"Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan
cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia” (Lembaga
Alkitab Indonesia, Matius 24:27)
Sejak tahun 33 M hingga sekarang (tahun 2016 M), seluruh bangsa di bumi telah dianugerahkan "Jalan" Pendamaian selama 1.983 tahun. Jalan pendamaian ini bermula di Kayu Salib Suci Yesus Kristus. Nabi Yesaya bernubuat tentang "Pendamaian" yang dianugerahkan oleh Raja Damai tersebut melalui frasa profetik "masa keamanan" (Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Yesaya 33:6).
Ringkasnya,
menurut pemahaman penulis, "Hari Tuhan" dimulai dengan pemberitaan
keputusan oleh Tuhan yang disampaikan melalui ‘mulut’ Tuhan: “Sungguh, Tuhan
Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para
nabi (Lembaga Alkitab Indonesia, Amos 3: 7). “Nama” Tuhan (misi atau karya
Tuhan) akan diproklamasikan di bumi. Contohnya:
· Hari Tuhan, Paskah Tuhan
di Mesir: dimulainya misi penebusan
YHVH terhadap bangsa Ibrani melalui penyampaian oleh nabi Musa;
· Hari Tuhan,
Paskah Tuhan Yesus: dimulainya
misi pemilikan Domba Tuhan atau Raja Damai atas bangsa-bangsa yang percaya
kepada penebusan Yesus; dan ia disaksikan dan diproklamasikan oleh nabi
Yohanes pembaptis;
· Hari Tuhan, Pentakosta: dimulainya misi Roh Kudus mengalirkan kuasa penebusan, kuasa keselamatan, serta kuasa penghukuman atas bangsa-bangsa. Semua rasul-rasul yang diurapi memberitakan kedatangan roh urapan itu.
Dalam kasus kedatangan Kristus yang kedua, "Hari Tuhan" adalah permulaan penyempurnaan penghakiman dan penghukuman. Yesus sendiri telahpun memberitakan kedatangannya dalam Matius 24. Tanda-tanda kedatangannya di Sorga, Langit dan bumi ada diberitakan oleh Yesus dalam Matius 24: 27-31.
Nama Hakim yang
akan turun bagaikan "awan-awan bergulung seperti gulungan kitab" itu adalah
penglihatan roh yang disaksikan oleh semua orang rohani dari seluruh bangsa di
dunia. Mereka akan melihat dengan mata roh perihal realitas alam roh Ilahi,
yaitu "bukaan-bukaan" tujuh lapisan surgawi, hingga tampaklah
kemuliaan Sang Hakim.
Penglihatan mengenai bukaan lapisan-lapisan sorga itu akan kelihatan "bergulung-gulung" karena para malaikat yang bersama-Nya akan membuat bukaan-bukaan tersebut seperti gulungan kitab. Sebagaimana dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul: "Dan berkata kepada mereka: 'Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga" (Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Kisah Para Rasul 1:11)
![]() |
| "...akan kembali dengan cara yang sama..." (LAI, Kis. 1: 11) |
Mereka dengan taat melakukan kehendak Sang Hakim dengan mendengarkan "suara" Firman (Hakim) (
Tanda "halilintar" ini tidak ditemukan di sepanjang zaman
Raja Damai karena penghakiman dan penghukuman dilaksanakan oleh misi Roh Kudus
di bumi. Kehadiran Kristus pada "Hari Tuhan" tersebut merujuk pada
permulaan karya Kristus sebagai Hakim di bumi, yang akan menyempurnakan meterai
ke-7. Murka Hakim yang telah turun itu akan mulai terlihat sebagaimana nubuatan
(LAI,
Walaupun tidak dinyatakan secara tertulis bahwa ada
"halilintar" dalam setiap murka sangkakala maupun pada setiap cawan
murka Tuhan, kata nubuat "halilintar" tersebut sebenarnya merujuk
kepada kehadiran Kristus sebagai Hakim di bumi untuk menyempurnakan penghakiman
dan penghukuman atas semua bangsa, termasuk bangsa Israel (baik penyembah
Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru) yang dimulai dari
Bahkan, kedatangan
Kristus juga bertujuan untuk menangkap si Ular Tua dan mengikatnya selama
seribu tahun. Doa Bapa Kami "Kerajaan-Mu datanglah..." pun akan
disempurnakan di bumi secara menyeluruh sebagaimana yang tertulis dalam
Sederhananya, "halilintar" bermakna bahwa kehadiran Kristus
sebagai Hakim ada di bumi ini. Oleh karena itu, kita memahami alasan Roh Kudus
tidak dikaitkan dengan "halilintar"; hal ini bertujuan agar
orang-orang yang percaya kepada Raja Kristus dapat membaca tanda-tanda zaman
(Lihat
Penglihatan Nabi
Nahum menjelaskan dan menyingkapkan pergerakan murka-Nya seperti dalam
"puting beliung, badai (angin), dan awan" (
Halilintar memang selalu menyertai kehadiran Sang Hakim yang terlihat
seperti "puting beliung". Dengan kata lain, pergerakan murka roh Sang
Hakim disaksikan oleh mata rohani seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Nahum (teofani
Sang Hakim). "Puting beliung" yang datang tersebut tampak dalam
penglihatan roh seperti "gulungan kitab" (yang di sekelilingnya
terdapat kegelapan pekat).
Oleh sebab itu,
kedatangan Kristus (Sang Hakim) yang kedua kali dinubuatkan dan dikaitkan
dengan "halilintar" dan "gulungan kitab". Namun, halilintar
dan puting beliung ini tidak dilihat secara harfiah, melainkan disaksikan
secara serentak oleh mata rohani manusia (gandum) dari seluruh bangsa di dunia.
Apakah rincian makna "halilintar" tersebut menurut Roh Nubuatan?
![]() |
| "...bagaikan gulungan Kitab..." (LAI, Wahyu 6: 14) Kita bukan melihat puting beliung gergasi secara harfiah, akan tetapi bahasa 'roh' itu memberitakan realiti "Roh Tujuh Tanduk, Tujuh Mata, dan Tujuh Roh" yang datang dalam kedatangan Kristus ke-2, dilihat oleh mata roh seperti puting beliung. Kemuliaan akan Roh Tuhan ini hanya dilihat oleh mereka yang senantiasa "...masuk kamar..." (LAI, Yesaya 26: 20-21). Sumber imej: Amazing Thunderstorm Wallpaper. 15 April 2016 <http://webneel.com/wallpaper/amazing-thunder-storm-wallpaper/wallpaper > |
²Tiba-tiba
turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan
²⁷Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan
cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak
Mazmur Asaf.
³Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di
hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat. ⁴Ia
Dalam bahasa Kitab Wahyu, siksaan-siksaan
murka Tuhan yang digenapi secara mahakreatif di dalam
¹⁸Anak-anakku,
Era awal gereja adalah last hours (jam-jam terakhir). Zaman gerejani adalah "masa keamanan" oleh Raja Damai, namun juga disebut "akhir zaman" seperti dalam kesaksian Santo Yohanes pada petikan di atas. Pada zaman ini, Gereja menjadi penuai, sedangkan Penabur adalah Anak Manusia yang duduk di sebelah kanan Bapa menurut Ordo Melkisedek. Kelak, apabila Kristus kembali, para penuainya adalah para malaikat! Salib Kristus pada masa 'Perdamaian' menjadikan kita (gereja) the reapers of soul for salvation, tetapi apablia Hakim datang--hanya para malaikat-Nya yang menjadi the reapers!
Oleh karena itu, di sepanjang
"masa keamanan", seluruh penghakiman dan penghukuman dilaksanakan
oleh misi kehadiran Roh Kudus dan para malaikat. Saat terakhir bagi akhir zaman
bangsa-bangsa akan didahului oleh
Bagaimana "langit"
memberitakan pekerjaan tangan Tuhan?
"Langit" yang memberitakan karya Kristus sebagai Hakim akan berbunyi:
"Matahari akan berubah
menjadi gelap gulita, bulan menjadi darah, sebelum datang harinya Tuhan."
Kata nubuat "sebelum", yaitu
Pada masa peralihan dalam Meterai ke-6
ini, nama Raja Damai masih memperdamaikan, namun nama Roh Kudus (nama-Nya:
Firman Allah) ternyata menunjukkan manifestasi penghakiman dan penghukuman
dalam Meterai ke-6:
Meskipun demikian,
Kehakiman Roh Kudus di bumi hanya dinubuatkan dengan kata nubuat
Oleh karena itu, tahulah kita mengapa pada murka
Meterai 1 hingga Meterai 6 tidak terdapat kata nubuat "halilintar" (
Biarpun janji baptisan api itu adalah untuk kekuatan dan damai sejahtera Tuhan, Nabi Yeremia bernubuat bahwa api Roh Kudus juga merupakan api penghakiman dan penghukuman. Api tersebut bukan saja menuntun umat-Nya untuk mengenali Roh yang Mahakudus di sepanjang era atau zaman gereja, melainkan juga turut melaksanakan penghakiman dan penghukuman.
Maka, akhir zaman
(New Revised Standard Version Catholic Edition, Matthew 24:27-30)
27 For as the LIGHTNING comes from
the east and shines as far as the west, so will be the coming of the Son of
man. 28 Wherever the body is, there the eagles[a] will be gathered together.
The Coming of the Son of Man
29 “Immediately after the tribulation of those
days the sun will be darkened, and the moon will not give its light, and the
stars will fall from heaven, and the powers of the heavens will be shaken; 30
then will appear the sign of the Son of man in heaven, and then all the tribes
of the earth will mourn, and they will see the Son of man coming on the clouds
of heaven with power and great glory;
‘Halilintar/Kilat’
dan Hakim Kristus
Lightning = Halilintar/Kilat
Meterai 1 - TIADA
"halilintar"--(Hakim di bumi adalah Roh Kudus)
Meterai 2 - TIADA
"halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus
Meterai 3 - TIADA
"halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus
Meterai 4 - TIADA "halilintar"--Hakim
di bumi adalah Roh Kudus
Meterai 5 - TIADA
"halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus
Meterai 6 - TIADA
"halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus
“Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan
tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya” (Lembaga Alkitab
Indonesia, Wahyu 6:14)
(Di penghujung periode Meterai ke-6, "nama" Hakim Kristus dan "nama" Hakim Roh Kudus akan kedua-duanya ada di bumi secara serentak, dan mereka adalah 'Satu' Roh; apabila dua pribadi Tritunggal hakim bergabung di bumi, ini akan menggenapi nubuat misterius katolik tentang "dua bintang yang menjadi satu." Sebelum Kristus kembali, Roh Kuduslah yang senantiasa melaksanakan pekerjaan Hakim di bumi. Setelah Kristus kembali ke bumi, Roh Kudus tidak akan lagi empowering 'gereja' untuk menjadi the reapers of souls on earth. Reaping akan dibuat oleh para malaikat Tuhan. Oleh karena itu, semua orang percaya diseru untuk 'masuk kamar’ (Yesaya 26:20-21), memohon belas kasihan Tuhan Hakim, siang dan malam tidak henti-henti, sebab di luar sana ada peperangan di mana-mana antara para malaikat Tuhan dan para malaikat Satan. Ini mengingatkan kita di zaman Yahweh dahulu di Tanah Perjanjian--ada Tuhan yahweh dan ada juga Tuhan Roh Kudus. Jangan bimbang kerana "Jantung" Tuhan tidak akan berubah meskipun "karya-Nya"
bertambah sekembalinya ia ke bumi sebagai Hakim. Jantungnya akan tetap Kasih Setia dan Great Mercy)
Meterai 7 -ADA "halilintar" muncul di bumi menyertai Hakim: ia berjalan dalam puting beliung (LAI, Nahum 1:3). Kemunculan 'halilintar' juga dapat dibaca di Wahyu 8: 5 seperti di Matius 24: 27.
... Cawan Murka ke-7 (Why.11: 19) --ADA LIGHTNING. (Hadirat Hakim di
bumi diteruskan sampai selesai karya Penghakiman dan Penghukuman.)
3 The Lord (The Judge--returned Christ) is slow to anger and of
great might, and the Lord will by no
means clear the guilty. His WAY is
in WHIRLWIND and storm, and the
clouds are the dust of his feet. (Revised Standard Version Catholic Edition, Nahum
1:3)
Lembaga Alkitab
Indonesia. Alkitab Deuterokanonika: Terjemahan
Baru. Iman Katolik, www.imankatolik.or.id/alkitab.php?kitab=Yohanes&bab=16&ayat=7-13.
Diakses pada 12 April 2016.
The Bible. New Revised Standard Version Catholic Edition, National Council of Churches (NRSVCE), 1989. Bible Gateway, ://biblegateway.com. Accessed 12 April 2016.



