Penyembahan dalam Roh
Santo Yohanes menulis bahwa Allah itu Roh, sebab itu setiap orang percaya harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Alkitab Terjemahan Baru, Yoh. 4:24). Apa sebenarnya penyembahan dalam roh itu dan bagaimana kita menyembah Roh Allah? Pertanyaan ini sebenarnya sangat sulit untuk dipraktikkan dan mustahil dilakukan oleh manusia, karena Allah pernah berfirman kepada nabi Musa: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup" (Alkitab Terjemahan Baru, Keluaran 33:20).
Allah berfirman demikian karena semua manusia telah berdosa, sedangkan syarat untuk memasuki hadirat Roh Allah adalah "kudus." Ia berfirman, "...kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus" (Imamat 11:45; Imamat 19:2; Imamat 20:7). Tanpa kekudusan, tidak ada seorang pun yang dapat melihat Allah (Matius 5:8)!
Tidak ada seorang pun di antara seluruh umat manusia yang kudus. Oleh karena itu, tidak ada yang layak berdiri di dalam hadirat Roh Allah. Namun, semua bapa leluhur (patriark) dan nabi-nabi yang pernah bergaul karib dengan Allah, mereka bergaul karib dengan Roh TUHAN (Yahweh). Bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi, padahal mereka juga, seperti kita, adalah manusia yang selalu berdosa?
Kita tahu dalam Keluaran 33:19b, TUHAN Yahweh pernah berfirman: "Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberikan kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani." Oleh karena itu, orang yang dapat memasuki hadirat Roh Allah—yang semarak api kekudusan-Nya menghanguskan—adalah mereka yang diselubungi oleh belas kasihan Ilahi dan mereka yang dikaruniai kasih karunia. Jadi, hanya mereka yang telah dianugerahi kasih karunia sajalah yang dapat menyembah Roh Allah Yang Mahatinggi.
Apakah Itu Kasih Karunia?
Kasih karunia secara sederhana adalah: dipilih Allah karena penetapan-Nya sejak semula (takdir Ilahi) dan dikasihi oleh Roh Allah tanpa syarat apa pun (unconditional love). Kasih karunia adalah berkat pendamaian, penebusan, dan penyembuhan luka-luka (keselamatan) yang dianugerahkan kepada seseorang yang percaya tanpa syarat apa pun, kecuali percaya! Perumpamaan tentang pekerja ladang anggur yang diberikan upah yang adil dan penuh (satu denari) tanpa mengira pada waktu mereka mula berkerja adalah bukti harga dosa telah lunas dibayar oleh darah suci Yesus!
Kematian Yesus di atas kayu salib adalah jaminan kasih karunia bagi kita. Karya Paskah Tuhan di atas kayu salib yang berstatus "sudah selesai" adalah anugerah kasih karunia yang diberikan kepada siapa saja yang namanya tertulis di dalam Kitab Kehidupan!
Menurut rasul Paulus dalam Efesus 1:3-4, semua orang percaya, baik para nabi Perjanjian Lama mahupun orang percaya Perjanjian Baru, telah dipilih oleh Roh Allah melalui penetapan Ilahi yang ditentukan bahkan sebelum dunia dijadikan. "...6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.7 sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dos, menurut kekayaan kasih Karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian." (Efesus 1: 6-8)
Dalam kasih-Nya yang tak bersyarat, Ia telah menentukan kita dari semula untuk menjadi anak-anak-Nya. Yakub dan Esau adalah anak kembar Ishak, namun mengapa hanya Yakub sahaja yang dipilih oleh Tuhan YHVH untuk mewarisi Perjanjian Allah kepada Abraham? Tentu saja itu adalah ketentuan dari TUHAN Yahweh Yang Mahatinggi. Meskipun karakter Esau tampak lebih jujur dibandingkan dengan Yakub yang suka menipu, tetapi pilihan Ilahi tidak berpihak kepada Esau; sebaliknya Allah memilih Yakub sebagai pewaris janji-janji-Nya kepada Abraham. Esau tidak mewarisi apa pun dari seluruh janji yang Allah berikan kepada Abraham.
Kristus Adalah Kasih Karunia Perjanjian Baru
"Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus" (Yohanes 1:16-17). Paulus menulis: "Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya" (Roma 1:5).
Allah Bapa telah berfirman pada saat pemuliaan Yesus di atas gunung (transfigurasi): "Inilah Anak yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Kerajaan Kebenaran Allah dalam Perjanjian Baru memiliki Imam Besar menurut Melkisedek, sedangkan kerajaan Allah di Tanah Suci berada di bawah perantara Imam Besar Harun serta pengembalaan raja-raja yang dipilih dan diurapi oleh Allah. Ketika raja-raja memberontak, melanggar perjanjian, dan bahkan meninggalkan ibadah yang berpusat di Kemah Suci Yerusalem, Allah membuang Israel sehingga mereka terserak ke empat penjuru dunia (diaspora).
Ibadah Perjanjian Baru versus Ibadah Perjanjian Lama
Bagaimana mungkin dalam Perjanjian Baru, kita sebagai orang-orang percaya berkenan kepada Allah yang mahakudus? Jika kita tidak diperdamaikan dengan Allah, maka posisi rohani kita terputus dari Allah, atau secara sederhana: "berseteru." Ini adalah dua paradigma rohani yang sangat bertolak belakang.
Dalam Perjanjian Lama, umat Allah (yaitu Israel) sering kali berada dalam posisi berseteru dengan Allah karena mereka tidak memenuhi standar kekudusan-Nya. Mereka terbelenggu di bawah kutuk Taurat, dan barangsiapa berada di bawah kutuk Taurat sedang menuju kebinasaan, karena tidak ada keselamatan melalui melakukan hukum Taurat! Kekudusan melalui ibadah Taurat adalah hal yang mustahil dicapai oleh kekuatan manusia mana pun!
Melalui Perjanjian Baru, anak-anak yang ditebus oleh kuasa darah kudus Yesus dijanjikan aliran berkat pendamaian, pengampunan dosa, serta penyembuhan luka-luka (keselamatan). Dari hidup di bawah kutuk Taurat beralih menuju hidup yang dimerdekakan oleh kasih karunia dari segala kuasa dosa, sehingga bebas dari segala kutuk dan kesalahan.
Di alam rohani, transaksi tidak menggunakan uang fisik, amal kebaikan, atau seberapa pintarnya otak kita; di alam roh, kita menggunakan mata uang roh. Dan satu-satunya mata uang roh yang sah di hadapan takhta Allah adalah Darah Kudus Yesus!
Darah Kudus Yesus: Mata Uang Transaksi Alam Roh
Darah kudus Yesus adalah
harga mati yang membayar lunas semua hal yang tidak dapat dibeli oleh moralitas
kita sendiri. Ada enam kuasa darah kudus Yesus:
1). Darah Yesus memiliki kuasa pengampunan dosa yang mutlak.
2). Darah kudus Yesus menyucikan dan membersihkan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia/jahat.
3). Membawa pendamaian yang sempurna kepada Allah Bapa. Artinya, kita tidak lagi berstatus "berseteru dengan Allah", melainkan telah diperdamaikan dengan Allah sehingga kita menjadi anak-anak Allah yang ditebus!
4). Kita dijanjikan kemenangan total atas Iblis dan kerajaan kegelapan.
5). Memberikan kita akses atau "Jalan" menuju takhta kudus Allah Bapa dengan penuh keberanian.
6). Menjadi meterai sah bagi Perjanjian Baru. Darah kudus Yesus bagaikan tanda tangan, dan pengurapan Roh Kudus bagaikan meterai sah bagi Kerajaan Perjanjian Baru tersebut!
Setiap korban persembahan mezbah dalam Perjanjian Lama menunjuk kepada satu Pengorbanan Agung Anak Domba Paskah Allah di atas kayu salib. Semua yang tertulis dalam hukum Taurat mengenai pendamaian, penebusan dosa, dan korban keselamatan adalah tipologi Kristus! Paulus menyatakan bahwa seluruh hukum Taurat itu menuntun kita kepada iman, yaitu percaya kepada nama Tuhan Yesus Kristus.
Semua pengorbanan selama ribuan tahun memuncak pada satu momen di bukit Golgota. Yesus mengucapkan kalimat yang benar-benar mengubah seluruh sejarah alam semesta secara permanen: "Sudah selesai." Dengan kata lain, seluruh transaksi rohani kita telah lunas dibayar oleh Yesus Kristus dan kita tidak berutang lagi!
Karena itu, kita tidak perlu sibuk menambahkan kebaikan Allah dengan usaha manusia. Keadilan Ilahi telah seratus persen dipenuhi oleh Sang Juruselamat. Segala kelemahan manusia dalam melunasi transaksi alam roh telah dipenuhi oleh kekayaan dan kemurahan Tuhan Yesus Kristus!
Bagaimana Anugerah Kasih Karunia Bekerja dalam Perjanjian Lama
Di dalam catatan kitab-kitab suci Perjanjian Lama, anugerah "takut akan Tuhan" adalah syarat spiritual eksklusif untuk menerima kasih karunia; the master key dalam pergaulan karib dengan Roh Allah Yang Mahatinggi adalah anugerah the fear of the Lord. Allah berfirman dalam Ayub 28:28: The fear of the Lord that is Wisdom.
Tokoh-tokoh rohani Perjanjian Lama seperti Henok dan Elia bahkan tidak memiliki kuasa untuk memberikan anugerah the fear of the Lord, kecuali Allah sendiri yang menetapkan seseorang untuk menerima master key tersebut! Kasih karunia adalah otoritas mutlak yang diberikan oleh Allah Tritunggal! Dan kasih karunia itu adalah pemberian cuma-cuma dari Allah (free gift), kasih tanpa syarat bagi anak-anak yang ditebus-Nya.
Orang-orang percaya yang telah ditentukan-Nya sejak semula sebagai penerima kasih karunia akan memiliki identitas baru dalam Kristus Yesus; kita bukan lagi ciptaan yang terbuang atau pelanggar hukum, melainkan secara resmi diangkat menjadi anak-anak Allah (the sinning saints). Semua anak Allah dianugerahi segala berkat surgawi untuk memampukan mereka melakukan kehendak Allah Bapa!
Bagaimana Kita Beribadah Setelah Menerima Kasih Karunia
Anak-anak Allah berkenan kepada Allah karena anugerah kasih karunia. Semua orang yang menerima kasih karunia diajar oleh Tuhan Yesus untuk berdoa Doa Bapa Kami. Orang yang mendapat kasih karunia adalah anak-anak yang telah ditebus oleh darah kudus Tuhan Yesus, sebab itu mereka memanggil Allah sebagai Bapa Kekal Abadi mereka. Mereka masuk ke dalam kamar "terdalam", yaitu the spirit of prayer (pengalaman Bet-El, kamar terdalam), dan beribadah melalui Doa Bapa Kami!
"Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu (Beth-El), tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi (ia memerlukan kunci master key—the fear of the Lord untuk akses masuk ke dalam Beth-El), maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Karena itu berdoalah demikian:
Bapa kami yang di sorga,
Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu (Raja Kebenaran/Raja Damai),
jadilah kehendak-Mu di bumi (supaya kita menerima kasih karunia, barulah kita
berkenan kepada Allah Bapa Yahweh), seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari
ini makanan ('manna dari sorga', yaitu Firman Allah - Matius 4:4) kami yang
secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami (agar menjadi orang yang
dibenarkan/justified; sebenarnya dalam jangka panjang dan kekal abadi, Allah
tidak memberkati orang salah, melainkan menghukumnya seperti Sodom dan Gomora),
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah
membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat
(sebab musuh orang yang menerima kasih karunia adalah raja-raja Iblis—musuh
kita adalah Iblis, dan hanya melalui darah kudus Yeshua kita dapat mengalahkan
Iblis/Satan).
(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya Amin.) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (TB Matius 6:6, 9-15)
Nubuat Tentang Masuk "Kamar" pada Waktu Kesusahan Besar
"Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu. Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana." (Yesaya 26:20-21)
20 Go, my people, enter your rooms and shut the doors behind you; hide yourselves for a little while his wrath has passed by. 21 See, the Lord is coming out of his dwelling to punish the people of the earth for their sins. The earth will disclose the bloodshed on it; the earth will conceal its slain no longer. (New International Version, Isaiah 26:20-21)
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)." (Matius 6:5-13)
Penyembahan dalam Roh Adalah Doa Bapa Kami
Pengetahuan, pengertian, dan hikmat ringkas mengenai definisi menyembah Roh Allah adalah berdoa mengikut ibadah Doa Bapa Kami seperti yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya. Doa Bapa Kami sebenarnya adalah 'ibadah roh'! Doa ini menuntut kita untuk memasuki "kamar", yaitu memasuki hadirat Allah Bapa. Hal ini membuktikan bahwa Doa Bapa Kami sebenarnya adalah panduan rohani untuk menyembah Roh Allah!
Berdoa dengan 'bahasa roh' (karunia lidah) bukanlah ibadah roh itu sendiri, melainkan sebuah 'karunia', meskipun ia digunakan untuk berdoa. Karunia bahasa roh adalah salah satu rupa-rupa karunia yang berada di bawah naungan Tujuh Rupa Roh TUHAN.
Dalam Perjanjian Lama di Tanah Suci, ibadah kehidupan seharian dipahami secara utuh sebagai sepenuhnya menuruti Perjanjian Hukum Taurat termasuk "menuruti ritus Taurat" yang berpusat pada mezbah. Maka, Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kudus/Kebenaran ibadah bagi 12 suku Israel di Tanah Suci berpusat pada kuasa keimaman Ordo Harun dan Imam Besar dari keturunannya.
Semua Israel (umat Tuhan) di Tanah Perjanjian adalah disarankan oleh nabi Musa agar "1...baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan Allamu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa. 2 segala berkat akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu;" (Ulangan 28.1-2)
Upacara-upacara sembahyang ritus berpusat pada praktik ibadah Kemah Suci (Tabernakel). Namun, para bapa leluhur dan nabi-nabi Allah mengetahui rahasia 'ibadah roh' secara pribadi karena mereka dianugerahi "Kunci" untuk bergaul karib dengan Roh Allah.
Karunia 'takut akan Tuhan' telah dianugerahkan kepada nabi-nabi Allah. Mereka bergaul karib dengan Allah, dan karena itu mereka dikaruniai pengertian, pengetahuan, dan hikmat, yaitu Tujuh Rupa Roh TUHAN (lihat Ayub 28:28; Yesaya 11:2; Amsal 1:7; 2:1-6; Amsal 9:10; Yesaya 33:6; Mazmur 25:14).
Umat Perjanjian Baru tidak dijanjikan pemberian "Tanah Suci" fisik seperti Umat Israel, melainkan janji pencurahan Roh Kudus sebagaimana yang dinubuatkan oleh para nabi. Maka, ibadah mereka sepenuhnya bergantung pada anugerah hadirat Roh Kudus: roh Kristus.
Pengikut Kristus adalah penyembah-penyembah Roh Allah. Tidak ada praktik ibadah menurut hukum Taurat, meskipun Kesepuluh Firman (The Ten Commandments) ternyata telah ditulis oleh Roh Kudus di dalam batin/roh orang percaya (Yeremia 31:31-34). Yeshua bersabda: "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:24).
Namun, apakah arti menyembah dalam roh dan bagaimana caranya? Menyembah yang dimaksudkan oleh Yeshua telah banyak diulas oleh para penulis rohani, namun Ibadah Roh dapat dilihat secara ringkas seperti yang diungkapkan dalam setiap kata dalam Doa Bapa Kami!
Ibadah roh melibatkan empat elemen: Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kebenaran. Yeshua bersabda: "Akulah jalan..."; "...Akulah pintu", tetapi di manakah kuncinya? (Lihat Job 28:28; Psalm 25:14; Proverbs 1:7; 2:1-6; 9:10; Isaiah 11; Isaiah 33:6). Kuncinya adalah "takut akan TUHAN", itulah hikmat (Ayub 28:28).
Oleh karena berkat 'nama' Bapa dan 'nama' yang diberikan kepada Anak, saya telah menyaksikan mukjizat terbesar, yaitu "sengat maut, yaitu dosa, telah ditelan oleh kuasa Kristus."
54... “Death has been swallowed
up in victory. 55 Where O death, is your victory? Where, O death, is your sting?”
56 The sting of death is sin, and the power of sin is the law; 57 but thanks be
to God, who gives us the victory through our Lord Jesus Christ (New Revised Standard Version Catholic Edition, 1 Corinthians
15:54-57).
Semua dosa dapat diampuni
oleh 'nama' Bapa dan 'nama' yang diberikan kepada Anak. We are not called to
"see" victories according to the intellectual digests. Even all flesh
shall return to the "dust." You are more than a conqueror, but you
must conquer your own 'unbelief'!
Sitasi
Alkitab
Terjemahan Baru. Yayasan
Lembaga SABDA, sabda.org. Diakses 21 April 2018.
The Bible. New International Version,
Biblica, 2011. Bible Gateway, biblegateway.com. Accessed
The Bible. New Revised Standard Version Catholic Edition, National Council of Churches, 1989. Bible Gateway, biblegateway.com. Accessed 21 April 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar