan para nabi termasuk
imam-imam keturunan Ordo Imam Harun. 'Altar di bumi' adalah hal yang dapat
dilihat oleh mata kasat, dan dapat pula ditanggapi oleh kapasitas intelektual
untuk menuruti upacara ritus, yaitu sebagai 'jalan' untuk memasuki the spirit of prayer.
Firman-firman berhubung dengan upacara Altar sebagai 'Jalan' berdoa adalah
ketentuan Ordo Melkisedek!
Altar Perjanjian Lama di bumi
akhirnya disempurnakan oleh Pengupacara Imam Ordo Melkisedek, dan Dia jugalah
sebagai Korban Penebus Salah (Sin
Offering). Altar Perjanjian Lama tidak sempurna dan harus diupacarakan
berulang-ulang untuk menyelesaikan dosa-dosa, agar Imam Besar bagi Umat Israel
dapat memasuki 'kamar yang tersembunyi' (the Holy of Holiest). Tempat Yang Mahakudus (the Holy of Holiest) Tabernakel
di Tanah Suci telah digenapi ketika setiap 'roh' orang percaya berfungsi
sebagai Tabernakel ('kamar tersembunyi') bagi curahan Roh Pentakosta. Yeshua
berkata: "...apabila engkau
berdoa, masuklah ke dalam kamarmu..." (the spirit of prayer).
Kalau kita membaca kisah
singkat mengenai panggilan Tuhan kepada Abram dalam Kitab Kejadian 12:1-9, kita
akan mendapati bahwa sebelum Tuhan 'menampakkan diri' (appeared) beberapa kali kepada Abram, Abram ternyata
belum mendirikan 'altar.' Maksudnya, Abram belum mahir dalam urusan berdoa
selagi Tuhan belum 'menampakkan diri' beberapa kali kepada Abram. Ia akhirnya
menjadi mahir dalam berdoa setelah Tuhan 'menampakkan diri' beberapa kali. Roh
Tuhan datang 'bergaul karib' dengan 'roh' Abram dan 'roh' Sarai.
Semua orang percaya akan melalui 'fase-fase perjalanan iman' yang diwarnai dengan berbagai aspek 'keraguan'. Setiap penerima 'kasih karunia' adalah orang percaya yang 'percaya' kepada nama Bapa, yaitu nama yang diberikan kepada Anak.
Orang-orang percaya menjadi
warga Kerajaan Allah yang beribadah dan menggenapi "Bapa Kami";
mereka telah diberi 'kuasa' untuk menjadi anak-anak Tuhan. Kristus bersabda:
"Akulah Pokok anggur yang benar dan kamulah ranting-rantingnya."
Perumpamaan itu menjelaskan suatu "pergaulan karib" antara Roh Kudus
dan roh orang-orang percaya. Namun, bagaimana mungkin Roh Tuhan akan bergaul
karib dengan manusia yang berasal dari biji benih 'roh' dan biji benih 'daging'
yang senantiasa tunduk pada dosa-dosa? Patriarch Ayub dalam Ayub 28:28 bersaksi bahwa Roh
Tuhan pernah berfirman kepada penduduk bumi: "Takut akan Tuhan adalah
Hikmat dan menjauhi kejahatan adalah (roh) pengertian."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar