Dalam kitab Suci Kejadian 1, dicatatkan bahawa segala binatang adalah dicipta oleh Tuhan. Dan Tuhan mengatakan bahawa segala yang Ia cipta itu "Sungguh amat baik sekali." Namun, ada beberapa 'binatang' dalam Alkitab yang bukan dicipta oleh tangan Tuhan seperti binatang-binatang dalam kitab Daniel 7. Binatang dalam kitab Daniel 7 itu keluar dari "Laut." Ia bukan dicipta oleh Tuhan, kerana "Laut" merujuk kepada manusia yang "banyak bangsa." "The sea" itu adalah "many waters" yang bermaksud "banyak bangsa" yang dikumpulkan melalui pemerintahan imperialis! Maka, "binatang" atau 'empayar beraja' itu sememangnya muncul dari umat manusia di bumi dan ia memerintah 'banyak bangsa' atau menurut roh nubuat, ia berbunyi "binatang yang keluar dari Laut." Kitab Wahyu 13 pula menubuatkan pemerintah dunia yang keluar dari "Laut" dan yang satu lagi keluar dari bumi. Binatang itu bukan dicipta oleh tangan Tuhan, kerana ia keluar dari "Laut" (banyak bangsa) atau keluar dari "bumi." Tafsiran mengikut konteks nubuatan menyatakan "Laut" yang artinya banyak air dan dikumpulkan atau many waters gathered to become "the sea." Banyak bangsa-bangsa yang telah dijajah oleh imperialis, lalu menjadi kerajaan empayar. Bumi hanya satu sahaja, justeru, frasa nubuat berbunyi binatang yang keluar dari bumi adalah bermaksud ''pemerintah yang menyatukan banyak bangsa menjadi satu 'kesatuan' (union) atau dalam bahasa nubuat ia berbunyi "binatang yang keluar dari bumi." Perkataan "bumi" dalam Kitab Wahyu 13 mengikut contextual interpretation adalah merujuk kepada 'satu bangsa' atau 'bangsa-bangsa yang bersatu'.
Pada ketika murka Tuhan belum menimpa menara Babel kuno, hanya terdpat satu bangsa sahaja yang wujud di dunia, namun mereka bertutur pelbagai dialek bahasa. Mereka ada satu bahasa pertuturan sedunia sebagai mana yang kita panggil sebagai bahasa lingua franca. Satu bangsa dan satu lingua franca itu disatukan oleh satu pemerintah sedunia dan pusat pemerintahannya berada di menara Babel. Ilham pengujudan pemerintahan berpusat di Babel kuno itu adalah sememangnya inspirasi Iblis, walaupun sejarah mencatatkan bahawa ia adalah agenda umat manusia di zaman itu. Selepas penghakiman Tuhan ke atas pemerintah menara Babel, umat manusia telah pecah kepada banyak bangsa (nations) dan banyak pertuturan bahasa utama dunia.
Perkataan nubuatan "Laut" dalam Why.13 dikaitkan dengan penjajahan banyak bangsa-bangsa dan juga berkaitan dengan pengujudan empayar-empayar kuno, sedangkan "bumi" pula dikaitkan dengan pengujudan kesatuan menjadi seolah-olah 'satu' dunia seperti pada ketika agenda Babel kuno yang ujud dahulu kala! "Binatang" itu merujuk kepada 'pemerintah' (raja/maharaja) atau 'pemimpin dunia'. Pemerintah dunia berkata...dan seluruh bumi mengikuti perintahnya. Ia berkata:
Santo Yohanes menerima wahyu perihal 'pekerjaan' (mission) Kristus, dan ia berbunyi "...namaNya ialah Firman Allah" dalam Wahyu 19: 13. Perkataan "nama" diartikan sebagai 'pekerjaan' atau 'karya' (handiwork) kerana dalam Yohanes 1: 29 Nabi Yohanes Pembaptis berkata bahawa 'nama' Domba Allah itu adalah misi untuk "menghapuskan dosa-dosa dunia." Nama Domba Tuhan itu sendiri adalah pekerjaan atau karya, yaitu Firman Allah. Apabila roh mengatakan dalam Wahyu 19: 13, "...namaNya ialah: Firman Allah," maka ia juga bermaksud "...pekerjaan Roh Tuhan adalah Firman Allah." Maka, Firman menjelma Yesus Kristus adalah 'mission' tangan kanan Allah Bapa.
Penafsiran 'nama' binatang dalam Wahyu 13 adalah dipautkan atau disandarkan pada 'roh pengertian' seperti yang dijelaskan di atas. Justeru, nama "binatang yang keluar dari bumi" atau 666 bolehlah diungkapkan semula sebagai 'pekerjaan' yang dikaryakan oleh pemerintah dunia dan pekerjaan itu menguasai kehidupan semua bangsa-bangsa di dunia pada 'jam terakhir' zaman bangsa-bangsa (a) (lihat rujukan dan penjelasan dihujung artikel ini mengenai dengan 'zaman bangsa-bangsa.'). "Pekerjaan" itu diungkapkan secara tersembunyi dalam bilangan yaitu 666. Kenapa 'pekerjaan' atau 'karya' pemerintah dunia harus dinyatakan dalam nombor 666? Ulasannya akan dihuraikan kemudian. Sebagai, prakata, kita tahu nombor itu 'dihitung,' maka 'pekerjaan' itu menuntut kebijaksanaan dalam ilmu menghitung!
Malaikat: pelaksana 'nama' Tuhan yang setia dan perkasa...
Demi "nama" yang mereka (manusia pada zaman Babel kuno dalam Kejadian 11) cari serta perjuangkan, mereka bercita-cita untuk mengatasi "awan-awan": "Marilah kita mendirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit..." Jelas bahwa Tuhan berfirman, "Penuhilah muka bumi," tetapi manusia justru bertekad melawan Firman Tuhan dengan membangun agenda manusia sendiri, yaitu "membuat batu bata," mendirikan menara, dan menjadikan menara tersebut sebagai pusat untuk mencari 'nama' (pusat pekerjaan manusia sejagat). Mereka melawan Firman yang memerintahkan mereka untuk memenuhi bumi!
Mendirikan "menara" dan "kota" adalah istilah nubuat mengenai kehidupan yang terpusat (disentralisasi) oleh suatu kuasa pemerintahan sejagat yang menghambakan. Frasa nubuat "Penuhilah bumi" berarti suatu kehidupan yang merdeka. Sebaliknya, jika kehidupan itu terpusat (centralized), hal itu berarti manusia sedang membangun menara dan kota, serta mencari "nama" manusia! "Nama" manusia berakhir dalam penghambaan. "Nama" manusia mengungkapkan penentangan terhadap "nama" Tuhan; itulah pesan "menara" Babel kepada manusia yang terluka.
Perutusan itu memperlihatkan Yakub diberikan semula 'nama baru,' iaitu Israel. Kedua belas anak-anaknya menjadi 12 suku-kaum Israel yang dipanggil secara nubuat sebagai 'perempuan' isteri YHVH (Yeh. 16; Hosea 2: 19). Bangsa Israel sebagai 'perempuan' atau umat Tuhan menggenapi nubuat dalam Kejadian 3: 15-16. Lain-lain bangsa yang tidak percaya kepada nama (karya) Tuhan adalah dinubuatkan dan digelar oleh Roh Tuhan sebagai 'lalang' (Matius 13). Manakala, bangsa yang berkuasa memerintah banyak bangsa lain dipanggil dengan ungkapan yang konsisten, yaitu 'binatang.' Semua pemerintah bangsa-bangsa dinubuatkan dengan mengumpamakan mereka sebagai 'binatang-binatang'' buas, manakala 'tanduk' mewakili 'pemimpinnya' yang bersilih-ganti atau menurut garis keturunan raja-raja. Jika ia mempunyai 'mahkota' seperti dalam Why.13, maka ia bermaksud pemimpinnya adalah monarki (raja).
Sebelum menerima anugerah 'berkat' tersebut, kekuatan imannya cenderung bergantung pada 'kepintaran dan kelicikan' pemikirannya sendiri, beserta orang-orang yang sepakat dengannya, termasuk ibunya. Namun, nama 'baru' itu menubuatkan kehidupannya dan keturunannya yang akan bergantung pada 'kekuatan' serta kedaulatan 'karya' Ilahi. Nama baru tersebut mengesahkan kedudukan Yakub sebagai pewaris sah 'berkat sumpah' janji-janji Tuhan kepada kakeknya, Abraham (Kejadian 22:16–18).
Apakah pesan 'rohani' yang cuba disampaikan oleh alkisah pergumulan harafiah antara seorang laki-laki (malaikat) dan Yakub dalam Kitab Kejadian 32:22–32? Bukankah makhluk malaikat Tuhan jauh lebih kuat daripada manusia seperti Yakub? Ya, sebenarnya malaikat Tuhan jauh lebih kuat dan berkuasa dibandingkan dengan orang percaya seperti Yakub.
Yakub dikatakan "bergumul" dengan seorang "laki-laki" (Kejadian 32:24). Sudah tentu kehadiran laki-laki tak dikenal itu menimbulkan kecurigaan bagi Yakub. Bisa saja dalam pikirannya, laki-laki itu adalah orang suruhan atau upahan yang dikirim oleh Esau untuk mencelakakannya. Jika Yakub sejak awal mengenali identitas laki-laki itu sebagai malaikat Tuhan, tentu ia tidak akan bergumul dengannya. Maka, berhempas-pulaslah Yakub untuk menaklukkan "tamu" malam tersebut.
Transformasi Rohani: Fajar menyinsing
Namun, ketika fajar mulai menyingsing, Yakub mulai menyadari dan mengenali identitas laki-laki itu. Ternyata, tamu tak diundang tersebut adalah malaikat utusan Tuhan. Lalu Yakub berkata, "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku" (Kejadian 32:26).
Selagi "fajar menyingsing" belum tiba, kita tidak akan tahu bagaimana cara memohon 'berkat' Tuhan dengan benar. Sebagai manusia yang 'terluka' dan setiap hari terus menambah lukanya, kesadaran kita—yaitu lima pancaindra yang berpusat pada otak—sering kali menuduh bahwa 'Firman' itu hanya mengganggu kehidupan daging saja. Namun, ketika hal itu 'tersingkap', barulah kita tahu cara memohon 'berkat' Firman secara benar. Semua itu harus didahului dengan pengalaman di 'Peniel', tempat pangkal paha terkilir pada saat "fajar menyingsing."
Legasi pewari janji: refleksi pengalaman terkilir dan tempang
Tuhan telah berfirman bahwa Yakub adalah pewaris sah janji-janji Abraham, sebagaimana dicatat dalam Kitab Kejadian 28:13–14:
"Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenek moyangmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara, dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat b
Jelaslah bahwa Yakub merupakan pewaris sah janji-janji Tuhan kepada Abraham yang disahkan oleh firman Tuhan sendiri. Sebagai pewaris janji-janji tersebut, malaikat Tuhan pun tidak dapat menghalangi berkat Tuhan untuk dicurahkan kepadanya. Oleh sebab itu, malaikat tersebut berkata, "... engkau menang." Malaikat menunaikan tuntutan Yakub sebagai pewaris janji-janji Tuhan, tetapi Yakub harus menjadi tempang. Semua pewaris janji Tuhan tidak terkecuali dari pengalamaan 'terkilir' dan 'tempang'; hal itu dinubuatkan dalam kehidupan Yakub dan masih terus bernubuat bagi setiap orang percaya, meskipun dialami secara unik oleh setiap pribadi.
Kisah pergumulan tersebut bukanlah menceritakan kekuatan fisik Yakub yang luar biasa secara harfiah, seolah-olah melebihi kekuatan malaikat utusan Ilahi. Pergumulan Yakub dengan malaikat secara ringkas menyingkapkan rahasia Ilahi (revelation knowledge) bahwa malaikat-malaikat Tuhan pun tidak dapat menolak permohonan "si pewaris janji," jikalau Tuhan telah berfirman untuk menggenapi janji-janji-Nya.
Permintaan Yakub berbunyi, "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." Malaikat sebagai pelaksana firman sebenarnya tidak menolak permintaan Yakub, melainkan sengaja bergulat seolah-olah sebagai seorang laki-laki karena ia sedang memberikan suatu pengajaran bagi Yakub. Pengajaran yang dialami Yakub tersebut telah menjadi inspirasi bagi semua orang percaya yang sedang menelusuri perjalanan iman.
Tafsiran simbolik: Rahsia 'pangkal paha dan 'nama' Tuhan
Tuhan mengkehendaki supaya Yakub dapat menerima janji-janji Tuhan (firman) dengan 'kekuatan Ilahi.' Malaikat adalah 'pelaksana' firman dengan mendengar 'suara' firman itu. Akan tetapi 'bala tentera' Tuhan itu tidak dapat melaksana Firman jika Yakub belum mengerti bagaimana firman itu digenapi. Tuhan terlebih dahulu dengan maha-kreatif 'menulis' namaNya pada 'pangkal paha' setiap orang percaya, supaya mereka dapat mempelajari rahasia kekuatan Firman. Maka, itulah sebabnya 'pniel' harus secara simbolis 'terpelocok' ('simbolis' dalam bahasa nubuat). Terpelocok kerana Tuhan mengingini untuk 'menulis' suatu 'nama' dalam kehidupan orang percaya. 'Nama' itu akan menjadi sumber 'kuasa dan kekuatan' iman kepada semua orang yang ditakdirkan tertulis namanya dalam buku kehidupan (Wahyu 19: 16).
Wahyu menjelaskan bahawa pada 'paha' Kristus tertulis suatu 'nama', yaitu: "Raja segala raja dan tuan di atas segala tuan." (Wahyu 19: 16). Apakah maksud 'paha' Yesus ditulis dengan 'namaNya'? Kita tahu bahawa kesaksian Kristus adalah Roh nubuat! Maka, 'nama' yang tertulis pada 'paha' Kristus itu sebenarnya bernubuat; roh nubuat boleh saja bernubuat kepada dimensi di masa hadapan, masa-kini mahupun dimensi ke masa yang telah berlalu (kebelakang). 'Paha' Kristus itu merujuk kepada 'pangkal paha' nya, yaitu 'pniel' Kristus. Jika, nama yang tertulis itu dibunyikan maka ia akan berbahasa: kekuatan dan kekuasaan Yesus sebagai raja segala raja dan tuan di atas segala tuan."
Semua bangsa akhirnya 'bersatu' menjadi satu 'manusia' [bangsa-bangsa bersatu] mengikut panji-panji bangsa-bangsa yang 'kelihatan' sepakat dan bersatu. Sebelum perang dan selepas peperangan, binatang dua tanduk itu, berkata "marilah kita..." Apa? Dia kata, marilah 'menghitung' 'karya-monetari' [karya duitnya] dalam urusniaga "membeli dan menjual," dan ia berpusat di menara yang dikenali Bank Dunia!
![]() |
Sumber Imej: Advert
ID #70204. Exchange Rate Current Tukaran Wang Asing. 05 April 2016. <http://sz.my/cimb-bank-money-branch-currency-exchange-rate-current-tukaran-wang-asing/>
|
Penulis bukanlah bersifat anti-duit fiat. Namun, zaman ini hendaklah 'dibaca' berpandukan 'roh nubuat'. Dalam Kejadian 6, kita melihat frasa "makan dan
minum; kahwin dan dikahwinkan". Dalam Kejadian 11, kita melihat frasa "membuat
batu-bata". Makan dan minum itu sendiri bukanlah masalah bagi Tuhan,
kerana Tuhan tahu bahawa pusat kesedaran bagi manusia yang luka itu adalah
daging, dan mereka perlu makan serta minum. Namun, di sebalik frasa nubuat itu,
maksud Tuhan adalah menyingkapkan bahawa "manusia yang luka" itu
sesungguhnya tidak ‘makan Firman’.
Demikian juga halnya dengan membuat batu-bata. "Membuat batu-bata" adalah pekerjaan asas yang direncanakan oleh manusia dalam mewujudkan ‘kerajaan’ di bumi. Mendirikan kerajaan-kerajaan di bumi adalah agenda manusia, akan tetapi kehendak Tuhan kepada keturunan Nuh adalah supaya mereka mewarisi ibadah roh, iaitu "membuat mezbah dari batu semula jadi", kerana itulah yang menyelamatkan Nuh. Perdamaian dengan Roh Pencipta dicapai melalui ibadah ‘mezbah’, iaitu Jalan Penebusan. Namun, di menara Babel kuno, mereka hanya "membuat batu-bata dan tar sebagai mortar" mengikut karya mereka sendiri, dan tiada seorang pun yang membuat ‘mezbah’ batu semula jadi atau tiada seorangpun mengikuti ‘jalan’ Tuhan kecuali Nuh.
Memang Tuhan Maha-bijaksana dalam menyampaikan nubuatan, kerana tatkala kehendak Tuhan adalah "mezbah batu semula jadi", kehendak manusia daging dinubuatkan sebagai "membuat batu-bata dan tar sebagai mortar". Di akhir zaman, pada jam-jam pengakhiran "zaman Raja Damai"—iaitu sejak termeterainya Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1944 sehingga selesainya kategori murka Tuhan, iaitu "sangkakala" (trumpets) dan "cawan" (bowls) di sepanjang jangka masa berbunyi "satu masa, dua masa, dan setengah masa"—manusia sejagat akan sibuk dalam ketiga-tiga frasa nubuat tersebut. Namun, akan ada satu lagi frasa nubuat keempat yang dominan yang muncul, yang menganyam semua aktiviti harian manusia moden seperti yang dilihat oleh Santo Yohanes, iaitu "membeli atau menjual" di seluruh dunia dan di semua negara.
"Membeli atau menjual" itu adalah kehidupan harian manusia akhir zaman. Namun, apabila semua telah diperhambakan oleh sistem monetari (karya pemerintah) dan karya (‘nama’) itu "sampai ke langit", maka janganlah hairan jika Tuhan akan berfirman, "Marilah kita turun...". Kehendak Tuhan adalah supaya manusia menjadi ranting kepada Pokok melalui karya Kristus: The Word of God.
Tuhan menghendaki agar manusia melihat dan percaya bahawa "Paskah Tuhanlah" yang telah menebus kita dengan "harga yang dibayar penuh" supaya tidak terjual terus dalam penghambaan dosa. Namun, pada akhir zaman (zaman Raja Damai dan ke arah penutupan ‘pintu’ perdamaian), semua orang tidak akan peduli dengan buying (pembelian dengan curahan darah) yang di buat oleh Domba Tuhan di atas kayu salib. Manusia akan sibuk, khusyuk, dan mabuk dengan 'nama' mereka sendiri yang menghanyut sedunia. Karya atau ‘nama’ binatang akan mengakibatkan semua orang sibuk ‘menghitung’ wang dalam urusan harian buying and selling. Orang akan berkata bahawa nafas kehidupan bukanlah daripada ‘nama’ Tuhan.
‘Nama’ (‘666’) yang dikaryakan oleh binatang yang keluar dari bumi—iaitu penguasa ekonomi dan penguasa ‘Peace and Security’ di antara bangsa-bangsa yang ada di dunia—akan menghanyutkan semua orang. Karya Roh Tuhan jelas berbeza sekali kerana Ia disingkapkan sebagai "...nama-Nya: Firman Allah" (Wahyu 19:13). Tiada orang yang berkata bahawa kehidupan adalah "Firman Tuhan yang menjadi manusia", kecuali mereka yang namanya tertulis di dalam Kitab Kehidupan. ‘Nama’ ialah handiwork (karya). Apakah ‘nama’ binatang yang keluar dari bumi itu telah sampai ke langit? Semua bangsa dan semua negara telah lama ‘menghitung’ nama itu, kerana nama itu ialah karya manusia --wang.
Wang keluar-masuk adalah hitungan yang paling ringkas; namun, 'nama' manusia—iaitu sistem monetari—melibatkan ilmu menghitung yang lebih kompleks, iaitu hitungan naik turunnya nilai mata wang sesebuah bangsa atau negara berbanding dengan nilai mata wang utama dunia (mata wang pihak "binatang bertanduk dua"). Hitungan ‘nama’ amat rumit bagi falsafah sains ekonomi supply and demand (penawaran dan permintaan). Manusia di bumi akan menista nama Tuhan seperti nama Domba Tuhan, kerana nama itu tidak berguna dalam buying or selling, manakala menghitung nama binatang itu jauh lebih penting dan berguna untuk kehidupan seharian di bumi. Tiada orang daripada golongan ‘lalang’ yang berkata bahawa ‘nama’ Tuhan adalah sumber kehidupan. Mereka akan mengolok-olokkan Paskah Tuhan Yeshua dan Firman Tuhan seperti yang berlaku pada zaman Nuh. Tidak kurang juga yang kecewa dengan Domba Paskah kerana ia tidak dapat menyelesaikan hutang piutang mereka kepada mammon!
Dahulunya, pada zaman purbakala di menara Babel, kita cuma melihat pekerjaan ("nama") yang dinubuatkan sebagai "membuat batu-bata". Namun, sudah tentu bilangan batu-bata itu dikira kerana ia melibatkan perjanjian dan kos buruh, yang mengheret kepada penderitaan penghambaan. Pada zaman "jam terakhir" kini, urus niaga dalam ‘membeli dan menjual’ memang menuntut kemahiran ‘menghitung’. Menghitung adalah pekerjaan yang melibatkan pertukaran mata wang dan juga ilmu hitung dalam merumuskan falsafah sains ekonomi perihal ‘bekalan dan permintaan’. Pekerjaan ‘menghitung’ lebih menjurus kepada ilmu sains perekonomian moden. Karya urus niaga dalam ‘membeli dan menjual’ sudah lama wujud secara global sebelum terdirinya sistem satu Bank Dunia dan sistem bank pusat di setiap negara, atau ringkasnya "karya binatang yang keluar dari bumi". Malah, ia sudah diperkirakan secara global sewaktu zaman penjajahan raja-raja Eropah di seluruh dunia.
Namun, apa yang diungkapkan oleh 666 ialah karya/"nama" manusia sejagat, iaitu duit fiat dalam transaksi perdagangan sedunia, atau frasa nubuatan urus niaga dalam "membeli dan menjual" pada era selepas Bank Dunia wujud. Transaksi membeli dan menjual secara kuno adalah sistem barter trade (tukar barang), dan ia telah berevolusi sehinggalah kepada medium 'duit fiat'. Sejak 'medium duit' itu dikuasai oleh 'nama' atau 'karya-duit' binatang yang keluar dari bumi, maka urus niaga "membeli dan menjual" telah menjadi aktiviti global yang sangat menganiaya dan menghambakan umat manusia.
Justeru, "nama" binatang itu merujuk kepada "semua pekerjaan yang bersangkut paut dengan dolar', iaitu 'dolar' milik binatang itu dalam usahanya untuk menguasai kehidupan manusia moden yang hari demi hari khusyuk dengan urus niaga "membeli dan menjual" di seluruh dunia. Ringkasnya, "nama" binatang itu seperti yang dipelopori oleh the hegemony of US dollar (hegemoni dolar AS). Menara Bank Dunia adalah titik permulaan bayangan kepada "karya-monetari" binatang itu dalam menguasai ekonomi dunia. Urus niaga "membeli dan menjual" ada di mana-mana kerana transaksinya telah diikat (ditandai di dahi) melalui perjanjian-perjanjian global yang melibatkan semua bangsa di dunia.
Namun, kita jarang berfikir dan "melihat" identitas "nama" binatang yang menguasai seluruh mekanisme urus niaga "membeli dan menjual" itu. Semua "bangsa" di dunia telah dililit oleh "karya-duit" atau handiwork (buatan tangan) penguasaan duit 666 dalam transaksi perekonomian dunia. Hakikatnya, "karya-duit" atau "nama" binatang untuk urus niaga "membeli dan menjual" telah "menandai tangan" semua bangsa di dunia ini, iaitu untuk turut serta ‘menghitung’. Pekerjaan menghitung menjadi amat rumit kerana pengiraan yang dikuasai oleh ‘nama’ atau ‘karya-duit’ binatang telah memasuki sistem mekanisme fiat terapung sejak tahun 1971, dan ia bersaing secara global seperti kuda-kuda yang berperang di medan peperangan—entah ia ‘kuat’, ‘naik’, ataupun ‘jatuh’ dalam setiap urus niaga ‘membeli dan menjual’.
Kalau pada zaman satu bangsa di Babel kuno dahulu, ajakan pemerintah dunia berbunyi, "Marilah kita...", telah disahut dengan aktiviti atau urus niaga "membuat batu-bata", mendirikan menara, dan juga mencari ‘nama’. ‘Nama itu pastinya dikuasai oleh golongan tertentu yang berjaya berkarya dengan dahsyat sekali sehingga mereka dapat memonopoli dan berkuasa ke atas kelompok manusia tertentu, penduduk satu bangsa, atau suatu zon ekonomi, bahkan berkuasa di seluruh dunia. Pada zaman sekarang, seluruh dunia telah menyahut ajakan perjanjian-perjanjian duit yang dikaryakan oleh "binatang yang keluar dari bumi" kerana ‘nama’ itu adalah kehidupan manusia yang menuntut kebijaksanaan ‘mengira’.
Binatang-binatang dalam Wahyu 13 menguasai dan mengatasi semua nama binatang yang ada di muka bumi kerana mereka ditopang oleh ular tua. Nubuat di kitab Wahyu tentang "binatang yang keluar dari bumi": "Ia bercakap seperti naga! “Pada zaman sekarang, salah satu pertubuhan rahasia (secret societies atau kongsi gelap) yang digelar Freemason ("pembuat batu-bata") seolah-olah telah muncul kembali. Mereka pernah wujud pada zaman kuno seperti yang tercatat dalam Kejadian 11:3. Menurut teori konspirasi yang dicatatkan oleh Bessel, 9 pemimpin (16%) daripada jumlah 56 penandatangan dalam deklarasi kemerdekaan Amerika diyakini sebagai para pengikut Freemasonry (pembuat batu-bata). Ungkapan "marilah kita membuat batu-bata..." dalam Kitab Kejadian 11:3 adalah nubuatan yang menyingkapkan asal usul ‘roh’ pertubuhan Freemasonry.
![]() |
Menurut teori konspirasi, 'duit ' Amerika adalah inspirasi 'nama' atau handiworks "pembuat batu-bata" yang mendirikan 'piramid,' sepertimana yang tercatat dalam 'nubuatan' Kejadian 11: 3. 'Nama' binatang yang keluar dari bumi dalam Wahyu 13: 17-18 adalah 'karya-duitnya' yang memerintah dunia dalam hampir kesemua urusniaga global sejak tahun 1944, yaitu "membeli atau menjual." Puncak piramid itu seperti dipancung lalu terapung dan bermata-satu. Dia bercita-cita berada di puncak itu kerana ia mau menjadi 'pohon kehidupan' kepada bangsa-bangsa di dunia. Ia terapung kerana ia menggenapi frasa nubuat "...sampai ke langit." Sehingga kini, monetary Amerika masih berupaya sebagai puncak piramid yang terapung itu. Kuasa tanduk 'monetary' "binatang yang keluar dari bumi" itu adalah seperti yang di ungkapkan oleh frasa nubuat dalam Kejadian 11: 4: "...sampai ke langit." Tuhan tidak akan turun selagi 'puncak terapung' yang bermata-satu itu belum sampai ke langit. Bila ia "...sampai ke langit," maka pembaca zaman akan percaya bahawa Tuhan pasti berfirman "marilah kita turun." Maka, tahulah kita bahawa 'masa' depan itu tertulis dalam 'roh nubuat' dan disampaikan dalam allegori rohaniah.
|
![]() |
'Satu mata' di atas piramid itu berarti 'anti-Firman' ataupun pemerintah elit dunia yang 'menjadi hakim/tuhan' kepada dunia (gods of this world) ~lihat Mazmur 82). 'Mata' bermaksud 'hakim.' Ia terapung kerana ia bukanlah yang 'diatur,' tetapi yang 'mengatur' semua bangsa di dunia. Ia adalah elit atau cabal kepada bangsa-bangsa di dunia ini. Kristus jelas diungkapkan mempunyai "tujuh mata" dalam Wahyu 5: 6 kerana Ia adalah Hakim yang Maha-adil (keadilan yang penuh). Barangsiapa yang dinubuatkan mempunyai 'mata,' selain dari tujuh mata, maka ia merujuk kepada usaha manusia yang ingin menjadi 'hakim' atau 'tuhan' di dunia ini. "One of many'" (one of the gods of this world ~Psalm 82) menurut penulis adalah ungkapan yang bermaksud "binatang yang keluar dari bumi." 50 buah negeri menjadi 'satu' atau 'one of many.' Dalam bahasa nubuat ia dinubuatkan "Binatang yang keluar dari bumi," ia adalah salah satu daripada keturunan ular tua (pemerintah bangsa-bangsa) yang menggenapi nubuatan Kejadian 3: 15 dan Wahyu 13: 11-18. Walaubagaimanapun, penduduknya sememangnya terdiri dari 'gandum' yang hebat dan juga 'lalang' yang juga dahsyat melanggar Firman. Pemerintahnya (government) atau kerajaannyalah yang superpower itu yang dinubuatkan sebagai "binatang yang mempunyai dua tanduk." Penulis tiada niat untuk menyemai benih anti-Amerika, namun Firman menyingkapkan dengan amat jelas bahawa apabila suatu 'nama' dan 'menaranya' "...sampai ke langit," sudah tentu Tuhan akan berkata "marilah kita turun..."
Sumber imej:-
M, John. 10 Secrets facts about the Dollar Bill. 31 January 2016. <http://www.dailygossiponline.com/amazing-stuff/10-secret-facts-about-the-dollar-bill/8/>
|
Selepas Perang Dunia II, para
pemimpin pihak bersekutu yang menang—iaitu Amerika Serikat (United States of
America), United Kingdom, dan Kanada—yang kemudiannya disusuli oleh
Perancis, Denmark, dan Jepang, sepakat berkata, "Marilah kita mencari
'nama'." "Nama" atau "karya" duit mereka
yang disebut di ataslah yang menguasai urus niaga "membeli dan
menjual" di dunia moden ini. Manusia sejagat yang menjadi ‘satu’ dalam
Perserikatan Bangsa-Bangsa bermula dengan ikatan perjanjian-perjanjian.
Perjanjian "karya-duit" itu termasuklah Perjanjian Bretton Woods,
Perjanjian Smithsonian, dan Perjanjian Jamaika. Semua ikatan perjanjian
"karya-duit" diterajui dan dimonopoli oleh karya duit fiat
Amerika dalam segala urus niaga antarabangsa "membeli atau menjual";
karya duit itu menuntut kebijaksanaan dalam ilmu menghitung. Ia bukan sahaja
dihitung oleh Amerika, tetapi turut dihitung oleh semua negara di dunia supaya
mereka mempunyai kebijaksanaan dalam "membeli atau menjual".
Berdasarkan 'nama' atau karya duit fiat pemerintah bertanduk dua itu, semua perjanjian tersebut telah mengikat semua negara dan semua bangsa. Maka, manusia sejagat telah benar-benar menjadi "satu manusia" seperti di Babel kuno. Kehidupan umat manusia tertumpu kepada "menara" dan bersatu dalam satu "nama" atau "karya duit" pengira: buying and selling (membeli dan menjual).Bukankah semua tukaran mata wang dengan wang rizab utama dunia itu diberi "nama" Buying and Selling? "Nama" atau "pekerjaan" binatang merujuk kepada "karya duit fiat dolar Amerika", dan "nama" (nama binatang) itu menguasai kehidupan semua manusia di seluruh dunia. "Nama binatang" itu menuntut kebijaksanaan dalam ilmu menghitung sains perekonomian. Itulah "karya" binatang yang keluar dari bumi bersama-sama dengan sekutunya dalam Wahyu 13.
Paparan "membeli atau menjual" jelas dapat dilihat di semua bank moden di seluruh dunia. Urus niaga pertukaran mata wang (karya duit) itu telah menjadi agenda utama manusia sejagat sejak Bretton Woods lagi! Apabila 'duit binatang' diikat oleh perjanjian sedunia, maka 'nama' binatang yang menandai dahi semua bangsa akan menguasai "tanda di tangan", iaitu aktiviti "membeli dan menjual". Ia semakin "mencapai langit" kerana ia (duit fiat binatang) telah menjadi nadi kepada semua kehidupan manusia pada zaman moden. Manusia zaman sekarang semakin hanyut dalam aliran air kehidupan yang tertumpu kepada "mencapai langit" berdasarkan pengaruh karya duit fiat binatang. "Membeli atau menjual" telah menjadi agenda utama manusia, dan ia memisahkan manusia—termasuk orang-orang percaya—daripada sumber kehidupan sebenar, iaitu nama Domba Tuhan! Manusia diseru untuk menjadi ranting kepada Yesus, namun penghambaan mamon telah menjerumuskan seluruh umat manusia kepada bayangan 666.
Manusia sudah mabuk dan hanyut dalam usaha mencari 'nama' manusia itu sendiri. Pemimpinnya ialah 666 atau ‘karya dolar’ ("binatang yang keluar dari bumi"). Ia mempunyai tanduk politik dan tanduk "kuasa membeli dan menjual". "Nama" binatang itu benar-benar mengikat dan mempengaruhi semua aktiviti kehidupan politik, ekonomi, dan sosial bagi semua bangsa di dunia. Menara Babel kuno itu telah muncul kembali: yang telah ada, namun sudah tidak ada, namun ia telah muncul kembali.
Mengapa pula "nama" manusia itu juga disebut bilangan "nama" binatang yang keluar dari bumi, dan ia disingkapkan pula dalam nombor atau bilangan 666? Apakah sebenarnya maksud "pekerjaan/karya" yang dinubuatkan sebagai 666? Ringkasnya, 666 bermaksud emas, dan emas itu adalah wang (monetary)! Wang itu adalah "nama", iaitu "karya hegemoni duit" binatang yang keluar dari bumi dalam semua transaksi "membeli atau menjual" di seluruh dunia.
Ringkasnya, ia adalah karya duit (the
handiworks of money) pemerintah dunia supaya mereka menjadi
"tuhan-tuhan" bagi dunia: Anti-Kristus. Pada awal kemunculan
"karya/nama" itu, semua transaksi buying and selling yang
melibatkan mata wang negara-negara (bangsa-bangsa) di seluruh dunia dipaksikan
pada mata wang dolar Amerika, yang ditetapkan pada nilai intrinsik 1 oz emas
bersamaan dengan USD35.
Maka, Roh Tuhan menyingkapkannya
sebagai 666. Mengapa ia tidak merujuk kepada karya-karya ‘duit’ komoditi emas
milik pemerintah-pemerintah dunia pada zaman sebelum era kemunculan Bank Dunia?
Kerana tiada ‘Menara Babel’ yang didirikan ketika raja-raja Eropah menjajah
dunia. Meskipun Bank of England dikatakan hampir menyerupai ‘Menara
Babel’ ketika era kegemilangan penjajahan British, ia tidak mengikat
("menandai dahi dan tangan") semua bangsa dan semua negara. Lagipun,
Empayar British tidak memenuhi syarat sebagai "kelihatan seperti
domba", biarpun ia memenuhi syarat "bercakap seperti naga".
Hanya selepas Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1944 dan selepas
Menara Bank Dunia didirikan pada tahun 1954, kita boleh katakan bahawa
"Menara Babel" sudah benar-benar mula muncul kembali!
Bilangan 666 dalam Wahyu 13:17-18 hanya mempunyai satu rujukan ayat sahaja yang berkaitan dengan duit, iaitu "emas yang dibawakan kepada Salomo" (1 Raj. 10:14; 2 Taw. 9:13). Bukankah 666 itu adalah jumlah tetap emas yang diterima oleh Raja Salomo setiap tahun? Pada mulanya, dolar Amerika (‘karya’ binatang bertanduk dua) bersandarkan emas. Kemudian, pada tahun 1971, ia bertukar menjadi karya duit fiat berikutan kegagalan sistem tukaran tetap (fixed exchange system). Sistem pertukaran mata wang kadar tetap itu hanya dapat bertahan selama 27 tahun sahaja! Transaksi "karya duit" "binatang yang keluar dari bumi" itu telah memasuki era "jam terakhir".
Urus niaga "membeli atau menjual" itu menuntut
"kebijaksanaan mengira" menurut ilmu sains perekonomian berdasarkan
duit fiat/monetari Amerika sebagai mata wang utama dunia. "Nama"
bererti "karya" atau "pekerjaan". Menurut roh nubuat, ini
bermaksud kita tidak seharusnya secara matematika menghitung ‘nama’ binatang
itu secara harfiah dengan ilmu gematria atau numerologi, kerana ilmu gematria
jelas melanggar hukum Taurat. Kita tahu Kristus datang untuk menggenapi Taurat
(Lukas 24:44). Justeru, penafsiran nama binatang pasti salah jika ia dihitung
dengan ilmu numerologi, kerana hal itu melanggar dasar suci pekerjaan Kristus.
Menafsirkan Firman adalah pekerjaan Roh Kristus. Jika penafsiran itu melanggar
salah satu dasar—iaitu Taurat seperti yang dijelaskan oleh Kristus dalam Lukas
24:44—maka tafsirannya dikhuatiri akan terpesong.
'Nama', jika ditafsirkan menurut roh nubuat, bererti 'karya'. Maka, 'nama' binatang bererti 'pekerjaan' (handiwork) pemerintah dunia yang mengatur dunia, baik dalam arena politik global mahupun dalam bidang ekonomi. Pemerintah itu turut mempunyai "karya/pekerjaan" dalam agenda politik dunia melalui kuasa vetonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, iaitu peace and security (perdamaian dan keamanan). Menaranya ialah bangunan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (Pasal 1, Bab I dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa). Pengetahuan wahyu (revelation knowledge) Santo Paulus dalam 1 Tesalonika 5:3, "Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman", bermaksud apabila penduduk dunia memperjuangkan piagam bangsa-bangsa bersatu peace and security.
Dalam bidang ekonomi pula, binatang yang keluar dari bumi itu 'berkarya' atau "mencari nama" supaya ia menjadi tuhan wang. Maksudnya, "wangnya" mengawal semua urus niaga "membeli dan menjual" mengikut syarat-syarat yang telah ditentukan dalam perjanjian-perjanjian ("tanda di dahi dan tanda di tangan"). 'Nama manusia' ertinya karya 'tuhan palsu' di bumi yang berusaha menghambakan dunia dengan kuasa wang sebagai sungai kehidupan: ia menindih dan menggantikan tanda di dahi dan tanda di tangan yang diberikan Tuhan di dalam nama Kristus, iaitu Paskah Tuhan.
Anak Manusia atau Kristus adalah Tuhan yang benar. Tuhan palsu (Anti-Kristus) dinubuatkan mempunyai "nama" manusia dalam Wahyu 13:11-18, dan hal itu merujuk kepada karya "binatang yang keluar dari bumi itu". Ia adalah pemimpin dunia dalam urus niaga "membeli atau menjual". Pemerintahan Amerika adalah pihak yang menghampiri deskripsi nubuatan perihal "binatang yang keluar dari bumi": ia memiliki tanduk politik dan tanduk wang! Tanduk merujuk kepada "kuasa". Bukankah di Menara Babel kuno, manusia ingin menjadi "tuhan-tuhan"? Mereka hanyut dalam tipu muslihat karya mereka sendiri atau "nama" yang mereka cari.
Oleh karena manusia yang luka tidak cenderung mencari ‘nama’ Tuhan, manusia senantiasa mencari kesepakatan dalam mencari ‘karya’ di dunia ini untuk hidup! Nama ("karya/pekerjaan") Tuhan dalam Wahyu 19:13 adalah Firman Allah. Dan mereka berusaha untuk menjadi hamba dalam kehidupan yang dikaryakan oleh pemerintah-pemerintah! Manusia yang berusaha menentukan nasibnya sendiri adalah hak manusia, namun Tuhan berfirman bahawa Dialah yang empunya "langit, bumi, dan segala isinya". Dan itu adalah masalah besar bagi umat manusia yang terpisah dari Roh Tuhan.Desain roh manusia sejatinya adalah memakan manna dari surga dan dinubuatkan di Eden sebagai "memakan buah pohon kehidupan". Era selepas Perang Dunia II memperlihatkan Amerika memimpin semua bangsa di dunia sehingga "mereka mengatakan" "peace and security" (perdamaian dan keamanan), dan juga, "Marilah kita buying and selling (membeli dan menjual)". Kerajaan Amerika sejak tahun 1945 telah berusaha untuk menjadi "hakim" atau "tuhan" bagi semua bangsa di dunia dengan ajakannya yang berbunyi "peace and security", atau seperti yang dinubuatkan, "ia kelihatan seperti domba".
Frasa nama "Domba Tuhan" itu hanyalah merujuk kepada Tuhan Yesus Kristus yang menganugerahkan "damai sejahtera" ilahi kepada "manusia yang luka". Maka, binatang yang kelihatan "seperti domba" itu membawa maksud usaha pemerintah dunia untuk menjadikan dirinya sebagai tuhan dunia dalam menganugerahkan "peace and security" di bumi.Raja Daud menyanyikan lirik-lirik lagu dalam Mazmur 82, dan ia mengungkapkan perihal ketidakadilan pemerintah-pemerintah dunia yang juga disebut gods of this world (allah-allah zaman ini). Sesungguhnya, ia (binatang itu) adalah salah satu dari kalangan elit atau cabal dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan ia memimpin semua bangsa di dunia dalam peace and security. Binatang itu tidak melaksanakan Firman Tuhan, kerana Wahyu menyingkapkan bahawa kerajaan adidaya (superpower) itu sebenarnya melaksanakan kehendak Ular Tua, kerana ia (binatang yang keluar dari bumi) "bercakap seperti naga!". Karyanya yang terkemuka ialah "karya duit fiat" atau yang secara tersembunyi dinubuatkan sebagai 666—"karya wang": nama binatang.Maka, "pekerjaan" atau "nama" binatang itu perlu dihitung "siang dan malam" tak henti-henti. Siapa yang bijaksana dalam mengira mungkin akan mendapat untung, dan yang tidak pandai dalam ilmu mengira boleh jadi akan "rugi". Dan binatang-binatang itu pula? Mereka menjadi gods of this world. Pada masa kini, kebanyakan pemerintah elit dunia yang dinubuatkan sebagai kesepuluh tanduk Romawi kuno adalah sekutu Amerika dari negara-negara Eropah (Wahyu 13:1-10).
Urus niaga perdagangan yang melibatkan duit fiat sebagai medium perniagaan buying or selling selepas tahun 1971 menuntut ilmu sains ekonomi. Manusia mengira menurut "firman" yang diajarkan oleh bapa-bapa ekonomi moden daripada binatang yang keluar, dan juga bapa-bapa ekonomi daripada binatang yang keluar dari laut—terutamanya sekutu rapatnya, iaitu "kepala binatang yang luka parah kerana pedang". Sebab itulah nubuatan mengatakan, "Siapa yang bijaksana, biarlah ia menghitung 'nama'", atau mengira "karya fiat" Amerika dalam urus niaga "membeli dan menjual". "Karya duitnya" amatlah dahsyat kerana ia melilit dunia dan menuntut kepakaran dalam bidang torah-duitnya serta selok-belok mekanismenya. Sehingga kini, "karya duitnya" telah melalui evolusi tiga perjanjian ("tanda di dahi").Secara amnya, semua orang terpaksa belajar torah-duitnya, meskipun ia bukan bidang kehidupan yang dipilih oleh setiap orang. Semua orang harus belajar dan mematuhi semua peraturan monetari ("karya duit") seolah-olah sebagai ibadah, iaitu menyerupai "tanda di dahi dan tanda di tangan".
Urus niaga jual beli di bursa saham di seluruh dunia adalah urusan kepandaian dalam menghitung "nama". Tiada satu pun negara yang terkecuali daripada aktiviti menghitung "karya duit" binatang itu kerana ia mempengaruhi maju mundurnya ekonomi sesebuah negara. "Pekerjaan" atau "nama" yang dicipta oleh binatang yang keluar dari bumi itu, atau "nama yang dicari" itu, melibatkan secara langsung urus niaga duit fiat dalam transaksi perdagangan "membeli atau menjual". Duit fiat muncul selepas gagalnya sistem tukaran mata wang yang dipaksikan pada dolar AS, yang bernilai USD35 bagi 1 oz emas. Sistem pertukaran tetap itu hanya mampu bertahan selama 27 tahun. Pokoknya, binatang itulah yang mengajak dunia berurusan dengan "karya duitnya" atau "namanya", 666, sebagai medium utama perniagaan sedunia. Jika frasa nubuatan kuno dalam Kejadian 11 diadaptasikan pada zaman moden kini, maka ia akan kedengaran seperti, "Marilah kita membeli dan menjual dalam karya duit fiat [nama] aku," kata binatang yang keluar dari bumi itu. Dan seluruh dunia tidak menolak ajakan tersebut kerana mereka telah menerima tanda di dahi dan tanda di tangan melalui perjanjian-perjanjian yang telah diusulkan dan dipersetujui secara sejagat.
Terpulanglah kepada setiap individu yang 'merdeka' sama
ada merelakan 'tanda' itu meresap ke dalam roh mereka sehingga
"tanda Paskah Kristus" menjadi tidak berguna, ataupun sebaliknya! Apa
yang bertentangan dengan Taurat bukanlah penggenapan Taurat (Lukas 24:44).
Maka, penafsiran nama binatang, 666, tidaklah benar jika ia melanggar Taurat,
melanggar nubuatan nabi-nabi, dan juga melanggar Mazmur. Nama binatang dalam
Wahyu 13:11-18 menyingkapkan perihal 'karya' umat manusia sejagat di
bumi. 'Karya' itu menjelaskan bahawa penduduk dunia sejagat telah
diikat oleh perjanjian-perjanjian yang diusulkan oleh pemerintah yang keluar
dari bumi itu. Amerika, Britain, dan Kanada berkata, "Marilah kita...
buying and selling di seluruh dunia." Seluruh dunia bilang, "Ya,
boleh saja!" Dan "karya" yang berpusat pada "menara"
itu telah dikuatkuasakan—entah secara jujur ataupun dengan penuh
berbelit-belit—oleh pemerintah dunia itu! Dan ia diperakui oleh semua kerajaan
di bumi! Saya bukanlah anti pemodenan, dan saya juga tidak anti kepada
perwujudan karya monetari ('nama') dengan sistem ekonomi yang ada di
dunia ini! Namun, demikianlah saya membaca zaman. Apakah karya pemerintah dunia
itu sehingga semua darjat di bumi telah dijajah oleh tanda nama tersebut? Karya
pemerintah dunia yang keluar dari bumi itu ialah 666. Duit yang kita cari
sekarang ini adalah karya atau nama yang diusulkan oleh Amerika di Bretton
Woods. Angka 666 itu adalah karya Amerika, sekutunya, dan semua bangsa.
Seluruh dunia setuju dan mengikat diri mereka dengan perjanjian itu. Perjanjian
("tanda di dahi") itu telah dikemas kini sebanyak dua kali, sehingga
kini duit telah menjadi duit fiat. Kita melihat salah satu clues dalam membaca zaman!
Dalam
seluruh Alkitab, hanya ada dua ayat rujukan bagi angka 666 yang mempunyai
maksud berkaitan, iaitu jumlah emas yang "dibawa kepada Salomo dalam satu
tahun" (2 Tawarikh 9:13) dan juga nama binatang yang dinubuatkan dalam
Wahyu 13:11-18. "Nama" adalah "karya" kerana demikianlah
perkataan itu diungkapkan oleh Roh Tuhan. Namun, oleh kerana nama itu milik
binatang, maka karya itu adalah karya pemerintah tersebut. Apakah aktiviti
utama nama atau "karya" binatang yang keluar dari bumi itu (Wahyu
13:1-18)?Jawapannya ialah aktiviti utama "karya duit" ialah
"membeli atau menjual". Pekerjaan "membeli dan menjual"
memerlukan kepandaian untuk mengira. Dalam kata lain, Wahyu menjelaskan bahawa
pada akhir zaman—iaitu sebelum dan selepas kedatangan Kristus—pekerjaan utama
di dunia bagi semua manusia adalah "membeli dan menjual". Apakah
"nama" itu dan menaranya sudah sampai ke langit? Perdagangan sedunia
menuntut ilmu sains ekonomi moden dengan karya duit binatang itu sebagai medium
utama transaksi perdagangan sedunia. Dan ia berpusat pada suatu menara
"dunia" yang dinubuatkan pada zaman Babel kuno.Kalau pada zaman
dahulu penghambaan itu secara ringkas dijelaskan sebagai "membuat
batu-bata", mesejnya tetap sama, iaitu "penghambaan".
Pada
zaman sekarang, penghambaan 'karya' [nama] manusia itu telah
dinubuatkan dalam Wahyu 13 sebagai "membeli atau menjual". Apakah
aktiviti utama 'karya' Amerika dan sejagat itu telah mengatasi langit? Ya! Semua
orang mencari duit, dan tiadapun yang lapar akan nama Tuhan (Firman Allah). Ia
telah pun mengatasi langit sejak menara kuno Babel. Ia muncul lagi dalam era the United Nations, malah ia telah muncul sejak permulaan perjanjian pertama mamon pada tahun
1944. Sejak zaman purbakala lagi, Tuhan telah menyatakan perkara yang akan
datang kemudian (Yesaya 46:10). Dinubuatkan bahawa 'ia' ('karya
duit') menghambakan semua orang, baik besar maupun kecil, baik miskin
maupun kaya, baik hamba maupun merdeka, untuk menerima "tanda" itu! Mamon yang ada sekarang adalah hutang yang tak akan pernah terbayar! Justeru, ia sangat menganiaya dan menghambakan kehidupan kita di bumi !
| "...binatang yang keluar dari bumi" itu telah menyebabkan semua orang di Dunia diberikan 'tanda di dahi' (mengikat atau masuk Perjanjian sepertimana mereka yang telah mengikat diri mereka dengan Perjanjian Paskah Tuhan) atau menerima tanda di tangan' (yaitu, menuruti peraturan dan undang-undang seolah-olah seperti 'ibadah')... |
Memang, semua orang telah tertakluk kepada 'karya-duit' termasuk orang 'merdeka' ( "orang yang percaya Paskah Tuhan Kristus"). Terpulanglah kepada setiap individu samada tetap berpaut kepada "tanda di dahi dan tanda di tangan'" sebenar yang diberikan oleh Paskah Yeshua ataupun mungkin roh mereka akan ditandai semula oleh 'tanda di dahi dan tanda di tangan' karya binatang itu, sehingga mereka melihat bahawa Paskah Yeshua bukan lagi sumber Kehidupan kerana ia tidak memberikan keuntungan untuk kehidupan daging.
Kitab Daniel memberitahu kita bahawa maharaja Nebuchadnezzar adalah "...pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya 'sampai ke langit'..." (Daniel 4: 11). Manusia sejati adalah merujuk kepada Yesus Kristus yang dibaluti daging selama 33 Tahun. Yesus Kristus adalah satu-satunya 'manusia' sejati dalam ungkapan nubuatan sebagai Pohon Kehidupan. Nebuchadnezzar adalah 'pohon...yang tingginya sampai ke langit." "Sampai ke langit" adalah keangkuhan Nebuchadnezzar kerana ingin menjadi 'tuhan' atau anti-Firman. Maharaja Nebuchadnezzar adalah antifirman yang dinubuatkan sebagai 'singa.' Kenapa pula 'binatang yang keluar dari bumi' adalah disebut juga sebagai 'manusia' dalam Wahyu 13: 17-18? Kita tahu bahawa Kristus dan Adam sahaja yang dipanggil 'manusia.' Namun, Adam adalah 'manusia' yang luka, manakala Yesus adalah 'manusia' sejati. Bangsa Israel menggenapi nubuatan dalam Kejadian 3: 15-16 iaitu 'perempuan,' yaitu hawa yang 'luka.' Santa Maria tidaklah dirujuk sebagai 'perempuan' dalam penafsiran Wahyu 12, meskipun ia mewakili Israel ('perempuan'). Lagipun 'roh dan tubuh badan' Santa Maria bukanlah dalam kondisi 'dikutuk' Tuhan, melainkan 'penuh berkat.' Tidak mungkin 'perempuan' yang kesakitan mengandung dan 'berteriak' ketika bersalin 'laki-laki' itu merujuk kepada Santa Maria, melainkan ia merujuk kepada 'isteri' YHVH yang tidak setia, yaitu Israel (the house of Jacob). Bangsa Israellah yang berteriak kesakitan itu dalam tempoh-masa sebelum dan selepas Almasih datang. Bangsa Israel samada penganut Perjanjian Lama ataupun Israel penganut perjanjian Baru adalah 'perempuan' yang dimaksudkan dalam Kejadian 3: 15-16 dan juga dalam Wahyu 12. Bangsa-bangsa yang percaya 'Jalan' (converted gentiles) adalah dinubuatkan sebagai 'anak-anak' (Wahyu 12: 17). 'Binatang yang keluar dari bumi itu' adalah 'one of many,' yang merujuk 50 buah negeri menjadi satu, namun ia adalah keturunan ular tua kerana ia adalah "kelihatan seperti domba"(pejuang peace and security) tetapi "bercakap seperti naga" (superpower dunia). Binatang itu mempunyai 'nama' atau 'karya.' 'Karya duit-fiat' atau 'monetarinya' diungkapkan sebagai 'bangsa' pemerintah dunia atau 'manusia' yang bernama 666; Jolokan 'manusia' bernama 666 adalah suatu ungkapan profetik tentang 'menjadi tuhan dunia' melalui 'karya 666nya.' 666 adalah 'karya duit (monetari)' plus 'kuasa politik' "binatang yang keluar dari bumi" untuk menguasai semua bangsa-bangsa di dunia. 'Tuhan palsu' dunia itu dengan 'karya-duitnya' dan 'karya politiknya" yang mampu bercakap seperti naga' itu telah berjaya menguasai dunia dan menghambakan semua bangsa-bangsa di dunia sebagai hambanya.
Dan binatang itu "bercakap seperti naga." 'Naga' adalah kata nubuatan yang merujuk kepada 'si ular tua' yang telah mendustai Hawa dan Adam. Berarti, ia adalah anti-Kristus! Binatang itu juga diwahyukan sebagai 'seorang manusia' kerana ia adalah 'tuhan palsu' yang berusaha menjadi 'tuhan' kepada bangsa-bangsa di dunia ini, sebagaimana yang diungkapkan oleh nubuatan: 'pemerintah' (negara Amerika) yang "kelihatan seperti domba." Kristus itu adalah 'manusia sejati' yang tidak luka yang diutus dalam 'nama' Domba Tuhan di atas kayu salib. "Binatang yang keluar dari bumi" dinyatakan juga sebagai 'manusia' atau 'kelihatan seperti domba', tetapi oleh kerana ia bercakap seperti naga maka 'istilah 'manusia' untuk binatang membawa arti perihal agendanya untuk 'menjadi tuhan di mukabumi' melalui karya duitnya dan juga karya kekuasaan 'tanduk politiknya.' Yesus Kristus jelas sekali sempurna kuasanya kerana ia mempunyai tujuh tanduk, tujuh roh dan tujuh mata (Maha-berkuasa, Maha-hadir dan Maha-adil). Binatang itu ternyata berusaha 'seperti manusia' untuk menjadi 'tuhan yang palsu' atau ringkasnya 'antikristus,' melalui penghambaan karya duitnya atau 'mamon' yang dicipta oleh gods of this world. Kristus pula ternyata berbeza sekali kerana Ia menghambakan kita kepada suatu penghambaan yang maha-sempurna yaitu penghambaan kasih. 'Nama' atau 'karya' binatang itu adalah 666, iaitu tanduk pertamanya ('karya duit'), dan tanduknya yang ke-dua adalah kuasa politiknya sebagai 'namanya' yang "kelihatan seperti domba." Maka jelas, ia adalah salah satu 'tuhan' di dunia ini ('one of many' gods of this world) yang telah dinubuatkan muncul pada akhir zaman, dan ia menuju kepada penghakiman oleh Tuhan Kristus yang akan kembali kelak. Kristus tidaklah menghukum membabi-buta, tanpa melaksanakan penghakiman yang maha-adil. Binatang-binatang akan semuannya dihakimi terlebih dahulu dengan penuh keadilan oleh Hakim.
"Yang kelihatan seperti domba itu" dinubuatkan sebagai 'tuhan dunia' dan ia juga digelar 'binatang yang keluar dari bumi.' Ia akan menjadi penguasa di dunia ini sehinggalah selesainya cawan murka Tuhan yang ke-tujuh habis ditumpahkan. Dengan 'karya duitnya,' dari 'emas' kepada 'duit fiat,' umat manusia telah mencari 'namanya' seolah-olah ia yang memberikan kehidupan kepada dunia, malah semua bangsa dan semua negara di dunia sibuk 'menghitung' (mengerjakan) nama binatang itu (berkerja menghitung berdasarkan 'karya duitnya'). Duit-fiatnya adalah 'aliran sungai kehidupan' yang meng-airi seluruh dunia ataupun menguasai dan menghambakan semua bangsa-bangsa di dunia. Pemerintah dunia ini adalah 'manusia palsu', yaitu binatang keturunan si ular tua yang dinubuatkan sejak dari permulaan. Ia juga digelar sebagai 'anti-Firman:' Anti-kristus. Manusia sejati diungkapkan dalam frasa nubuatan sebagai 'Anak Manusia.' Yesus Kristus adalah satu-satunya 'manusia sejati' yang menjadi sumber kehidupan kepada semua bangsa dan alam ciptaan : Domba Tuhan. Manusia palsu ('pemerintah dunia') yang ingin menjadi 'tuhan' kepada bangsa-bangsa di dunia pada 'jam terakhir,' dinubuatkan sebagai 'bernama' 666. 'Binatang yang keluar dari bumi' dalam Wahyu 13: 11-18 "kelihatan seperti domba." Ia adalah salah satu daripada gods of this world yang menjanjikan 'peace and security' kehidupan di bumi ini. Kita tidak keliru dengan identitas penduduk yang tinggal di negara 'binatang yang keluar dari bumi itu kerana kita tahu seperti di negara-negara lain di dunia di mana terdapat 'gandum' dan 'lalang' (Matius 13). Israel atau 'perempuan' iaitu saki-baki penyembah menurut agama Perjanjian Lama adalah 'perempuan' pelacur yang turut menunggangi binatang yang keluar dari bumi itu, malah ia juga menunggangi binatang merah-ungu yang dinubuatkan dalam Wahyu 17. Israel Perjanjian baru yang menyembah Tuhan di dalam 'roh dan kebenaran' melalui anugerah 'Jalan' tidaklah dipanggil 'pelacur.' Merekalah (Israel Perjanjian baru) yang memperanakkan 'anak-anak' dari pelbagai bangsa (Wahyu 12: 17).
Walau-apapun rumusan, Raja Solomon menyingkapkan suatu pengetahuan Ilahi "hati (roh) raja (pemerintah negara dan pemerintah dunia) adalah seperti aliran batang air (sungai) di dalam tangan Tuhan, dialirkanNya ke mana Ia ingini" (Amsal 21: 1). Maka, Tuhan ternyata berdaulat mengatasi semua pemerintah. Kita percaya seratus peratus bahawa Tuhan maha-berdaulat di atas segala-gala kerana apa yang terjadi di kemudian hari sudahpun diberitahukanNya dari permulaan, dari purbakala perihal perkara yang belum terjadi (Yesaya 46: 10). Walaubagaimanapun, jika hati mereka (pemerintah-pemerintah dunia) bukan dalam tangan Tuhan, maka sudah tentu hati raja (roh pemerintah) itu berada di tangannya mereka sendiri, ataupun ia sedang diinspirasikan secara halus oleh roh naga. Bila ia diberikan inspirasi oleh ular tua, maka sudah tentu ia akan "...bercakap seperti naga." Justeru, semua umat Tuhan menaikkan doa-doa syafaat kepada mereka (raja/pemerintah-pemerintah dunia), agar mereka mendapat 'aliran batang air' dari tangan Tuhan ataupun paling tidakpun suatu pengertian tentang apa yang sedang berlaku.
Manusia dicipta oleh Sang Pencipta dengan anugerah 'kebebasan kehendak' untuk memilih 'makan manna dari Sorga' ataupun sibuk "membuat batu-bata." Meskipun, keturunan Adam terpisah dari Tuhan, namun anugerah 'kebebasan kehendak' tidaklah diambil oleh Tuhan. Umat manusia atau pemerintah boleh saja memilih samada dihambakan oleh naga atau ular tua ataupun dihambakan oleh Firman. Maka, semua pemerintah sebenarnya direlakan oleh Firman sebagai sebahagian daripada 'pelaksanaan' agenda keadilanNya untuk suatu tempoh masa yang telah ditetapkanNya. Pelbagai bangsa-bangsa sebenarnya telah lahir kerana hukuman Tuhan yang turun ke atas 'nama' menara Babel dalam bentuk kacau-balau bahasa oleh para malaikatNya. Tuhan tidak memunahkan umat manusia, namun para nabi telah bernubuat bahawa akan ada penghakiman terakhir bagi zaman 'bangsa-bangsa' itu. Apakah pemerintah-pemerintah dunia yang dinubuatkan dalam Wahyu 13 itu jahat seratus-peratus? Menurut fikiran manusia, mereka tidaklah mungkin jahat, dan pemerintah-pemerintah itu dilihat oleh mata kasar sekadar penguasa dan pengatur kehidupan! Tetapi bagi Tuhan, mereka adalah binatang-binatang yang menjadi perosak dan musuh kepada 'perempuan' dan 'anak-anaknya' (Why. 12; 17). Menurut paradigma sekuler, jatuh-bangunnya pemerintah-pemerintah di dunia ini hanyalah dilihat sebagai suatu proses evolusi politik, sosial, dan ekonomi. Namun, firman menjelaskan bahawa bukan dari utara, selatan, barat, timur ataupun dari padang gurun datangnya 'peninggian' (accession) sesuatu pemerintah melainkan ia datang dari atas. Ia dikatakan 'direlakan' Tuhan untuk memerintah untuk tempoh masa tertentu. Keesemua pemerintah dunia sudahpun 'dinubuatkan' sebelumpun mereka muncul di dunia. Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar yaitu lebih kurang 556 BCE [7], nabi Daniel telah diberikan nubuatan perihal pemerintah-pemerintah dunia "2 pada penglihatan malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncang laut besar, 3 dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain" (Daniel 7: 2-3). Petikan di atas menubuatkan pemerintah dunia yang memerintah ketika Daniel menerima wahyu itu, dan dalam nubuatan itu, Daniel diberikan penglihatan bahawa selepas maharaja Kasdim berlalu, akan datang maharaja Medo-Parsi, maharaja Yunani dan maharaja Romawi. Tiga pemerintah dunia selepas Kasdim telahpun dinubuatkan oleh Tuhan sebelumpun mereka muncul di bumi. Berpandukan Ptolemy's Canon of Kings [8] yang tiada kronologi tahun, dan kemudiannya ditafsir semula oleh Simin [9] berdasarkan nubuatan para nabi, maharaja Kasdim yang terakhir ialah Nabonidus (Belsyazar) mula memerintah pada tahun 556 BCE, maharaja empayar Medo-Parsi yang pertama mula memerintah pada tahun 539 BCE (yaitu, 17 tahun dari tarikh nubuatan diterima), Alexander the great sebagai maharaja empayar Yunani yang pertama mula memerintah sebagai maharaja pada tahun 330 BCE (yaitu, 226 tahun dari tarikh nubuatan Daniel), manakala maharaja empayar romawi pertama, Augustus Caesar, mula memerintah pada tahun kira-kira 31 BCE (yaitu, 525 tahun kemudian dari tahun nubuatan itu diterima, 556 BCE) [10]. Demikian juga halnya dengan binatang-binatang yang dinubuatkan dalam Wahyu 13 dan Wahyu 17. Malah, semua pemerintah itu telah dinubuatkan se-awal dalam 'nubuatan' (nubuatan ke-belakang) Nabi Musa dalam Kejadian 3: 15 "aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Tuhan Kristus yang datang dalam nama Hakim akan menghakimi semua manusia termasuklah binatang-binatang, perempuan dan anak-anak. Kepada semua pemerintah-pemerintah di dunia, Nabi Asaph bermazmur dalam Mazmur 82:
1 Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:"2 Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? sela 3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! 4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik! 5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi. 6 Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian [gods of this world] 7 Namun 'seperti' manusia kamu akan mati dan seperti salah satu pembesar kamu akan tewas." 8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa."
________________________
2016. http://www.investopedia.com/terms/s/smithsonian-agreement.asp
[9] Ibid. p. 11
[10] Ibid. p. 11
[11] Smith, Tony. Computer Software (CD-ROM 2001 Version 1.1). Concise Oxford Dictionary. 1999, 2001. Oxford University Press.
Dunia sejagat belum pernah melihat pelbagai bangsa di seluruh dunia bersatu pada 'satu' menara. Namun, sejak 1945 CE yaitu selepas perang dunia ke-dua, dunia mula disatukan oleh lima pemimpin utama dunia atau 'cabal' dalam Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu. Melalui Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu yang menzahirkan 'nama' nya, yaitu Artikel 1, Bab 1 dalam UN Charter's "Peace and Security," maka bangsa-bangsa di dunia mula mengerjakan ajakan penguasa-penguasa dunia (cabal) dalam mencari "peace and security." Concise Oxford Dictionary menjelaskan bahawa 'cabal' bermaksud "a committee of five ministers under Charles II, whose surnames happened to begin with C, A, B, A, and L" [11]. Lima negara berkuasa veto atau 'seperti cabal' dalam pertubuhan sejagat itu memperlihatkan kekuasaan "binatang yang keluar dari bumi" yang "bercakap seperti naga:" the United States of America. Empat binatang dalam 'cabal' itu adalah Russia, China, the United Kingdom dan France. Maka, itulah lembaran baru nubuatan dalam alkisah 'menara Babel kuno' yang mula dinyatakan kepada kita sebagai "muncul kembali." "Nama" atau 'karya utama' bagi binatang yang memayungi keamanan dunia itu disebut "peace and security." Namun, design manusia adalah makan 'manna' dari Sorga, maka biarpun betapa hebatnya usaha manusia sejagat dalam 'peace and security' itu diperjuangkan, ia adalah sekadar "membuat batu-bata" belaka! Pemimpin utama dunia dalam 'peace and security' bagi dunia bangsa-bangsa ialah negara superpower iaitu Amerika, dan sebab itulah ia juga cocok dinubuatkan sebagai binatang yang "'kelihatan seperti domba" dan "bercakap seperti naga."
(b) 'nama' binatang yang keluar dari bumi yang bertanduk dua: "karya duitnya atau karya-monetari" (tanduk pertama) dan "karya perihal 'peace and security'" (tanduk yang kedua). Kuasa monetari dan kuasa politikpemerintah dunia di arena global pada 'jam terakhir' akhir zaman bangsa-bangsa. 'Nama' adalah 'karya,' 'pekerjaan,' atau 'handiworks.' Maka, 'nama' "binatang yang keluar dari bumi" bermaksud 'handiwork' pemerintah Dunia yang menguasai manusia sejagat. 'Nama' dalam Alkitab adalah 'ungkapan' kata-nubuatan yang menyingkapkan pekerjaan-pekerjaan Sorgawi. Nama seperti 'Domba Tuhan' mengungkapkan 'pekerjaan/karya' Tuhan dalam menganugerahkan 'Jalan' kepada manusia yang luka supaya 'dosa-dosa mereka terhapus. Demikian juga halnya dengan 'nama' binatang itu. Ia mengungkapkan 'karya' pemerintah dunia dalam usahanya menguasai bangsa-bangsa di dunia. Ia tidak dikira dengan ilmu gematria kerana jika ia ditafsir dengan cara demikian, maka itu adalah 'sekadar' rumusan pendapat belaka. Lagipun, Alkitab tidak pernah mengajarkan penafsiran nubuatan ilmu gematria. Justeru, nama binatang, 666, tidaklah dikira, tetapi 'nama' atau 'karya' pemerintah dunia itu 'dilihat.' Jika kita kira nama (666) itu secara harafiah' dalam kacamata gematria, maka, kita hanyalah berfikir secara matematika. Ia "dilihat" terlebih dahulu dalam roh nubuat! Namun, 666 adalah 'karya' atau 'nama' yang berkait-rapat langsung dengan aktiviti 'membeli atau menjual.' Justeru, nama binatang yang keluar dari bumi adalah 'monetary' (karya-duit) penguasa dunia yang menuntut kebijaksanaan intelek, yaitu kebijaksanaan ilmu menghitung dalam bidang perekonomian moden yang berpusat pada 'menara-menara' yang telah muncul kembali. Di menara kuno Babel, 'nama' yang mereka cari tidak dapat dipisahkan dengan aktiviti "membuat batu-bata." Maka, 666 sebagai 'nama' ('monetary,' iaitu 'karya-duit' atau "handiwork of money") adalah berkait-rapat dengan urusniaga 'membeli atau menjual' yang dilaksanakan di bawah kuasa monopoli 'monetary' pemerintah dunia. Biarpun betapa hebatnya kemakmuran hidup di dunia ini menurut 'nama' itu (666), namun jika manusia tidak menerima tanda di dahi, yaitu ibadah kepada Paskah Tuhan Yesus, maka, mereka dinubuatkan 'sekadar' "membeli atau menjual" sahaja. Dan apabila, menara 'nama' itu sudah "sampai ke langit," sudah tentu Tuhan akan berkata "marilah kita turun." Pekerjaan Tuhan jelas ketara berbeda sekali dengan 'karya manusia daging: "...namaNya adalah Firman Allah" (Wahyu 19: 13), manakala 'perempuan' dan anak-anaknya (umat Tuhan) pula jelas memakan 'firman' dan beribadah kepada 'tanda' di dahi yang dianugerahkan Tuhan, yaitu Paskah Tuhan Yesus, dan mereka yang masih hidup dalam era Hakim-Kristus pula diberikan "Meterai Allah yang hidup." Tanda di dahi yaitu Paskah Tuhan Yeshua adalah tanda sejati yang memulai iman "perempuan" (chosen people of God), dan kerana percaya, maka 'perempuan' diikat oleh perjanjian Paskah itu; mereka beribadah, pelaku atau mengerjakan Firman ataupun kata nubuatan singkapkan seringkasnya sebagai ada 'tanda di tangan.' Tuhan menyingkapkan rahasia agenda pemerintah dunia dengan memakai 'ungkapan frasa perihal tanda tersebut' bagi nama binatang, 666. Binatang itu "menandai" semua orang supaya seolah-olah beribadah kepada "monetari" (karya-duit), dan tanda itu ("nama" (handiwork) binatang) akhirnya akan "...sampai ke langit," kerana manusia di bumi akan menista dan mengolok "tanda di dahi dan tanda di tangan" yang sebenar, yaitu ibadah kepada anugerahkan Tuhan Kristus di atas kayu salib: Paskah Tuhan Yeshua. Tanpa Firman, manusia tidak akan mengerti apakah 'pekerjaan' atau 'nama' Tuhan. Berdasarkan 'roh pengertian ini,' maka kita dapat merungkai rahasia 'nama' binatang yang keluar dari bumi!
Firman
_______________
[1] Bretton Woods. Wikipedia. 29 January 2016. https://en.m.wikipedia.organization/wiki/Gold_standard
[6] Bessel M. Paul. Freemason & the US Declaration of Independence. Declaration. 31 January 2016. <http://bessel.org/declmas.htm>
[7] Simin, Joannes. The Interpolated Chronologies in the Old Covenant Based on Prophecies. ms. 2014
[8] Ibid.
[9] Ibid.
[10] Ibid.





