Halaman

▼

Rabu, 04 Oktober 2023

...barangsiapa yang berseru kepada NAMA Tuhan akan diselamatkan... (Yoel 2:32)

 

SEGALA SESUATU yang diciptakan oleh Tuhan adalah bermula dari DASAR

 

DASAR ialah nama Tuhan Bapa, nama Tuhan Anak dan nama Tuhan Roh Kudus!

32 Dan barangsiapa yang 'berseru' kepada NAMA Tuhan akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada Keselamatan, seperti yang telah difirmankan Tuhan; dan setiap orang yang dipanggil Tuhan akan termasuk orang-orang yang terlepas” (Alkitab Terjemahan Baru, Yoel 2:32).

    Ibadah orang-orang beriman melibatkan unsur menyerukan "nama" Tuhan. Hal "menyeru" nama Tuhan Bapa menuntut "Jalan" roh, "Pintu" roh, "Kunci" roh, dan Pakaian Kebenaran bagi tubuh rohani. Seruan yang nyaring ini ditopang oleh darah kudus Yesus, sebab darah-Nya berbicara jauh lebih kuat daripada darah Habel (Ibrani 12:24). 

    Darah Yesus dicurahkan karena Dia menggenapi apa yang difirmankan dalam Hukum Taurat, nubuat para nabi, dan nyanyian Mazmur. Darah-Nya berbicara lebih kuat daripada darah Habel karena memiliki kuasa pendamaian, penebusan, dan keselamatan bagi umat manusia. Sebaliknya, darah Habel hanya berbicara untuk menuntut keadilan, penghakiman, dan pembalasan atas dosa yang dilakukan terhadapnya. Namun, apakah sebenarnya arti atau makna kata "iman" dalam konteks kepercayaan Kristen?


Apakah Iman Itu?

    Semua orang Kristen memang mengetahui definisi istilah "iman", tetapi pada kenyataannya tidak semua orang telah mengalami terobosan dalam berdoa. Tidak mudah bagi orang percaya untuk memperoleh pengetahuan, pengertian, dan hikmat yang cukup untuk memasuki "kamar" terdalam (Matius 6:6). Penulis surat Ibrani mendefinisikan "iman" sebagai berikut:

IMAN adalah DASAR dari SEGALA SESUATU yang kita harapkan, dan BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

 

Kenapa perlu Iman?

 

6 tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dia (Ibrani 11: 6).

 

Iman orang percaya (Kristen) adalah terfokus kepada Tuhan Yeshua Kristus sebagai Tuhan Anak, Raja Damai, Pengantara dan Juruselamat


    Kita kembali kepada petikan Ibrani 11:1 yang berbunyi, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Kata "dasar" tersebut telah dinubuatkan dalam nubuat mengenai Injil Allah (Mesias) dalam Yesaya 28:16. Dalam petikan ini, Mesias diumpamakan sebagai dasar dalam mendirikan bangunan Tabernakel atau Rumah Tuhan. 

    Dalam bahasa arsitektur, "dasar" merujuk pada "batu penjuru" (cornerstone). Tanpa batu penjuru, sia-sialah membangun rumah. Jika umat Perjanjian Baru diumpamakan seperti orang yang membangun rumah, dasarnya adalah batu penjuru tersebut. Tanpa Mesias atau Injil Allah, sia-sialah membangun Sion Perjanjian Baru!

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!" (Yesaya 28:16). 

    Dasar itu merujuk kepada karya Kristus yang "sudah selesai" dalam penganugerahan berkat penebusan, pendamaian, pengantaraan, dan keselamatan, serta perwujudan Perjanjian Perdamaian. Batu Penjuru itu adalah Kristus Yesus, Injil Allah, yang telah memberikan kita ketenangan (rest) dari segala kegelisahan dan kesembuhan dari segala luka rohani.

 

Kenapa percaya kepada DASAR itu tidak akan gelisah?


    Percaya kepada Yesus berarti menempatkan diri kita pada kedudukan yang senantiasa diperdamaikan dengan Sang Pencipta yang Mahakudus. Ciptaan yang kudus ini ditebus oleh darah kudus Yesus Kristus. Manusia keturunan Adam ditebus oleh Yesus supaya mereka terlepas dari belenggu dosa (sengat maut) serta memperoleh kesembuhan dari segala luka rohani. Itulah sebabnya kita senantiasa bersyukur dan memuliakan Tuhan karena kita telah diperdamaikan dengan Allah yang Mahakudus.

    Singkatnya, kata "dasar" itu merujuk kepada pribadi Tuhan Yesus Kristus yang telah ada bersama-sama dengan Allah Bapa sejak semula: "Aku adalah Alfa dan Omega!" Namun, pada mulanya Dia hanya disebut sebagai Firman (Yohanes 1:1) dan belum bernama Yesus. Frasa "segala sesuatu" merujuk kepada segala sesuatu yang kita harapkan dari Allah, yaitu Kristus sebagai Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kebenaran/Kekudusan untuk berhubungan dengan Allah Bapa.


13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih; 14 di dalam dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. 15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari SEGALA yang diciptakan, 16 karena di dalam dialah telah diciptakan SEGALA SESUATU, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; SEGALA SESUATU diciptakan oleh dia dan untuk dia. 17 ia ada terlebih dahulu dari SEGALA SESUATU dan SEGALA SESUATU ada di dalam dia. 18 ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga ia yang lebih utama dalam SEGALA SESUATU. 19 karena seluruh kepenuhan Allah  berkenan diam di dalam dia, 20 dan oleh dialah ia memperdamaikan SEGALA SESUATU dengan dirinya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di Sorga, sesudah ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus (Kolose 1:13-20).

    Dasar itu ialah Yesus Kristus! Jadi, beriman berarti kita percaya kepada Dasar dari segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah sendiri, yaitu Yesus Kristus. Dia telah menyempurnakan tiga hal utama, yaitu sebagai Domba Paskah Allah (Pendamaian), Imam Besar Melkisedek (Pengantara untuk pendamaian dan berkat), dan juga sebagai Raja Damai untuk urusan sumpah Perjanjian Perdamaian bagi anak-anak Allah. Sejak semula, bahkan sebelum dunia dijadikan, kita sebagai orang-orang pilihan Allah telah ditentukan untuk menjadi kudus di dalam Kristus. 

    Nama Yesus itu sendiri memiliki arti keselamatan (salvation). Yesus adalah jalan keselamatan bagi seluruh bangsa di bumi (the way of salvation for all the nations on earth). Dia telah dinubuatkan, baik secara tipologi (tipology), nubuat para nabi, maupun nubuat dalam bentuk nyanyian Mazmur, yaitu sebagai Jalan, Pintu, Kunci, dan Pakaian Kebenaran/Kekudusan (the Way, the Gate, the Keys and the Garment of righteousness/holy garment).

"1Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Ibrani 12:1-2). 

     Fungsi salib atau mezbah (darah kudus Yesus) adalah untuk menghapuskan dosa-dosa dunia. Memikul salib juga berarti tanggung jawab kita untuk menyelesaikan dosa-dosa tersebut dengan beriman kepada darah kudus Yesus serta menuruti hukum kasih. Kita tidak hanya perlu beriman kepada Anak Domba Allah (Domba Paskah), tetapi juga perlu memikul tanggung jawab untuk melakukan hukum kasih yang diberikan oleh Yesus.

    Righteous men or the prophets hang onto these two golden laws of love. The practice of these laws of love is well depicted by the act of carrying the cross, just like Jesus Christ who carried the cross as an altar on earth in outpouring Divine great mercy unto mankind!

Why do we want the Saviour to be the author and finisher of our faith?

 

Because he knows our potential perfectly, he will take us to the places we have never imagined ourselves.  I testify that the Saviour is “the author and finisher of our faith” [Hebrews 12:2].

 

Iman Abraham bukanlah dicipta oleh kemampuan kapasiti intelek, melainkan Tuhanlah yang mengarang dan menyempurnakan iman Abraham. Demikianlah juga iman semua nabi-nabi dan semua orang percaya, the servants of God, bahawa iman mereka dikarang oleh Alchemist or by the Author and the Finisher of our faith~ Yeshua Kristus.

Dalam nubuat dari kitab-kitab suci nabi-nabi, identiti Kristus itu dinubuatkan sebagai Tuhan, Domba Tuhan (Korban Paskah)dan juga sebagai Imam Pengantara tertinggi, iaitu Imam Agung Melkisedek. Ia masing-masing boleh dirujuk melalui petikan Yesaya 9:5-6; Mazmur 40: 7,8,9 & Yesaya 53 dan Mazmur 110. Kristus sendiri menjelaskan misiNya untuk datang ke bumi dibaluti manusia dalam Lukas 24: 44-45. Ia mengatakan bahawa Bapa telah memberikan tanggungjawab Penyelamatan dan Penebusan kepadanya dalam Lukas 24: 44 dan juga Yohanes 17, dengan mengatakan bahawa nama Bapa telah diberikan kepada Anak.  Jelas, hanya peribadi beridentiti Tuhan sahaja yang mempunyai nama Tuhan dan dapat melaksanakan tugas-tugas Ketuhanan.

 

5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namaNya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 6 Besar kekuasaannya, dan Damai Sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan Keadilan dan Kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini. (TB Yesaya 9:5-6)

 

Tuhan Yesus sebagai Utusan Anak Tuhan Mahatinggi dari Bapa telah memberikan kuasa kepada siapa sahaja untuk menjadi anak-anak Tuhan, iaitu mereka yang telah ditakdirkan untuk percaya Tanda (‘T’), iaitu tanda yang boleh dipercayai agar kita dilepaskan dari kesalahan-kesalahan (dosa-dosa) dan tanda itu ialah Darah Suci Yeshua. Tanda yang diberikan oleh Tuhan Yeshua kepada umat manusia untuk dirayakan dalam ibadah sakramen ialah ‘AIR, ROTI, ANGGUR, dan MINYAK! Tanda-tanda itu merujuk kepada karya nama Bapa, nama Anak dan nama Roh Kudus dalam karya Penyelamatan dan juga Penebusan umat manusia. Semua tanda itu diberikan kepada orang percaya dan dimungkin oleh peribadi Yeshua Kristus!


Dalam penghakiman dan penghukuman Tuhan YHVH ke atas kota Yerusalem dalam Kitab Yehezekiel 9, kita diberitahu bahawa orang-orang percaya dikatakan telah menerima ‘tanda’ dari salah seorang dari malaikat penghakiman & penghukuman yang memegang penulis dan tanda yang ditulis oleh malaikat itu ialah huruf “T”. 

4 Firman Tuhan kepadanya: “berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu yerusalem dan tulislah huruf T ("tav" ialah etymology bagi altar ataupun asal-usul perkataan mezbah, iaitu mezbah untuk perdamaian; mezbah itu ada curahan darah dari korban perdamaian)  pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah (roh nabi-nabi yang berkeluh kesah~roh mereka berdoa ~ groanings in their prayers due to our wounds/sin) karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.” (tb Yehezkiel 9:4)

    Dosa-dosa membawa kutuk demi kutuk yang membelenggu seluruh Israel. Kutuk membawa hukuman daripada Tuhan. Kristus sebagai domba perdamaian membawa sumpah Perdamaian dan darah suci Yeshua menghapuskan dosa-dosa umat manusia serta membebaskan kita daripada kesalahan-kesalahan melalui pertobatan. Bukti pengampunan Tuhan ialah darah suci Yeshua yang dicurahkan. Orang yang tidak mengaku dosa dan tidak tinggal diam (meniadakan ibadah korban perdamaian) seperti yang tertulis dalam Yesaya 30:15 tidak akan mendapat keselamatan. Orang percaya di Yerusalem mengaku dosa dan melaksanakan tuntutan ibadah korban perdamaian—itulah orang-orang yang berkeluh kesah.

    Kita bukan diterima oleh roh Tuhan berdasarkan usaha kita untuk mematuhi senarai Taurat (10 hukum). Sebab , tiada orang yang dapat ikut 10 hukum itu setiap hari. Malah, setiap orang yang melanggar hukum setiap hari, tanpa mereka sedari, akan berhadapan dengan penghakiman dan hukuman Tuhan. Artinya, jika kita hidup menurut Taurat (berusaha diterima oleh roh Tuhan dengan pematuhan-pematuhan kepada hukum Taurat untuk tujuan diterima Tuhan), maka, kita secara otomatik hidup di bawah kekuasaan kutuk, kerana tiada orang yang dapat mematuhi hukum 10 itu. Tiada yang dapat menggenapi hukum sepuluh itu secara 100 %. 

Malah, Israelpun bukanlah diterima oleh Roh Tuhan YHVH (Bapa), atas alasan mematuhi hukum /Taurat Perjanjian. Firman Allah  dalam kitab-kitab suci seperti Yesaya 30: 15 jelas sekali memberitahu tentang keselamatan itu (penerimaan Allah akan kita).  Mereka tidak diselamatkan, justeru, kerana berusaha mematuhi hukum.  Sebenarnya, mereka diterima oleh roh Tuhan kerana mereka bertobat dan tinggal diam diperdamaikan ~ rest in Christ)

Bertobat seringkasnya berarti mengaku dosa-dosa kepada imam pengantara, dan pengakuan itu dibuat di atas kepala domba korban sin offering dan guilt offering (domba perdamaian). Negara Teokrasi Yahudi ada pertobatan satu negara (the national redemption) yang dinamakan perayaan the day of atonement (Hari Penebusan), sebab mereka satu agama, satu bangsa dan satu Tuhan dan satu kerajaan teokrasi! Pada asalnya rencana Tuhan untuk umat Israel ialah kerajaan imamat yang kudus atau the kingdom of priests and the holy nation. Tiada keselamatan dalam Taurat kerana di dalam Taurat lah Israel tersandung, terpelicuk, dan terperangkap dalam kutuk Taurat.  Ditambah lagi dengan pengaruh kerajaan gelap, iaitu melalui  tipu muslihat iblis dan apara setan yang pandai manupulasi kelemahan-kelemahan daging manusia! Kerana daging itu lemah! Siapakah yang dapat melepaskan kita dari kesalahan-kesalahan dosa-dosa kita yang kita buat setiap hari, supaya kita dilepaskan dari kutuk Tuhan. Siapakah yang akan menyembuhkan bilur-bilur roh kita sehingga roh kita menjadi sihat walafiat, lalu menuju perjalanannya ke Sorga.

Dan dari Yesus Kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahnya  (TB Wahyu 1:5)

 

6 inilah dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh [Roh Kudus/Roh Tuhan] adalah kebenaran. 7 sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. 9 kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah  lebih kuat. 10 sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah  tentang anaknya. Barangsiapa percaya kepada anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah  tentang anaknya. 11 dan inilah kesaksian itu: Allah  telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anakNya. 12 barangsiapa memiliki Anak (Dasar), ia memiliki hidup [hidup kekal abadi]; barangsiapa tidak memiliki anak, ia tidak memiliki hidup (TB 1 Yohanes 5:6-12). 

 

    6 tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Tuhan Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah  ada, dan bahwa Allah  memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dia (orang yang dipanggil Tuhan). (tb Ibrani 11:6)

 

    13 ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan anaknya yang kekasih; 14 di dalam dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.15 ia adalah gambar Allah  yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam dia-lah (Kristus) telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh dia dan untuk dia. 17 ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam dia.18 ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 karena seluruh kepenuhan Allah  berkenan diam di dalam dia, 20 dan oleh dialah ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. (tb Kolose 1: 13-20)

    16 sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: “sesungguhnya, aku meletakkan sebagai dasar di Sion (merujuk kepada profetik Sion iaitu Umat Tuhan mengikut Perjanjian darah Baru) sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (tb Yesaya 28:16)

    Hukuman telah dijanjikan bagi mereka yang menolak Yeshua Kristus: "Orang yang jatuh pada batu itu, akan hancur; dan orang yang ditimpa batu itu, akan tergilas menjadi debu" (Matius 21:44).

    Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia. (TB Mrk 12:10-12)

    "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." (TB Mzm 118:22-23)

    Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada firman Allah; dan untuk itu [hukuman] mereka juga telah disediakan. (TB 1Ptr 2:8)

    Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (TB Ef 2:19-22)


Rujukan

Alkitab Terjemahan Baru. SABDA.org/ALKITAB, Yayasan Lembaga SABDA, www.sabda.org. Diakses 4 Oktober 2023


Jumat, 25 Agustus 2023

JALAN ke Pohon Kehidupan di Eden telah ditutup oleh beberapa malaikat Kerub (Kejadian 3: 24), tetapi Jalan ke Pohon Kehidupan telah dibuka di bumi oleh Kristus Yeshua (Yohanes 14: 6)

 

    Nenek moyang kita yang pertama, iaitu Adam dan Eve, pada mulanya tinggal di taman Eden, kerana pada ketika itu bumi belum sesuai untuk di huni (Kejadian. 2: 1-7).  1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. 2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu. 3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu. 4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Allah menjadikan bumi dan langit, – 5 belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab Tuhan Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; 6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu – 7 ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (TB Kejadian 2:1-7)

    Jadi, Tuhan menempatkan mereka di taman Sorga dipanggil Eden. Di Eden terdapat Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan; artinya jikalau manusia pertama memakan buah Pohon Pengetahuan, maka pilihan manusia itu adalah mewakili kehendak manusia yang melanggari Hukum Tuhan, kerana buah-buahnya adalah terlarang oleh Firman Tuhan. Frasa dosa  asal dalam ajaran Kristen adalah merujuk kepada dosa-dosa Adam dan Hawa, iaitu kesalahan mereka sejurus setelah memakan buah-buah pohon Pengetahuan yang terlarang itu sehingga ia telah mengakibatkan perubahan drastis kepada kondisi roh mereka, dan kelak menjerumuskan seluruh keturunan umat manusia kepada fitrah manusia jatuh yang mudah terbujuk kepada pelanggaran Firman atau luka-luka roh (dosa-dosa) ataupun fallen predisposition of the spirits sehingga keturunannya terdedah dan takluk kepada pelbagai kelemahan daging. Weakened predispositions of the spirits and flesh had shifted the centre of consciousness of human beings right from the spiritual centred creature into five-senses-centred-being which had caused mankind to be very vulnerable into sinfulness. Thus, mankind needs reconciliation from the ‘name’ of God Himself! The ‘name’ had had been from the beginning was predestined to be given from the Father unto his Son Jesus Christ.

    Mula-mula, kehidupan manusia itu berpusat pada kecenderungan spiritual dan memang ia adalah mahluk yang suci kerana belum ada dosa.  Justeru itu, mereka tiada masalah dalam berkomunikasi dengan Roh Allah Bapa. Mereka tiada masalah untuk hidup tinggal di Eden (Sorga pertama) sebagai mahluk manusia dalam posisi yang tidak berseteru dengan Allah Bapa. Manusia itu sebenarnya telah direncanakan oleh Tuhan untuk memerintah langit & bumi, kerana Tuhan sendiri pula memang menegakkan kerajaanNya di ketujuh-tujuh lapis Sorga.

    Namun, selepas memakan buah pohon pengetahuan itu, manusia tidak lagi memerintah langit dan bumi, kerana kuasa 'rohaniahnya' untuk memerintah kerajaan alam roh bagi langit dan juga bumi telah berpindah kepada tangan Iblis! Jikalau manusia kembali memerintah langit dan bumi, maka ia mestilah mengekalkan kuasa rohaniah yang suci, namun ia telah gagal mengekalkan kesuciannya kerana ia telah kehilangan kesucian itu pada Pohon Pengetahuan, justeru itu, kuasa rohaniahnya telah secara langsung telah Ia serahkan kepada Iblis. Sejak itu, Iblislah yang telah menjadi the gods of this world and the principalities of the air.  

    Nenek moyang kita yang pertama telah tunduk kepada bujukan dan tipu muslihat Iblis untuk melanggari  Firman dengan memakan buah pohon terlarang itu. Rahsia kuasa memerintah langit dan bumi sebenarnya adalah dijelaskan oleh pilihan manusia pertama, samada untuk memakan buah Pohon Pengetahuan ataupun bergantung penuh kepada buah-buah pohon kehidupan. Manusia harus menggunakan tanggungjawab moralnya, samada untuk memakan buah pohon kehidupan atau buah pohon pengetahuan. Apa saja pilihan manusia adalah menubuatkan masa hadapan umat manusia dan ia mengungkapkan bahawa manusia itu telah dianugerahkan dengan kehendak bebas.

 

Jikalau buah-buah Pohon Pengetahuan itu membawa kematian, mengapa harus Tuhan menanam Pohon Pengetahuan itu? Bukankah lebih baik jikalau ia tidak tanam?

 

    Kedua jenis pohon itu mengungkapkan kehendak bebas manusia! Manusia dianugerahkan kehendak bebas, sedangkan binatang hidup mengikut naluri haiwan atau animal instincts. Kehendak bebas artinya manusia dianugerahkan kebebasan untuk memilih samada, bergantung penuh kepada buah pohon kehidupan ataupun memilih untuk melanggari Firman dengan memakan buah pohon pengetahuan! Walaupun Tuhan telah ‘berkorban’ untuk membenarkan manusia pertama, dengan memberikan pakaian kebenaran/pakaian kudus yang disampaikan secara kiasan sebagai “mengenakan pakaian dari kulit binatang” yang diberikan oleh Tuhan kepada Adam dan Hawa yang telanjang (berdosa) itu, dalam Kejadian 3: 21, namun mereka tidak lagi dibenarkan untuk mendapat akses kepada JALAN menuju ke Pohon Kehidupan di Eden itu (Kejadian 3: 24) ; mereka perlu diusir keluar Eden supaya mereka tidak mendapat akses kepada buah-buah pohon kehidupan. Walaubagaimanapun, ketelanjangan daging bukanlah masalah besar untuk umat manusia. Ketelanjangan roh manusia itu yang mendatangkan  masalah, kerana manusia yang telanjang rohnya (roh  ada luka-luka) pastinya tidak akan tahan berdiri di dalam hadirat Tuhan yang semarak api kesuciannya adalah menghanguskan: the divine consuming fire.

    Manusia perlu garment of righteousness untuk menutupi seluruh roh manusia, agar roh manusia itu dalam keadaan diperdamaikan dengan Roh  Tuhan yang Mahasuci! Dan darah suci Yeshualah yang dapat memberikan the garment of righteousness/mantle of the righteous spirit, agar dapat memasuki hadirat Roh Allah Bapa.  Di bumi, Tuhan telah mengajarkan ajaran altar sebagai jalan untuk diperdamaikan (reconciled) dengan Tuhan. Ada pencurahan darah  yang perlu dicurahkan menurut upacara ritus doa oleh ke-imamatan yang diangkat oleh Tuhan pada zaman itu. Dalam Perjanjian Lama, upacara/ritus altar adalah pencurahan darah menurut pengupacaraan Levitical order dan juga Aaronic order (Kitab Suci Imamat 16; 17: 11), dan sesudah upacara darah itu selesai diupacarakan, maka imam akan  mengenakan pakaian kudus untuk berdiri berdoa di hadapan Tuhan YHVH.  Darah suci Yeshua yang berstatus "Sudah Selesai" (Yohanes. 19: 30), adalah jaminan Perdamaian antara Roh Tuhan dan roh-roh manusia, agar kita dapat mengenakan pakaian kebenaran atau pakaian kudus di hadapannya dalam kamar (Matius 6: 6-13). Maksudnya, pakaian kebenaran itu diperlukan untuk memasuki kamar yang terdalam (Matius 6: 6).

 

14 berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya (note: tidak dibasuh artinya kondisi roh yang telanjang  dan tidak percaya kepada kuasa darah suci Yeshua dalam penyembuhan luka-luka roh~ Isaiah 53: 5; Matius 26: 26-28). Mereka akan memperoleh ‘hak’ atas pohon-pohon kehidupan dan MASUK melalui pintu-pintu gerbang (note: the ancients gates~ names of God) ke dalam kota itu. (Why 22:14).

    Darah suci Yeshua bukanlah darah manusia orang biasa, kerana ia sepenuhnya Ilahi. DarahNya tercurah menggenapi maksud Yesaya 53 & Imamat 17: 11 & Mazmur 110. (Yohanes 8:58; Yesaya 9:5-6; Yesaya 11: 1-3; Mazmur 40: 7, 8, 9; Lukas 24: 44; Yeremia 31: 31-34; Yohanes 17: 3 ; Yohanes 14:9; John 1: 29; Romans 1: 1-6).  Dan curahan darahNya mengenapi Lukas 24: 44.   Berkat  pengupacaraan imam Melchizedek ialah Immanuel blessings.

    Keselamatan roh-roh umat manusia, justeru, adalah "nama" Tuhan atau 'pengorbanan' Tuhan (Kejadian 3: 21; Imamat.  17:11), dan bukannya pekerjaan manusia atau 'nama' manusia (Kejadian 3: 7). Pengorbanan manusia boleh menyelamatkan daging sesama manusia, namun ia tidak dapat menyelamatkan roh-roh manusia. Keselamatan roh-roh manusia adalah pekerjaan Tuhan, dan hanya 'nama' Tuhan sahaja yang tahu untuk memberikan kesembuhan luka-luka roh yang ada pada manusia yang berdosa setiap hari. Usaha Adam dan Eve dalam menyemat daun-daun pohon ara adalah typology, bahawa ‘korban’ atau usaha manusia itu tidak mampu mendatangkan berkat keselamatan roh, walaupun ia mampu menutupi ketelanjangan daging.  Keselamatan roh-roh manusia hanya bisa terjadi apabila ia datang dari 'Korban' Domba Paskah Tuhan atau ‘nama’ Tuhan. Ayat yang berbunyi Salvation belongs to the lord membawa pengertian, bahawa usaha Tuhanlah atau 'nama' Tuhan yang memberi keselamatan, dan bukannya usaha manusia atau 'nama' manusia semata-mata. ‘Nama’ Yeshua berarti ‘Keselamatan.’ Domba Paskah Tuhan adalah korban ‘nama’ Allah Bapa yang kelihatan di bumi. Nama itu, iaitu nama YHVH yang diberitakan dalam Kitab suci Keluaran 34: 5-7,  telah diberikan kepada Anak Manusia sehingga Yeshua telah menjadi Keselamatan bagi semua bangsa-bangsa.

    Allah Bapa sebenarnya bersemayam di Sorga ke tujuh.  Di Taman Eden (Sorga lapis pertama~1st heaven)  pohon kehidupan itu mewakili hadirat Allah Bapa sebagai sumber hidup kekal abadi.  Kelak kita mengerti bahawa Yeshua adalah Pohon Kehidupan yang kelihatan di bumi mewakili Bapa. Buah Pohon Kehidupan  memberikan Berkat  kehidupan kekal abadi kepada roh manusia. Ia mewakili typology hadirat Allah Bapa, sebagai mata air kehidupan atau sumber hidup.  Hukum kekal abadi hidup di Eden bagi Adam dan Eve, mereka mesti sinless, supaya daging layak wujud immortal di Eden. Tetapi, mereka sudah makan buah pohon terlarang, maka hilanglah kelayakan immortalitynya di Eden. Mereka harus ditegah dari mendapat akses masuk kepada buah-buah pohon kehidupan kekal abadi.

    Justeru, mereka harus di usir ke bumi untuk beranak pinak di bumi dan, supaya daging yang diambil dari debu harus kembali kepada debu. Kalau berpinak-pinak di Eden, bukankah itu salah kerana Tuhan telah berfirman sebelum itu, supaya mereka memenuhi bumi. Mereka tidak boleh beranak-pinak di Eden, kerana itu melanggari Firman Allah. Mereka perlu melalui pengalaman kematian tepat seperti Firman Allah kepada mereka, manusia yang diambil dari debu harus kembali kepada debu, supaya Firman Allah itu benar, seperti yang dia Firmankan. Justeru, dia bukanlah PENDUSTA atau pembohong!

22 Berfirmanlah Tuhan Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah POHON KEHIDUPAN itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”23 Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari TAMAN EDEN, supaya ia MENGUSAHAKAN TANAH dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkanNyalah BEBERAPA KERUB dengan PEDANG yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga JALAN ke POHON KEHIDUPAN. (TB Kej. 3:22-24)

    Orang berdosa tidak dibenarkan  melalui jalan ke  pohon kehidupan itu di Eden. Artinya, hadirat ALLAH BAPA telah tertutup bagi orang berdosa! Tiada jalan untuk masuk (enter into that tree of Life) hadirat Allah Bapa. Kehilangan jalan bermaksud kehilangan hidup kekal abadi. Jalan kepada pohon kehidupan itu telah ditutup dan dijagai oleh beberapa kerub seperti yangtercatat dalam Kitab Suci Kejadian 3: 24.

 

What is our WAY back to the Tree of Life?

 

    Tree of Life represents the eternal life in the presence of the Holy Father. The presence of the holy Father itself is what the tree of life reveleath unto us. Nabi Musa pula TIDAK DAPAT memasuki khemah PERTEMUAN kerana hadirat Allah Bapa dengan SEGALA KEMULIAANNYA MEMENUHI khemah Suci itu. Walaupun sebelum itu ia (Musa) telah diajar oleh Tuhan untuk memasuki hadirat Roh YHVH yang penuh semarak itu di Gunung Sinai dalam Kitab Keluaran 33.  Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa TIDAK DAPAT MEMASUKI Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci. (TB Kel 40:34-35)


Kelak dalam era pengujudan Perjanjian Baru, Yeshua bersabda "Akulah JALAN..." Yohanes 14: 6. Dialah JALAN untuk MEMASUKI hadirat Roh Allah Bapa untuk beribadah DOA BAPA KAMI, sebagaimana hadirat yang diungkapkan oleh Yeshua seperti bilik/Chamber dalam petikan Matius 6: 6. Justeru itu, Yeshua adalah the WAY bagi kita untuk memasuki hadirat Bapa.

1“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang MASUK ke dalam kandang domba dengan tidak melalui PINTU, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 2 tetapi siapa yang MASUK melalui PINTU, ia adalah gembala domba. 3 Untuk dia penjaga MEMBUKA PINTU dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka MENGENAL SUARANYA. (TB Yoh 10:1-4)

Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat SORGA TERBUKA (Pintu Sorga terbuka di dalam hadirat Kristus) dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada ANAK MANUSIA.” (TB Yoh 1:51).  Maksudnya Yeshua adalah JALAN dan PINTU kepada hadirat Allah Bapa . Namun orang Kristen TIDAK DAPAT memasuki kamar terdalam dalam Matius 6: 6, iaitu hadirat Allah Bapa kerana RAGU-RAGU kepada JALAN & PINTU, iaitu ANAK MANUSIA Yeshua Kristus.   Yeshua is the WAY to the presence of the Spirit of the Father,  so that we could pray OUR FATHER in the our own chambers through the help of the Helper.

Kenapa ragu-ragu?!  Why we should be doubtful of Christ Messianic identity as the Way back to that tree of Life?

 

- Tidak cukup cahaya

- Tidak cukup makan

- Salah makan

- Perlu knowledge & understanding, sharing oleh nabi-nabi Tuhan.

 

     Akibat ragu-ragu, kita tak dapat MEMASUKI hadirat Allah Bapa dalam kamar terdalam ! ...so we see that they were UNABLE To enter their REST in Christ because of DISBELIEF! Hebrew 3: 19. Untuk memasuki hadirat Roh Allah Bapa , kita perlu JALAN, PINTU, KUNCI & JUGA GARMENT , IAITU YESHUA KRISTUS.

Isaiah 30::15

The acts 2: 21

Joel 3: 23

Mark 16: 16

John 1: 29

1John 1: 7-9

Isaiah 53: 5

John 1: 12

Romans 1: 1-6

Revelation 1: 5

 

    PERHENTIAN Israelites di Tanah Suci hanyalah sebagai bayangan  kepada DAMAI SEJAHTERA yang dianugerahkan oleh Kristus kelak. Promised Land adalah typology REST in Christ , agar, akhirnya kita melihat kiasan itu lalu kita beribadah kepada Allah Bapa dalam KAMAR (Matius 6: 6). Dengan beriman kepada Yeshua Kristus (Ibrani 11: 1; Isaiah 29: 16), kita akan dapat melaksanakan KEHENDAK TUHAN di dalam Kristus Yeshua menurut  1 Thesalonika 5: 16, 17, 18.

16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (TB 1 Tesalonika  5:16-18)

 

    14 BERBAHAGIALAH (beriman) mereka yang MEMBASUH JUBAHNYA.  Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan MASUK melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. 15 Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. 16“Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. 17 Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.” Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang HAUS, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil AIR KEHIDUPAN dengan cuma-cuma! (TB Why 22:14-17)

Selasa, 02 Mei 2023

The Covenanted 'names' of God, His name is the Word of God, and The Immutable 'names' of God



16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam 'nama' Anak Tunggal Allah (Alkitab Deuterokanonika, Yoh.3: 16-18).


    The creatrix power, origin and emanations of life in this universe are flowing from the 'names' of God. Life originates from the names of God. Salvation or redemption also originates from the divine 'names.' Salvation of human spirits is the very handiwork of His 'names.' The efficacious names of God flow into three distinct categories namely the Covenanted names, the Immutable names and the Word of God. Those three categories of the flows of His names are inseparable and perfectly in harmony to each another.   



(i) 'NAMA' TUHAN DALAM PENGWUJUDAN PERJANJIAN ANTARA TUHAN PENCIPTA DAN MANUSIA (The Covenanted 'names')

   


     Bagaimanakah Roh Tuhan, Sang Pencipta roh-roh manusia, berkerja untuk menyelamatkan roh-roh manusia yang 'luka' atau berdosa? Jika, 'luka-luka' tidak sembuh atau jikalau 'dosa-dosa' seseorang tidak mendapat anugerah pengampunan, maka ia akan membawa 'maut' kepada roh seseorang itu. Perkataan 'maut' di sini bukanlah berarti bahawa roh seseorang itu binasa terhapus, kerana kebenarannya roh manusia tidaklah dihapuskan oleh Tuhan, namun ia berarti roh seseorang itu dihimpit menuju ke neraka.  Lagi pula, Roh Tuhan Pencipta tidaklah berniat untuk menghapuskan roh manusia, walaupun Ia mampu untuk menghapuskan semua roh! Dia sendiri bukanlah pembunuh atau penghapus roh-roh kerana 'namaNya' ialah Bapa kepada segala roh. Dia adalah sumber hidup kepada semua roh. 

    Semua roh hidup kerana keizinan Tuhan Pencipta. Di dalam Alkitab, perkataan 'neraka' ada juga diungkapkan dengan frasa perkataan 'kuburan orang mati' seperti dalam Kitab nabi Yunus fasal 2.  Frasa ini merujuk kepada kebinasan yang akan menimpa ke atas kewujudan keberadaan hidup secara menyeluruh, iaitu ke atas roh, jiwa dan tubuh daging seseorang, apabila tidak ada Takdir anugerah Ilahi untuk 'mengenali' Sang Pencipta atau anugerah "takut akan Tuhan." Seseorang perlu menerima anugerah pengampunan dosa-dosa (kesembuhan 'luka-luka') untuk bangkit dari kuasa kuburan orang mati. Bagaimanakah cara Roh Tuhan Pencipta itu berkerja untuk menyelamatkan roh seseorang dari 'luka-luka' roh seseorang itu? 

    Dalam Imani Kristen, kita diterima oleh Roh Tuhan berdasarkan doktrin pengajaran  Penebusan. FIRMAN Tuhan dalam  Alkitab mengajar bahawa umat manusia dianugerahkan keselamatan roh oleh Kasih Setia Tuhan (Unfailing Love) dan juga oleh Penebusan Tuhan; " 'nama' Tuhan YHVH ialah Jurupenebus Israel. Daud berdoa, "...ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku." Parsons mengatakan bahawa Tuhan Yesus itu ditafsir sebagai "kin redeemer" dan kepercayaan begitu mempengaruhi budaya dan tradisi Yahudi dengan sangat mendalam baik dalam urusan perkahwinan mahupun dalam urusan pemilikan tanah pusaka dan hamba abdi .  Kasih Tuhan yang sempurna tidak dapat dipisahkan dengan Penebusan. Kasih Tuhan yang sempurna dapat mengalirkan karya divine redemptive power ke atas roh-roh manusia di kuburan orang mati mengikut kehendak Tuhan yang sempurna.  

6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah.  Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. 7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. 9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. 11 Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (1Yoh. 5:6-9,11-12)

    Tidak ada kasih yang dapat kita sebut sebagai kasih tanpa adanya pengorbanan. Allah senantiasa berkorban demi menyelamatkan roh-roh manusia yang telah jatuh dalam kuasa dosa! Catatan paling awal tentang tindakan pengorbanan-Nya yang menakjubkan setelah kejatuhan Adam terlihat secara tersembunyi dalam Kejadian 3:21. Allah mengorbankan seekor binatang dalam ayat 21 untuk membuat pakaian penutup bagi Adam dan Hawa karena, secara jelas, Dia tidak berkenan atas usaha penutupan oleh manusia sebagaimana dicatat dalam ayat 7.

    Usaha Adam dan Hawa merajut daun pohon ara sebagai penutup tubuh mereka ditolak oleh Allah karena penutup tersebut tidak mampu menyembuhkan "luka-luka" atau ketelanjangan mereka. Usaha sia-sia Adam dan Hawa dalam mencoba menutupi ketelanjangan mereka adalah bukti bahwa kita hanya diterima dan disembuhkan oleh Allah ketika kita menerima "penutup" sebenar tubuh roh kita melalui darah Kristus.

    Ketelanjangan didefinisikan sebagai ketiadaan penutup roh (spiritual covering). Nenek moyang pertama kita telah kehilangan pakaian kekudusan (the garment of righteousness) tersebut ketika mereka mengagungkan buah dari pohon pengetahuan, tetapi kemudian Allah memberikan ‘ajaran penebusan’ (ajaran altar) demi mengaruniakan kesembuhan bagi "luka-luka" kita. Dalam peribadi Adam yang kedua,  Allah menyempurnakan karya penebusan tersebut dengan mengutus Yesus Kristus kepada kita, supaya kita dapat mengenal segala kebaikan-Nya sebagaimana dinyatakan dalam nama-nama-Nya.

    Pengertian kita mengenai keselamatan berlandaskan pada kebenaran bahwa Allah berkorban setiap saat demi menyelamatkan kita dari kutuk "luka" yang disebabkan oleh dosa-dosa kita. Hanya "di dalam Kristus" kita dapat menemukan jalan untuk memperoleh kesembuhan ilahi. Pemazmur menyanyikan kebenaran tentang ‘nama’ Kasih Setia Allah: "Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita" (Mazmur 68:20). Dan dalam Yesaya 53:5, Yesus Kristus menggenapi janji TUHAN bagi kesembuhan kita, "...oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh."

    Agar dapat disembuhkan, kita harus dikenakan darah kudus dari Anak Domba Allah, sebab telah dinubuatkan, "...oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh," yaitu merujuk kepada kuasa penebusan dari kematian-Nya di atas Salib yang Kudus! Jadi, keselamatan kita adalah nama-nama dari Allah sendiri, Penebus dan Juruselamat kita.  Percaya kepada ‘darah-Nya’ yang diupacara di atas Kayu Salib berarti percaya kepada ‘nama’ Kristus, yaitu ‘nama’ yang diberikan oleh Bapa. 

    Unfailing Love ialah sifat Roh Tuhan yang immutable. Unfailing Love itu  juga otomatik boleh diseru sebagai  namaNya, sebagaimana pemberitaan nama Tuhan dalam Kitab Keluaran 34: 5-7. Justeru itu, oleh kerana Tuhan itu Roh, maka Ia semestinya tidak "kahwin dan mengahwinkan" dan tidak pula "makan dan minum." Hanya manusia sahaja yang bersifat daging dikaitkan dengan frasa nubuat tersebut tadi.  Penebusan itu pula ialah karya kepada sifat Roh Tuhan itu, maka muncul-lah ibadah ritus Penebusan dengan darah binatang sebagaimana yang diajarkan oleh Taurat. 

    Penebusan melalui ibadah ritus menurut pengupacaraan firman Taurat tidak dapat  menyelesai semua dosa-dosa manusia kerana darah   binatang yang diupacara tidak dapat menghapuskan kutuk dan dosa-dosa dalam satu kali upacara Penebusan dengan darah binatang.  Memang benar bahawa tiada pembenaran dalam Taurat Musa kerana darah binatang tidak dapat menyelesaikan pelanggaran manusia ke atas Hukum Tuhan. Namun, Tuhan  telah membenarkan ibadah ritus darah binatang sehingga datangnya AnakNya untuk sempurnakan Penebusan Umat manusia. Kemudian, kelak, dalam pengwujudan  Perjanjian Baru, Sifat Roh Tuhan, Unfailing Love, itu telah  menggenapi dan menyempurnakan Penebusan Umat manusia dengan darah Suci YESUS kristus di atas altar di bumi iaitu Kayu Salib kematiannya. 

    Sebelum seseorang menerima anugerah pengampunan Ilahi, terlebih dahulu ia harus 'percaya' kepada 'nama' Tuhan, namun bagaimana mungkin seseorang dapat percaya, lalu menyeru 'nama' Tuhan, jikalau ia tidak mengerti 'nama' Tuhan?  Nabi Yoel Kitab Yoel 2: 32 berbunyi: "Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."  

    Salah satu cara Tuhan berkerja untuk mengutuhkan keyakinan iman kepada namaNya ialah dengan pengwujudan ikatan perjanjian darah. Karya penyelamatan umat manusia tidak dapat dipisahkan dari ikatan perjanjian sumpahan dengan darah. Dari zaman Noah hingga Yeshua, terdapat tujuh (7) perjanjian sumpahan telah diwujudkan antara Tuhan dan satu garis Keturunan manusia terpilih di bumi, bagi tujuan penyelamatan umat manusia di bumi. Garis keturunan yang telah dipilih oleh  Roh Tuhan untuk urusan pengwujudan Perjanjian Darah selepas kiamat banjir adalah seperti  Noah, Abram (Abraham), Isaac, Jacob (Israel), Phinehas, David, dan akhirnya anakNya sendiri Yeshua Kristus. 

    Walaupun, manusia itu lemah dan seringkali gagal menuruti Firman Tuhan, namun manusia masih dapat diyakinkan untuk meneruskan 'percaya' mereka kepada 'nama' Tuhan, melalui Perjanjian Darah.  Dari sumpahan Perjanjian yang diwujud Tuhan, maka wujudlah 'nama' Tuhan yang diseru khusus secara sah dalam urusan berhubung dengan Perjanjian 'sumpahan' tertentu di antara Tuhan dan penerima-penerima janji dari Tuhan. Kita namakan 'karya' Tuhan melalui perjanjian darah itu sebagai the Covenanted names of God. 

    Di antara 'nama' Tuhan yang terpakai secara khusus dalam perjanjian adalah seperti YHVH (Yahweh), Ehyeh Asher Ehyeh, Roh Kudus, dll... bagi Perjanjian Lama, manakala nama seperti Tuhan Bapa,  Anak Tuhan Mahatinggi, Roh Penghibur (Roh Kudus), Yeshua, Raja Damai, dan Domba Tuhan adalah beberapa 'nama' Tuhan yang terpakai untuk urusan Perjanjian Baru. 'Nama' di sini merujuk kepada 'pekerjaan' Ilahi ataupun 'Karya' (mission) Ilahi. Dari pengwujudan Perjanjian, maka muncullah 'nama' Tuhan yang menjelaskan bagaimana Roh Tuhan itu berkerja atau berkarya menurut terma-terma Perjanjian.  

    Kelak, apabila 'cahaya' kita cukup untuk mengenali Bapa, dan juga peribadi Dia yang diutus oleh Tuhan Bapa, ataupun anugerah Karunia "Takut akan Tuhan" telah memurnikan Iman kita, maka kita akan buat ringkasan pengakuan Iman tentang kesembuhan "luka-luka" ataupun pengampunan dosa-dosa dengan berkata, "...oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh" (Yesaya 53: 5 c). 





Genesis 15: 1 

1 Later Yahweh spoke His word to Abram in a vision. He said, “Abram, don’t be afraid. I am your shield. Your reward will be very great.”

Genesis 15: 17-21

17 The sun had gone down, and it was dark. Suddenly a smoking oven and a flaming torch passed between the animal pieces. 18 At that time Yahweh made a Promise to Abram. He said, “I will give this land to your descendants. This is the land from the river of Egypt to the great river, the Euphrates. 19 It is the land of the Kenites, the Kenizzites, the Kadmonites, 20 the Hittites, the Perizzites, the Rephaim, 21 the Amorites, the Canaanites, the Girgashites, and the Jebusites.”

Genesis 22: 15-18

15 Then the Messenger of YAHWEH called to ABRAHAM from heaven a second time 16 and said, “I am taking an oath on my own Name, declares YAHWEH, that because you have done this and have not refused to give me your son, your only son, 17 I will certainly bless you and make your descendants as numerous as the stars in the sky and the grains of sand on the seashore. Your descendants will take possession of their enemies’ cities. 18 Through your descendant (Offspring) all the nations of the earth will be blessed, because you have obeyed me.”

EXODUS 34:28

28 Moses was there with YAHWEH 40 days and 40 nights without food or water. He wrote on the tablets the words of the Promise, the ten Commandments.

DEUTERONOMY 4: 13

13 YAHWEH told you about the terms of his Promise, The Ten Commandments, which he commanded you to do. Then he wrote them on two stone tablets.


    Petikan dari ayat-ayat di bawah adalah merujuk kepada nubuat-nubuat bahawa 'nama' Anak Tuhan, Domba Tuhan, Yeshua atau nama Raja Damai (the Prince of Peace ~ Yesaya 9:5-6; Yesaya 11) akan menjadi Perjanjian Perdamaian (Yesaya 54; Yeremia 31: 31-35) atau mengujudkan Perjanjian Baru untuk penyelamatan semua orang/bangsa. 


YEREMIA 31: 31-35

31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.  33 Tetapi beginilah perjanjian yang Ku adakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Tuhan mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.  34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."


YOHANES 14: 26 

26 tetapi (Roh) Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.


YESAYA 42: 5-6

5  Beginilah firman Tuhan, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:  6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud Penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk Engkau (Yesus Kristus), dan memberi Engkau (Raja Damai) menjadi Perjanjian (Perjanjian Perdamaian) bagi Umat Manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,


Pengantaraan Yeshua Kristus menurut Ordo Melkisedek 


     Kita percaya pengantaraan Yeshua dalam Perjanjian Baru, kerana Ia datang sepenuhnya menuruti nama Tuhan yang diberikan oleh Tuhan Bapa. Kita lihat bagaimana  'nama' Tuhan Tuhan Bapa itu diberitakan oleh Tuhan Yesus Kristus, ketika Dia berdoa kepada  Tuhan BapaNya di Sorga.  Kita dapat belajar sesuatu tentang 'nama' apabila Yeshua  berkomunikasi dengan Tuhan Bapa seperti perkataan-perkataan  doaNya dalam Injil  Yohanes 17: 11-12. Tuhan Yesus mempunyai kuasa penuh melaksanakan kehendak-kehendak sifat Roh yang ada pada Tuhan Bapa kerana diriNya sendiri kepenuhan dengan Roh Bapa. 

    Sifat Great Mercy Bapa digenapi oleh karya Yeshua sebagai Sin Offering, Imam Melkisedek dan juga pengwujudan sumpahan Perjanjian Damai. Justeru itu, nama Yeshua adalah Jurupenebus (Redeemer) sebagaimana YHVH. YHVH tidak dapat melaksanakan Perjanjian Baru kecuali Ia mengutus Anak Tuhan yang Mahatinggi yang dibaluti daging keturunan Jesse (reincarnated) mengikut nubuat supaya sin offering (Domba Paskah Sorga) akan dapat menghapuskan dosa-dosa dunia.  Tanpa Firman menjadi manusia, tidak mungkin kutuk dan dosa-dosa  umat manusia dapat dihapuskan. 


Yohanes 17: 11-12.

11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia (dia akan mati 3 hari 3 malam sebagai Korban Penebus Dosa), tetapi mereka (12 murid) masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu (Yesus akan naik ke Sorga duduk di sebelah kanan Bapa menurut Ordo Melkisedek~Mazmur 110). Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama Mu, yaitu nama Mu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama Mu, yaitu nama Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. 


MAZMUR 110: 1-7

1 Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di SEBELAH KANAN-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." 2 Tongkat KEKUATANMU akan diulurkan TUHAN dari SION: memerintahlah di antara musuhmu! 3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.  4 TUHAN telah BERSUMPAH, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah IMAM (mediator) untuk selama-lamanya, menurut MELKISEDEK." 5 TUHAN ada di SEBELAH KANANMU; Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya, 6 Ia menghukum bangsa-bangsa, sehingga mayat-mayat bergelimpangan; Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas. 7 Dari sungai di tepi jalan ia minum, oleh sebab itu ia mengangkat kepala.

'Nyanyian baru' artinya 'nama' baruNya dalam Perjanjian baru

Mazmur 96:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!

Mazmur 98:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya (Yesus Kristus), oleh lengan-Nya yang kudus (Kristus).


(ii) The Word of God: "...and His name is the Word of God"



7 Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. 8 Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; 9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Tuhanku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”(Mazmur 40:7-9)


Wahyu 19: 13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan 'Nama' Nya ialah: "Firman Yuhan."

Yohanes 1: 1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan.

Yesaya 9: 5 Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putera telah diberikan untuk kita; lambang Pemerintahan ada di atas bahunya, dan 'nama' nya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Tuhan yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.  6 Besar kekuasaannya, dan Damai Sejahtera tidak akan berkesudahan di atas Taktha Daud dan di dalam Kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama- lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Yeshua datang untuk melaksanakan semua Firman dalam Perjanjian-Perjanjian terdahulu (Semua Taurat, semua nubuat nabi-nabi, semua Mazmur)

Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan Kitab Mazmur." (Lukas 24: 44)


(iii) The Immutable 'names' of God: The divine attributes  


Keluaran 34: 5-8

5 Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN. 6 Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat." 8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

Nahum 1: 1-3

1 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, Tuhan itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. 2 TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya. 3 TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya. 4 Ia menghardik laut dan mengeringkannya, dan segala sungai dijadikan-Nya kering

Psalm 25: 11

For the sake of your name (The Faithful in Forgiveness), Lord, forgive my iniquity, though it is great.


Psalm 116: 1-4

1...he heard my cry for mercy.  2 Because he turned his ear to me, I will call on him as long as I live. 3 The cords of death entangled me, the anguish of the grave came over me; I was overcome by distress and sorrow. 4 Then I called on the name of the Lord: “Lord, save me!”5 The Lord is Gracious and Righteous; our God is full of Compassion.6 The Lord protects the unwary; when I was brought low, he saved me.

Psalm 124: 8

Our help is in the name of the Lord, the Maker of heaven and earth.

Psalm 132: 10-18

10 For the sake of your servant David, do not reject your anointed one. 11 The Lord swore an oath to David, a sure oath he will not revoke: “One of your own descendants I will place on your throne.12 If your sons keep my covenant and the statutes I teach them, then their sons will sit on your throne for ever and ever.”13 For the Lord has chosen Zion,   he has desired it for his dwelling, saying,14 “This is my resting place for ever and ever; here I will sit enthroned, for I have desired it.15 I will bless her with abundant provisions;   her poor I will satisfy with food.16 I will clothe her priests with salvation, and her faithful people will ever sing for joy.17 “Here I will make a horn[b] grow for David and set up a lamp for my anointed one.18 I will clothe his enemies with shame, but his head will be adorned with a radiant crown.”

Psalm 135: 13 

Your name, Lord, endures forever, your renown, Lord, through all generations.

Psalm 138: 2-3

2 I will bow down toward your holy temple and will praise your name for your UNFAILING LOVE and your faithfulness, for you have so exalted your solemn decree that it surpasses your fame. 3 When I called, you answered me;

Psalm 89: 24-33

24 My faithful love will be with him,  and through my Name his horn will be exalted. 25 I will set his hand over the sea,  his right hand over the rivers. 26 He will call out to me, ‘You are my Father, my God, the Rock my Savior.’ 27 And I will appoint him to be my firstborn, the most exalted of the kings of the earth. 28 I will maintain my love to him forever, and my covenant with him will never fail. 29 I will establish his line forever, his throne as long as the heavens endure. 33 but I will not take my love from him,    nor will I ever betray my faithfulness. 34 I will not violate my covenant  or alter what my lips have uttered. 35 Once for all, I have sworn by my holiness— and I will not lie to David— 36 that his line will continue forever and his throne endure before me like the sun; 37 it will be established forever like the moon, the faithful witness in the sky.”



32 “Kami memberi tahu Anda kabar baik: Apa yang Tuhan janjikan kepada nenek moyang kita 33 telah dia penuhi untuk kita, anak-anak mereka, dengan membangkitkan Yesus.  Seperti yang tertulis dalam Mazmur kedua: “Kamu adalah putraku; hari ini aku telah menjadi ayahmu.’ [b~Mazmur 2:7] 34 Tuhan membangkitkan dia dari kematian sehingga dia tidak akan pernah mengalami pembusukan.  Seperti yang Tuhan katakan, “Aku akan memberimu berkat yang kudus dan pasti yang dijanjikan kepada Daud.’[c~Yesaya 55:3] 35 Demikian juga dinyatakan di tempat lain: “Engkau tidak akan membiarkan orang kudusmu melihat pembusukan.’[d~Mazmur 16:10] 36 Sekarang ketika Daud telah melayani tujuan Tuhan di generasinya sendiri, dia tertidur;  dia dimakamkan bersama leluhurnya dan tubuhnya membusuk.  37 Tetapi orang yang dibangkitkan Tuhan dari antara orang mati tidak melihat pembusukan.  38 Oleh karena itu, saudara-saudaraku, aku ingin kamu tahu bahwa melalui Yesus, pengampunan dosa diberitakan kepadamu.  39 Melalui dia setiap orang yang percaya dibebaskan dari setiap dosa, pembenaran yang tidak dapat anda peroleh di bawah hukum Musa. (Kisah 13: 32-39) 


    Melalui Yeshua Kristus yang datang menggenapi Taurat, nubuat nabi-nabi, dan Mazmur, Dia telah "Sudah Selesai" menyempurnakan Korban Penebus Doa, Pengwujudan Pengantaraan Sempurna menurut Ordo Imam Melkisedek, dan pengwujudan Perjanjian Sumpahan Perdamaian/Perjanjian Baru, maka berkat pengampunan dosa-dosa adalah terjamin mengalir kepada kita semua yang takut akan Tuhan. 


What about our 'names' in his Kingdom of God 'in' Christ (the 'stars' in His Kingdom) ?  

Psalm 148: 4
4 He determines the number of the stars and calls them each by name.

     
     TUHANlah yang menentukan jumlah roh-roh manusia yang masuk Sorga. Barangsiapa yang masuk Sorga itu dinubuatkan sebagai orang-orang benar yang bercahaya seperti bintang-bintang yang bergemerlipan di langit. Dan setiap orang yang ditakdirkan oleh Tuhan untuk dipanggil memasuki ke dalam Kerajaan Tuhan telah diuntukkan juga fungsinya tersendiri di dalam Kerajaan Tuhan. He calls them each by name!




Rujukan

Alkitab Deuterokanonika: Terjemahan Baru, Edisi NL, Lembaga Alkitab Indonesia, 2019.

Parsons, John J. "Hebrew names of God," Hebrew for Christians, 5 Mei 2023. hebrew4christians.com.