Selasa, 12 April 2016

'Jalan' Salib Suci Raja Damai menuju 'Jalan' Puting Beliung Sang Hakim

By Joannes Simin


"Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia” (Lembaga Alkitab Indonesia, Matius 24:27)




    
Sejak tahun 33 M hingga sekarang (tahun 2016 M), seluruh bangsa di bumi telah dianugerahkan "Jalan" Pendamaian selama 1.983 tahun. Jalan pendamaian ini bermula di Kayu Salib Suci Yesus Kristus. Nabi Yesaya bernubuat tentang "Pendamaian" yang dianugerahkan oleh Raja Damai tersebut melalui frasa profetik "masa keamanan" (Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Yesaya 33:6).

Ringkasnya, menurut pemahaman penulis, "Hari Tuhan" dimulai dengan pemberitaan keputusan oleh Tuhan yang disampaikan melalui ‘mulut’ Tuhan: “Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi (Lembaga Alkitab Indonesia, Amos 3: 7). “Nama” Tuhan (misi atau karya Tuhan) akan diproklamasikan di bumi. Contohnya:

·   Hari Tuhan, Paskah Tuhan di Mesir: dimulainya misi penebusan YHVH terhadap bangsa Ibrani melalui penyampaian oleh nabi Musa;

·    Hari Tuhan, Paskah Tuhan Yesus: dimulainya misi pemilikan Domba Tuhan atau Raja Damai atas bangsa-bangsa yang percaya kepada penebusan Yesus; dan ia disaksikan dan diproklamasikan oleh nabi Yohanes pembaptis;

·  Hari Tuhan, Pentakosta: dimulainya misi Roh Kudus mengalirkan kuasa penebusan, kuasa keselamatan, serta kuasa penghukuman atas bangsa-bangsa. Semua rasul-rasul yang diurapi memberitakan kedatangan roh urapan itu.


    Dalam kasus kedatangan Kristus yang kedua, "Hari Tuhan" adalah permulaan penyempurnaan penghakiman dan penghukuman. Yesus sendiri telahpun memberitakan kedatangannya dalam Matius 24.  Tanda-tanda kedatangannya di Sorga, Langit dan bumi ada diberitakan oleh Yesus dalam Matius 24: 27-31.

    Nama Hakim yang akan turun bagaikan "awan-awan bergulung seperti gulungan kitab" itu adalah penglihatan roh yang disaksikan oleh semua orang rohani dari seluruh bangsa di dunia. Mereka akan melihat dengan mata roh perihal realitas alam roh Ilahi, yaitu "bukaan-bukaan" tujuh lapisan surgawi, hingga tampaklah kemuliaan Sang Hakim.

    Penglihatan mengenai bukaan lapisan-lapisan sorga itu akan kelihatan "bergulung-gulung" karena para malaikat yang bersama-Nya akan membuat bukaan-bukaan tersebut seperti gulungan kitab. Sebagaimana dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul: "Dan berkata kepada mereka: 'Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga" (Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Kisah Para Rasul 1:11)


                                 
"...akan kembali dengan cara yang sama..." (LAI, Kis. 1: 11)

27 For as the lightning comes from the east and flashes as far as the west, so will be the coming of the Son of Man (NRSVCE, Matthew 24: 27)


    
Mereka dengan taat melakukan kehendak Sang Hakim dengan mendengarkan "suara" Firman (Hakim) (Mazmur 103:20), lalu setelah itu para malaikat akan mulai memeteraikan "meterai Allah yang hidup" pada dahi seluruh 144.000 orang (yang mewakili pemulihan rumah rohani Yakub ~"wanita profetik"~ (LAI, Hosea 2:19), serta "anak-anak" (orang-orang percaya dari antara bangsa lain yang terpilih) yang tidak terhitung jumlahnya. Kemudian, Ia akan melanjutkan murka penghakiman dan penghukuman-Nya dengan tanda nubuat "memancarkan halilintar" di timur dan cahayanya tampak di barat (LAI, Mat. 24:27; Wahyu 8:5).

    Tanda "halilintar" ini tidak ditemukan di sepanjang zaman Raja Damai karena penghakiman dan penghukuman dilaksanakan oleh misi Roh Kudus di bumi. Kehadiran Kristus pada "Hari Tuhan" tersebut merujuk pada permulaan karya Kristus sebagai Hakim di bumi, yang akan menyempurnakan meterai ke-7. Murka Hakim yang telah turun itu akan mulai terlihat sebagaimana nubuatan (LAI, Matius 24:27). Tanda ini akan dimulai pada ayat Why. 8:5 dan seterusnya: "halilintar" dapat terlihat pada setiap murka sangkakala dan cawan murka Tuhan hingga cawan yang ketujuh (NRSVCE, Revelation 11:15-19).

    Walaupun tidak dinyatakan secara tertulis bahwa ada "halilintar" dalam setiap murka sangkakala maupun pada setiap cawan murka Tuhan, kata nubuat "halilintar" tersebut sebenarnya merujuk kepada kehadiran Kristus sebagai Hakim di bumi untuk menyempurnakan penghakiman dan penghukuman atas semua bangsa, termasuk bangsa Israel (baik penyembah Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru) yang dimulai dari Why. 8:5 hingga Why. 11:15-19.

    Bahkan, kedatangan Kristus juga bertujuan untuk menangkap si Ular Tua dan mengikatnya selama seribu tahun. Doa Bapa Kami "Kerajaan-Mu datanglah..." pun akan disempurnakan di bumi secara menyeluruh sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Wahyu 11:15-19. Tanda "halilintar" ini hanya dapat dilihat dan dipahami melalui mata rohani bagi mereka yang senantiasa "masuk ke dalam kamar" (Yesaya 26:20-21).

    Sederhananya, "halilintar" bermakna bahwa kehadiran Kristus sebagai Hakim ada di bumi ini. Oleh karena itu, kita memahami alasan Roh Kudus tidak dikaitkan dengan "halilintar"; hal ini bertujuan agar orang-orang yang percaya kepada Raja Kristus dapat membaca tanda-tanda zaman (Lihat Matthew 24:27). Kehadiran murka Tuhan adalah seperti pergerakan "puting beliung". Nabi Nahum bernubuat perihal kehadiran Tuhan sebagai Hakim yang menghakimi dan menghukum.

    Penglihatan Nabi Nahum menjelaskan dan menyingkapkan pergerakan murka-Nya seperti dalam "puting beliung, badai (angin), dan awan" (Nahum 1:3): "TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya."

    Halilintar memang selalu menyertai kehadiran Sang Hakim yang terlihat seperti "puting beliung". Dengan kata lain, pergerakan murka roh Sang Hakim disaksikan oleh mata rohani seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Nahum (teofani Sang Hakim). "Puting beliung" yang datang tersebut tampak dalam penglihatan roh seperti "gulungan kitab" (yang di sekelilingnya terdapat kegelapan pekat).

    Oleh sebab itu, kedatangan Kristus (Sang Hakim) yang kedua kali dinubuatkan dan dikaitkan dengan "halilintar" dan "gulungan kitab". Namun, halilintar dan puting beliung ini tidak dilihat secara harfiah, melainkan disaksikan secara serentak oleh mata rohani manusia (gandum) dari seluruh bangsa di dunia. Apakah rincian makna "halilintar" tersebut menurut Roh Nubuatan?


                           
Nahum 1: 3: "...Ia (Roh Hakim) berjalan dalam puting beliung. .."
The pathway of Divine Wraths.   
      
 Sumber imej: <http://wallpaper scraft .com/download/tornado_natural _disaster _danger _dark _storm_48160/3840X2160>


"...bagaikan gulungan Kitab..." (LAI, Wahyu 6: 14) Kita bukan melihat puting beliung gergasi secara harfiah, akan tetapi bahasa 'roh' itu memberitakan realiti "Roh Tujuh Tanduk, Tujuh Mata, dan Tujuh Roh" yang datang dalam kedatangan Kristus ke-2, dilihat oleh mata roh seperti puting beliung. Kemuliaan akan Roh Tuhan ini hanya dilihat oleh mereka yang senantiasa "...masuk kamar..." (LAI, Yesaya 26: 20-21).

Sumber imej: Amazing Thunderstorm Wallpaper. 15 April 2016 <http://webneel.com/wallpaper/amazing-thunder-storm-wallpaper/wallpaper >

        

²Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; ³dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. ⁴Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. ¹⁵Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, ¹⁶tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan Nabi Yoel: ... ¹⁷Akan terjadi pada hari-hari terakhir—demikianlah firman Allah—bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. ¹⁸Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. ¹⁹Dan Aku akan mengadakan mukjizat-mukjizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. ²⁰Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah SEBELUM datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. ²¹Dan barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." (LAI, Kisah 2:2-21).

²⁷Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. ²⁸Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun." ²⁹"Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. ³⁰Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Matius 24:27-30).

Mazmur Asaf. 

³Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat. ⁴Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya: ⁵"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan: ('Jalan penebusan')!" ⁶Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela ¹⁵...berserulah kepada-Ku pada masa kesesakan, dan Aku akan meluputkan engkau dan engkau akan memuliakan Aku. (LAI, Mazmur 50:3-5, 15).

    Pengadilan akan lebih dahulu berlaku atas umat-Nya seperti dalam Wahyu 2 dan Wahyu 3. Hakikatnya, pengadilan dan penghakiman atas umat-Nya sudah dimulai dan dilaksanakan sejak kelahiran gereja, yaitu sejak Pentakosta. Namun, hal itu dilaksanakan oleh misi Roh Kudus. Dengan kata lain, agenda Ilahi dalam penghakiman dan penghukuman setelah Altar Surgawi "sudah selesai" di bumi sebenarnya telah dimulai sejak Pentakosta! Hal ini dilaksanakan oleh Roh Kudus. 

    Dalam bahasa Kitab Wahyu, siksaan-siksaan murka Tuhan yang digenapi secara mahakreatif di dalam Meterai 1 sehingga Meterai 6 berada di bawah penyempurnaan oleh misi Roh Kudus. Santo Yohanes bersaksi bahwa di awal era, yaitu setelah hari kelahiran gereja, masa tersebut sudah disebut oleh para rasul sebagai periode bermulanya "akhir zaman". Zaman apa? Zaman gerejani oleh Raja Damai, dan masa ini juga terkandung dalam zaman Bangsa-Bangsa, hingga semua orang yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan dapat dituai oleh Gereja, barulah agenda Penghakiman oleh Hakim-Kristus datang. Hal itu didahului oleh pemberitaan langit.

¹⁸Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir." (1 Yoh. 2:18).

    Era awal gereja adalah last hours (jam-jam terakhir). Zaman gerejani adalah "masa keamanan" oleh Raja Damai, namun juga disebut "akhir zaman" seperti dalam kesaksian Santo Yohanes pada petikan di atas. Pada zaman ini, Gereja menjadi penuai, sedangkan Penabur adalah Anak Manusia yang duduk di sebelah kanan Bapa menurut Ordo Melkisedek. Kelak, apabila Kristus kembali, para penuainya adalah para malaikat! Salib Kristus pada masa 'Perdamaian' menjadikan kita (gereja) the reapers of soul for salvation, tetapi apablia Hakim datang--hanya para malaikat-Nya yang menjadi the reapers!

    Oleh karena itu, di sepanjang "masa keamanan", seluruh penghakiman dan penghukuman dilaksanakan oleh misi kehadiran Roh Kudus dan para malaikat. Saat terakhir bagi akhir zaman bangsa-bangsa akan didahului oleh pemberitaan langit. Seluruh bangsa dan pemerintah bangsa-bangsa akan dihakimi dengan penuh keadilan. Zaman bangsa-bangsa lahir di Menara Babel (Kejadian 11). Setelah Meterai 6 berlalu, tugas-tugas penuaian akan diambil alih oleh para malaikat (harvesters) dan gereja juga turut dihakimi. Hakikatnya, pemberitaan langit itu sudah ada sejak awal dan sejak zaman purbakala sesuai wahyu Yesaya dalam Kitab Yesaya 46:10. 

    Bagaimana "langit" memberitakan pekerjaan tangan Tuhan? Nabi Asaf bermazmur, "Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya:" (Mazmur 50:4). Namun, hal itu akan disusul oleh Roh Kudus yang masih melaksanakan misi Raja Damai. Kita berada pada detik-detik peralihan dua nama (karya), yaitu Raja-Damai-Kristus dan Hakim-Kristus. Oleh sebab itu, meskipun Roh Kudus menghukum dengan penuh keadilan atas umat-Nya sebagaimana pemberitaan langit dalam Yoel 2:28 dan Kisah 2:20, Roh Kudus masih akan terus melaksanakan misi Raja Damai untuk penghiburan dan pemulihan. 

    "Langit" yang memberitakan karya Kristus sebagai Hakim akan berbunyi: "Matahari akan berubah menjadi gelap gulita, bulan menjadi darah, sebelum datang harinya Tuhan." Kata nubuat "sebelum", yaitu pemberitaan langit dalam Kisah 2:20, juga merujuk kepada pemberitaan langit dalam Matius 24:29 serta meterai ke-6 dalam Wahyu 6:13-14. (Lihat maksud yang disingkapkan oleh pemberitaan langit dalam Mazmur 19:1 dan Mazmur 50:4-6).

    Pemberitaan langit tersebut menyingkapkan agenda Tuhan dalam menghakimi dan menghukum umat-Nya sebelum "hari besar Tuhan". Namun, barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Ini adalah periode peralihan dua nama Kristus, yaitu dari Raja Damai menjadi Hakim. 

    Pada masa peralihan dalam Meterai ke-6 ini, nama Raja Damai masih memperdamaikan, namun nama Roh Kudus (nama-Nya: Firman Allah) ternyata menunjukkan manifestasi penghakiman dan penghukuman dalam Meterai ke-6: gempa bumi dan angin kencang adalah bahasa nubuatan yang mengungkapkan murka Tuhan dalam Meterai ke-6. 

    Meskipun demikian, nama Hakim turut diberitakan oleh langit dalam Meterai ke-6 ini. Namun, kita tahu Ia belum turun hingga pada ayat ke-14, karena sekiranya Ia sudah turun kelak, yang menyusul adalah kata nubuat halilintar. (Matius 24:27-29; Mazmur 50:4-6; Mazmur 19:1).

    Kehakiman Roh Kudus di bumi hanya dinubuatkan dengan kata nubuat api dan angin pada Hari Pentakosta. Hanya YHVH dan Kristus yang kembali sebagai Hakim yang dinubuatkan dengan kata nubuat halilintar, yang bermaksud bahwa Mereka telah hadir dan turun di bumi! (Matius 24:27; Keluaran 19; Wahyu 8:5). Ini bukan berarti Roh Kudus tidak mampu membuat halilintar karena Mereka adalah "satu Roh", melainkan karena kesaksian Yesus adalah Roh Nubuatan. Maka, Firman yang disampaikan berhubung karya Roh Kudus di bumi dikaitkan dengan api dan angin sebagai ungkapan kehadiran Roh Kudus. 

    Oleh karena itu, tahulah kita mengapa pada murka Meterai 1 hingga Meterai 6 tidak terdapat kata nubuat "halilintar" (Wahyu 6). Dengan demikian, pahamlah kita tentang perkataan Yesus dalam Matius 24:27 yang berbunyi: "...kedatangan-Nya yang kedua seperti memancarnya halilintar di timur dan cahayanya dilontarkan ke barat." Jelaslah bahwa kehadiran Hakim akan mulai memancarkan halilintar pada ayat ke-5 dalam Wahyu 8. Dan halilintar itu akan terlihat menyertai Hakim dalam perjalanan murka-Nya hingga Cawan Murka ke-7 (Why. 16:18).

    Biarpun janji baptisan api itu adalah untuk kekuatan dan damai sejahtera Tuhan, Nabi Yeremia bernubuat bahwa api Roh Kudus juga merupakan api penghakiman dan penghukuman. Api tersebut bukan saja menuntun umat-Nya untuk mengenali Roh yang Mahakudus di sepanjang era atau zaman gereja, melainkan juga turut melaksanakan penghakiman dan penghukuman. 

    Maka, akhir zaman bermula pada hari Pentakosta (akhir zaman Bangsa-Bangsa). Saat akhir dari zaman perdamaian akan didahului oleh pemberitaan langit. Masa tersebut (Meterai ke-6) adalah saat peralihan antara dua misi (nama) Kristus, yaitu nama Raja Damai yang telah naik ke surga (untuk menjadi Pengantara) dan akan beralih kepada nama Tuhan Kristus/Hakim-Kristus (yang turun kembali ke bumi). Meterai Allah yang hidup (Why. 7:4) hanya dianugerahkan setelah Yesus turun dalam Meterai ke-6, yaitu pada ayat Why. 6:14. Kehadiran Hakim-Kristus di bumi akan dapat dikenali melalui pemberitaan kata nubuat halilintar dalam Wahyu 8:5. (Lihat halilintar pada pautan Meterai 1 hingga Meterai 7 dalam Why. 6:1 hingga Why. 8:5).

 

                                 

7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 8 dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; ...11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. 12 masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yoh.17: 7 - 13).



Ringkasan kedatangan Hakim Kristus

(New Revised Standard Version Catholic Edition, Matthew 24:27-30)

27 For as the LIGHTNING comes from the east and shines as far as the west, so will be the coming of the Son of man. 28 Wherever the body is, there the eagles[a] will be gathered together.

The Coming of the Son of Man

29 “Immediately after the tribulation of those days the sun will be darkened, and the moon will not give its light, and the stars will fall from heaven, and the powers of the heavens will be shaken; 30 then will appear the sign of the Son of man in heaven, and then all the tribes of the earth will mourn, and they will see the Son of man coming on the clouds of heaven with power and great glory;

 ‘Halilintar/Kilat’ dan Hakim Kristus

Lightning = Halilintar/Kilat

 

Meterai 1 - TIADA "halilintar"--(Hakim di bumi adalah Roh Kudus)

Meterai 2 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

Meterai 3 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

Meterai 4 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

Meterai 5 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

Meterai 6 - TIADA "halilintar"--Hakim di bumi adalah Roh Kudus

“Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya” (Lembaga Alkitab Indonesia, Wahyu 6:14)

(Di penghujung periode Meterai ke-6, "nama" Hakim Kristus dan "nama" Hakim Roh Kudus akan kedua-duanya ada di bumi secara serentak, dan mereka adalah 'Satu' Roh; apabila dua pribadi Tritunggal hakim bergabung di bumi, ini akan menggenapi nubuat misterius katolik tentang "dua bintang yang menjadi satu." Sebelum Kristus kembali, Roh Kuduslah yang senantiasa melaksanakan pekerjaan Hakim di bumi. Setelah Kristus kembali ke bumi, Roh Kudus tidak akan lagi empowering 'gereja' untuk menjadi the reapers of souls on earth. Reaping akan dibuat oleh para malaikat Tuhan. Oleh karena itu, semua orang percaya diseru untuk 'masuk kamar’ (Yesaya 26:20-21), memohon belas kasihan Tuhan Hakim, siang dan malam tidak henti-henti, sebab di luar sana ada peperangan di mana-mana antara para malaikat Tuhan dan para malaikat Satan.  Ini mengingatkan kita di zaman Yahweh dahulu di Tanah Perjanjian--ada Tuhan yahweh dan ada juga Tuhan Roh Kudus. Jangan bimbang kerana "Jantung" Tuhan tidak akan berubah meskipun "karya-Nya" bertambah sekembalinya ia ke bumi sebagai Hakim. Jantungnya akan tetap Kasih Setia dan Great Mercy)


Meterai 7 -ADA "halilintar" muncul di bumi menyertai Hakim: ia berjalan dalam puting beliung (LAI, Nahum 1:3).  Kemunculan 'halilintar' juga dapat dibaca di Wahyu 8: 5 seperti di Matius 24: 27.

... Cawan Murka ke-7 (Why.11: 19) --ADA LIGHTNING. (Hadirat Hakim di bumi diteruskan sampai selesai karya Penghakiman dan Penghukuman.)


3 The Lord (The Judge--returned Christ) is slow to anger and of great might, and the Lord will by no means clear the guilty.  His WAY is in WHIRLWIND and storm, and the clouds are the dust of his feet. (Revised Standard Version Catholic Edition, Nahum 1:3)







Rujukan:

Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Deuterokanonika: Terjemahan Baru. Iman Katolik, www.imankatolik.or.id/alkitab.php?kitab=Yohanes&bab=16&ayat=7-13. Diakses pada 12 April 2016.

The Bible. New Revised Standard Version Catholic Edition, National Council of Churches (NRSVCE), 1989. Bible Gateway, ://biblegateway.com. Accessed 12 April 2016.




Tidak ada komentar: