Jumat, 07 November 2025

Bagaimana BERSUKACITA senantiasa ?

 


Penghibur/Roh Sukacita adalah Roh Kudus

 26 "...tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 

27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Alkitab Terjemahan Baru, Yoh. 14:26-27) 

 

Sukacita di dalam Kristus

"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka 'pohon tarbantin kebenaran', 'tanaman TUHAN' untuk memperlihatkan keagungan-Nya. Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa." (TB Yes. 61:1-3, 10-11) 

 

    Mengenal Yesus Kristus adalah dasar dari segala janji Allah yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang belum kita lihat. Janji Allah kepada kita akan kasih karunia hidup kekal adalah sukacita abadi bagi kita, yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Berkat Tuhan, yaitu berkat pendamaian, berkat penebusan dosa, dan berkat penyembuhan batiniah serta jasmani, dijanjikan di dalam nama Kristus Yesus! Oleh sebab itulah, sukacita kita ada di dalam nama Kristus. Maka dari itu, mengenal Yesus Kristus adalah Jalan kita untuk bersukacita senantiasa! "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (TB Yoh. 17:3)

    Sukacita "di dalam Kristus" telah dinubuatkan dalam lirik Mazmur 98:1-4, ratusan tahun sebelum Yesus Kristus datang ke dunia melalui kelahiran-Nya dari Perawan Maria:

"1 Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya (Yesus Kristus), oleh lengan-Nya yang kudus. 2 TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. 3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. 4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!" (TB Mzm. 98:1-4) 



Bersukacitalah senantiasa 

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (TB Flp. 4:4)

16 Bersukacitalah senantiasa (Rejoice always in the Lord). 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (TB 1 Tes. 5:16-18)

 

    Mengapa Rasul Paulus menasihatkan kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus agar "bersukacita senantiasa"? Jawabannya terdapat dalam Amsal 17:22 yang berbunyi: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (TB Ams. 17:22). Rupanya, Raja Salomo memiliki pengertian dan hikmat mengenai rahasia obat kehidupan yang mujarab! Kata "hati" di sini merujuk kepada "roh" atau pusat rohani, sekaligus merujuk kepada jiwa (the things that constitute the volition of the soul, namely the conscience, the emotions, and the intellectual capacities). 

    Hal-hal tersebut merujuk kepada pusat jiwa dan pusat rohaniah. Namun bagi tubuh rohaniah, pusat roh merujuk kepada sumbu roh, yaitu sarana komunikasi tubuh roh manusia dengan alam roh. Tempat "lidah api" Roh Kudus itu hinggap adalah pusat roh manusia.  

    Jika jiwa dan roh memiliki sukacita atau kegembiraan, hal itu akan menjadi obat yang sangat mujarab bagi kesehatan tubuh roh, jiwa, dan juga tubuh jasmani! Sebaliknya, jika kesedihan atau kemurungan melanda jiwa, hal itu akan berdampak buruk bagi sistem kesehatan tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh (immunology).  Goleman mengatakan bahawa sistem saraf dan emosi berhubung kait dengan fungsi-fungsi imunologi[1]. Pengeluaran hormon-hormon tubuh badan terkait rapat dengan reaksi emosi.  Emosi yang positif mengurangkan risiko kesihatan, manakala mereka yang menghadapi atau mengalami emosi negatif secara jangka panjang akan melipat gandakan risiko penyakit [2]  

    Frasa “di dalam Kristus”, jika dirujuk silang melalui pencarian tipologi (tipologi berarti gambaran atau bayangan dari karya keselamatan Kristus yang tersembunyi dalam Kitab-Kitab Taurat).  Dalam petikan Keluaran 33:20-22, bayangan tipologi "Pendamaian" Kristus dari nabi Musa dan hadirat TUHAN (YHVH) tersebut merujuk kepada frasa “di dalam lekuk gunung batu”.  Dalam pengertian Injili, “lekuk gunung batu” itu merujuk kepada pendamaian antara Allah dan manusia oleh kuasa darah kudus Kristus yang tercurah di kayu salib.

 

Sikap mengimani kata "bersukacita" atau “rejoicing always in the Lord”

     Sebelum kita memahami Firman Allah mengenai iman untuk “bersukacita dalam Tuhan,” kita perlu mengetahui dan mengerti rahasia keberadaan diri kita sendiri. Diri kita terdiri dari tiga unsur (essence), yaitu tubuh jasmani, jiwa, dan roh. Jiwa ada karena tubuh jasmani dan roh bersatu secara ajaib. Ketiga unsur ini dianyam bersama secara halus oleh kuasa Allah, sehingga dapat berdampingan (co-exist) dalam satu pribadi manusia. 

    Kita memerlukan Hikmat Ilahi untuk melaksanakan kehendak Allah untuk “bersukacita senantiasa,” sebab tidak mudah untuk tetap bersukacita di dalam dunia yang telah jatuh dalam dosa (fallen world), terlebih lagi karena kesadaran (consciousness) kita kerap didominasi oleh panca indra tubuh jasmani (the five senses of the flesh). Kita memiliki tiga lapisan keberadaan, bahkan terdapat tiga jenis "pusat kehidupan" yang berdampingan dalam diri kita di bumi.  Oleh karena itu, kita perlu memahami fungsi dari pusat kehidupan tersebut untuk dapat bersukacita secara iman!

   Kita perlu menyadari bahwa ada tiga dimensi dalam diri kita: fisik, jiwa, dan roh (physical body, soul, and spiritual body). Kita memerlukan pengetahuan dasar bahwa jantung fisik berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh agar seluruh organ memperoleh asupan gizi (nourishment) untuk proses metabolisme yang seimbang serta untuk pembuangan sisa metabolisme (excretions of toxins and residuals). 

    Kita memiliki pusat jiwa tempat munculnya emosi, sedangkan dimensi yang paling dalam dan jarang disadari orang adalah pusat roh (the heart of the spirit), yaitu sarana untuk berkomunikasi dengan alam roh Ilahi maupun alam kegelapan. Bagian inilah dari diri kita yang sejati (the true essence or the higher self) yang dapat berkomunikasi dengan Roh Kebenaran, yaitu Roh Kudus! 

    Singkatnya, jiwa memiliki dua jenis minda, yaitu terdiri dari "rational mind" dan "irrational mind (emotional mind)"[3]. "Pertama, pikiran rasional, adalah cara pemahaman yang biasanya kita sadari, lebih menonjol, dalam kesadaran, bijaksana, mampu merenung dan merefleksikan"[4].  Yang kedua ialah pikiran emosional (Irrational mind) yang impulsif, kuat dan terkadang tidak logis [5].  Pikiran emosional ini adalah tempat kita merasakan pelbagai pengalaman emosi seperti perasaan kasih, rindu, maupun benci [6].  Kegembiraan rohaniah, iaitu sukacita dalam keselamatan Kristus mennjadikan kita memiliki "...obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Ams. 17:22). Namun, roh kita perlu dilahirkan kembali, mengalami penyucian, dan terus-menerus dibarui agar dapat belajar dari Roh Kudus bagaimana untuk bersukacita senantiasa. Melalui penyertaan iman, kita dimampukan untuk melakukan kehendak Allah, yaitu rejoicing always in the Lord.

    Bagaimanakah pedoman pemikiran (precept) yang perlu kita pegang ketika menghadapi berbagai tantangan agar kita memperoleh kemenangan dalam rejoicing always in the Lord?  Kita belajar dari kedua belas rasul mengenai prinsip baku yang perlu dianut, karena merekalah yang memegang kebenaran sejati. Rasul Petrus menulis dalam 1 Petrus 1:7-11:

"Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu." (TB 1Pt. 1:7-11) 


    Meskipun demikian, Tuhan Yesus mengetahui bahwa di dalam dunia ini para pengikut-Nya akan mengalami banyak penderitaan. Oleh karena itu, secara tubuh dan jiwa sangat sulit untuk bersukacita dalam segala hal setiap saat. Namun, roh kita dapat bersukacita senantiasa dengan mempergunakan iman kita di dalam Kristus!

   "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (TB Yoh. 16:33)

    Sukacita dalam roh membutuhkan pengertian dan pengetahuan yang cukup dalam menghadapi kekuatiran, agar kita dapat bersukacita senantiasa di dalam Tuhan:

6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin. (TB 1Pt. 5:6-11) 

 

Roh Sukacita (The Spirit of Joy - the Holy Ghost - Paraclete)

    Iman yang teguh akan memastikan bahwa setiap doa kita senantiasa didengar oleh Allah Bapa di sorga di dalam nama Kristus. Oleh karena itu, marilah kita mengucap syukur dan bersukacita senantiasa, karena Bapa kita selalu mendengar doa-doa kita di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

    "Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi." (TB Why. 8:4-5) 

Marilah kita senantiasa mengucap syukur dan bersukacita di dalam nama Yesus Kristus, karena Roh Allah sendiri yang menuntun kita kepada seluruh kebenaran.

"Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” (TB Yer. 31:34) 


"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (TB Ams. 17:22)


3 Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang. 4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. 24 Kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel! 25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya. 27 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! (TB Mzm. 22:3, 4, 24, 25, 27)






Nota Kaki

[1] Goleman, Daniel. Emotional Intelligent. 1st ed.., 1995. 
            New York, Bantam Books, 1996, pp.190-193
[2]  Ibid. 
[3]  Ibid, pp. 9-10
[4]  Ibid.
[5]  Ibid. 


Sitasi

Alkitab Terjemahan Baru. Yayasan Lembaga SABDA, sabda.org. Diakses 7 November 2025.



Selasa, 03 Juni 2025



The Spirit of God is only One 'Spirit', yet it is seen as the-Sevenfold Spirit of God- 'Spirit of the Menorah'...

7 Lift up your heads, O gates!
    and be lifted up, O ancient doors!
    that the King of glory may come in.
8 Who is the King of glory?
    The Lord, strong and mighty,
    the Lord, mighty in battle.
9 Lift up your heads, O gates!
    and be lifted up, O ancient doors!
    that the King of glory may come in.
10 Who is this King of glory?
    The Lord of hosts,
    he is the King of glory (Psalm 24: 7-10).

    Yahweh, Christ, the Holy Spirit, God the Father, and the returned Christ (Judge) are one 'Spirit' of God. The menorah is the Tabernacle's Lampstand with one central shaft, yet it has seven branches with buds, representing seven flames from olive oil. The Menorah was crafted by an artisan according to 'the Word' from Heaven. The Menorah always points to the 'Sevenfold' Spirit of God. Therefore, the Menorah is merely the shadow of the 'Sevenfold' Spirit of God. YHVH, God the Father, the Holy Spirit, the Spirit of the Messiah (Isaiah 11), and the spirit of the Judge (returned Christ), ...all are the 'Sevenfold Spirit of God.' 

A rainbow originates from 'one' colorless light from the Sun, but when it passes through a prism of water droplets, it appears as 7 layers of colored light. This formation of the rainbow is called the 'prism effect.' The Spirit of God is only One 'Spirit', yet it is seen as the 'Spirit of the menorah,' which is the Sevenfold Spirit of God. It is revealed, as if, it was a seven-layered Spirit, because the Order of Melchizedek determined such predestinations right from the seventh day of Creation, in which the agendas of human 'Salvation' would be administered by the 'Sevenfold Spirit of God.'

2 And on the seventh day God finished his work that he had done, and he rested on the Seventh Day from all his work that he had done. 3 So God blessed the seventh day and made it holy, because on it God rested from all his work that he had done in creation (Genesis 2: 2-3).

    The word 'rested' in the second verse refers to God's 'liberation' from the servitude of the Creation agenda. When Creation (the universe and humanity) was not yet completed, the Spirit of God seemed to be enslaved by His own agenda in completing Creation. Therefore, the word 'rest' is not to be interpreted literally but rather seen through the lens of 'the Spirit of Prophecy.' What is the Spirit of Prophecy? All Scripture is delivered to humanity in 'the Spirit of prophecy.' Why was the Book of Genesis, for example, written by Prophet Moses, and not written by the first man i.e. Adam? Because every Word of God is delivered in 'the Spirit of prophecy.' 

    Genesis is not concerning about Kronos information (chronological accounts), but rather "the Spirits of prophecy." So, Prophet Moses who wrote the book Pentateuch, did not pose any problem, though he was not there, when God laid the foundations of the universe. Because all Word flows in "the Spirit of prophecy." The Word is 'spirit' and life (John 6:63). The Word is not chronological, although some chronology can be deduced from the Books, especially those related to historical events like the records in books of the Kings.  Prophet Isaiah prophesied: "I make known the end from the beginning..." (Isaiah 46:10); these phrases suggest that the Biblical records were not written as according to chronological historical events. They were revealed unto human beings in the Spirit of Prophecy!

    The word 'Rested' in the second verse of the second chapter in the Book of Genesis is a prophetic word (the Spirit of prophecy) that prophesies, that God cannot sanctify humanity, if it is still enslaved by sin. Humanity needs to find 'rest' from the shackles of sin, and only then will God sanctify a believer. Just as God could not sanctify the first day to the sixth day in the prophetic sequence of creation, so in the salvation of humanity, He could not sanctify the first to the Sixth Day, because God was still enslaved by the agenda of creating (Creation Agenda). 

    Only when God was freed from the 'servitude' of Creation, which was on the seventh prophetic sequence or called the 7th day, only then can He sanctify Creation. That is why He sanctified only the 7th day. Similarly, sinful humanity, ...God cannot sanctify someone who is still bound by the servitude of sin. And, only when a person is freed from the shackles of sin, only then will God be able to sanctify him, through the bestowal of the Way, the Door, and the Keys. God could not 'sanctify' Israel when they were still enslaved in the land of Egypt, but God was able to sanctify them, after they were freed from servitude by the powers of other nations (heathen nations). In the Holy Land, they are said prophetically to have found 'rest' in the Promised Land; which means, they were free from servitude. We are not promised the gift of the Promised Land like Israel, but we are granted the blessing to enter the New Covenant promised to Israel (Jeremiah 31:31-33). 

    So great and extraordinary is the blessing flowing from the manifestation of the New Covenant, that even the 'islands' rejoice and the 'feet of the mountains' sing. 'Islands' and the feet of the mountains refer to other nations who believe in the 'Word' becoming 'the man called the Messiah'. Other nations have also shared in entering the New Covenant, as names written in the Book of Life. "31 “Behold, the days are coming, declares the LORD, when I will make a new covenant with the house of Israel and the house of Judah, 32 not like the covenant that I made with their fathers on the day when I took them by the hand to bring them out of the land of Egypt, my covenant that they broke, though I was their husband, declares the LORD. 33 But this is the covenant that I will make with the house of Israel after those days, declares the LORD: I will put my law within them, and I will write it on their hearts. And I will be their God, and they shall be my people" (Jeremiah 31: 31-33).

    When God sanctified the 7th day, what was the "name" of God that God used to sanctify that day? It is also in the language of 'the spirit of prophecy.' The word "sanctify" in the 3rd verse of Genesis 2 refers to the spirit of prophecy that cannot be separated from the immutable 'name' of God. That 'Name' grants the guarantee of 'maintenance' and 'salvation' to Creation and humanity. The Lord Yahweh proclaimed that 'Name' to Prophet Moses as recorded in Exodus 34:5-7. That 'Name' is what can sanctify humanity that has been freed from servitude. The Spirit of Christ also originates from that 'Name.' That is why the writer of Hebrews wrote that Christ is the same yesterday, today, and forever in Hebrews 13:8. The Spirit of Christ is 'one' with the "name" of God proclaimed by the Lord Yahweh in the record of Exodus 34:5-7.

    In verses 5 to 7, Yahweh proclaims His divine attributes. Thus, the 'name' ('handiwork') of God cannot be separated from His immutable attributes. The 'immutable' divine attributes guarantee our Salvation. And, Christ possessed those divine attributes, even during his earthly days was visible to the naked eyes of the human beings, while God the Father, YHVH, has never been seen by humans; He was invisible! Even the prophets in the old covenants days only saw 'a glimpse' of the unfathomable existence of the Heavenly Father. And yet, only Christ has seen fully, God the Father, from the beginning. Therefore, He is called 'Alpha and Omega.'

    However, who is the King of Glory and what were the meanings of the phrase 'ancient doors'? The King of Glory has divine attributes as recorded in Exodus 34:5-7. And the 'ancient doors' cannot be separated from the "name" of God in the proclamation of God according to the record of Exodus 34:5-7.  The "Ancient Ones" referred to God, the Father, whose "name" was/is Immutable, as long as heaven and earth have not yet been replaced by the New Heaven and New Earth!! Because New Heavens and New Earth mean the new "name" of God.


Kamis, 29 Mei 2025

Tiga Aliran Nama Tuhan dalam Sejarah Penyelamatan


Pendahuluan 

Dalam perjalanan sejarah manusia, Tuhan menyatakan diri-Nya dengan berbagai cara — melalui ciptaan, nabi-nabi, hukum, dan akhirnya melalui Firman yang menjadi manusia. Salah satu cara paling kuat Tuhan menyatakan diri-Nya adalah melalui nama-Nya. Nama-nama Tuhan bukan sekadar gelaran, tetapi wahyu yang hidup dan bekerja dalam penyelamatan umat-Nya. Dalam pengamatan yang mendalam, kita dapat merangkum karya penyelamatan Tuhan dalam tiga aliran nama:


1. Nama-Nama Perjanjian (Covenanted Names)

2. Nama-Nama Kekal (Immutable Names)

3. Firman Allah sebagai Nama (The Word of God as His Name)


---

1. Nama-Nama Perjanjian Tuhan (The Covenanted Names of God) 

Nama-nama ini muncul dalam konteks Tuhan membentuk hubungan perjanjian dengan umat-Nya. Nama-nama ini menegaskan kehadiran, pertolongan, dan komitmen Tuhan dalam kehidupan nyata. Contoh-contoh utama termasuk:


YHWH-Yireh – Tuhan yang menyediakan (Kej 22:14)

YHWH-Rapha – Tuhan yang menyembuhkan (Kel 15:26)

YHWH-Nissi – Tuhan panji kemenangan (Kel 17:15)

YHWH-Shalom – Tuhan damai (Hak 6:24)


Nama-nama ini mengungkap siapa Tuhan bagi umat-Nya, dan bagaimana Dia menyatakan kasih dan kuasa-Nya dalam konteks perjanjian.

Perjanjian Tuhan dengan Noah


1 Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranak cuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. 

8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 9 “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. 11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” 12 Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Ku adakan antara Aku, dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Ku taruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Ku datangkan awan, di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.” Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Inilah TANDA PERJANJIAN yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi.” (TB Kej 9:1,8-17)

Perjanjian Tuhan dan Abraham

Lagi firman Tuhan kepadanya: “Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.” Kata Abram: “Ya Tuhan Allah, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?” Firman Tuhan kepadanya: “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Diambilnyalah semuanya itu bagi Tuhan, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Firman Tuhan kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu. Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.” Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.” (TB Kej 15:7-21)

Perjanjian Tuhan dengan Yaakub/Israel


Berdirilah Tuhan di sampingnya dan berfirman: “Akulah Tuhan, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (TB Kej 28:13-15)


Perjanjian Tuhan dengan the New Zion dalam Perjanjian Baru di dalam Kristus 

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengadakan PERJANJIAN BARU dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman Tuhan. Tetapi beginilah PERJANJIAN yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman Tuhan, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” (TB Yer 31:31-34)

---


2. Nama-Nama Kekal Tuhan (The Immutable Names of God) 


Nama-nama ini mengungkapkan sifat kekal dan tidak berubah dari Tuhan. Ia adalah Allah yang sama dahulu, sekarang, dan selama-lamanya:


El Shaddai – Allah Yang Mahakuasa (Kej 17:1)

El Elyon – Allah Yang Mahatinggi (Kej 14:18-20)

El Olam – Allah Yang Kekal (Kej 21:33)

El Roi – Allah Yang Melihat (Kej 16:13)

YHVH - The Great Mercy of God

I AM THAT I AM - Ehyeh Asher Ehyeh

Keluaran  34: 5-7 

Turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru: “ Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.” (TB Kel 34:5-7)


Nama-nama ini lebih menekankan pada keagungan dan keberadaan Tuhan yang transenden dan tidak terbatas.


3.  The Word of God – His Name is the Word of God


(Firman Allah: Nama-Nya adalah Firman Allah)

 “...dan nama-Nya ialah: Firman Allah.” – Wahyu 19:13

Ini adalah penyataan tertinggi dan terakhir dari Allah — bukan hanya nama, tetapi Firman yang menjadi manusia (Yoh 1:1,14).


Yesus disebut:

Logos – Firman Hidup

Imanuel – Allah menyertai kita

Anak Domba Allah – Penggenap segala korban



Selasa, 19 Maret 2024

...oleh kuasa darah suci-Nya...

 

...kalau aku berbuat dosa, maka Engkau akan mengawasi aku, dan Engkau tidak akan membebaskan aku dari pada kesalahanku. (TB Ayb. 10:14)

...dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya – (TB Why. 1:5)

5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya (oleh darah suci Yeshua) kita menjadi sembuh. (TB Yes. 53:5)

Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya, dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu, di atas mezbah (darah itu untuk tujuan doa ritus untuk mendapat 'redemption/atonement'), untuk mengadakan PENDAMAIAN bagi nyawamu, karena darah mengadakan PENDAMAIAN dengan perantaraan nyawa. (TB Imamat. 17:11)

 

    Orang yang berdosa ialah orang yang bersalah. Orang yang mempunyai kesalahan berseteru dengan kerajaan Allah. Oleh itu, orang yang bersalah ditandai sebagai orang bersalah, tertakluk kepada kutuk, dan layak dihukum oleh Tuhan, melainkan dia terikat dalam Perjanjian Pendamaian lalu menerima berkat pengampunan dosa.

    Ikatan Perjanjian Pendamaian ini dimeteraikan dengan tanda darah. Malah, orang yang percaya pun akan dimurkai Tuhan sekiranya tiada ikatan Perjanjian Pendamaian. Orang yang tidak percaya 'nama' (Kasih Setia) Tuhan tidak akan mendapat berkat Tuhan kerana dosa menyebabkan seseorang itu berseteru dengan Roh Tuhan. Oleh itu, orang berdosa perlu didamaikan terlebih dahulu melalui Perjanjian Darah (Blood Covenant). Orang percaya perlu memasuki Perjanjian Damai (rest) tersebut sebelum dapat menerima segala berkat sorgawi.

    Para Patriark dan Perjanjian Sinai, Gembala/Imam/Nabi perlu menyempurnakan upacara pendamaian terlebih dahulu melalui korban penghapus dosa (Sin Offering) di atas mezbah/altar,  barulah umat Tuhan dapat memasuki Perjanjian Pendamaian.  Paskah di Mesir adalah upacar altar yang perlu diselesaikan supaya mereka tidak ditimpa murka Tuhan.  To be passed over artinya  diperdamaikan dengan Tuhan! Menjadi ahli-ahli keluarga ahli.  Anugerah pendamaian yang dikurniakan Tuhan melalui ritus darah di atas mezbah mestilah berstatus ‘Selesai’. Berkat Paskah itu diterima dengan iman.

    Hanya apabila upacara ritus pendamaian (ritual prayer) itu ‘Selesai’, barulah pendamaian atau perhentian (rest) dapat diwujudkan antara Tuhan dengan umat-Nya. Perjanjian Pendamaian melalui curahan darah Domba Allah (Sin Offering) merupakan ‘Jalan’ ibadah untuk berdamai dengan Roh Tuhan yang kekudusan-Nya bagaikan api yang menghanguskan. Tanpa pendamaian dengan Roh Tuhan, kita berada dalam posisi berseteru dengan Sang Pencipta yang Mahakudus.

    Tanpa Yeshua sebagai Domba Allah, Raja Damai, dan Imam Agung mengikut Ordo Melkisedek, kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan, malah tidak mempunyai sebarang arti dalam karya penciptaan-Nya hingga membawa kita kepada kebinasaan. Hanya di dalam ‘pendamaian’ (rest) Kristus, kita menemukan arti rencana Tuhan yang indah, iaitu keselamatan (penyembuhan luka-luka rohani) dan penebusan (pelepasan daripada kesalahan) bagi manusia berdosa, sehingga kita beroleh kehidupan yang kekal abadi.

    Oleh itu, jika sekiranya upacara pendamaian ‘tidak selesai’, roh kita akan sentiasa berada dalam keadaan gelisah (restlessness) atau sebagai pengembara yang resah (restless wanderer), seperti Kain yang menjadi restless wanderer selepas membunuh adiknya, Habel. Ibadahnya yang keliru tidak dapat menyelesai perseteruan tersebut. Sepatutnya, perseteruan itu diselesaikan melalui ‘Jalan’ ibadah yang betul dan benar.

    Puji dan syukur kepada Yeshua Kristus kerana Jalan ibadah yang tidak pernah selesai pada zaman dahulu telah diselesaikan melalui pelayanan Melkisedek di bumi dengan persembahan darah suci Yeshua di atas kayu salib. Yohanes 19:30 mencatatkan sabda Yeshua: ‘Sudah selesai.’

    Dalam Perjanjian Lama, biarpun doa ritus dan persembahan darah binatang selesai dijalankan, hal itu belum tentu didengar oleh Allah Bapa di sorga. Ritus darah binatang yang penuh keterbatasan tidak dapat menghapuskan dosa-dosa dunia. Namun, melalui darah suci Yeshua dan satu kali pengorbanan sempurna mengikut Ordo Melkisedek, Dia telah menghapuskan semua dosa dunia dan menelan segala kutuk.

  Dari sudut pandang rohani, penyelesaian upacara darah bermakna kita diterima oleh tuhan melalui pendamaian (rest). segala berkat sorgawi (blessing) akan menyusul selepas kita memasuki pendamaian tersebut, dan akhirnya barulah kita memohon berkat pengudusan.

    Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah Selesai.’ (Doa/Pelayanan Imam Melkisedek, Yeshua Kristus, selaku Pribadi Utusan Sorgawi, telah menyelesaikan upacara pendamaian untuk umat manusia) Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (TB Yoh. 19:30)

Antara hal yang disempurnakan dalam kematian Yeshua ialah nubuat Allah Bapa (YHVH) tentang tujuan kematian Yeshua menurut Kitab Yesaya 53:1–12:

1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar (Berita Baik / Injil Allah) dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? 2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan Tuhan dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. 3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. 4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. 7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. 8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? 9 Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. 10 Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan (mewakili Imamat 17:11 – mati sepenuhnya supaya pelayanan Melkisedek menggenapi Hukum Taurat, nubuat Para Nabi, dan Kitab Mazmur). Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai KORBAN PENEBUS SALAH, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana olehnya. 11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. 12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. (TB Yes. 53:1-12)

    Kematian Yeshua Kristus di atas kayu salib pada hakikatnya ialah ritus Imam Agung Melkisedek di bumi melalui pencurahan darah suci Domba Allah yang tidak bercacat cela. Hasil daripada pelayanan Melkisedek yang berstatus SUDAH SELESAI membolehkan segala berkat sorgawi mengalir tanpa henti, atau disebut dalam bahasa Ibrani sebagai Immanuel. Malah, Dia telah menggenapi dan menyempurnakan Upacara PENDAMAIAN di bumi, iaitu Sabbath Rest melalui kematian-Nya, sama seperti Rest di sorga yang telah selesai sejak hari ketujuh penciptaan (Ibrani 4).

 

1 IMAN adalah DASAR dari segala sesuatu yang kita harapkan dan BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.  2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. (TB Ibr. 11:1-2)

Sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai DASAR di Sion sebuah BATU, BATU yang TERUJI, sebuah BATU PENJURU yang mahal, suatu DASAR yang teguh: Siapa yang PERCAYA, tidak akan gelisah (restless spirit)! (TB Yes. 28:16)

10 The Lord said, “What have you done? Listen! Your brother’s blood cries out to me from the ground. 11 Now you are under a curse and driven from the ground, which opened its mouth to receive your brother’s blood from your hand. 12 When you work the ground, it will no longer yield its crops for you. You will be a restless wanderer on the earth.” 13 Cain said to the Lord, “My punishment is more than I can bear. 14 Today you are driving me from the land, and I will be hidden from your presence; I will be a restless wanderer on the earth, and whoever finds me will kill me.”15 But the Lord said to him, “Not so; anyone who kills Cain will suffer vengeance seven times over.” Then the Lord put a mark on Cain so that no one who found him would kill him. 16 So Cain went out from the Lord’s presence and lived in the land of Nod, east of Eden. (NIV Gen. 4:10–16)

21 Dan Tuhan Allah membuat pakaian (Perkataan ‘pakaian’ berarti: menutupi ketelanjangan tubuh rohani atau balutan kesembuhan luka-luka dosa. Balutan buatan manusia hanya mampu menutupi ketelanjangan fizikal, tetapi balutan daripada Tuhan mampu menutupi ketelanjangan rohani manusia) dari kulit binatang (‘kulit binatang’ bererti ada korban atau darah domba/kambing yang dicurahkan; tipologi Kristus dalam ayat 21, iaitu kiasan atau bayangan tentang Kristus yang tersirat) untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. (TB Kej. 3:21)

    Keselamatan bermaksud kesembuhan luka-luka dalam roh. Luka-luka dalam tubuh rohani manusia disebabkan oleh dosa. Semakin banyak luka, semakin banyak dosa, yang menyebabkan jiwa menjadi letih lesu. Pengumpulan dosa tanpa penyembuhan menyebabkan luka rohani semakin parah dan beban hidup menjadi semakin berat.

5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. (TB Yes. 53:5) 

53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. (TB Yoh. 6:53-56) 

6 Inilah Dia yang telah datang dengan AIR dan DARAH, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan AIR dan dengan DARAH. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. 7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: ROH dan AIR dan DARAH dan ketiganya adalah satu. 9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (TB 1Yoh. 5:6-12)

    Sebelum kita menerima BERKAT pengampunan dosa (KESELAMATAN dan PENEBUSAN), kita perlu memasuki Perjanjian Pendamaian antara Tuhan dengan Umat Perjanjian (Sion Perjanjian Baru). Keselamatan ialah penyembuhan luka-luka tubuh rohani, manakala Penebusan pula ialah pelepasan daripada kesalahan melalui pengakuan dosa yang dibenarkan oleh darah suci Yeshua.

    Apabila kesalahan diampuni secara menyeluruh, seseorang itu dibenarkan (justified). Orang yang terus melakukan kesalahan bukanlah orang benar, melainkan orang bersalah yang layak dihukum di bawah kutuk Taurat. Hanya pengampunan Tuhan yang dapat melepaskan kesalahan kita sehingga kita diakui sebagai orang yang dibenarkan oleh-Nya.

    Tuhan yang nama-Nya KASIH SETIA sentiasa mengampuni kita. Oleh itu, pemazmur menggambarkan-Nya melalui ungkapan: "...Dia menanggung beban kita setiap hari..." (Mazmur 68:19 / TB Mazmur 68:20). Orang yang diampuni setiap hari oleh Kasih Setia Roh Tuhan dipanggil sebagai 'orang benar'.

    Dalam proses kematian fizikal Yeshua, korban penghapus dosa (sin offering) dan korban penebus salah (guilt offering) telah disempurnakan oleh Imam Agung Sorgawi melalui cara yang tidak dapat dilihat oleh mata kasar manusia. Kematian Yeshua Kristus sebagai Domba Allah di atas mezbah bumi (Salib Suci) merupakan ritus Ordo Melkisedek (divine rites) di bumi.  Mereka yang ditakdirkan dan ditarik oleh Bapa untuk datang kepada Mesias sahaja yang dapat melihat kebenaran Kayu Salib Yesus sebagai Perdamaian, Penebusan dan Keselamatan!

Mengikut ritus Melkisedek, kita tidak boleh terus menerima berkat apabila memohonnya, kerana kita mesti DIPERDAMAIKAN (redeemed/atoned) terlebih dahulu sebelum berkat pengampunan dosa dapat diterima. Urutannya ialah:


Ritus Pendamaian (Altar Rites – Penggenapan di Salib Suci)

Penyempurnaan Ritus (Yohanes 19:30 – ‘Sudah Selesai’)

Pendamaian / Perhentian (‘rest’)

Berkat Immanuel mengalir kepada orang percaya.

 

    Dasar keyakinan kita untuk menerima pengampunan dosa ialah Ritus Pendamaian yang telah disempurnakan oleh Raja Damai. Jika ritus ini tidak selesai di bumi, maka berkat pengampunan tidak akan mengalir secara Immanuel. Yeshua telah menyempurnakan Firman mengenai dengan pengorbanan-Nya mengikut Ordo Melkisedek untuk menghapuskan dosa dunia selama tiga jam di atas kayu salib, dari jam 12.00 tengah hari hingga jam 3.00 petang. Berkat Immanuel tidak akan hadir jika pengorbanan tersebut terhenti di tengah jalan. Namun, puji Tuhan kerana Yeshua telah menyempurnakannya sehingga ke titisan darah terakhir demi menyelamatkan dan menebus roh manusia.

11 And this is the testimony: God gave us eternal life, and this life is in his Son. 12 Whoever has the Son has life; whoever does not have the Son of God does not have life. (1 John 5:11-12)

Bagi Allah, roh ialah perkara yang paling utama; tetapi bagi manusia yang bersifat daging, kita sering mendahulukan hal fizikal berbanding hakikat yang sebenar. 

Bagaimanakah kita tahu bahawa kita mempunyai Anak Allah dalam hidup kita?

    Melalui iman, kita memasuki Perjanjian Darah Pendamaian sehingga kita mempunyai Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kebenaran untuk memasuki bilik doa dan menyempurnakan ibadah kita, iaitu doa BAPA KAMI. Ini bukan sekadar luahan di bibir, tetapi melalui iman, kita melakukan kehendak Allah yang dinyatakan dalam doa tersebut.    Melihat wajah Tuhan bukanlah usaha manusiawi, melainkan anugerah dan kasih karunia Tuhan (Yeshua Kristus).

Berbahagialah orang yang suci hatinya (roh yang telah disucikan dan dipulihkan), karena mereka akan melihat Allah. (TB Mat. 5:8)

Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” (TB Kel. 33: 20)



Rabu, 04 Oktober 2023

...barangsiapa yang berseru kepada NAMA Tuhan akan diselamatkan... (Yoel 2:32)

 

SEGALA SESUATU yang diciptakan oleh Tuhan adalah bermula dari DASAR

 

DASAR ialah nama Tuhan Bapa, nama Tuhan Anak dan nama Tuhan Roh Kudus!

32 Dan barangsiapa yang 'berseru' kepada NAMA Tuhan akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada Keselamatan, seperti yang telah difirmankan Tuhan; dan setiap orang yang dipanggil Tuhan akan termasuk orang-orang yang terlepas” (Alkitab Terjemahan Baru, Yoel 2:32).

    Ibadah orang-orang beriman melibatkan unsur menyerukan "nama" Tuhan. Hal "menyeru" nama Tuhan Bapa menuntut "Jalan" roh, "Pintu" roh, "Kunci" roh, dan Pakaian Kebenaran bagi tubuh rohani. Seruan yang nyaring ini ditopang oleh darah kudus Yesus, sebab darah-Nya berbicara jauh lebih kuat daripada darah Habel (Ibrani 12:24). 

    Darah Yesus dicurahkan karena Dia menggenapi apa yang difirmankan dalam Hukum Taurat, nubuat para nabi, dan nyanyian Mazmur. Darah-Nya berbicara lebih kuat daripada darah Habel karena memiliki kuasa pendamaian, penebusan, dan keselamatan bagi umat manusia. Sebaliknya, darah Habel hanya berbicara untuk menuntut keadilan, penghakiman, dan pembalasan atas dosa yang dilakukan terhadapnya. Namun, apakah sebenarnya arti atau makna kata "iman" dalam konteks kepercayaan Kristen?


Apakah Iman Itu?

    Semua orang Kristen memang mengetahui definisi istilah "iman", tetapi pada kenyataannya tidak semua orang telah mengalami terobosan dalam berdoa. Tidak mudah bagi orang percaya untuk memperoleh pengetahuan, pengertian, dan hikmat yang cukup untuk memasuki "kamar" terdalam (Matius 6:6). Penulis surat Ibrani mendefinisikan "iman" sebagai berikut:

IMAN adalah DASAR dari SEGALA SESUATU yang kita harapkan, dan BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

 

Kenapa perlu Iman?

 

6 tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dia (Ibrani 11: 6).

 

Iman orang percaya (Kristen) adalah terfokus kepada Tuhan Yeshua Kristus sebagai Tuhan Anak, Raja Damai, Pengantara dan Juruselamat


    Kita kembali kepada petikan Ibrani 11:1 yang berbunyi, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Kata "dasar" tersebut telah dinubuatkan dalam nubuat mengenai Injil Allah (Mesias) dalam Yesaya 28:16. Dalam petikan ini, Mesias diumpamakan sebagai dasar dalam mendirikan bangunan Tabernakel atau Rumah Tuhan. 

    Dalam bahasa arsitektur, "dasar" merujuk pada "batu penjuru" (cornerstone). Tanpa batu penjuru, sia-sialah membangun rumah. Jika umat Perjanjian Baru diumpamakan seperti orang yang membangun rumah, dasarnya adalah batu penjuru tersebut. Tanpa Mesias atau Injil Allah, sia-sialah membangun Sion Perjanjian Baru!

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!" (Yesaya 28:16). 

    Dasar itu merujuk kepada karya Kristus yang "sudah selesai" dalam penganugerahan berkat penebusan, pendamaian, pengantaraan, dan keselamatan, serta perwujudan Perjanjian Perdamaian. Batu Penjuru itu adalah Kristus Yesus, Injil Allah, yang telah memberikan kita ketenangan (rest) dari segala kegelisahan dan kesembuhan dari segala luka rohani.

 

Kenapa percaya kepada DASAR itu tidak akan gelisah?


    Percaya kepada Yesus berarti menempatkan diri kita pada kedudukan yang senantiasa diperdamaikan dengan Sang Pencipta yang Mahakudus. Ciptaan yang kudus ini ditebus oleh darah kudus Yesus Kristus. Manusia keturunan Adam ditebus oleh Yesus supaya mereka terlepas dari belenggu dosa (sengat maut) serta memperoleh kesembuhan dari segala luka rohani. Itulah sebabnya kita senantiasa bersyukur dan memuliakan Tuhan karena kita telah diperdamaikan dengan Allah yang Mahakudus.

    Singkatnya, kata "dasar" itu merujuk kepada pribadi Tuhan Yesus Kristus yang telah ada bersama-sama dengan Allah Bapa sejak semula: "Aku adalah Alfa dan Omega!" Namun, pada mulanya Dia hanya disebut sebagai Firman (Yohanes 1:1) dan belum bernama Yesus. Frasa "segala sesuatu" merujuk kepada segala sesuatu yang kita harapkan dari Allah, yaitu Kristus sebagai Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kebenaran/Kekudusan untuk berhubungan dengan Allah Bapa.


13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih; 14 di dalam dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. 15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari SEGALA yang diciptakan, 16 karena di dalam dialah telah diciptakan SEGALA SESUATU, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; SEGALA SESUATU diciptakan oleh dia dan untuk dia. 17 ia ada terlebih dahulu dari SEGALA SESUATU dan SEGALA SESUATU ada di dalam dia. 18 ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga ia yang lebih utama dalam SEGALA SESUATU. 19 karena seluruh kepenuhan Allah  berkenan diam di dalam dia, 20 dan oleh dialah ia memperdamaikan SEGALA SESUATU dengan dirinya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di Sorga, sesudah ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus (Kolose 1:13-20).

    Dasar itu ialah Yesus Kristus! Jadi, beriman berarti kita percaya kepada Dasar dari segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah sendiri, yaitu Yesus Kristus. Dia telah menyempurnakan tiga hal utama, yaitu sebagai Domba Paskah Allah (Pendamaian), Imam Besar Melkisedek (Pengantara untuk pendamaian dan berkat), dan juga sebagai Raja Damai untuk urusan sumpah Perjanjian Perdamaian bagi anak-anak Allah. Sejak semula, bahkan sebelum dunia dijadikan, kita sebagai orang-orang pilihan Allah telah ditentukan untuk menjadi kudus di dalam Kristus. 

    Nama Yesus itu sendiri memiliki arti keselamatan (salvation). Yesus adalah jalan keselamatan bagi seluruh bangsa di bumi (the way of salvation for all the nations on earth). Dia telah dinubuatkan, baik secara tipologi (tipology), nubuat para nabi, maupun nubuat dalam bentuk nyanyian Mazmur, yaitu sebagai Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kebenaran/Kekudusan (the Way, the Gate, the Keys and the Garment of righteousness/holy garment).

"1Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Ibrani 12:1-2). 

     Fungsi salib atau mezbah (darah kudus Yesus) adalah untuk menghapuskan dosa-dosa dunia. Memikul salib juga berarti tanggung jawab kita untuk menyelesaikan dosa-dosa tersebut dengan beriman kepada darah kudus Yesus serta menuruti hukum kasih. Kita tidak hanya perlu beriman kepada Anak Domba Allah (Domba Paskah), tetapi juga perlu memikul tanggung jawab untuk melakukan hukum kasih yang diberikan oleh Yesus.

    Righteous men or the prophets hang onto these two golden laws of love. The practice of these laws of love is well depicted by the act of carrying the cross, just like Jesus Christ who carried the cross as an altar on earth in outpouring Divine great mercy unto mankind!

Why do we want the Saviour to be the author and finisher of our faith?

 

Because he knows our potential perfectly, he will take us to the places we have never imagined ourselves.  I testify that the Saviour is “the author and finisher of our faith” [Hebrews 12:2].

 

Iman Abraham bukanlah dicipta oleh kemampuan kapasiti intelek, melainkan Tuhanlah yang mengarang dan menyempurnakan iman Abraham. Demikianlah juga iman semua nabi-nabi dan semua orang percaya, the servants of God, bahawa iman mereka dikarang oleh Alchemist or by the Author and the Finisher of our faith~ Yeshua Kristus.

Dalam nubuat dari kitab-kitab suci nabi-nabi, identiti Kristus itu dinubuatkan sebagai Tuhan, Domba Tuhan (Korban Paskah)dan juga sebagai Imam Pengantara tertinggi, iaitu Imam Agung Melkisedek. Ia masing-masing boleh dirujuk melalui petikan Yesaya 9:5-6; Mazmur 40: 7,8,9 & Yesaya 53 dan Mazmur 110. Kristus sendiri menjelaskan misiNya untuk datang ke bumi dibaluti manusia dalam Lukas 24: 44-45. Ia mengatakan bahawa Bapa telah memberikan tanggungjawab Penyelamatan dan Penebusan kepadanya dalam Lukas 24: 44 dan juga Yohanes 17, dengan mengatakan bahawa nama Bapa telah diberikan kepada Anak.  Jelas, hanya peribadi beridentiti Tuhan sahaja yang mempunyai nama Tuhan dan dapat melaksanakan tugas-tugas Ketuhanan.

 

5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namaNya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 6 Besar kekuasaannya, dan Damai Sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan Keadilan dan Kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini. (TB Yesaya 9:5-6)

 

Tuhan Yesus sebagai Utusan Anak Tuhan Mahatinggi dari Bapa telah memberikan kuasa kepada siapa sahaja untuk menjadi anak-anak Tuhan, iaitu mereka yang telah ditakdirkan untuk percaya Tanda (‘T’), iaitu tanda yang boleh dipercayai agar kita dilepaskan dari kesalahan-kesalahan (dosa-dosa) dan tanda itu ialah Darah Suci Yeshua. Tanda yang diberikan oleh Tuhan Yeshua kepada umat manusia untuk dirayakan dalam ibadah sakramen ialah ‘AIR, ROTI, ANGGUR, dan MINYAK! Tanda-tanda itu merujuk kepada karya nama Bapa, nama Anak dan nama Roh Kudus dalam karya Penyelamatan dan juga Penebusan umat manusia. Semua tanda itu diberikan kepada orang percaya dan dimungkin oleh peribadi Yeshua Kristus!


Dalam penghakiman dan penghukuman Tuhan YHVH ke atas kota Yerusalem dalam Kitab Yehezekiel 9, kita diberitahu bahawa orang-orang percaya dikatakan telah menerima ‘tanda’ dari salah seorang dari malaikat penghakiman & penghukuman yang memegang penulis dan tanda yang ditulis oleh malaikat itu ialah huruf “T”. 

4 Firman Tuhan kepadanya: “berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu yerusalem dan tulislah huruf T ("tav" ialah etymology bagi altar ataupun asal-usul perkataan mezbah, iaitu mezbah untuk perdamaian; mezbah itu ada curahan darah dari korban perdamaian)  pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah (roh nabi-nabi yang berkeluh kesah~roh mereka berdoa ~ groanings in their prayers due to our wounds/sin) karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.” (tb Yehezkiel 9:4)

    Dosa-dosa membawa kutuk demi kutuk yang membelenggu seluruh Israel. Kutuk membawa hukuman daripada Tuhan. Kristus sebagai domba perdamaian membawa sumpah Perdamaian dan darah suci Yeshua menghapuskan dosa-dosa umat manusia serta membebaskan kita daripada kesalahan-kesalahan melalui pertobatan. Bukti pengampunan Tuhan ialah darah suci Yeshua yang dicurahkan. Orang yang tidak mengaku dosa dan tidak tinggal diam (meniadakan ibadah korban perdamaian) seperti yang tertulis dalam Yesaya 30:15 tidak akan mendapat keselamatan. Orang percaya di Yerusalem mengaku dosa dan melaksanakan tuntutan ibadah korban perdamaian—itulah orang-orang yang berkeluh kesah.

    Kita bukan diterima oleh roh Tuhan berdasarkan usaha kita untuk mematuhi senarai Taurat (10 hukum). Sebab , tiada orang yang dapat ikut 10 hukum itu setiap hari. Malah, setiap orang yang melanggar hukum setiap hari, tanpa mereka sedari, akan berhadapan dengan penghakiman dan hukuman Tuhan. Artinya, jika kita hidup menurut Taurat (berusaha diterima oleh roh Tuhan dengan pematuhan-pematuhan kepada hukum Taurat untuk tujuan diterima Tuhan), maka, kita secara otomatik hidup di bawah kekuasaan kutuk, kerana tiada orang yang dapat mematuhi hukum 10 itu. Tiada yang dapat menggenapi hukum sepuluh itu secara 100 %. 

Malah, Israelpun bukanlah diterima oleh Roh Tuhan YHVH (Bapa), atas alasan mematuhi hukum /Taurat Perjanjian. Firman Allah  dalam kitab-kitab suci seperti Yesaya 30: 15 jelas sekali memberitahu tentang keselamatan itu (penerimaan Allah akan kita).  Mereka tidak diselamatkan, justeru, kerana berusaha mematuhi hukum.  Sebenarnya, mereka diterima oleh roh Tuhan kerana mereka bertobat dan tinggal diam diperdamaikan ~ rest in Christ)

Bertobat seringkasnya berarti mengaku dosa-dosa kepada imam pengantara, dan pengakuan itu dibuat di atas kepala domba korban sin offering dan guilt offering (domba perdamaian). Negara Teokrasi Yahudi ada pertobatan satu negara (the national redemption) yang dinamakan perayaan the day of atonement (Hari Penebusan), sebab mereka satu agama, satu bangsa dan satu Tuhan dan satu kerajaan teokrasi! Pada asalnya rencana Tuhan untuk umat Israel ialah kerajaan imamat yang kudus atau the kingdom of priests and the holy nation. Tiada keselamatan dalam Taurat kerana di dalam Taurat lah Israel tersandung, terpelicuk, dan terperangkap dalam kutuk Taurat.  Ditambah lagi dengan pengaruh kerajaan gelap, iaitu melalui  tipu muslihat iblis dan apara setan yang pandai manupulasi kelemahan-kelemahan daging manusia! Kerana daging itu lemah! Siapakah yang dapat melepaskan kita dari kesalahan-kesalahan dosa-dosa kita yang kita buat setiap hari, supaya kita dilepaskan dari kutuk Tuhan. Siapakah yang akan menyembuhkan bilur-bilur roh kita sehingga roh kita menjadi sihat walafiat, lalu menuju perjalanannya ke Sorga.

Dan dari Yesus Kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahnya  (TB Wahyu 1:5)

 

6 inilah dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh [Roh Kudus/Roh Tuhan] adalah kebenaran. 7 sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. 9 kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah  lebih kuat. 10 sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah  tentang anaknya. Barangsiapa percaya kepada anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah  tentang anaknya. 11 dan inilah kesaksian itu: Allah  telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anakNya. 12 barangsiapa memiliki Anak (Dasar), ia memiliki hidup [hidup kekal abadi]; barangsiapa tidak memiliki anak, ia tidak memiliki hidup (TB 1 Yohanes 5:6-12). 

 

    6 tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Tuhan Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah  ada, dan bahwa Allah  memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dia (orang yang dipanggil Tuhan). (tb Ibrani 11:6)

 

    13 ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan anaknya yang kekasih; 14 di dalam dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.15 ia adalah gambar Allah  yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam dia-lah (Kristus) telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh dia dan untuk dia. 17 ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam dia.18 ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 karena seluruh kepenuhan Allah  berkenan diam di dalam dia, 20 dan oleh dialah ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. (tb Kolose 1: 13-20)

    16 sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: “sesungguhnya, aku meletakkan sebagai dasar di Sion (merujuk kepada profetik Sion iaitu Umat Tuhan mengikut Perjanjian darah Baru) sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (tb Yesaya 28:16)

    Hukuman telah dijanjikan bagi mereka yang menolak Yeshua Kristus: "Orang yang jatuh pada batu itu, akan hancur; dan orang yang ditimpa batu itu, akan tergilas menjadi debu" (Matius 21:44).

    Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia. (TB Mrk 12:10-12)

    "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." (TB Mzm 118:22-23)

    Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada firman Allah; dan untuk itu [hukuman] mereka juga telah disediakan. (TB 1Ptr 2:8)

    Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (TB Ef 2:19-22)


Rujukan

Alkitab Terjemahan Baru. SABDA.org/ALKITAB, Yayasan Lembaga SABDA, www.sabda.org. Diakses 4 Oktober 2023